• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.5 Kegiatan Implementasi

4.5.2 Proses Digitalisasi yang dilakukan peneliti

Secara sederhana digitalisasi adalah kegiatan yang mengkonversi dari bentuk analog ke bentuk digital seperti bentuk pdf ataupun dalam bentuk gambar.

Dalam melakukan kegiatan digitalisasi peneliti juga bekerja berdasarkan teori.

Adapun teori Proses alih media adalah proses mengubah dokumen tercetak menjadi dokumen digital. Ada 3 (tiga) tahapan utama dalam melakukan proses digitalisasi atau alih media menurut Hendrawati (2014, 29) adalah sebagai berikut:

1. Tahapan pra digitalisasi (prosedur awal) merupakan tahap persiapan sebelum dilaksanakannya proses pengambilan objek digital. Kegiatan

pertama yang dipersiapkan adalah lebih bersifat persiapan asministrasi, diantaranya: inventarisasi dan seleksi bahan pustaka, survey kondisi fisik bahan pustaka, evaluasi dan analisis metadata serta penentuan format file digital dan pemilihan metode pengambilan objek digital (capture).

2. Tahapan digitalisasi merupakan tindakan pengalihan format suatu media ke format digital yang dimulai dengan proses pengambilan objek digital. Kegiatan yang dilakukan adalah melakukan kalibrasi peralatan yang akan digunakan, pengambilan objek digital baik menggunakan kamera digital , scanner atau alat konversi lainnya, editing, konversi, upload dan menyimpan data dalam cakram padat (CD); dan

3. Tahapan pasca (setelah) digitalisasi. tahapan ini lebih menitik beratkan pada bagaimana objek digital ini disajikan serta dapat diakses oleh pengguna. Kegiatan yang dilakukan pada tahapan ini adalah lebih kepada pengecekkan serta pengontrolan kualitas berkas digital, kelengkapan serta urutan dari berkas digital.

Dalam melakukan kegiatan digitalisasi cara kerja yang saya lakukan memiliki kesamaan dengan teori tersebut. Cara kerja yang saya lakukan adalah sebagai berikut :

1. Hal pertama yang saya lakukan adalah menyeleksi dan memilih local content yang baik untuk dilakukan untuk pemotretan. Local content yang saya pilih ada sekitar 20 sampai 30 judul atau subjek

yang ingin di potret contohnya seperti Aksara Karo, Wari-wari Karo, Ornamen karo, Gambar orang Karo tempo dulu, Pesta adat orang Karo dan sebagainya. Pemotretan saya lakukan dengan menggunakan kamera digital Canon dslr dengan resolusi sebesar 300 dan kekuatan warna 24 bit.

2. Selanjutnya setelah selesai dari segi pemotretan peneliti melakukan proses editing. Proses editing yang saya lakukan adalah local content yang telah dipotret sebelumnya saya edit terlebih dahulu melalui aplikasi Photoshop cs 3. Maksud saya melakukan editing terlebih dahulu melalui Photoshop agar judul atau subjek yang saya potret sebelumnya menjadi fokus. Setelah selesai saya edit dengan aplikasi Photoshop, saya konversi terlebih dahulu file gambar tersebut melalui Adobe Pro IX ke bentuk dokumen yakni bentuk Pdf. Setelah dibuka dokumen tersebut baru saya mengisi informasi tentang dokumen tersebut melalui header dan footer melalui aplikasi Adobe Pro IX dan tahap akhir dari editing yakni saya membuat watermark dari dokumen tersebut.

Dengan tujuan membuat tanda kepemilikan dari KKPD Karo.

Dilansir dari situs kompasiana dengan artikel yang berjudul

“Penggunaan Watermark Pada Foto dalam Penerapan Fungsi Digital Right Management” mengatakan bahwa Solusi paling tepat untuk mencegah hal ini adalah menambahkan Watermark terhadap foto yang akan di sharing dalam internet. Dengan

penerapan Watermark tersebut, pelaku tidak bisa menghilangkan Watermark tanpa izin sang fotografer dan tentunya tidak bisa sembarangan mengakui foto tersebut sebagai hasil karyanya sendiri. Dengan dibuatnya watermark tersebut secara tidak langsung orang lain tidak bisa mengaku bahwa file dokumen tersebut adalah miliknya.

3. Tahap ketiga adalah proses uploading, yakni dengan tujuan agar dapat diakses oleh pengguna dan juga sebagai wadah local content tersebut. dalam proses uploading peneliti terlebih dahulu membangun protype repository melalui aplikasi Dspace dan software pendukung lainnya. Setelah selesai dibangun maka ditentukan metadata yang tepat untuk mewakili keseluruhan isi dokumen sehingga saya memilih metadata Dublin core. Kegiatan pembangunan repository dan proses uploading akan dijelaskan dalam sub bab berikutnya.

Proses alih media dapat dideskripsikan dengan gambar sebagai berikut : 1) Buka terlebih dahulu aplikasi Adobe Photoshop cs3.

2) Setelah terbuka pilih menu file lalu pilih new, setelah terbuka tekan Ctrl J dengan tujuan untuk membuka layer yang terkunci.

3) Kemudian pilih gambar yang ingin kita edit dengan maksud fokus pada judul tekan ctrl O untuk membuka secara otomatis kemudian pilih gambar yang kita inginkan.

Gambar 4.1 Tampilan file gambar ketika dibuka di Photoshop

4) Kemudian pilih menu crop di layar sebelah kiri, kemudian dari menu tersebut kita bisa memblock gambar tersebut kemudian bisa crop sesuai dengan fokus judul. Setelah selesai kita crop sesuai dengan keinginan kita pilih menu centang kemudian save.

Gambar 4.2 tampilan gambar setelah dicrop dari aplikasi Photoshop sehingga terfokus pada judul

Proses editing dapat dideskripsikan dalam gambar berikut ini :

1. Sebelum melakukan kegiatan editing terlebih dahulu saya ubah file gambar ke file dokumen dalam bentuk pdf, dengan tujuan memudahkan proses pengeditan.

2. Setelah selesasi, buka aplikasi Adobe Pro Extend IX, kemudian buka file dokumen yang ingin diedit. Kemudian pilih menu document klik header dan footer pilih add.

Gambar 4.3 pilih menu document, pilih menu header dan footer pilih add

Gambar 4.4 Tampilan menu header dan footer

3. Kemudian dalam kotak header dan footer masing-masing kita isi informasi mengenai dokumen tersebut. Untuk kotak header daya mengisi informasi sesuai dengan judul dokumen sedangkan dalam footer saya isi informasi milik KKPD Karo. Setelah selesai klik ok.

Gambar 4.5 Tampilan header dan footer setelah selesai diisi

Gambar 4.6 Hasil dari Header

Gambar 4.7 Hasil dari Footer

4. Tahap editing berikutnya adalah proses watermark yang bertujuan agar pemakaian foto tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Dengan dibuatnya watermark tersebut secara tidak langsung orang lain tidak bisa mengaku bahwa file dokumen tersebut adalah miliknya. Adapun cara dalam membuat watermark pada suatu dokumen dapat dideskripsikan sebagai berikut :

a. Terlebih dahulu dilakukan pemilihan dokumen yang ingin di watermark. Lebih baik diwatermark pada dokumen yang telah memiliki header dan footer.

b. Kemudian buka dokumen tersebut dengan aplikasi Adobe Acrobat Pro Extend IX. Kemudian pilih menu document lalu pilih watermark, dan pilih add

Gambar 4.8 Proses watermark pada dokumen

c. Kemudian muncul kotak text dan menu pengaturannya. Dalam kotak text kita ketik text KKPD Kab.Karo sebagai contoh

tanda bahwa local content tersebut milik dari pemerintah Kabupaten Karo. Setelah selesai mengetik text kemudian kita mengatur ketebalan tulisan , besar tulisan dan warna tulisan yang tepat untuk latarbelakang foto atau dokumen. Dalam pengaturan warna dan bentuk tulisan kita harus sesuai dengan warna dokumen. Setelah selesai diatur pilih Appear top on the page dan klik ok.

Gambar 4.9 Hasil editing watermark

4.5.4 Proses Pembangunan Protype Repositori yang dilakukan oleh Peneliti

Secara sederhana repositori merupakan wadah untuk local content agar dapat diakses. Menurut pendapat (Sutedjo, 2014 dalam artikelnya berjudul

“Pengelolaan Repositori Perguruan Tinggi dan Pengembangan Repositori Karya seni”) mengatakan bahwa selain menyebarluaskan melalui website, repositori institusi juga dapat dijadikan pilihan yang baik dalam menyebarluaskan informasi local content dalam artikelnya Sutedjo juga mengatakan Repositori Institusi

merupakan sebuah arsip online untuk mengumpulkan, melestarikan, dan menyebarluaskan salinan digital karya ilmiah-intelektual dari sebuah lembaga.

Sebelum melakukan kegiatan pembangunan repositori peneliti terlebih dahulu menentukan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan di pergunakan. Adapun perangkat keras dan perangkat lunak yang akan digunakan oleh peneliti adalah dapat dilihat dari tabel berikut :

No. Perangkat Keras Perangkat Lunak

1. Laptop Lenovo G400S jdk-7u76-windows-i586

2. - postgresql-8.4.12-1-windows

3. - apache-ant-1.9.7-bin

4. - Apache-tomcat-6.0.20.

5. - apache-maven-3.3.9-bin

6. - DSpace 5.5 Release

Tabel 4. Perangkat keras dan perangkat lunak membangun repositori Sesudah memilih perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan. Kegiatan pembangunan repositori sudah bisa dilakukan. Pada bagian ini ada dua bagian yang saya jelaskan. Bagian pertama adalah proses instalasi Dspace dan bagian kedua adalah proses pendistribusian atau kegiatan uploading localcontent Karo tersebut.

Proses instalasi Dspace dapat di jelaskan dalam bentuk gambar seperti berikut ini :

1. Proses awal yang dilakukan adalah proses instalasi java. Double klik pada setup pada aplikasi java kemudian klik next.

Gambar 4.10 Tampilan Instalasi JDK

2. Kemudian diarahkan untuk di install ke C, agar diekstrak ke data C.

Kemudian klik next, kemudian Installing Java.

Gambar 4.11 Aplikasi Diekstrak ke data C

3. Setelah selesai di ekstrak ke data C:\Program Files, kemudian klik next dan install java. Kemudian di tunggu dan instalasi java JDK selesai.

Gambar 4.12 Tampilan instalasi java JDK

Gambar 4.13 Java JDK telah selesai di Install

5. Tahap selanjutnya adalah menginstall aplikasi Apache Ant, terlebih dahulu Apache Ant, setelah diekstrak kemudian copy dan di ekstrak di drive C:\. Setelah di instalasi proses instalasi Apache Ant selesai.

Gambar 4.14 Instalasi Apache Ant

Gambar 4.15 Ekstrak, Copy dan Paste folder Apache ant di C:\

6. Tahap Selanjutnya menginstall Apache Maven, cara kerjanya sama seperti menginstall Apache. Ekstrak, copy folder dan paste folder di C:\

Gambar 4.16 Ekstrak, Copy dan Paste folder Apache Maven di C:\

7. Langkah berikutnya adalah pengaturan untuk Java, Apache Ant, Apache Maven (SystemVariables). Klik Kanan My Computer lalu pilih Properties. Kemudian Klik Advanced, lalu pada jendela bagian bawah klik Environment Variables.

Gambar 4.17 Tampilan Environment Variables

8. Selanjutnya pilih pada System Variables pilih PATH, kemudian Edit.

9. Selanjutnya pada VARIABLE VALUE, tambahkan;

PATH for Java C:\Program Files\Java\jdk1.7.0_79\bin PATH for Ant C:\apache-ant-1.7.9\bin

PATH for Maven C:\apache-maven-3.3.9\bin

10. Penambahan pada variabel PATH dibatasi oleh semi-colons pada tiap PATH, sehingga menjadi C:\Program Files\Java\jdk1.7.0_79\bin;

C:\apache-ant-1.7.9 \bin; C:\apache-maven-3.3.9\bin

11. Pengaturan ANT_HOME & JAVA_HOME untuk Apache Ant dan Java yang berada pada UserVariables

Klik kanan My Computer, klik Properties, Klik Advanced, klik Environment Variables, Klik NEWdari User Variables

12. Kemudian muncul kotak, pada kotak tersebut Kemudian masukkan data sebagai berikut:

Variable name: ANT_HOME Variable value: C:\apache-ant-1.7.9

13. Cara Selanjutnya untuk JAVA_HOME, klik kanan My Computer, klik Properties, Klik Advanced, klik Environment Variables, Klik

NEWdari User Variables. Kemudian muncul kotak new system variable kemudian kembali memasukkan data sebagai berikut : Untuk Variable name: JAVA_HOME

Untuk Variable value: C:\Program Files\Java\jdk1.7.0_79

14. Selanjutnya adalah mengecek apakah variabel Path dan Home sudah terpasang dengan benar. Ketika di cek telah berhasil berarti instalasi PostgreSQL dan membuat dspace user Finish

Berikut tahapan-tahapannya :

a. Pilih command prompt (Klik Start, klik Run, ketikcmd), klik Ok b. Pada command line, ketik mvn -version (akan tampil versi maven)

Gambar 4.18 Tampilan MVN version jika berhasil terpasang c. Ketik ant -version (akan tampil versi apache-ant)

Gambar 4.19 Tampilan ant version jika berhasil terpasang d. Ketik java –version (akan tampil versi java)

Gambar 4.20 Tampilan JDK jika berhasil terpasang

15. Tahap selanjutnya adalah membuka pgAdmin III. Dengan cara Koneksikan database PostgreSQL 8.4.12-1 (localhost : 5432) dengan memilih CONNECT. Lalu masukkan Password dari Instalasi PostgreSQL pada waktu awal (eg. postgres)

Gambar 4.21 Tampilan untuk mengaktifkan database Postgres 16. Lalu tambahkan Login Role untuk “dspace” dan buat database

“dspace” dengan cara :

a. Pilih Create Login role (dspace)

b. Masukkan Password (dspace) c. Klik Role Privilages

d. Membuat database dengan memberikan nama (dspace) dan Owner

“dspace”, Encoding dipilih pada UTF 8

Gambar 4.22 Tampilan database Dspace

17. Tahap selanjutnya adalah instalasi Apache Tomcat dengan cara sebagai berikut :

a. Cari SETUP file yang bernama setup_xampp.exe b. Klik dua kali file setup tersebut,

c. Finish

Gambar 4.23 Tampilan ketika Apache Tomcat ketika berhasil di cari d. Selanjutnya untuk menjalan Apache Tomcat, klik kanan file

xampp-control.exe., pilih Run as Administrator. Setelah itu muncul jendela XAMPP CONTROL. Pilih Tomcat untuk menjalankan aplikasi Tomcat.

Gambar 4.24 Tampilan Xampp Apache Tomcat ketika dijalankan

18. Tahap selanjutnya adalah tahap instalasi Dspace. Bertujuan untuk sebagai wadah untuk mengakses local content tersebut. Namun

Sebelum instalasi Paket Dspace dilakukan, maka sebelumnya harus dilakukan pengaturan pada file config dspace sebagai berikut :

dspace.dir = C:/DSPACE

dspace.baseUrl = http://localhost:8080 dspace.url = http://localhost:8080/xmlui dspace.name = KKPD Kab.Karo Repository

19. Kemudian melakukan instalasi Dspace adapun cara-caranya sebagai berikut :

a. Adapun paket DSPACE dapat diperoleh pada http://www.dspace.org

b. Download dan ekstrak paket Dspace tersebut dan letakkan di drive C:\

c. Selanjutnya buka cmd windows, ketik cd C:\

Ketikkan:

C:\cd dspace-5.5-src-release (Tekan Enter)

C:\cd dspace-5.5-src-release >cd dspace (Tekan Enter)

C:\cd dspace-5.5-src-release >cd dspace>mvn package (Tekan Enter)

Gambar 4.25 Tampilan sistem sedang mengunduh mvn package

d. Selanjutnya akan muncul seperti berikut bila perintah mvn package telah selesai dan berhasil.

Gambar 4.26 Hasil tampilan mvn package jika telah berhasil 20. Setelah mvn package telah selesai diunduh, kemudian ketikkan C:\cd

dspace-5.5-src-release >cd dspace>cd target>cd dspace-installer> / ant fresh_install. Setelah instalasi paket Dspace selesai dilakukan maka muncul tampilan berikut ini :

Gambar 4.27 tampilan build Dspace telah berhasil

21. Instalasi Paket Dspace sudah selesai, kemudian membuat akun administrator (dspace).

Gambar 4.28 Tampilan Build Dspace create administrator

22. Setelah selesai pada tahap ini, maka copy folder jspui dan xmlui yang berada pada folder instalasi dspace pada C:\DSPACE\webapps.

Selanjutnya diletakkan pada webapps Tomcat.

Gambar 4.29 Folder webapps Apache Tomcat

Gambar 4.30 Tampilan copy folder jspui dan xmlui dari Dspace ke webapps tomcat.

23. Untuk melihat hasil Pada tahap ini kita harus restart Apache Tomcat, dan selanjutnya dapat mengakses http://localhost:8080/jspui dan http://localhost:8080/xmlui pada browser. Hasilnya sebagai berikut :

Gambar 4.31 Hasil tampilan Dspace jika dilihat dari http://localhost:8080/jspui.

Gambar 4.32 Hasil tampilan Dspace jika dilihat dari http://localhost:8080/xlmui.

4.5.5 Proses Uploading ke Prototype Repositori Dspace

Pada tahap akhir digitalisasi adalah tahap uploading atau tahap pendistribusian. Pada tahap awal uploading saya sudah membuat repositori sebagai tahap awal dan sebagai wadah untuk mengakses local content tersebut.

Tahap berikutnya adalah tahap uploading, adapun tahap-tahapnya dapat dideskripsikan dalam bentuk gambar sebagai berikut :

1. Buka terlebih dahulu tampilan dspace dengan cara ketik dihalaman localhost:8080/xmlui. Pastikan terlebih dahulu tomcat sudah aktif.

2. Sesudah muncul tampilan dari dspace, kemudian login masukkan id dan password yang telah kita isi sebelumnya pada saat proses instalasi dspace create administrator.

3. Pilih menu sebelah kanan yaitu menu Create Comunity yang bertujuan untuk menginput local content yang telah kita siapkan sebelumnya.

Setelah dibuka muncul kotak, pada kotak tersebut kita mengisi nama sesuai repositori kita. Dalam hal ini saya membuat nama Repositori KKPD Kabupaten Karo. Setelah selesai klik create.

4. Setelah selesai dalam membuat komunitas Repositori KKPD Kabupaten Karo. Selanjutnya membuat Sub community karena banyak akan diisi judul atau subjek dari Karo. Caranya adalah mengklik Create sub community, kemudian isi data yang diperlukan. Saya beri nama local content, setelah selesai klik create. Tahap berikutnya adalah membuat sub bagian dari local content, klik create collection kemudian isi data, saya isi dengan judul dengan orang Karo tempo dulu, karena bagian dari local content Karo.

Gambar 4.33 Hasil tampilan Repositori KKPD Karo, dengan sub communites dan collection

5. Untuk mengupload file ke menu Orang Karo Tempo Dulu , caranya seperti berikut :

a. Terlebih dahulu masuk ke Repositori KKPD Kabupaten Karo, kemudian masuk ke sub-mission yakni Local Content Karo, kemudian masuk ke misalnya Orang Karo Tempo Dulu.

b. Untuk mengupload file, pilih menu create a new sub-mission kemudian kita isi file data yang diminta seperti author,titles dan sebagainya. Kemudian pilih Next, dalam tahap uploading ada enam tahap yang kita harus selesaikan. Pada tahap terakhir, tahap licence ada dicentang tanda persetujuan license. Setelah dicentang tunggu klik complete submission kemudian tunggu proses uploading selesai.

Gambar 4.34 Proses Uploading telah selesai.

6. Untuk melihat hasil yang telah kita upload dengan cara sebagai berikut : a. Kembali ke tampilan Dspace Home, kemudian langsung pilih menu

orang karo tempo dulu kemudian pilih view/open

Gambar 4.35 Tampilan file yang telah kita Uploading

Gambar 4.36 Hasil file yang dibuka dari Dspace

Tahapan proses digitalisasi dan pembangunan repositori dapat dijabarkan sebagai berikut (1) Dilakukan terlebih dahulu pemilihan local content; (2) melakukan pemotretan dengan menggunakan kamera digital Canon Dslr dengan resolusi 300 dpi dan kepadatan warna 24 bit.; (3) proses editing melalui aplikasi adobe photosop dan adobe pro extend IX untuk mengatur fokus judul. Dan sebelum di edit melalui adobe pro extend IX terlebih dahulu di ubah ke file pdf agar dapat dibuat watermark yang bertujuan agar orang lain tidak copy paste; (4) proses uploading yakni membangun terlebih dahulu protype repositori dengan aplikasi dspace dan aplikasi pendukung lainnya.

4.6 Kendala yang dialami Peneliti Saat Proses Digitalisasi dan Pembangunan Repositori

Dalam melakukan kegiatan digitalisasi dan pembangunan protype repositori peneliti ada mengalami kendala. Kendala tersebut diantaranya adalah :

1. Dalam melakukan proses digitalisasi peneliti mengalami kendala pada sarana dan prasarana yang terbatas dan sederhana sehingga hasil yang dihasilkan masih dalam bentuk sederhana.

2. Kendala yang dihadapi pada proses digitalisasi adalah dibutuhkan waktu yang lama dan jaringan internet untuk mengupload kembali local content yang didapat. Apabila local content tersebut banyak yang diupload pastinya membutuhkan waktu yang lama karena SDM kurang.

3. Dalam pembangunan repositori kendala yang dihadapi adalah kurang stabilnya jaringan internet dalam proses mengunduh sistem mvn package yang bertujuan melengkapi proses instalasi.

4. Hal yang sering dihadapi peneliti adalah sering terjadinya error dan kesalahan ketika system tersebut dijalankan. Sehingga membutuhkan waktu kembali untuk memperbaikinya.

Dari kendala diatas ada hambatan yang dialami peneliti yakni masih banyaknya masyarakat Karo tentunya belum mengerti tentang pentingnya local content dan cara menjangkaunya. Sehingga baik peneliti maupun pengguna ataupun pihak KKPD Karo harus juga melakukan kegiatan sosialisasi baik ke sekolah-sekolah ataupun ke kampung atau di di daerah Berastagi sendiri agar kesadaran dalam menjaga budaya Karo ini tetap ada dan juga dapat digunakan oleh generasi mendatang, khususnya generasi muda.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berpatokan dan fokus pada implementasi yakni proses digitalisasi dan pembangunan protype repositori pada Kantor Kearsipan, Perpustakaan, dan Dokumentasi Kab.Karo. Sehingga peneliti dapat menarik kesimpulan tentang proses digitalisasi dan proses pembangunan repositori.

1. Proses digitalisasi yang dilakukan oleh peneliti adalah memilih local content, kemudian peneliti melakukan pemotretan dengan menggunakan kamera digital Canon Dslr dengan resolusi 300 dpi dan memiliki bit sebesar 24 bit. Proses editing yang dilakukan adalah membuat header, footer, dan watermark dengan tujuan agar pihak lain tidak dapat melakukan copy paste terhadap local content tersebut.

2. Proses uploading, terlebih dahulu dilakukan dengan membangun terlebih dahulu website yakni repositori yang bertujuan sebagai wadah untuk mengakses local content tersebut. Repositori yang dipilih adalah repositori aplikasi Dspace.

3. Dalam melakukan kegiatan digitalisasi dan pembangunan repositori peneliti, peneliti mengalami kendala yakni sarana dan prasarana yang sederhana, waktu, SDM dan sistem yang sering mengalami kerusakan ketika dijalankan.

5.2 Saran

Dari pembahasan dan penelitian, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut :

1. KKPD Karo sebaiknya lebih memperhatikan kembali local content Karo sebagai pengetahuan asli tentang Karo. KKPD seharusnya membuat kebijakan pelestarian agar ada standar yang dilakukan dalam proses melakukan kegiatan pelestarian.

2. KKPD Karo juga disarankan untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi baik ke sekolah-sekolah, ke kampung-kampung maupun di Berastagi sendiri penting menjaga budaya Karo.

3. Pihak KKPD Karo untuk mendapatkan lebih banyak local content ataupun naskah Karo tentang Karo disarankan juga untuk meningkatkan dan menambah kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait seperti pemerintah, perpustakaan baik perpustakaan daerah maupun perpustakaan perguruan tinggi, maupun orang tua ataupun sesepuh Karo.

4. KKPD Karo juga disarankan menambah SDM yang mengerti tentang pelestarian dan mengerti tentang budaya Karo.

5. Untuk masyarakat Karo sendiri diharapkan juga lebih peduli terhadap budaya Karo itu sendiri, jangan lebih peduli masyarakat diluar Karo seperti orang luar negeri daripada masyarakat asli Karo sendiri.

6. Untuk saya sebagai peneliti untuk meningkatkan pengetahuan tentang pelestarian dan repositori.

DAFTAR PUSTAKA

Anita, Afriani. 2013. Sumber Data, Metode, dan Teknik Pengumpulan Data, Pengumpulan Data Kualitatif dan Skala Ukuran. Makalah untuk tugas mata kuliah Epidemiologi. Padang: Universitas Andalas.

Bpad Jogja .2014. Alih Media Bahan Pustaka.

http://www.bpadjogja.info/article/news/site/view/id/652/t/alih-media-digital-bahan-pustaka. (diakses 8 agustus 2016).

Dannie, Surya.2013. Pemberdayaan Local Content Dalam Membangun Digital Library & Repository Perguruan Tinggi. Laporan Workshop & Seminar Pemberdayaan Local Content Dalam Membangun Digital Library &

Repository Perguruan Tinggi, Perpustakaan Universitas Merdeka Malang.

Esti A, Zafirah. 2011. Pengelolaan Koleksi Local Content (Muatan Lokal):

Studi Kasus Koleksi Khusus Jakarta Di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi DKI Jakarta. Depok: FIB UI.

---. ---. Pembuatan Dokumen Elektronika/Digital.

---. ---. Pembuatan Dokumen Elektronika/Digital.