TINJAUAN SISTEM PERUSAHAAN
3.1 Proses Bisnis Perusahaan
Aktivitas bisnis utama pada PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi adalah aktivitas eksploitasi. Aktivitas eksploitasi meliputi aktivitas pencarian sumber minyak bumi, pembuatan sumur, pengambilan minyak dari dalam tanah, serta pengolahan minyak bumi menjadi minyak mentah. Dalam pelaksanaan aktivitas eksploitasi ini, terdapat enam divisi yang terlibat baik dari fungsi inti maupun fungsi pendukung. Aktivitas eksploitasi dimulai dari perencanaan jumlah sumur yang akan dibuka. Aktivitas
perencanaan ini ditangani oleh divisi Petroleum
Engineering. Divisi Petroleum Engineering juga bertugas
menentukan titik – titik sumur yang akan dibuka berdasarkan hasil pencarian dengan menggunakan seismik. Setelah penetapan lokasi pengeboran dilaksanakan, maka divisi Operation Planning akan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengeboran. Selain menyiapkan alat, divisi Operation Planning juga menyiapkan anggaran biaya untuk melakukan proses pengeboran tersebut. Jika ada peralatan yang tidak dimiliki oleh PT PERTAMINA EP
Asset I Field Jambi maka divisi Operation Planning harus
menghubungi divisi Supply Chain Management and General
Service untuk mengadakan peralatan tersebut. Jika
23
Workover and Well service dapat melakukan proses
pengeboran. Divisi Workover and Well Service merupakan divisi yang bertanggung jawab terhadap proses pengeboran dan perawatan sumur yang dimiliki PT PERTAMINA EP Asset I
Field Jambi. Dalam melaksanakan pekerjaannya, dilakukan
pemeriksaan secara terus menerus terhadap peralatan yang digunakan dalam proses pengeboran. Jika terdapat masalah pada alat tersebut maka divisi Workover and Well Service harus melaporkan kerusakan tersebut kepada divisi
Reliable Acceptable Maintenance. Tidak hanya saat terjadi
kerusakan namun juga saat sudah tiba waktu perawatan peralatan berkala, maka divisi Reliable Acceptable
Maintenance harus melakukan perawatan sesuai dengan
jadwal yang sudah ditentukan. Jika tidak ada masalah dengan peralatan pengeboran, maka aktivitas pengambilan minyak bumi dari dalam tanah sudah dapat dilakukan. Jumlah minyak bumi yang diproduksi menjadi tanggung jawab divisi Production Operation. Jika jumlah minyak yang dapat diproduksi mengalami penurunan terus menerus, maka divisi Petroleum Engineering akan mencari sumber minyak yang baru untuk dibuka. Jika sumur yang ada sudah dapat memenuhi target produksi maka aktivitas eksploitasi akan terus dilanjutkan dengan pemantauan ketat oleh divisi
Production Operation. Selain itu divisi Production Operation juga bertugas untuk mengolah minyak bumi
menjadi minyak mentah. Setelah melalui proses pengolahan dan minyak mentah dihasilkan, maka divisi Production
Operation mengirimkan minyak mentah tersebut lewat pipa –
24
Pertamina pengolah minyak mentah menjadi minyak murni. Berikut adalah diagram alir proses bisnis aktivitas produksi di PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi.
25
Operation planning
Petroleum engineering Workover / well service Reliable applicable Production operation maintenance
SCM dan GS
Menentukan lokasi sumur yang akan
dibuka mulai Melakukan operasi pengeboran sumber minyak Menemukan
sumur yang dapat dieksplorasi ? Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk melakukan pengeboran Alat yang dibutuhkan tersedia ? Melakukan proses pegadaan barang yang diperlukan fungsi terkait Mengelola hasil minyak bumi menjadi minyak mentah Melaporkan hasil produksi kepada operation planning Hasil produksi mencukupi Merencanakan pembukaan sumur baru Sumur baru disetujui untuk digunakan ? Mengirimkan minyak mentah siap jual ke
Pertamina sektor pengolahan minyak mentah Peralatan yang digunakan bermasalah ? Melakukan perbaikan peralatan yang bermasalah Mengembalikan peralatan yang selesai diperbaiki sesuai deadline selesai ya tidak tidak ya ya tidak tidak ya
26
Pada PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi, Fungsi
Supply Chain Management dan General Service bertanggung
jawab terhadap ketersediaan material untuk menunjang proses produksi di PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi. Terdapat sedikit perbedaan antara Supply Chain Management dan General Service. Pada Supply Chain Management, aktivitas yang terjadi adalah aktivitas penyediaan barang dan jasa untuk kepentingan produksi. Sementara pada
General Service, aktivitas yang terjadi adalah penyediaan
barang dan jasa untuk kepentingan Sumber Daya Manusia yang ada di PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi semisal pengadaaan rumah dinas pekerja, pengadaan barang – barang konsumtif dan non konsumtif, pelayanan inventori kantor, pelayanan perawatan fasilitas penunjang yang dibutuhkan dan digunakan pekerja PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi.
Pada kerja praktek ini mahasiswa berfokus kepada
Supply Chain Management. Supply Chain Managemet sendiri
mempunyai 4 sub fungsi yaitu Pengadaan, Penerimaan Inventori dan Transportasi. Aktivitas yang terjadi pada
Supply Chain Management ditunjukkan dalam Proses Bisnis
Fungsi Supply Chain Management di PT PERTAMINA EP Asset I
27
User Pengadaan Penerimaan Inventori Transportasi Membuat Purchase Requisition Melakukan seleksi vendor Membuat kesepakatan dengan vendor Membuat Purchase Order menyediakan barang dan dokumen sesuai dengan Purchase Order Vendor Menerima barang dan dokumen dari
vendor
Barang sudah sesuai spesifikasi dan dokumen sudah
lengkap ? Membuat Goods Receipt Membuat reservation slip untuk mengambil barang yang diperlukan Butuh transportasi ? Membuat Work Order Memberikan barang yang diminta user Membuat security gate pass Menyediakan kendaraan sesuai Work Order ya tidak Menerima barang dan atau kendaraan dari fungsi inventori dan atau transportasi Membuat Good Issue Barang sudah diberi ke user dan dokumen
dari user lengkap ? tidak ya ya tidak Memeriksa keadaan inventori secara berkala Stok perlu ditambah Membuat purchase requisition tidak ya
Gambar 3.2 Proses Bisnis Divisi Supply Chain Management dan General Service PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi
28 3.2 Produk yang Dihasilkan
Produk yang dihasilkan PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi adalah minyak mentah. Minyak mentah tersebut kemudian diolah agar kadar air dan gas. Karena minyak mentah tidak dapat dilihat wujud aslinya disebabkan berada di dalam tanki, maka berikut adalah contoh minyak mintah siap jual yang dijadikan sampel untuk diukur kadar airnya.
Gambar 3.3 Sampel Miyak Mentah Siap Jual
Area eksploitasi PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi membagi wilayah operasinya kedalam dua bagian yaitu Produksi Jambi Utara dan Produksi Jambi Selatan. Produksi Jambi Utara terdiri atas Lapangan Ketaling Timur, Ketaling Barat, Sungai Gelam, Setiti, Barbosela, dan Tanjung Obi sedangkan produksi Jambi Selatan terdiri dari lapangan Kenali Asam, Tempino, Bajubang dan Bungin Batu. Produksi minyak mentah ini selanjutnya akan dikirim dengan cara dipompakan melalui pipa – pipa pembawa minyak ke Tempino yang merupakan tempat pengolahan minyak lanjutan sebelum akhirnya dikirim ke Pertamina Plaju
29
untuk diolah menjadi minyak murni. Kapasitas Produksi PT Pertamina EP Asset I Field Jambi adalah rata – rata 4100 barrel perhari yang merupakan hasil kumulasi dari kedua wilayah produksi tersebut. Berikut adalah tabel jumlah produksi harian minyak mentah pada tanggal 29 Juli 2013.
Tabel 3.1 Jumlah Produksi Minyak Mentah Harian PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi
JAMBI Structure Today (barel) Yesterday (barel)
SELATAN Kenali Asam 1211.3 1227.7 Tempino 712.2 711.9 Bajubang 179.2 179.1 Bungin batu 36.3 28.6 UTARA Sub Total 2139 2147.3 Ketaling timur 794.6 884.3 Ketaling barat 83.5 98.3 Sungai gelam 883.6 914.9 Setiti 75.8 76 Barbosela 12.1 12.1 Tanjung Obi 61.8 Sub Total 1849.6 2047.4 TOTAL 3988.6 4194.7
Cara mengukur jumlah minyak mentah yang
dihasilkan atau yang terdapat dalam satu tanki adalah dengan menggunakan bantuan pasta air. Pasta air dioleskan kepada alat ukur berupa tali yang diikatkan bandul
sebagai pemberat. Selanjutnya alat ukur tersebut
dimasukkan kedalam tanki minyak. Alat ukur tersebut akan berubah warna menjadi merah saat terkena air. Dari sana akan didapatkan berapa ketinggian air dan minyak dalam satu tanki tersebut.
30 3.3 Proses Operasi
Proses operasi yang terlaksana di PT PERTAMINA EP
Asset I Field Jambi merupakan aktivitas eksploitasi.
Aktivitas ini meliputi aktivitas pencarian minyak bumi, pengangkatan minyak bumi, pemisahan minyak bumi menjadi minyak mentah dengan kadar air sangat sedikit.
Seperti yang tertulis sebelumnya bahwa PT
PERTAMINA EP Asset I Field Jambi mempunyai dua bagian wilayah operasi yaitu Jambi Utara dan Jambi Selatan. Mahasiswa ditempatkan di PT Pertamina Asset I Field Jambi wilayah produksi Jambi Selatan yaitu Kenali Asam. Untuk wilayah Kenali Asam terdapat lima sumur penghasil minyak yang beroperasi. Sumur – sumur tersebut memiliki tiga jenis berbeda tergantung dari cara pengambilan minyak buminya yaitu Pump Jet, Progressive Centrivugal Pump (PCP), dan ESP. Pump Jet mengambil minyak dengan cara memindahkan, PCP dengan cara mengangkat, dan ESP dengan cara menghisap. Sarana pengolahan minyak bumi menjadi minyak mentah terdapat di Central Facility Kenali Asam.
Pada Central Facility terdapat bebagai peralatan
31
Gambar 3.4. Central Facility PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi
Minyak yang berasal dari sumur – sumur tersebut dikumpulkan melalui Header, lalu dialirkan ke dalam
munipool yang berfungsi sebagai pengatur laju aliran.
Setelah itu semua minyak tersebut masuk kedalam Separator
Group. Separator Group merupakan alat yang digunakan
untuk memisahkan gas dengan fluida. Gas yang sudah
terpisah mengalir ke Scrubber. Scrubber kembali
memisahkan air dengan gas. Gas yang dihasilkan bisa langsung digunakan dan dialirkan ke powerplant, perumahan milik Pertamina dan digunakan untuk kepentingan PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi.
Fluida hasil pemisahan dari Separator Group tersebut masuk ke dalam FWKO. FWKO merupakan alat yang digunakan untuk memisahkan minyak dengan air. Minyak yang dihasilkan dari proses pemisahan tersebut dialirkan
32
menuju tanki minyak yang siap didistribusikan ke Stasiun Pengumpul Utama (SPU). Pemompaan minyak ke dalam tanki minyak dibantu dengan alat Gould Pumps. Sedangkan air hasil pemisahan dalam FWKO dialirkan kedalam Skim Tank. Air dalam Skim Tank tersebut diolah kembali yaitu dengan dipisahkan kandungan pasir, air dan minyaknya. Dalam Skim
Tank terdapat Bioxide. Bioxide berfungsi untuk mengikat
bakteri – bakteri minyak. Hasil pengolahan Skim Tank berupa pasir, air dan minyak. Pasir disalurkan ke dalam tempat pembuangan limbah yang disebut pit. Air disalurkan langsung ke dalam tanki air dan minyak disalurkan langsung kedalam tanki minyak dengan menggunakan Gould
Pumps.
Limbah yang dihasilkan dari hasil proses
pemisahan ini berupa lumpur, pasir dan air tanah. Lumpur dan pasir yang dihasilkan dikumpulkan ke dalam pit. Pit khusus lumpur berbeda dengan pit khusus pasir. Limbah lumpur akan dikemas kedalam karung untuk selanjutnya dibuang. PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi sendiri membuang limbah lumpurnya denga cara membawa karung berisi lumpur tersebut ke Cirebon. Limbah pasir yang dihasilkan dikumpulkan dan selanjutnya dibawa dan dikubur kembali kedalam tanah. Untuk limbah air tanah yang dihasilkan dibuang kembali ke dalam tanah dengan cara diinjeksikan dengan menggunakan Weathley.
Setelah minyak terkumpul di tanki minyak, tahap yang dilakukan selanjutnya adalah mendistribusikan minyak tersebut ke Stasiun Pengumpul Utama (SPU).
33
Gambar 3.5. Stasiun Pengumpul Utama PT PERTAMINA EP Asset I Field Jambi
Selain didistribusikan ke SPU, ada pula sedikit minyak yang diambil untuk dijadikan sampel. Minyak untuk sampel ini dibawa ke laboratorium untuk diujikan kadar air dan minyak didalam minyak tanah tersebut. Setiap hari dilakukan sampling sebanyak satu kali. Setelah dilakukan
sampling maka petugas laboratorium akan memberitahuka
hasilnya kepada petugas central facility. Data hasil sampling tersebut digunakan sebagai acuan petugas central
facility untuk melakukan setting bukaan valve ataupun
pengaturan lainnya dalam setiap proses di central
facility.
Minyak tanah dari central facility dipompakan ke SPU menggunakan Gould Pumps. Selanjutnya minyak tersebut akan masuk kedalam tanki pengumpul di SPU. SPU merupakan tempat pengumpulan semua minyak hasil produksi PT
34
PERTAMINA EP Asset I Field Jambi. Masing – masing minyak hasil produksi tersebut dimasukkan kedalam tank yang berbeda – beda sesuai dengan daerah produksinya. Pada SPU terdapat tujuh tanki pengumpul minyak dan satu tanki berisi air yang termasuk dalam peralatan keselamatan milik divisi HSSE. Minyak mentah hasil produksi Kenali Asam berada pada tanki ke-tujuh. Dalam SPU ini, dilakukan pengukuran kadar minyak dan air dengan prosedur yang sama dengan yang terdapat di central facility yaitu dengan menggunakan pasta air. Tanki minyak di SPU memiliki besar muatan yang berbeda – beda antar tanki. Selain berbeda muatan juga berbeda tingkat ketinggian air maksimalnya. Tiap tanki memiliki tingkat ketinggian air maksimal. Tingkat ketinggian air maksimal merupakan tingkat ketinggian air yang diizinkan berada dalam tanki tersebut. Hal ini dikarenakan agar tidak ada air yang tersedot oleh pompa saat melakukan distribusi minyak mentah dari tanki tersebut ke tempat lain. Karena itu saat air sudah mendekati batas maksimal ketinggian air maka petugas SPU akan mengeluarkan air tersebut dengan cara membuka saluran valve sehingga air akan mengalir melalui parit – parit yang sudah disediakan untuk pembuangan air. Air tersebut mengalir ke pit yang terdapat di SPU. Selanjutnya air yang tergolong kedalam limbah dalam pit tersebut disalurkan kembali ke central
facility untuk selanjutnya diolah oleh central facility