• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN PKPM

3.2. Metode Pelaksanaan

3.3.3. Proses Olah kering

 Gudang Maturasi

Setelah itu blangket akan dimasukkan ke dalam gudang maturasi untuk proses penirisan. Bahan olah karet akan menjadi lebih cepat kering kemungkinan terjadinya cacat (white spot) lebih sedikit. Penambahan umur maturasi tentunya akan berpengaruh kepada kebutuhan luas gudang maturasi. Tabel 4 berikut :

Tabel 4. Proses Olah Basah

No Peralatan Jumlah Fungsi

1 CL Saw ( Pisau Pemotong )

1 unit Memotong dan untuk melihat kualitas karet yang di pasok dan melihat kotoran pada karet

2 Slab Cutter 1 unit Untuk pencacah pertama pada karet

bokar ( bahan olah karet ) menjadi

potongan-potongan karet yang

berukuran lebih kecil

3 Sizer 1 unit Untuk untuk mecacah hasil olah karet

dari Slab Cutter menjadi ukuran yang lebih kecil

4 Macerator 1 unit Untuk melakukan penggilingan I pada

proses karet

5 Sheredder Basah 1 unit Untuk melakukan proses pencacahan

( peremahan ) dalam bentuk butiran pada bahan olah karet

6 Creeper I, II dan III

3 unit Untuk melakukan proses penggilingan pada cacahan atau remahan yang di hasilkan shredder.

3.3.3. Proses Olah kering

Proses olah kering adalah proses lanjutan blanket menjadi Standard Indonesian Rubber ( SIR ). Proses kering merupakan proses yang dilalui oleh karet olahan setelah melalui proses basah, setelah penjemuran secara alami maka karet akan mengalami proses kering. Tahap-tahap yang dilalui pada proses kering yaitu melalui proses dryer, press sampai pengepakan dan menjadi bahan setengah jadi ( SIR ) siap ekspor.

Proses olah kering di olah dengan menggunakan mesin - mesin seperti berikut ini : Crepper VI, Crepper V, Mesin Shredder II, Crumb Pump, Tempat pengisian trolley, Dryer, penimbangan, Balling Press, Metal Derector, Packing.

 Crepper IV dan V

Setelah maturasi kemudian blanket tadi dimasukkan kedalam mesin crepper IV dimana blanket di bentuk lembaran kemudian di bawa melalui belt conveyor menuju mesin crepper V setelah itu di bawa kembali dengan menggunakan belt conveyor menuju mesin shredder kering.

 Shredder II dan Crumb Pump

Blanket dimasukkan ke dalam mesin shredder kering untuk mencacah ( meremahkan ) blanket menjadi butiran karet dengan ukuran 1 mm yang bertujuan untuk memperkecil ukuran ( dipotong-potong ). Pada proses ini karet olahan ini di semprot dengan air bersih agar karet olahan saat di potong tidak lengket. Kemudian di jatuhkan ke dalam bak shredder kering. Di dalam bak ini cacahan kembali bercampur dan dilanjutkan oleh crumb pump yang berfungsi sebagai pompa untuk menghisap butiran karet ke trolley, dimana crumb pump terdapat saringan untuk menyaring kotoran - kotoran yang masih tersisa.

 Crumb Pump dan Trolley

Selanjutnya cacahan atau remahan bahan olah karet di hisap oleh crumb pump. Dari crumb pump bahan olah karet akan di masukkan ke dalam trolley yang mana di dalam trolley sudah ada semacam cetakan yang ukurannya kira - kira 30 cm x 70 cm x 40 cm. Dalam satu buah trolley ini mempunyai cetakan berjumlah 28 kemudian trolley

di masukkan ke dalam mesin dryer dengan rel yang fungsinya sebagai tempat mengurangi kadar air dan untuk pemanggangan. Dengan jumlah trolley yang dimasukkan ke dalam dryer sebanyak 18 trolley, diantaranya 10 trolley diruang pemanasan, 2 di tempat untuk memasukan trolley, 4 trolley diruang pendingin dan 2 trolley di tempat keluar hasil pemanggangan dan masakan.

 Dryer

Proses pemanggangan dan pemasakan ini berlangsung selama 15 menit dengan suhu barnel I : 120 °C dan II: 112 °C dengan penguapan yang berasal dari dapur yang dinamakan Thermal Oil dengan menggunakan bahan bakar cangkang sawit dan arang kayu yang juga dikolaborasikan dengan minyak dan perataan panas yang berlandaskan pasir api. Thermal Oil merupakan dapur pemasakan karet yang baru yang mana dapat menghasilkan 18 pallet karet setengah jadi per harinya.

Trolley yang keluar dari dryer yang berisi cacahan atau remahan yang telah di panggang dan di masak, maka selanjutnya akan di dinginkan sampai 40 °C, pendinginan ini dibutuhkan untuk menghindari :

1) Tumbuhnya jamur pada hasil akhir. Hasil akhir akan dibungkus dengan plastik. Suhu yang panas akan berakibat mengembun nya udara yang ada di dalam plastik. Embun ini dapat memicu timbulnya penjamuran.

2) Plastik pembungkus produk dapat meleleh sehingga produk akan menjadi lengket satu sama lain.

3) Nilai Plasticity Retention Index ( PRI ) akan turun akibat panas yang tertahan dalam kemasan.

 Penimbangan

Keluar dari dryer, bahan yang telah menjadi bentukan balle diangkat dengan menggunakan penggait untuk memudahkan pengambilan balle dari trolley kemudian balle ditimbang terlebih dahulu seberat 35 kg untuk kemudian dipress di mesin press balle selama 8 detik untuk pemadatan dan bentuk yang standar sebelum dikemas.

 Press Balle

Sebelum di Packing balle terlebih dahulu di press menggunakan press balle untuk memadatkan butiran karet yang sudah kering menjadi berbentuk persegi panjang yang berwarna kecoklatan.

 Metal Detector

Balle yang sudah di press selanjutnya akan melewati mesin pendeteksi logam yang berfungsi untuk mendeteksi apakah ada logam di dalam balle karet tersebut.

 Packing

Balle yang sudah berbentuk persegi panjang di packing. Kemudian dikemas dengan menggunakan plastik poly dengan ketebalan 0,003 - 0,005 mm dan titik leleh 108 °C, selanjutnya di kemas dan disusun dalam mol pallet yang berisikan 36 balt dengan berat 1260 kg/pallet.

Setelah bahan sudah di packing bahan yang sudah jadi bisa dipanggil dengan Standard Indonesian Rubber ( SIR ), SIR tersebut di diamkan terlebih dahulu selama 5 jam yang berfungsi sebagai pemadatan Standard Indonesian Rubber ( SIR ) yang tersusun secara sistem batu bata didalam pallet agar lebih rapi dan padat. Setelah ditimpa selama 5 jam kemudian SIR tersebut disimpan digudang penyimpanan dan petugas akan memeriksa tiap pallet pada SIR untuk uji kelayakan dan lulus uji kemudian bisa langsung di ekspor. Tabel 5 berikut :

Tabel 5. Proses Olah kering

No Peralatan Jumlah Fungsi

1 Ruang Maturasi Untuk Mengeringkan blanket

2 Creeper IV dan V 2 unit untuk melakukan proses penggilingan 4

dan 5 pada proses blanket

3 Shreder 2 1 unit untuk melakukan proses pembutiran II

pada proses blanket

4 Crumb Pump 1 unit sebagai pompa untuk menghisap butiran

karet ke trolley

5 Trolley 1 unit Sebagai wadah butiran - butiran karet

hasil pengolahan mesin shredder yang akan dipanaskan di mesin dryer

6 Dryer 1 unit Untuk mengeringkan dan memasak

butiran karet ( crumb rubber )

7 Timbangan

Digital

1 unit Menimbang balle yang akan dikemas

dengan berat 35 kg/balle

8 Balling Press 1 unit Untuk memadatkan dan membentuk

balle menjadi bongkahan untuk proses packing

BAB IV

Dokumen terkait