• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Proses Penelitian Tindakan Kelas

4.1.1.1 Prasiklus

Peneliti memperoleh skor rata-rata motivasi belajar siswa kelas V SD Negeri Sarikarya pada tahun pelajaran 2015/2016 dengan nilai 54,90 dengan kategori rendah. Skor rata-rata motivasi belajar diperoleh dari hasil kuesioner siswa dan pengamatan dari peneliti menggunakan lembar pengamatan motivasi.

Peneliti memperoleh nilai rata-rata dari hasil prestasi belajar siswa kelas V pada tahun pelajaran 2013/2014 dan tahun pelajaran 2014/2015. Hasil rata-rata prestasi belajar siswa kelas V tahun ajaran 2013/2014 yaitu 60,96 dengan pencapaian KKM (65) sebesar 51,51%. Sedangkan, hasil rata-rata prestasi belajar siswa kelas V tahun ajaran 2014/2015 yaitu 64,70 dengan pencapaian KKM (65) sebesar 52,94%. Berdasarkan hasil prestasi belajar dari dua tahun periode pembelajaran sebelum tahun ajaran 2015/2016 maka, peneliti menyimpulkan hasil rata-rata prestasi belajar yaitu 62,83 dengan pencapaian KKM (65) sebesar 52,22%.

4.1.1.2Siklus I

Peneliti melaksanakan penelitian siklus I dalam dua kali pertemuan. Pertemuan I dilakukan pada tanggal 30 September 2015. Sedangkan pertemuan II dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2015. Pada siklus I, siswa mempelajari materi mengenai sistem pencernaan pada manusia dalam KD 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan.

4.1.1.2.1 Perencanaan

Peneliti terlebih dahulu mempersiapkan media pembelajaran (gambar-gambar dan video pembelajaran), perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKS, dan Soal Evaluasi), lembar pengamatan motivasi, dan lembar kuesioner motivasi. Pengisian lembar pengamatan motivasi dilakukan oleh tim observer, sedangkan lembar kuesioner motivasi diisi oleh siswa secara individu.

4.1.1.2.2 Pelaksanaan

a. Pertemuan 1

Penelitian Tindakan Kelas pada Siklus I Pertemuan ke-1 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 30 September 2015. Penelitian ini terlaksana pada pukul 07.00 – 08.10. Peneliti bertindak sebagai guru IPA yang mengajar materi tentang sistem pencernaan pada manusia. Peneliti ditemani oleh salah satu rekan peneliti dan guru kelas V. Rekan peneliti bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V sekaligus dokumenter yang mendokumentasikan proses pembelajaran, sedangkan guru kelas V yang bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V.

Pada awal kegiatan, ketika guru memasuki kelas, guru menyapa siswa dengan salam pagi/ pembuka. Kemudian, salah satu memimpin doa pagi. Guru menanyakan kabar siswa serta mengabsensi kehadiran siswa. Semua siswa kelas V pada hari ini berangkat. Sebelum memasuki materi, guru menyampaikan lima aturan pembelajaran. Setelah siswa sepakat terhadap lima aturan yang diberikan, guru membangun motivasi siswa dengan cara meminta siswa untuk memegang perut,

“Anak-anak, ayo sekarang pegang perut kalian masing-masing!”, “Di dalam perut kita terdapat organ apa saja?”. Apabila siswa menjawab pertanyaan dengan benar

maka, guru menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pembelajaran IPA dalam

materi “Organ-organ Pencernaan pada Manusia beserta Fungsinya”.

Pada kegiatan inti, siswa menjawab pertanyaan dari guru mengenai urutan organ pencernaan pada manusia. Guru menampilkan sebuah video pembelajaran mengenai organ pencernaan pada manusia. Semua siswa memperhatikan video tersebut. Beberapa siswa terpilih untuk menyampaikan isi dari video yang telah mereka amati. Kemudian, guru membagi siswa menjadi tiga kelompok besar dalam kuis Cerdas Cermat IPA. Setiap kelompok terdiri dari 8-9 siswa. Kelompok yang lebih dulu dapat menjawab pertanyaan dengan benar mendapat poin berupa kertas hijau sebagai penghargaan. Setelah kuis tersebut berakhir, guru memberikan LKS kepada siswa yang dikerjakan secara individu. Guru meminta siswa untuk menyampaikan hasil jawabannya di depan teman-temannya. Guru memberikan penguatan atas hasil jawaban siswa dengan menampilkan materi berupa Power Point. Setelah itu, siswa kembali mengerjakan LKS dengan menggambar organ-organ

pencernaan manusia beserta fungsinya. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru.

Pada akhir kegiatan, siswa menyimpulkan dan merefleksikan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan materi yang telah atau belum dipahami. Setelah itu, guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Guru memperkenankan siswa untuk membereskan buku-buku pelajaran yang berkaitan dengan IPA dan menyiapkan pelajaran selanjutnya. Sebelum meninggalkan kelas, guru mengucapkan salam penutup.

b. Pertemuan 2

Penelitian Tindakan Kelas pada Siklus I Pertemuan ke-2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 1 Oktober 2015. Penelitian ini terlaksana pada pukul 07.00 –

08.10. Peneliti bertindak sebagai guru IPA yang mengajar materi tentang penyakit dan cara memelihara kesehatan alat pencernaan pada manusia. Peneliti ditemani oleh salah satu rekan peneliti dan guru kelas V. Rekan peneliti bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V sekaligus dokumenter yang mendokumentasikan proses pembelajaran, sedangkan guru kelas V yang bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V.

Pada awal kegiatan, guru menyapa para siswanya dengan salam pembuka. Salah satu memimpin doa pagi. Siswa menyampaikan kabar pada hari ini. Guru mengabsensi kehadiran siswa. Hari ini terdapat 4 siswa yang tidak berangkat, diantaranya yaitu; FNI, MTA, RDW, dan RMT. Guru mengajak para siswa untuk memperhatikan guru, kemudian guru memberikan lima aturan belajar. Guru menggali

pengetahuan awal siswa dengan bertanya mengenai sistem organ pencernaan pada manusia. Guru membangun motivasi siswa dengan meminta siswa untuk memperhatikan gigi teman-teman yang ada di sebelah kiri dan kanannya. Siswa juga menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru sehingga siswa mengetahui tujuan pembelajaran IPA mengenai penyakit dan cara memelihara kesehatan alat pencernaan pada manusia.

Pada kegiatan inti, siswa menjawab pertanyaan mengenai apa saja macam-macam penyakit yang menyerang alat pencernaan pada manusia. Selanjutnya, siswa mengamati video pembelajaran mengenai cara memelihara kesehatan organ pencernaan pada manusia. Siswa tidak hanya mengamati video tetapi juga mencatat hal-hal penting dalam selembar kertas berupa LKS yang diberikan guru. Setelah mengerjakan LKS, siswa memperhatikan guru memberikan penguatan materi mengenai penyakit yang menyerang organ pencernaan pada manusia. Kemudian, beberapa siswa menjelaskan bagaimana cara memelihara kesehatan organ pencernaan pada manusia. Setelah itu, guru memberikan soal evaluasi dan lembar kuesioner motivasi kepada siswa. Jika siswa sudah selesai mengerjakan soal evaluasi dan lembar kuesioner motivasi, siswa mengumpulkannya pada guru.

Pada kegiatan akhir, siswa menyimpulkan dan merefleksikan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan materi yang telah atau belum dipahami. Setelah itu, guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Guru memperkenankan siswa untuk membereskan buku-buku pelajaran yang

berkaitan dengan IPA dan menyiapkan pelajaran selanjutnya. Sebelum meninggalkan kelas, guru mengucapkan salam penutup.

4.1.1.2.3 Pengamatan / Observasi

Peneliti melakukan pengamatan motivasi belajar IPA menggunakan media IT selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh guru kelas V dan teman sejawat. Pengamatan motivasi dilakukan berdasarkan indikator-indikator yang terdapat dalam lembar pengamatan kuesioner motivasi. Pengisian lembar tersebut dilakukan di akhir kegiatan pembelajaran. Lembar pengamatan motivasi membantu peneliti untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan motivasi belajar siswa.

Pada siklus I, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti telah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang peneliti dalam RPP. Pada saat menampilkan video, seluruh pandangan siswa teralihkan untuk mengamati video pembelajaran tersebut. Ketika guru meminta siswa untuk menceritakan kembali isi video pembelajaran, siswa terlihat malu untuk memberanikan diri dalam menyampaikan gagasannya. Siswa juga dapat memperhatikan saat peneliti menjelaskan materi. Apabila ada siswa yang tidak mematuhi aturan, siswa lain berani untuk mengingatkan dan melaporkan kepada peneliti. Selain itu, siswa

mengungkapkan perasaan senangnya dengan berkata “Horee!” ketika guru

mengadakan kuis Cerdas Cermat IPA. Namun, pada saat bekerja dalam kelompok, terlihat beberapa siswa yang enggan untuk menyampaikan pendapatnya. Walaupun

demikian, siswa lain dalam satu kelompok tersebut tetap menjalin kerjasama. Berikut ini merupakan tabel capaian motivasi belajar dan prestasi belajar siswa pada siklus I.

Tabel 4.1 Capaian Motivasi Belajar Siswa pada Siklus I

No. Nama Siswa Kondisi Awal Capaian Siklus I Skor Kategori Skor Kategori

1 AP 54 Rendah 67 Tinggi

2 AYT 52 Rendah 74 Tinggi

3 FZ 48 Rendah 64 Sedang 4 FP 55 Rendah - - 5 FS 51 Rendah 76 Tinggi 6 FT 57 Sedang 73 Tinggi 7 GTZ 52 Rendah 65 Sedang 8 IM 53 Rendah 65 Sedang 9 JG 57 Sedang 75 Tinggi 10 LR 63 Sedang 70 Tinggi 11 MK 60 Sedang 72 Tinggi 12 MZB - - 68 Tinggi

13 MAR 58 Sedang 73 Tinggi

14 HD 52 Rendah 74 Tinggi 15 NM 52 Rendah - - 16 RN 49 Rendah 72 Tinggi 17 RO 53 Rendah 70 Tinggi 18 RZ - - 70 Tinggi 19 SLM 55 Rendah 75 Tinggi 20 STR 58 Sedang 76 Tinggi 21 SL 57 Sedang 76 Tinggi 22 SN 57 Sedang 65 Sedang 23 CHV 53 Rendah 69 Tinggi 24 HZK 60 Sedang 76 Tinggi Jumlah skor 1206 - 1565 -

Rata-rata motivasi belajar 54,81 Rendah 71,13 Tinggi

Berdasarkan tabel 4.1 di atas, skor rata-rata motivasi belajar yang diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner yang diisi siswa pada kondisi awal diperoleh dengan nilai 54,81 dalam kategori motivasi rendah. Skor rata-rata motivasi siswa meningkat pada siklus I menjadi 71,13 dalam kategori motivasi tinggi. Berikut ini merupakan tabel capaian prestasi belajar siswa pada siklus I.

Tabel 4.2 Capaian Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I

No. Nama Siswa Capaian Siklus Skor Kategori 1 AP 55 Belum Tuntas 2 AYT 75 Tuntas 3 FZ 70 Tuntas 4 FS 70 Tuntas 5 FT 65 Tuntas 6 GTZ 45 Belum Tuntas 7 IM 60 Belum Tuntas 8 JG 80 Tuntas 9 LR 80 Tuntas 10 MZB 75 Tuntas 11 MK 80 Tuntas 12 RZ 60 Belum Tuntas 13 MAR 65 Tuntas 14 HD 80 Tuntas 15 RN 70 Tuntas 16 RO 60 Belum Tuntas 17 SLM 80 Tuntas 18 STR 95 Tuntas 19 SL 70 Tuntas 20 SN 55 Belum Tuntas 21 CHV 70 Tuntas 22 HZK 80 Tuntas Jumlah skor 1540 -

Skor rata-rata prestasi belajar 70 Tuntas

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, capaian prestasi belajar siswa pada siklus I diperoleh dengan skor rata-rata 70 dalam kategori tuntas/ telah mencapai KKM (65). Berikut ini merupakan tabel capaian motivasi dan prestasi belajar siswa pada siklus I.

Tabel 4.3 Capaian Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Siklus I

Variabel Instrumen Kondisi Awal Siklus I

Motivasi Belajar

Rata-rata skor motivasi Target Capaian Target Capaian

75 54,81 (rendah) 75 71,13 (tinggi)

Prestasi Belajar Siswa

Rata-rata nilai ulangan 78 62,83 (belum

tuntas)

78 70 (Tuntas)

Persentase jumlah siswa mencapai nilai KKM (65)

Berdasarkan tabel 4.3 di atas, skor rata-rata motivasi belajar pada kondisi awal belum mencapai target dan pada siklus I telah mencapai dan melampaui target (75). Nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada kondisi awal belum tuntas dan pada siklus I telah tuntas mencapai KKM (65) serta telah mencapai target (78). Sedangkan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM pada kondisi awal belum mencapai target dan pada siklus I telah mencapai bahkan melampaui target (80%). 4.1.1.2.4 Refleksi

Pembelajaran IPA di kelas V SDN Sarikarya yang telah dilaksanakan pada siklus I berjalan sesuai dengan rencana pembelajaran. Pembelajaran IPA menggunakan media IT dengan menampilkan video pembelajaran dapat menarik perhatian siswa. Peneliti melihat siswa meninggalkan aktivitas kesibukannya selain belajar ketika video ditampilkan walaupun, ada beberapa siswa yang belum sepenuhnya mengamati video pembelajaran. Ketika peneliti meminta siswa untuk menjelaskan kembali isi dari video yang telah diamati, beberapa siswa terlihat menunjukkan sikap malu untuk menyampaikan gagasannya. Pada saat pemberian tugas dalam kelompok, peneliti juga melihat beberapa siswa dalam kelompok ada yang diam bahkan ada yang mengajak temannya tertawa-tawa sehingga kurang menjalin kerjasama dalam menjawab soal.

Peneliti memperoleh hasil dari rata-rata skor motivasi yaitu sebesar 70,31 (tinggi). Hasil rata-rata skor motivasi diperoleh dari guru kelas V, rekan peneliti, serta hasil rata-rata kuesioner motivasi siswa kelas V. Sedangkan peneliti memberikan target dalam kriteria keberhasilan motivasi sebesar 75. Motivasi belajar siswa kelas V

SDN Sarikarya sudah berkriteria tinggi. Namun, belum mencapai target keberhasilan motivasi. Peneliti juga memperoleh hasil rata-rata ulangan IPA pada siklus I sebesar 70. Hasil rata-rata ulangan diperoleh dari 22 siswa yang hadir serta mengikuti ulangan pada siklus I. Sedangkan peneliti memberikan target dalam kriteria keberhasilan prestasi belajar sebesar 78. Persentase jumlah siswa yang mencapai nilai KKM sebanyak 72,72% atau 16 siswa. Sedangkan peneliti memberikan target dalam kriteria keberhasilan ketuntasan sebesar 80%. Hal yang mempengaruhi hasil prestasi siswa kelas V yang belum mencapai target disebabkan karena ada beberapa siswa belum serius mengamati video pembelajaran sehingga siswa tersebut tertinggal dalam pengerjaan soal yang diberikan peneliti. Hasil rata-rata skor ulangan dan persentase siswa mencapai KKM pada siklus I belum mencapai target pencapaian keberhasilan maka, peneliti kembali melaksanakan penelitian pada siklus II.

4.1.1.3 Siklus II

Peneliti melaksanakan penelitian siklus II dalam dua kali pertemuan.

Pertemuan I dilakukan pada tanggal 7 Oktober 2015. Sedangkan pertemuan II dilakukan pada tanggal 8 Oktober 2015. Pada siklus II, siswa mempelajari materi mengenai hubungan makanan dan kesehatan dalam KD 1.3 Mengidentifikasi fungsi organ pencernaan manusia dan hubungannya dengan makanan dan kesehatan.

4.1.1.3.1 Perencanaan

Peneliti terlebih dahulu mempersiapkan media pembelajaran (gambar-gambar dan video pembelajaran), perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, Bahan Ajar, LKS, dan Soal Evaluasi), lembar pengamatan motivasi, dan lembar kuesioner

motivasi. Pengisian lembar pengamatan motivasi dilakukan oleh tim observer, sedangkan lembar kuesioner motivasi diisi oleh siswa secara individu.

4.1.1.3.2 Pelaksanaan

a. Pertemuan 1

Penelitian Tindakan Kelas pada Siklus II Pertemuan ke-1 dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 Agustus 2015. Penelitian ini terlaksana pada pukul 07.00 –

08.10. Peneliti bertindak sebagai guru IPA yang mengajar materi tentang sistem pencernaan pada manusia. Peneliti ditemani oleh salah satu rekan peneliti dan guru kelas V. Rekan peneliti bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V sekaligus dokumenter yang mendokumentasikan proses pembelajaran, sedangkan guru kelas V yang bertindak sebagai pengamat motivasi belajar siswa kelas V.

Pada awal kegiatan, guru memberikan salam pagi kepada para siswa. Kemudian, salah satu siswa memimpin doa pagi. Setelah selesai berdoa, guru menanyakan kabar sekaligus mengabsensi siswa. Pada pertemuan kali ini, semua siswa kelas V hadir. Guru selalu mengingatkan lima aturan pembelajaran IPA. Supaya siswa memiliki semangat untuk belajar, guru membangkitkan motivasi siswa dengan menanyakan siapakah yang membawa bekal hari ini, lalu meminta salah satu siswa yang membawa bekal untuk mengeluarkan bekalnya. Setelah itu, guru bertanya mengenai apa yang terdapat di dalam tempat bekal tersebut. Beberapa siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru, sehingga guru dapat menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari itu yaitu mempelajari materi IPA tentang kandungan zat dalam makanan.

Pada kegiatan inti, siswa menjawab pertanyaan guru mengenai kandungan zat apa yang terdapat dalam makanan. Setelah itu, guru menampilkan video pembelajaran mengenai kandungan zat yang terdapat dalam makanan. Jika siswa telah mengamati video tersebut, guru meminta beberapa siswa untuk menyampaikan isi atau penjelasan dari video tersebut. Kemudian, guru menjelaskan jenis penyakit akibat kekurangan salah satu kandungan zat dalam makanan menggunakan aplikasi

Microsoft PowerPoint. Untuk melihat pemahaman siswa mengenai materi pada

pertemuan ini, guru mengajak siswa dalam kuis Cerdas Cermat IPA dan mengerjakan LKS. Guru meminta siswa untuk berkumpul bersama kelompok yang telah ditentukan pada pertemuan sebelumnya yaitu kelas V dibagi menjadi 3 kelompok besar. Kelompok yang dapat menjawab pertanyaan mendapat penghargaan berupa poin. Jika kuis tersebut selesai, siswa mengerjakan LKS secara individu lalu dibahas bersama dan dikumpulkan kepada guru.

Pada akhir kegiatan, beberapa siswa menyampaikan kesimpulan dan merefleksikan secara lisan mengenai apa yang telah atau belum dipahami dari materi hari ini. Selanjutnya, guru menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan selanjutnya. Akhirnya, guru memberikan salam penutup di akhir pembelajaran.

b. Pertemuan 2

Penelitian Tindakan Kelas pada Siklus II Pertemuan ke-2 dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 8 Agustus 2015. Penelitian ini terlaksana pada pukul 07.00 –

08.10. Peneliti bertindak sebagai guru IPA yang mengajar materi tentang sistem pencernaan pada manusia. Peneliti ditemani oleh salah satu rekan peneliti dan guru

kelas V. Rekan peneliti bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V sekaligus dokumenter yang mendokumentasikan proses pembelajaran, sedangkan guru kelas V yang bertindak sebagai pengamat motivasi siswa kelas V.

Pada awal kegiatan, guru memberikan salam pagi kepada para siswa. Kemudian, salah satu siswa memimpin doa pagi. Setelah selesai berdoa, guru menanyakan kabar sekaligus mengabsensi siswa. Pada pertemuan kali ini, siswa yang hadir sebanyak 23 anak. Ada tiga siswa yang tidak hadir yaitu RN, RDW, dan RMT. Guru selalu mengingatkan lima aturan pembelajaran IPA. Supaya siswa memiliki semangat untuk belajar, guru membangkitkan motivasi siswa dengan menampilkan beberapa gambar makanan. Beberapa siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan guru, sehingga guru dapat menyampaikan tujuan pembelajaran pada hari itu yaitu mempelajari IPA dalam materi empat sehat lima sempurna.

Pada kegiatan inti, guru menggali pengetahuan siswa sebelumnya dengan pertanyaan seputar kandungan zat dalam makanan serta jenis penyakitnya. Kemudian, siswa memperhatikan penjelasan materi cara mengolah makanan sehat serta mengamati video pembelajaran tentang empat sehat lima sempurna melalui aplikasi

Microsoft Power Point. Beberapa siswa diminta menceritakan kembali isi dari video

tersebut. Selanjutnya, siswa mengerjakan LKS secara individu yaitu membuat jadwal makanan sehat dan bergizi setiap hari. Setelah itu, guru menampilkan gambar yang akan membantu siswa menjelaskan hubungan makanan yang mengandung zat gizi terhadap kesehatan manusia. Kemudian, guru membagikan soal evaluasi yang

dikerjakan secara individu. Jika telah selesai mengerjakan, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan LKS dan soal evaluasi kepada guru.

Pada kegiatan penutup, siswa menyimpulkan dan merefleksikan pembelajaran hari ini dengan menyampaikan materi yang telah atau belum dipahami. Sebelum meninggalkan kelas, guru membagikan lembar kuesioner kepada siswa dan menunggu siswa menyelesaikan pengisian pada lembar kuesioner. Siswa mengumpulkan lembar kuesioner yang telah diisi. Kemudian, pembelajaran diakhiri dengan salam penutup dan guru meninggalkan kelas.

4.1.1.3.3 Pengamatan / Observasi

Peneliti melakukan pengamatan motivasi belajar IPA menggunakan media IT selama proses pembelajaran berlangsung. Pengamatan dilakukan oleh guru kelas V dan teman sejawat pada akhir kegiatan pembelajaran. Pengamatan motivasi dilakukan berdasarkan indikator-indikator yang terdapat dalam lembar pengamatan motivasi. Lembar pengamatan motivasi membantu peneliti untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan motivasi belajar siswa.

Pada siklus II, kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti telah sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dirancang peneliti dalam RPP. Siswa terlihat dapat mengikuti dan mematuhi aturan pembelajaran. Siswa terlihat berani mengajukan pertanyaan atas apa yang belum dipahami. Selain itu, keberanian siswa juga terlihat ketika beberapa siswa memiliki inisiatif menceritakan kembali isi dari video pembelajaran tanpa ditunjuk oleh guru. Ketika berkumpul dengan kelompok yang pernah ditentukan pada pertemuan selanjutnya, sebagian siswa lupa dengan

teman kelompoknya. Akhirnya, peneliti membacakan daftar nama-nama kelompok yang telah dibentuk pada pertemuan sebelumnya. Berikut ini merupakan tabel capaian motivasi dan prestasi belajar siswa pada siklus II.

Tabel 4.4 Capaian Motivasi Belajar Siswa pada Siklus II

No. Nama Siswa Kondisi Awal Siklus I Capaian Siklus II Skor Kategori Skor Kategori Skor Kategori

1 AP 54 Rendah 67 Tinggi 74 Tinggi

2 AYT 52 Rendah 74 Tinggi 75 Tinggi

3 FZ 48 Rendah 64 Sedang 78 Tinggi

4 FP 55 Rendah - - 77 Tinggi

5 FS 51 Rendah 76 Tinggi 78 Tinggi

6 FT 57 Sedang 73 Tinggi 78 Tinggi

7 GTZ 52 Rendah 65 Sedang 72 Tinggi

8 IM 53 Rendah 65 Sedang 80 Tinggi

9 JG 57 Sedang 75 Tinggi 80 Tinggi

10 LR 63 Sedang 70 Tinggi 77 Tinggi

11 MK 60 Sedang 72 Tinggi 76 Tinggi

12 MZB - - 68 Tinggi 74 Tinggi

13 MAR 58 Sedang 73 Tinggi 80 Tinggi

14 HD 52 Rendah 74 Tinggi 75 Tinggi

15 NM 52 Rendah - - 76 Tinggi

16 RN 49 Rendah 72 Tinggi - -

17 RO 53 Rendah 70 Tinggi 78 Tinggi

18 RZ - - 70 Tinggi 79 Tinggi

19 SLM 55 Rendah 75 Tinggi 79 Tinggi

20 STR 58 Sedang 76 Tinggi 81 Tinggi

21 SL 57 Sedang 76 Tinggi 79 Tinggi

22 SN 57 Sedang 65 Sedang 80 Tinggi

23 CHV 53 Rendah 69 Tinggi 78 Tinggi

24 HZK 60 Sedang 76 Tinggi 76 Tinggi

Jumlah skor 1206 - 1565 - 1780 -

Skor rata-rata motivasi belajar siswa

54,81 Rendah 71,13 Tinggi 77,39 Tinggi

Berdasarkan tabel 4.4 di atas, skor rata-rata motivasi belajar yang diperoleh melalui pengisian lembar kuesioner oleh siswa pada kondisi awal diperoleh dengan nilai 54,81 dalam kategori motivasi rendah. Skor rata-rata motivasi siswa meningkat pada siklus I menjadi 71,13 dalam kategori motivasi tinggi. Skor rata-rata motivasi

siswa meningkat pada siklus II mencapai 77,39 dalam kategori motivasi tinggi. Berikut ini merupakan tabel capaian prestasi belajar siswa pada siklus II.

Tabel 4.5 Capaian Prestasi Belajar Siswa pada Siklus II

No. Nama Siswa Siklus I Capaian II

Skor Kategori Skor Kategori

1 AP 55 Belum Tuntas 100 Tuntas

2 AYT 75 Tuntas 70 Tuntas

3 FZ 70 Tuntas 65 Tuntas

4 FP - - 95 Tuntas

5 FS 70 Tuntas 60 Belum tuntas

6 FT 65 Tuntas 70 Tuntas

7 GTZ 45 Belum Tuntas 65 Tuntas

8 IM 60 Belum Tuntas 95 Tuntas

9 JG 80 Tuntas 85 Tuntas

10 LR 80 Tuntas 100 Tuntas

11 MZB 75 Tuntas 80 Tuntas

12 MK 80 Tuntas 85 Tuntas

13 RZ 60 Belum Tuntas 85 Tuntas

14 MAR 65 Tuntas 90 Tuntas

15 HD 80 Tuntas 70 Tuntas

16 RN 70 Tuntas 90 Tuntas

17 RO 60 Belum Tuntas 90 Tuntas

18 SLM 80 Tuntas 85 Tuntas

19 STR 95 Tuntas 80 Tuntas

20 SL 70 Tuntas 95 Tuntas

21 SN 55 Belum Tuntas 65 Tuntas

22 CHV 70 Tuntas 90 Tuntas

23 HZK 80 Tuntas 60 Belum tuntas

Jumlah skor 1540 - 1870 -

Skor rata-rata prestasi belajar siswa

70 Tuntas 81,30 Tuntas

Berdasarkan tabel 4.5 di atas, capaian prestasi belajar siswa pada siklus I diperoleh dengan skor rata-rata 70 dalam kategori tuntas/ telah mencapai KKM (65). Sedangkan, pada siklus II diperoleh dengan skor rata-rata 81,30 dalam kategori tuntas/ telah mencapai KKM (65). Berikut ini merupakan tabel capaian motivasi dan prestasi belajar siswa pada siklus II.

Tabel 4.6 Capaian Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa Siklus II

Variabel Instrumen Kondisi Awal Siklus I Siklus II

Motivasi Belajar

Rata-rata skor motivasi belajar

Target Capaian Target Capaian Target Capaian

75 54,81 (rendah) 75 71,13 (tinggi) 75 77,39 (tinggi) Prestasi Belajar Siswa Rata-rata nilai ulangan 78 62,83 (belum tuntas) 78 70 (tuntas) 78 81,30 (tuntas) Persentase jumlah

siswa yang mencapai nilai KKM (65)

80% 52,22% 80% 72,72% 80% 91,30%

Berdasarkan tabel 4.6 di atas, skor rata-rata motivasi belajar pada kondisi awal belum mencapai target dan pada siklus I serta siklus II telah mencapai dan melampaui

Dokumen terkait