F. Metode Penelitian
5. Proses Penelitian
Pada tahap awal penelitian, penulis datang ke kantor Humas PT KCI dan bertemu bagian receptionist, kemudian penulis diarahkan untuk mengirimkan surat izin penelitian melalui email. Namun penulis mengalami kendala yang berat dikarenakan berlangsungnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya penanggulangan penyebaran pandemic virus SARS-CoV2, yang menyebabkan penyakit Corona, sehingga selama waktu kurun dua minggu email yang penulis kirimkan tidak kunjung direspon karena petugas PT KCI memiliki kesibukan yang lebih penting yakni sibuk untuk mementingkan keselamatan para penumpang KRL melalui sosialisasi penerapan budaya baru saat menaiki transportasi KRL dengan tidak dianjurkannya berbicara ataupun berkomunikasi melalui media seperti handphone selama berada didalam kereta.
b. Tahap Kedua
Setelah mengalami kesulitan untuk mendapatkan iforman penelitian melalui pengiriman email ke kantor Humas PT. KCI, akhirnya penulis meminta tolong salah satu teman penulis yang orangtuanya bekerja di PT KAI. Melalui proses tersebut, penulis akhirnya bertemu dengan orangtua
teman penulis yang bekerja di PT KAI, kemudian beliau bertanya dengan penulis mengenai judul skripsi dan lokasi penelitian yang penulis ingin teliti.
c. Tahap Ketiga
Setelah penulis memberitahu judul skripsi dan lokasi penelitian penulis, akhirnya orangtua teman penulis membantu penulis untuk mendapatkan izin agar dapat mewawancarai beberapa pihak dan pegawai Stasiun Depok Lama guna melengkapi data penelitian penulis. Akhirnya, penulis memperoleh tiga orang pertama yang merupakan kenalan dari orangtua teman penulis. Setelah itu penulis diarahkan untuk datang ke Stasiun Depok Lama untuk mewawancarai bagian Kepala Stasiun, Penjaga Loket Tiket dan Satpam Stasiun. Ketiga informan tersebut diharapkan menjadi penghubung antara penulis dengan calon informan selanjutnya.
d. Tahap Keempat
Selanjutnya, penulis melakukan wawancara dengan beberapa pihak, pegawai dan petugas secara langsung di Stasiun Depok Lama yang berlangsung pada tanggal 29 Maret 2020. Pertama, penulis mewawancarai Bapak WK selaku Kepala Stasiun. Dalam proses wawancara, beliau juga termasuk orang lapangan yang ikut berkontribusi besar dalam perubahan sistem pembelian tiket KRL dari paper ticket menjadi E-Ticketing.
Sehingga, informasi yang penulis butuhkan mengenai proses sejarah sudah dirasa cukup untuk memenuhi data penelitian penulis. Kemudian, di hari dan waktu yang sama penulis juga mewawancarai Bapak L selaku Satpam
Stasiun (PKD), penulis menyakan beberapa hal terkait pelanggaran yang terjadi sebelum dan sesudah diterapkannya sistem E-Ticketing serta sanksi yang diterima bagi pelanggarnya. Penjelasan yang dijelaskan Bapak L termasuk penjelasan yang mudah dipahami dan beliau menjelaskan secara rinci, sehingga penulis rasa data yang penulis butuhkan sudah rampung.
Kemudian dilanjutkan dengan mewawancarai Mba K yang bertugas sebagai Penjaga Loket Tiket, penulis mewawancarai beliau terkait menanyakan sejauh mana pemahaman pengguna KRL dalam menggunakan E-Ticketing, dampak dan perubahan perilaku pengguna KRL selama diterapkannya E-Ticketing. Penulis juga merasa di tahap ini, data yang dibutuhkan oleh penulis masih kurang lengkap sehingga penulis diarahkan oleh Bapak WK untuk mewawancarai Bapak N yang dulu bekerja sebagai Kondektur di Stasiun Depok Lama dan juga masih merupakan kerabat dekatnya sehingga Bapak WK menyarankan penulis untuk mewawancarai Bapak N karena dianggap beliau lebih paham mengenai kondisi sosial serta perilaku pengguna KRL di Stasiun Depok Lama sebelum diterapkannya E-Ticketing.
a. Tahap Kelima
Kemudian, setelah dikoordinasi oleh Bapak WK dan Bapak N bersedia untuk penulis wawancarai, akhirnya penulis diberikan alamat rumahnya dan pada tanggal 30 April 2020 penulis mendatangi kediaman Bapak N yang berada di dekat Dipo KRL. Kemudian penulis mewawancarai Bapak N yang dulu bertugas sebagai Kondektur di Stasiun Depok Lama. Dengan
pekerjaannya sebagai Kondektur, beliau tau persis bagaimana perilaku sosial pengguna KRL Stasiun Depok Lama pada saat itu. Sehingga penulis mewawancarai untuk mendapatkan data mengenai proses sejarah, gambaran kondisi sosial serta perilaku penumpang KRL di Stasiun Depok Lama saat itu. Penjelasan yang diberikan oleh Bapak N juga sangat rinci, sehingga menurut penulis untuk data mengenai perilaku sosial pengguna KRL di Stasiun Depok Lama sebelum diterapkannya E-Ticketing sudah rampung.
b. Tahap Keenam
Untuk memenuhi target penulis, penulis terus menerus mencari informasi untuk melengkapi data penelitian. Akhirnya penulis mengingat beberapa informan penulis yang pernah bercerita bahwa salah satu dari rekan nya ada yang tergabung dalam satu komunitas anggota KRLse-Jabodetabek yang bernama komunitas krlmania. Lalu, penulis meminta tolong kepada informan untuk diberikan beberapa kontak teman-temannya yang bersedia membantu penulis menyelesaikan penelitian. Informan pertama, yakni Bapak WK menanyakan butuh berapa informan dalam penelitian penulis akhirnya penulis menjawab membutuhkan lima orang. Selanjutnya, informan pertama, yakni Bapak WK mencarikan informan sesuai dengan yang penulis pinta dan di hari yang sama informan pertama memberikan kontak nya kepada penulis. Kemudian, penulis diberikan dua kontak WhatsApp calon informan yang nantinya akan penulis wawancarai secara daring. Penulis langsung mengontak kedua calon informan untuk memulai wawancara pada tanggal 15Juli 2020.
c. Tahap Ketujuh
Akhirnya pada tanggal 15 Juli 2020 penulis melakukan wawancara secara tidak langsung melalui media sosial WhatsApp dikarenakan tempat tinggal informan dan waktu yang terbatas. Penulis menanyakan kepada kedua informan yang penulis wawancara di waktu yang bersamaan mengenai pengalaman informan selama menggunakan transportasi KRL dari masa paper ticket sampai masa E-Ticketing. Di tahap ini, penulis merasakan wawancara secara daring lebih menyulitkan dikarenakan tidak tepatnya waktu pembalasan chat oleh informan, sehingga penulis membutuhkan waktu selama kurun waktu tiga hari untuk menyelesaikan proses wawancara tersebut yang terhitung mulai tanggal 15-18 Juli 2020. Disini, penulis menemukan bahwa terjadi perubahan perilaku pengguna KRL di Stasiun Depok Lama akibat diterapkannya E-Ticketing yang dapat dilihat dari tumbuhnya rasa kesadaran dan berdampak pada perubahan pola perilaku menjadi lebih disiplin, tertib, dan teratur.
d. Tahap Kedelapan
Untuk memperkuat data penelitian penulis, akhirnya penulis disarankan oleh informan yang sebelumnya untuk melakukan wawancara kepada tiga pengguna KRL yang sangat aktif menggunakan jasa KRL dari masa paper ticket sampai masa E-Ticketing. Tiga informan tersebut, yaitu; Bapak DS, Bapak SR, dan Bapak PH. Proses wawancara berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2020. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada tiga informan
ini, hasilnya menunjukkan bahwa ketiga informan tersebut benar-benar merasakan perubahan yang signifikan pasca diterapkannya sistem E-Ticketing pada angkutan transportasi KRL. Ketiga informan tersebut menceritakan pengalaman nya secara rinci selama menggunakan transportasi KRL pada masa paper ticket, mereka menggunakan transportasi KRL tersebut untuk berangkat sekolah, dan berangkat kerja. Pada sesi wawancara terakhir, mereka membuat perbandingan mengenai kondisi sosial dan perilaku sosial yang berubah dari masa paper ticket menjadi E-Tickeing. Sehingga, dalam tahap ini penulis rasa data yang penulis kumpulkan sudah siap semua dan tinggal diolah. Akhirnya, penulis berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing dan penulis diperbolehkan melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu pengolahan data dari data hasil penelitian yang diperoleh.