HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Proses produksi karet remah ( Crumb Rubber )
4.3.1. Proses Pencacahan Pertama ( Slab Cutter )
mengurangi kontaminasi yang masih ada pada bahan olah karet. Proses ini di lakukan pada bak pencucian ( bak slab cutter, sizer dan shredder ) dan Bak Blending.
3) Proses Penggilingan
Proses penggilingan merupakan proses mengubah cacahan atau butiran ( remahan ) menjadi lembaran - lembaran berbentukan selendang sehingga menyebabkan kotoran-kotoran yang berada di dalam bahan olah karet menjadi terpisah. Proses ini bertujuan untuk menyatukan cacahan atau butiran ( remahan ) agar menyatu dan saling mengikat sehingga membentuk lembaran. Proses penggilingan di lakukan dengan menggunakan mesin macerator, buket 3, compeyor, padle 3, bucket 4, crepper jumbo 1, crepper jumbo 2, crepper jumbo 3
4) Proses Penjemuran
Proses penjemuran merupakan proses penirisan lembaran bahan olahan karet. Proses ini bertujuan untuk meniriskan lembaran (blanket ) yang di hasilkan oleh pengolahan basah. Proses penirisan di lakukan pada gudang maturasi.
4.3.1. Proses Pencacahan Pertama ( Slab Cutter )
Slab Cutter
Slab Cutter berfungsi untuk pencacahan pertama bahan olahan karet menjadi potongan - potongan karet yang berukuran kecil 7 - 5 cm serta membuang kotoran seperti kayu, plastik dan sebagainya. Pencacahan ini bertujuan untuk memperluas bidang permukaan sehingga pencucian lebih efektif. Slab cutter dapat di lihat pada Gambar 10 berikut.
Gambar 10. Slab Cutter
Komponen dan Spesifikasi mesin slab cutter adalah sebagai berikut :
a. Cutter duduk dan putar. Cutter duduk berfungsi untuk meneruskan, mengarahkan dan mencacah karet ke arah cutter putar.
b. Cutter putar berfungsi untuk mencacah karet. Sehingga cutter putar dapat mencacah atau mencincang lalu meneruskan ke bak slap cutter, cutter mempunyai 56 pisau pemotong.
c. Motor adalah alat yang digunakan untuk menggerakan sebuah mesin agar bisa beroperasi. Motor yang digunakan adalah motor 3 phase, kecepatan putaran : 1480 Rpm dan 100 HP.
d. Bearing berfungsi untuk menjaga kerenggangan ( poros ). Bearing yang digunakan adalah bearing 32028 sebanyak 4 buah.
e. Kopling berfungsi untuk mengurangi kejutan yang terjadi pada motor.
f. V- belt berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros satu ke poros yang lain melalui pully yang berputar. V - belt yang digunkan C – 86.
g. Pully berfungsi menghantarkan daya, diameter Pully gear box ( Besar ) 15 cm
dan diamaeter pully motor ( kecil ) 10 cm.
h. Gear box adalah komponen suatu mesin yang digunakan untuk memindah tenaga. Gear box yang digunakan Sumitomo Paramax 9055.
i. Kerangka slab cutter berfungsi untuk menjaga dan melindungi bahan luar yang masuk ke dalam proses pencacahan dan juga memudahkan memasukkan karet dalam proses pencacahan.
j. Kapasitas adalah kemampuan maksimal suatu alat untuk mengerjakan bahan. Kapasitas slab cutter lebih kurang 10 ton/jam.
Setelah itu bokar yang selesai dicacah akan dijatuhkan ke dalam bak slab cutter. Bak slab cutter merupakan proses pengolahan pertama yang bertujuan untuk mempermudah pencampuran antara slap dan lump. Bak slab cutter ( bak pencucian ) ini di isi air yang fungsinya untuk proses pencucian supaya kotoran yang terdapat pada karet hilang dan padle hekorik akan memberikan getaran mekanis pada air yang ada di dalam slab cutter ( bak pencucian ). Pencucian ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi. Air pada bak akan diganti secara berkala ( biasanya seminggu sekali ) untuk menjamin efektifitas pencucian pada bahan baku. Kemudian padle hekorik mendorong bahan olah karet ke bucket elevator I untuk mengangkut dan memasukan bahan olah karet ( bokar ) yang telah di cacah ke proses berikutnya., Padle hekorik dapat dilihat pada Gambar 11 dan 12 dibawah ini.
Gambar 11. Padle
Gambar 12. Bucket elevator 4.3.2. Proses Pencacahan Ke dua ( Sizer )
Setelah itu potongan karet di dorong padle hekorik menuju bucket elevator I akan mengangkut dan memasukan bokar yang telah di cacah ke mesin sizer .
Sizer
Sizer berfungsi untuk proses mencacah hasil olahan karet dari slab cutter menjadi ukuran yang lebih kecil 3 - 5 cm sehingga kotoran dapat terpisah. Untuk mempermudah proses selanjutnya ukuran cacahan yang dihasilkan slab cutter masih terlalu besar sehingga perlu diperkecil lagi dengan sizer. Sizer juga memiliki tujuan
yang sama dengan slab cutter untuk menjadikan potongan - potongan lebih kecil dan menyeragamkan getah bokar ( bahan olah karet ) dari SIR yang berbeda - beda untuk memperluas bidang permukaan bahan baku maka bidang kontak air dengan bahan baku juga akan semakin besar sehingga pencucian menjadi lebih efektif dan lebih optimal. Sizer dapat di lihat pada Gambar 13 berikut.
Gambar 13. Sizer
Komponen dan Spesifikas pada mesin sizer adalah sebagai berikut :
a. Cutter duduk berfungsi untuk mengarahkan dan mencacah karet ke cutter putar b. Cutter putar berfungsi untuk meneruskan pencacahan karet menjadi ukuran
lebih kecil.
c. Motor adalah alat yang digunakan untuk menggerakan sebuah mesin agar bisa beroperasi. Motor yang digunakan adalah motor 3 phase kecepatan putaran : 1480 Rpm dan 100 HP.
d. Pully berfungsi menghantarkan daya, Diameter Pully gear box (Besar) 15 cm dan Diamaeter pully motor ( kecil ) 10 cm.
e. V - belt berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros satu ke poros yang
lain melalui pully yang berputar. v - belt C – 122.
f. Gear box adalah komponen suatu mesin yang digunakan untuk memindah tenaga. Gear box yang digunakan Sumitomo Paramax 9055.
g. Kopling berfungsi untuk mengurangi kejutan yang terjadi pada motor.
h. Bearing berfungsi untuk menjaga kerenggangan ( poros ). bearing yang digunakan bearing 29240 = 1 buah, 23040 = 1 buah, 29326E = 1 buah, NJ 2224EC = 1 buah.
i. Kerangka sizer berfungsi untuk menjaga dan melindungi bahan luar yang masuk ke dalam proses pencacahan Sizer.
j. Kapasitas adalah kemampuan maksimal suatu alat untuk mengerjakan bahan Kapsitas sizer 4 ton/jam.
Setelah bokar yang selesai dicacah di jatuhkan ke bak sizer ( bak pencucian ) berfungsi sebagai pencampur seluruh bokar yang telah dicacah kemudian di aduk sehingga bahan baku bokar menjadi homogen ( sama karakter mutu di setiap bagian produk ). Pencucian ini bertujuan untuk mengurangi kontaminasi yang masih ada pada bahan olah karet ( bokar ). Pencucian ini memanfaatkan geteran mekanis yang di hasilkan oleh putaran padle hekorik yang terdapat pada bak sizer ( bak pencucian ). Air pada bak akan diganti secara berkala ( biasanya seminggu sekali ) untuk menjamin efektifitas pencucian pada bahan baku dan didorong lagi oleh padle hekorik ke proses berikutnya. Bak sizer untuk lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 14 di bawah ini.
Gambar 14. Bak sizer