ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
6.2. Rekomendasi Tindakan Perawatan Hasil Pendekatan RCM 1 Analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
6.2.3. Prosedur Perawatan Berdasarkan Pemilihan Tindakan RCM
Berdasarkan hasil pemilihan tindakan untuk komponen mesin electric
motor yang mengalami kegagalan di sistem produksi pulp (bubur kertas) maka
diperoleh beberapa tindakan pemilihan, yaitu: 1. Tindakan Perawatan Condition Directed (CD)
Tindakan perawatan ini bertujuan untuk mendeteksi kerusakan berdasarkan kondisi mesin electric motor dengan cara visual inspection, memeriksa alat, serta memonitoring sejumlah data yang ada. Apabila ada pendeteksian ditemukan gejala-gejala kerusakan peralatan maka dilanjutkan dengan perbaikan atau penggantian komponen. Komponen yang termasuk dalam pemilihan tindakan perawatan condition directed (CD) adalah:
a. Terminal block
b. Mounting base
Rencana perawatan untuk komponen terminal block dan mounting base dapat dilihat pada Tabel 6.3.
Tabel 6.3. Tindakan Perawatan Condition Directed (CD) No Komponen Tindakan Condition Directed (CD)
1 Terminal block
- Pemeriksaan ujung permukaan kabel pada
terminal block (harus dalam keadaan tidak
terkontaminasi oleh air/oli) karena di terminal
block terdapat kabel-kabel yang mengalirkan
arus listrik (power supply).
- Pemeriksaan tegangan (tegangan harus stabil) dan pemeriksaan suhu (suhu tidak terlalu tinggi)
Tabel 6.3. Tindakan Perawatan Condition Directed (CD) (Lanjutan) No Komponen Tindakan Condition Directed (CD)
2 Mounting base
- Pemeriksaan vibrasi/getaran mounting base (getaran yang kuat menandakan ada masalah pada mounting base, apabila getaran normal maka tidak ada masalah)
- Baut harus dalam keadaan tidak longgar/lepas dan tidak terdapat retakan pada mounting base Prosedur perawatan untuk komponen yang direncanakan dengan tindakan
Condition Directed (CD) yaitu:
1. Judul Unit
Perawatan berdasarkan kondisi fisik komponen Condition Directed (CD). 2. Deskripsi unit
Perawatan Condition Directed (CD) dilakukan untuk mendeteksi kerusakan awal pada komponen dengan visual inspection, pemeriksaan komponen, jika ditemukan gejala-gejala kerusakan awal, maka dilanjutkan dengan perbaikan maupun pergantian komponen.
3. Peralatan
Obeng, linggis, kunci pas, baut L, test pen, palu, tang dan data kolektor. 4. Acuan
Manual book dan hasil pemilihan tindakan perawatan berdasarkan
pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM) pada Tabel 6.3.
a. Operator yang menjalankan mesin electric motor melakukan monitoring terhadap kondisi fisik komponen mesin yang telah dijadwalkan dengan tindakan perawatan CD (Condition Directed)
b. Jika operator menemukan gejala yang menunjukkan kondisi komponen bermasalah, maka operator mengisi form kerusakan (motor refurbishment handover form) dan mengirimkan form ke bagian maintenance (workshop). c. Setelah menerima laporan kerusakan, pihak maintenance (workshop)
mengirimkan teknisi maintenance (mekanik).
d. Teknisi maintenance (mekanik) kemudian melakukan penelurusuran lebih lanjut untuk dapat mengidentifikasi penyebab masalah.
e. Setelah diketahui penyebab masalahnya, teknisi maintenance mempersiapkan sumber daya (peralatan dan sparepart) yang diperlukan.
f. Setelah sumber daya dipersiapkan, teknisi maintenance mempersiapkan rencana perawatan komponen mesin.
g. Teknisi maintenance kemudian melakukan serangkaian kegiatan perawatan dalam memperbaiki komponen.
h. Jika masalah terselesaikan, maka teknisi maintenance melaporkan waktu, penyebab kerusakan dan tindakan perawatan yang dilakukan ke supervisor
untuk kepentingan dokumentasi. Jika tidak, maka teknisi maintenance
Mulai
Operator melalukan monitoring terhadap kondisi komponen berdasarkan tindalan perawatan CD
Mekanik mengidentifikasi masalah kerusakan
Mekanik mempersiapkan sumber daya (peralatan dan sparepart)
Masalah selesai? Tidak
Mekanik mencatat penyebab kerusakan, waktu perbaikan, dan tindakan perbaikan yang
dilakukan Ya Selesai Apakah mekanik tersedia? Tidak Ya Form Kerusakan Menunggu
Mekanik menyiapkan rencana perawatan Kondisi
bermasalah?
Tidak Ya
Komunikasikan masalah ke bagian maintenance
Mekanik melakukan kegiatan perawatan
Form Pengambilan sumber daya
2. Tindakan Perawatan Time Directed (TD)
Tindakan perawatan time directed merupakan tindakan yang lebih berfokus pada aktivitas pergantian yang dilakukan secara berkala. Komponen yang termasuk dalam pemilihan tindakan perawatan ini adalah:
a. Cooling Fan
b. Bearing
c. Shaft
Rencana perawatan Time Directed (TD) untuk komponen mesin electric
motor dapat dilihat pada Tabel 6.4.
Tabel 6.4. Tindakan Perawatan Time Directed (TD) No Komponen Tindakan Time Directed (TD)
1 Cooling Fan Persiapan pergantian komponen setiap 26 hari
2 Bearing Persiapan pergantian komponen setiap 30 hari
3 Shaft Persiapan pergantian komponen setiap 41 hari
Prosedur perawatan untuk komponen yang direncanakan dengan tindakan TD : 1. Judul Unit
Perawatan Time Directed (Berdasarkan waktu) 2. Deskripsi unit
Perawatan ini bertujuan untuk menghindari kegagalan komponen dengan lebih berfokus pada aktivitas pergantian yang dilakukan secara berkala. 3. Peralatan
Obeng, linggis, kunci pas, palu, tang penjepit, tracker, termometer,
tachometer
Manual book dan hasil pemilihan tindakan perawatan berdasarkan
pendekatan RCM (Reliability Centered Maintenance) pada Tabel 6.4. 5. Prosedur
a. Teknisi maintenance (mekanik) melakukan pemeriksaan catatan umur komponen Time Directed (TD)
b. Jika mekanik menemukan bahwa komponen sudah saatnya diganti sesuai interval pergantian optimum maka Teknisi maintenance (mekanik) mempersiapkan sumber daya yang diperlukan. Dalam hal ini, sparepart telah tersedia di workshop untuk menghindari delay pada saat pengambilan ke gudang sparepart.
c. Teknisi maintenance (mekanik) mempersiapkan rencana pergantian komponen yang akan dilakukan dengan mempersiapkan SOP pergantian koponen yang akan dilakukan.
d. Teknisi maintenance (mekanik) melakukan pergantian komponen sesuai SOP yang dibawa.
e. Teknisi maintenance (mekanik) melaporkan waktu, jumlah, dan jenis komponen yang diganti kepada Supervisor untuk keperluan dokumentasi.
Mulai
Operator melalukan pemeriksaan catatan umur komponen TD (Time Directed)
Mekanik mempersiapkan sumber daya (peralatan dan sparepart)
Mekanik mencatat penyebab kerusakan, waktu perbaikan, dan tindakan perbaikan yang
dilakukan
Selesai
Mekanik menyiapkan rencana pergantian Sudah saatnya
diganti?
Tidak
Mekanik melakukan kegiatan pergantian Ya
Gambar 6.2. Flowchart Tindakan Perawatan Time Directed (TD)
3. Tindakan Perawatan Finding Failure (FF)
Tindakan perawatan Finding Failure (FF) merupakan tindakan yang bertujuan untuk menemukan kerusakan komponen yang tersembunyi dengan pemeriksaan berkala. Komponen yang termasuk dalam pemilihan tindakan ini adalah kumparan (winding). Rencana perawatan untuk komponen kumparan
Tabel 6.5. Tindakan Perawatan Finding Failure (FF) No Komponen Tindakan Finding Failure (FF)
1 Kumparan (winding)
-Pemeriksaan kumparan (winding) tidak boleh ada kumparan yang terbakar atau lilitan terputus dan kumparan keluar dari lilitan.
-Pemeriksaan kumparan tidak terkontaminasi dengan air/oli (grease)
Prosedur perawatan untuk komponen yang direncanakan dengan tindakan
Finding Failure (FF) yaitu:
1. Judul Unit
Perawatan berdasarkan kondisi fisik komponen Finding Failure (FF) 2. Deskripsi unit
Tindakan perawatan ini bertujuan untuk menemukan kerusakan yang tersembunyi pada mesin dengan melakukan pemeriksaan berkala.
3. Peralatan
Obeng, test pen, palu, tang, linggis. 4. Acuan
Manual book dan hasil pemilihan tindakan perawatan berdasarkan
pendekatan RCM (Reliability Centered Maintenance) pada Tabel 6.5. 5. Prosedur
a. Teknisi maintenance (mekanik) melakukan pemeriksaan terhadap komponen mesin secara berkala untuk menemukan kesalahan atau kegagalan fungsi yang terjadi pada komponen.
b. Jika teknisi menemukan gejala-gejala kegagalan fungsi pada komponen mesin, maka teknisi mengisi form kerusakan pada bagian Mechanical
Departement.
c. Teknisi maintenance (mekanik) melakukan identifikasi masalah.
d. Teknisi maintenance (mekanik) mempersiapkan sumber daya yang diperlukan untuk kegiatan perbaikan.
e. Teknisi maintenance (mekanik) mempersiapkan rencana perawatan yang akan dilakukan.
f. Teknisi maintenance (mekanik) melakukan kegiatan perbaikan.
g. Jika masalah terselesaikan, maka teknisi maintenance melaporkan waktu, penyebab kerusakan dan tindakan perawatan yang dilakukan ke supervisor untuk kepentingan dokumentasi. Jika tidak, maka teknisi maintenance mengidentifikasi ulang penyebab masalah dan memperbaikinya.
Mulai
Mekanik melalukan pemeriksaan berkala pada komponen berdasarkan tindalan perawatan FF
Mekanik mengidentifikasi masalah dan mengisi form kerusakan
Mekanik mempersiapkan sumber daya (peralatan dan sparepart)
Masalah selesai? Tidak
Mekanik melaporkan waktu, penyebab kerusakan dan tindakan perbaika yang
dilakukan ke supervisor Ya
Selesai Form
Kerusakan
Mekanik menyiapkan rencana perawatan Ada gejala
kegagalan?
Tidak
Ya
Mekanik melakukan kegiatan perawatan
Form Pengambilan sumber daya