• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PROSES PEMBUATAN KOSTUM DAN PAGELARAN

C. Hasil Dan Pembahasan

2. Proses Pembuatan Kostum Tari

Setelah melalui tahap mendesain maka langkah selanjutnya adalah mewujudkan desain kostum tari dalam bentuk kostum tari yang siap pakai. Pembuatan kostum tari ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan selama pembuatan kostum tari banyak mengalami hambatan , misalnya ketidak sesuaiaian kostum tari dengan tubuh model, jatuhnya kostum tari yang tidak tepatpada tubuh model, sehingga pada saat pengepasan harus diubah lagi.

Dalam proses pembuatan kostum dibutuhkan ketelitian. Dimulai dari proses persiapan meliputi pengambilan ukuran pada tubuh model, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan pola sesuai dengan rancangan kostum yang akan dibuat, pembuatan rancangan bahan dan harga. Proses selanjutnya adalah proses pelaksanaan yang mmeliputi pembuatan pola dengan ukuran yang sebenarnya, pemotongan bahan,

134

pemberian tanda jahitan, dan dilanjutkan dengan penjahitan.

pemotongan, sebelum busana benar-benar dijahit, bahan yang sudah dipotong dijelujur terlebih dahulu. Untuk mengatasi ketidaksempurnaan pada kostum yang akan dibuat, maka diadakan pengepasan I dan II, pada pengepasan I kostum masih dalam proses penjelujuran, hasil evaluasi pada pengepasan I bagian surjan kebesaran sehingga harus dikurangi 2 cm, celana kepanjangan 2 cm kemudian dikurangi, kerah kurang panjang sehingga ditambah 2 cm agar pas.

Setelah pengepasan I dilanjutkan penjahitan kostum sampai dengan pemasangan hiasan atau assesoris kemudian dilanjutkan dengan pengepasan II. Hasil evaluasi pada pengepasan II adalah warna kancing yang kurang sesuai sehingga diganti dengan kancing warna emas yang sesuai, hiasan belum dipasang semuanya sehingga harus diselesaikan. Setelah kostum tari melalui pengepasan tahap II kostum tari dinilai oleh tim penguji yaitu dosen pengampu mata kuliah proyek akhir. Selanjutnya adalah tahap evaluasi akhir yang meliputi penampilan secara keseluruhan kesesuaian antara desain dan kostum tari. Kostum penari pria dalam tari rumangkang dengan sumber ide surjan telah sesuai dengan karakter tokoh penari prioa dalam tari rumangkang yang menggambarkan pria yang memiliki karakter angkuh, sombong ddan tegas.

135 3. Penampilan Kostum Tari

Penampilan diatas panggung sangat berpengaruh pada jatuhnya kostum tari yang akan diperagakan, selain itu postur tubuh pragawan sangat berpengaruh pada keseluruhan penampilan kostum tari serta koreografi yang digunakan juga sangat penting demi kelancaran acara.

penampilan kostum tari 2010 dengan tema Gelar Kolaborasi

“SENDIKAR”(Seni Pendidikan Karakkter) diselenggarakan pada hari jumat tanggal 4 Juni 2010 pada pukul 19.00 WIB dan pada hari sabtu tanggal 5 Juni 2010 pukul 19.00 WIB bertempat di Stage Tari Tedjakusuma Universitas Negeri Yogyakarta. Oleh Program Studi Pendidikan Teknik Busana, Program Studi Teknik Busana, Program studi Teknik Rias dan Kecantikan dan Program Studi Tari Universitas Negeri Yogyaka

Pada penampilan kostum tari ini , kostum tari karya penyusun tampil pada urutan ketiga. Kostum tari ini diperagakan oleh para penari dari program studi Pendidikan Seni Tari.

136 BAB 1V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1. Dalam penciptaan desain kostum tari terlebih dahulu adalah mengkaji karakter tari, sumber ide dan prinsip desain. Dalam menyusun proyek akhir ini , penyusun menciptakan Kostum Tari Rumangkang Untuk Tokoh Pria Dengan Sumber Ide Surjan. Ciri khusus yang diambil dari sumber ide ini adalah siluet dari surjan. Bahan yang digunakan adalah satin manohara, lurik motif prajurit mantrirejo dan batik motif parang menang. Kostum tari ini terdiri dari kemeja dengan gaya surjan, celana panjang tiga perenpat, celemek panggul yang dilengkapi dengan variasi wiru engkol dan iket kepala, terdapat hiasan tali sengkelit yang dilapisi dengan gliter emas pada bagian surjan muka, hiasan border pada celana serta terdapat hiasan gliter pada motif batik.

2. Proses pembuatan Kostum Tari Rumangkang Untuk Tokoh Pria Dengan Sumber Ide Surjan melalui tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan yang terdiri dari mencipta desain kostum tari, pembuatan desain kerja, pengambilan ukuran, pembuatan pola dan pengembangan pola serta merancang bahan dan harga. Tahap kedua adalah pelaksanaan yaitu meletakkan pola pada bahan utama dan vuring, pemotongan dan pemberian tanda jahitan, penjelujuran dan penyambungan, evaluasi proses I, penjahitan, pemberian hiasan, dan

137

evaluasi proses II. Selanjutnya tahap ketiga adalah tahap evaluasi yang meliputi penampilan secara keseluruhanserta kesesuaian antara desain dengan kostumtari yang dihasilkan.

3. Evaluasi dalam pembuatan Kostum Penari Pria Dalam Tari Rumangkang Dengan Sumber Ide Surjan meliputi pembahasan tentang masalah yang dihadapi pada proses pembuatan kostum dan evaluasi hasil secara keseluruhan mengenai kesesuaian antara desain dan kostum tari yang dihasilkan. Kostum Penari Pria Dalam Tari Rumangkang Dengan Sumber Ide Surjan yang ditampilkan telah sesuai dengan karakter tokoh penati pria tari rumangkang yang menggambarkan pria yang memiliki karakter angkuh, kokoh, tegas dan sombong.

Penyelenggarakan pagelaran tari, melalui tiga tahap yaitu tahap persiapan yang terdiri dari pembentukan panitia, penentuan tema, penentuan tujuan pelaksanaan, penentuan waktu dan tempat serta anggaran. Tahap pelaksanaan yaitu penyelenggaraan pagelaran tari yang bertema “ Kolaborasi SENDIKAR (Seni Pendidikan Karakter)”. Tahap berikutnya berupa evaluasi akhir dari keseluruhan yang meliputi persiapan, pelaksanaan sampai dengan pagelaran tari. Pagelaran tersebut diikuti oleh mahasiswa Fakultas Teknik Busana dan Tata Rias yang berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Seni Tari Universitas Negeri Yogyakarta.

4. Kostum Penari Pria Dalam Tari Rumangkang Dengan Sumber Ide Surjan yang ditampilkan sesuai dengan karakter tokoh penati pria tari rumangkang yang menggambarkan pria yang memiliki karakter angkuh, kokoh, tegas dan sombong. Penampilan kostum pada

138

pagelaran dengan tema ¿Gelar Kolaborasi SENDIKAR (Seni Pendidikan Karakter) diselenggarakan pada hari Jumat dan sabtu tanggal 4-5 Juni 2010 pukul 19.00 WIB bertempat di Stage TARI Tedjakusuma Universitas Negeri Yogyakarta diikuti oleh 76 mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Busana dan Program Studi Teknik Busana, 34 Program Studi Teknik Rias dan Kecantikan dan 40 mahasiswa Program Studi Seni Tari.

B. SARAN

Dalam pembuatan Kostum Tari Rumangkang Untuk Tokoh Pria Dengan Sumber Ide Surjan ini mengalami beberapa kesulitan. Adapun saran supaya lebih baik adalah sebagai berikut:

1. Mencipta Desain Kostum Tari

Dalam menciptakan desain kostum tari harus mengkaji secara mendalam tentang karakteristik disain kostum yang akan dibuat, sumberide dan tema kolaborasi pagelaran tari tersebut. Selain itu juga harus tetap memperhatikan unsur dan prinsip desain sehingga kostumtari yang dihasilkan menarikdan dapat diterima masyarakat.

2. Proses Pembuatan Kostum Tari

Dalam pembuatan busana harus teliti dan cermat pada saat pengambilan ukuran sehingga tidak ada yang tertinggal dalam pengukuran serta kekeliruan karena ukuran sangat berpengaruh pada hasil busana

139

Dalam pembuatan draperi sangat sulit, maka cara yang mudah adalah denga didraping pada dressfoam, yaitu kain bagian depan dan belakang ditarik keatas seperti bentuk lipatan-lipatan sehingga membentuk draperi. Sebelu draperi dilepas dari dressfoam maka sebaiknya dijelujur dahulu agar bentuk draperinya tetap bagus.

3. Menampilkan Kostum Tari

Dalam menyelenggarakan kolaborasi penampilan kostum tari diperlukan perencanaan anggaran dana secara rinci agar tidak terjadi pembengkakan dana. Pengorganisasian yang baik antara panitia supaya panitia mempunyai rasa tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, mempunyai disiplin tinggi, dapat bekerjasama, serta persiapan yang matang dengan merumuskan semua kegiatan yang akan dilaksanakan.

140

DAFTAR PUSTAKA

Adimodel. 2009. Lighting For Fashion. Jakarta : PT Elex Media Komputindo Arifah. A. Riyanto. 2003. Desain Busana. Bandung : Yapemdo

. 2003. Teori Busana. Bandung : Yapemdo

Chodiyah dan Wisri A. Mamdy. 1982. Desain Busana Untuk SMKK/SMTK.

Jakarta: Depdikbud

Djati Pratiwi, dkk. 2003. Pola Dasar Dan Pecah Pola Busana. Yogyakarta:

Kanisius

Enny Zuhni Khayati. 1998. Tekknik Pembuatan Busana III. Yogyakarta FPTK IKIP Yogyakarta

Goet Poespo. 2003. Aneka Rok. Yogyakarta : Kanisius

Muhammad Hamzah Wancik. 1997. Bina Busana Pelajaran Menjahit Pakaian Pria. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Umum

Nanie Asri Yuliati. 1993. Teknologi Busana. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta

Petrussumadi, Atisah Sipahelut. 1991. Dasar-Dasar Desain. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

. . 2005. Panduan Teknik Menjahit. Yogyakarta : Kanisius Pius A Partanto dan M. Dahlan Al Barri. 1994. Surabaya : Asoka

Porrie Muliawan. 1982. Konstruksi Pola Busana Wanita. Jakarta : PT BPK Gunung Mulia

Prapti Karomah. 1990. Tata Busana Dasar. Yogyakarta :IKIP Yogyakarta Prapti Karomah dan Sicilia Sawitri. 1998. Pengetahuan Busana. Yogyakarta Riyanto, BA.,DKK. 1997. Katalog Bank Indonesia. Yogyakarta

Sicilia Sawitri dkk. 1997. Tailoring Yogyakarta : IKIP Yogyakarta

Siti Umihanik. 2001. Busana Daerah. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

141

. 2000. Ilustrasi Mode. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta

Soedarsono. 1978. Diklat Pengantar Pengetahuan dan Kompetisi Tari.

Yogyakarta : Akademi Seni Tari Yogyakarta

. 1992. Pengantar Apresiasi Seni. Jakarta : Balai Pustaka

Soekarno. 2002. Membuat Pelajaran Menjahit Pakaian Pria. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Umum

Sri Ardiati Kamil. 1996. Fashion Design. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional

Sri Widarwati dkk. 1996. Desain Busana I. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta . 1996. Desain Busana II. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta

Wdjiningsih, Sri Wisdiati, Eny Zuhni Khayati. 1994. Konstruksi Pola Busana . Yogyakarta : IKIP Yogyakarta

Widjiningsih. 1982. Desain Hiasan Dan Lenan Rumah Tangga. Yogyakarta : IKIP Yogyakarta

http://wwww.houseflawe.com/en/explore/history-of-lurik.html

Diakses pada tanggal 5 April September 2010 pukul 20.19

http://mazgun.files.wordpress.com/2009/10/lingkaran-warna.jpg&imgrefurl Diakses pada tanggal 5 April September 2010 pukul 20.19

http://mazgun.wordpress.com/2009/10/12/unsur-rupa-dan-komposisi Diakses pada tanggal 5 April September 2010 pukul 20.21

http://ptsadinoesala.indonetwork.co.id/177726/surjan.htm Diakses pada tanggal 5 April September 2010 pukul 20.30 www://tjokosuharto.com/catalog/adat_busana

Diakses pada tanggal 20 Juni 2010 pukul 15.10

142 http://dance4soul.org/?pg=articles&article=6706 Diakses pada tanggal 20 Juni 2010 Pukul 15.14 Htp://id.wikipwdia.org/wiki/kostum

Diakses pada tanggal 20 Juni 2010 pukul 15.30

143

LAMPIRAN

Dokumen terkait