• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pengajuan Bantuan Modal dari UMKM Kepada Perusahaan

Dalam dokumen I GUSTI AYU MADE ARYASTINI (Halaman 90-102)

BAB III KEDUDUKAN SURAT PERNYATAAN JAMINAN

3.1 Proses Pengajuan Bantuan Modal dari UMKM Kepada Perusahaan

Pada umumnya proses pengajuan bantuan modal Ventura diawali dengan permohonan bantuan modal dari UMKM yang ditunjukkan kepada perusahaan modal Ventura yang disertai dengan prospektus atau studi kelayakan ringkas dari pengembangan usaha UMKM yang bersangkutan. Setelah prospektus dari UMKM disetujui oleh perusahaan modal Ventura, maka UMKM diwajibkan menyerahkan penyertaan modal kepada perusahaan modal Ventura. Penyertaan modal ini bisa berupa aset yang dimiliki UMKM baik yang berupa sertifikat tanah ataupun bentuk aset lainnya. Hal ini diwajibkan mengingat pembiayaan pada perusahaan modal Ventura merupakan penyertaan modal.

Pemberi bantuan finansial dalam bentuk modal ventura ini tidak hanya menginvestasikan modalnya saja. Tetapi juga ikut terlibat dalam manajemen perusahaan yang dibentuknya. Investasi yang dilakukan tidaklah bersifat permanen, tetapi hanyalah bersifat sementara, untuk kemudian sampai masanya dilakukanlah investasi. Motif dari modal ventura adalah motif bisnis yaitu mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya, walaupun dengan resiko yang relatif tinggi pula. Investasi dengan bentuk modal ventura yang dilakukan ke perusahaan

pasangan usahanya bukan investasi jangka pendek, tetapi merupakan investasi jangka menengah atau jangka panjang. Investasi tersebut bukan bersifat pembiayaan dalam bentuk pinjaman, tetapi dalam bentuk partisipasi equity, atau setidak-tidaknya loan yang dapat dilakukan ke equity. Sehingga return yang diharapkan oleh perusahaan modal Ventura bukanlah bunga atas modal yang ditanam, melainkan deviden dan capital again. Prototype dari pembiayaan dengan modal Ventura adalah pembiayaan yang ditujukan kepada perusahaan kecil atau perusahaan baru, tetapi memiliki potensi untuk berkembang. Investasi modal ventura biasanya dilakukan terhadap perusahaan yang tidak punya akses untuk mendapatkan kredit perbankan.

Dalam melakukan kegiatan usahanya ada berbagai pihak yang terlibat dalam modal ventura. Pihak-pihak tersebut adalah :

1. Pihak Perusahaan Modal Ventura (Venture Capital Company)

Pihak perusahaan modal ventura merupakan pihak yang memberikan bantuan dana kepada perusahaan yang membutuhkan dana Keppres No. 61 Tahun 1988 Tentang Lembaga Pembiayaan pada pasal 1 ayat (11), menyatakan definisi perusahaan ventura yaitu sebagai “badan usaha yang melakukan usaha pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan yang menerima bantuan pembiayaan (investee company) untuk jangka waktu tertentu”. Definisi yang sama diulang

kembali oleh Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/ KMK.013/1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan Lembaga Pembiayaan yaitu pasal 1 huruf (h).

Berdasarkan pasal 9 Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.0131988, maka perusahaan modal ventura haruslah berbentuk Perseroan Terbatas atau Koperasi. Perusahaan modal ventura tidak hanya bertindak sebagai investor pasif saja, tetapi dalam praktek bisnis modal ventura, pihak inilah yang mengatur jalannya perusahaan yang dibiayainya, memegang saham, menduduki posisi manajemen, membantu produksi, marketing dan sebagainya.

2. Pihak Perusahaan Pasangan Usaha (Inverstee Company)

Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) disebut juga sebagai investee merupakan perusahaan yang membutuhkan bantuan dana untuk mengembangkan produknya. Menurut pasal 1 huruf I Keputusan Meteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 Perusahaan pasangan usaha adalah perusahaan yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk penyertaan modal dari perusahaan Modal Ventura. Berdasarkan pasal tersebut, tidak diisyaratkan bahwa perusahaan pasangan usaha harus berbentuk perseroan terbatas atau badan hukum.

3. Pihak Penyandang Dana

Bila terdapat pihak penyandang dana dalam suatu bisnis modal ventura maka perusahaan modal ventura berkedudukan hanya sebagai fund manajement, di samping berkedudukan pula sebagai investee management.

Pasal 4 (1) Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988 menyatakan bahwa kegiatan modal ventura dilakukan dalam bentuk

penyertaan modal dalam suatu perusahaan pasangan usaha untuk hal-hal seperti:

a. Pengembangan suatu penemuan baru.

b. Pengembangan perusahaan yang pada tahap awal usahanya mengalami suatu kesulitan dana.

c. Membantu perusahaan yang berada pada tahap pengembangan. d. Membantu perusahaan yang berada pada tahap kemunduran. e. Pengembangan proyek penelitian dan rekayasa

f. Pengembangan berbagai penggunaan teknologi baru dan alih teknologi baik dari dalam maupun dari luar negeri.

Tidak setiap perusahaan dapat memperoleh penyertaan modal dari suatu perusahaan modal ventura, melainkan perusahaan pasangan usaha yang memenuhi criteria (Munir Fuady, 1999:154).79

a. Perusahaan pasangan usaha yang memiliki pangsa pasar dari prospek yang baik.

b. Pemilik perusahaan menguasai bidang usahanya. c. Memiliki return on investment yang baik.

d. Bidang usahanya memiliki kekhususan sehingga tidak mudah dimasuki oleh pendatang baru.

Ditentukan dalam pasal 4 ayat (2) Keputusan Menteri Keuangan No.1251/KMK.013/1988 bahwa penyertaan modal dalam setiap perusahaan pasangan usaha bersifat sementara dan tidak boleh melebihi

79

jangka waktu sepuluh tahun. Penelitian ini hendak mengkaji mengapa modal ventura tidak bergerak dan berkembang sebagaimana karakteristiknya.

Berdasarkan kasus yang diteliti pada PT. Futurindo Ventura Sejahtera di Denpasar, Bali, proses pengajuan bantuan modal yang diajukan oleh UMKM, diatur berdasarkan kriteria dan prosedur sebagai berikut :

1. Batas maksimal bantuan modal: a. Tanpa jaminan

1) Untuk pemohon yang sama sekali belum memiliki usaha: maksimal Rp. 1 Milyar

2) Untuk pemohon yang sudah memiliki usaha maksimal Rp. 10 Milyar

b. Dengan jaminan property:

Maksimal Rp 200 Milyar, dengan patokan nilai property bukan dari kemampuan membayar pemohon (penghasilan bulanan pemohon) 2. Kewajiban pemohon

a. Tanpa Jaminan

Kewajiban berupa sistem bagi hasil sebesar 10% dari laba bersih, minimal 1% per bulan menurun dari total bantuan modal yang diterima, bisa hanya membayar kewajibannya saja, pokok dibayar sesuai dengan kemampuan.

Contoh: Bantun modal Rp 100 juta, kewajiban pemohon minimal 1 juta per bulan.

b. Dengan jaminan property

Kewajiban berupa sistem bagi hasil sebesar 5% dari laba bersih, minimal 0.5% per bulan menurun dari total bantuan modal yang diterima, bisa hanya membayar kewajibannya saja, pokok dibayar sesuai kemampuan.

Contoh : Bantun modal Rp. 10 Milyar, kewajiban pemohon minimal Rp. 50 juta per bulan.

3. Jangka waktu pengembalian:

a. Tanpa jaminan: per 2 tahun bisa diperpanjang terus hingga umur pemohon saat berakhir jangka waktu masih di bawah atau sama dengan 66 tahun, dengan syarat;

1) Umur pemohon saat berakhir perpanjangan masih di bawah atau sama dengan 66 tahun

2) Membayar biaya perpanjangan 15% dari bantuan modal yang belum dikembalikan

3) Pembayaran kewajiban setiap bulannya tepat waktu (jika ada keterlambatan, PT. Futurindo Ventura Sejahtera tidak memperkenankan pemohon untuk perpanjangan)

b. Dengan jaminan: per 10 tahun bisa diperpanjang terus hingga umur pemohon saat berakhir jangka waktu masih di bawah atau sama dengan 66 tahun, dengan syarat:

1) Umur pemohon saat berakhir perpanjangan masih di bawah atau sama dengan 66 tahun.

2) Membayar biaya perpanjangan 20% dari bantuan modal yang belum dikembalikan.

3) Pembayaran kewajiban setiap bulannya tepat waktu (jika ada keterlambatan, PT. Futurindo Ventura Sejahtera tidak memperkenankan pemohon untuk perpanjangan).

4. Prosedur survei yang sangat mudah: a. Tanpa jaminan

Hanya memastikan kebenaran tempat tinggal dan tempat kerja pemohon, tidak melihat status tempat tinggal pemohon (kontrak ataupun milik sendiri) dan lama tinggal pemohon, yang penting sesuai form

b. Dengan jaminan

Fokus pada survey property yang akan dijaminkan, pemohon tidak disurvei

5. Persyaratan:

a. Persyaratan prasurvei (saat pengajuan permohonan bantuan modal): 1) Batas umur pemohon: 17 tahun s.d. 64 tahub

2) Sudah bekerja (baik sebagai pengusaha atau karyawan)

3) Tinggal dan bekerja di Bali (untuk tanpa jaminan), tidak harus tinggal dan bekerja di Bali yang penting jaminan property di Bali (untuk dengan jaminan)

5) Mengisi formulir permohonan bantuan modal dan gambaran lengkap rencana penggunaan modal (untuk memulai atau mengembangkan usaha)

6) Mengembalikan prosedur program bantuan modal ini yang sudah ditandatangani (bermaterai)

7) Membayar biaya survei Rp 100.000,- (untuk tanpa jaminan), Rp 500.000,- (untuk dengan jaminan)

8) Melampirkan: a) Fotokopi KTP

b) Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

c) Pas foto berwarna ukuran 4x6 sebanyak 2 lembar d) Fotokopi halaman pertama buku tabungan bank BNI

e) Data property yang akan dijaminkan jika dengan jaminan (fotokopi Sertifikat, IMB, PBB terakhir)

b. Persyaratan pasca survei (setelah pemohon lolos survei)

1) Membayar biaya pendaftaran (hanya untuk pemohon baru) sebesar Rp. 50.000,-

2) Membayar biaya pengajuan sebesar 2% dari Jaminan Penilaian Manajemen

3) Memiliki modal awal pribadi sebesar minimal 20% dari total kebutuhan modal, yang disetorkan ke perusahaan PT. Futurindo Ventura Sejahtera sebagai Jaminan Penilaian Manajemen (JPM).

c. Persyaratan lanjutan (saat menandatangani perjanjian bantuan modal, khusus untuk kebutuhan modal > = Rp 1 milyar):

1) Fotokopi NPWP pribadi

2) Fotokopi Ijin usaha lengkap (NPWP usaha, akta pendirian usaha, SIUP, SITU, TDP).

Jika pemohon tidak memiliki persyaratan lanjutan, PT. Futurindo Ventura Sejahtera akan membantu mengurus persyaratan tersebut dengan biaya ditanggung klien yang dipotong langsung dari pencairan bantuan modal.

6. Jaminan Penilaian Manajemen (JPM)

Dalam menekan resiko, PT. Futurindo Ventura Sejahtera hanya menyalurkan bantuan modal untuk pemohonan yang memiliki modal awal minimal 20% dari total kebutuhan modal. Untuk membuktikannya modal tersebut harus disetorkan ke perusahaan PT. Futurindo Ventura Sejahtera sebagai JPM. JPM PT. Futurindo Ventura Sejahtera dijadikan patokan keseriusan pemohon dalam memulai dan mengembangkan usaha. Bagi PT. Futurindo Ventura Sejahtera setiap orang yang serius ingin memulai atau mengembangkan usaha pasti memiliki modal awal minimal 20% dari total kebutuhan modal.

Standar penilaian PT. Futurindo Ventura Sejahtera terhadap pemohon sangat berbeda dengan perbankkan dan lembaga keuangan lainnya, dari JPM PT. Futurindo Ventura Sejahtera mengukur kemampuan membayar pemohon setelah mendapatkan bantuan modal, sedangkan

perbankan hanya melihat dan mutasi rekening 3 bulan terakhir dan bagi PT. Futurindo Ventura Sejahtera itu sangat mudah dimanipulasi.

JPM tetap menjadi hak klien dan akan dikembalikan 100% tanpa syarat:

a. Jika dibatalkan secara sepihak oleh pemohon ; 50 hari kerja sejak ditandatanganinya surat pembatalan

b. Jika permohonan disetujui : setelah pemohon menganbalikan seluruh bantuan modal yang diterima dari perusahaan PT. Futurindo Ventura Sejahtera.

JPM tidak dikembalikan dan akan menjadi hak penuh perusahaan PT. Futurindo Ventura Sejahtera apabila Pemohon terlambat membayar kewajibannya lebih dari 2 hari.

7. Logika JPM

JPM sama seperti DP pada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Di Perbankan dan Finance, kredit tidak akan direalisasikan jika pemohon tidak membayar DP karena perbankan dan Finance hanya akan memberikan kredit maksimal 80% dari nilai property ataupun kendaraan. Hal ini adalah cara untuk menekan resiko kredit dengan berbagai resiko dengan pemohon (pemohon menanggung resiko 20%, PT. Futurindo Ventura Sejahtera menanggung resiko 80%.

Sama halnya dengan PT. Futurindo Ventura Sejahtera, bantuan modal akan turun dari investor sesuai jadwal yang ditentukan jika pemohon telah menyetorkan JPM ke perusahaan PT. Futurindo Ventura Sejahtera.

8. Jaminan Keamanan JPM

JPM anda PT. Futurindo Ventura Sejahtera jamin aman karena pergerakan perusahaan PT. Futurindo Ventura Sejahtera selalu diawasi oleh OJK. Maksimal 7 hari kerja setelah penyetoran JPM, pemohon akan menandatangi perjanjian bantuan modal dan akan menerima Surat Pernyataan Jaminan Kepastian Pencairan (SPJKP) (format terlampir) dan bisa dilegalisasikan atau dinotarilkan.

9. Pencairan Bantuan Modal

Terbagi menjadi 2 tahap pencairan dikarenakan dana yang turun dari investor PT. Futurindo Ventura Sejahtera terhadap:

a. Pencairan pertama : 40% dari total kebutuhan modal (2 x lipat dari JPM) dalam 48 hari kerja sejak menyetor JPM.

b. Pencairan kedua : 60% dari total kebutuhan modal (3 x lipat dari JPM dalam 96 hari kerja sejak menyetor JPM.

Jangka waktu pencairan untuk setiap tahap pencairan : 48 hari kerja – sekitar 2.5 bulan (sabtu, minggu, hari libur nasional dan hari libur khusus tidak terhitung hari kerja).

Setiap pencairan, baik tanpa jaminan maupun dengan jaminan akan dipotong biaya pemasaran 10%.

a. Pencairan pertama : Rp. 400 juta, bersih diterima Rp. 348 juta (Rp. 400 juta - 10% - 3 kali kewajiban pencairan pertama Rp. 12 juta), dan b. Pencairan kedua : Rp. 600 juta, bersih diterima Rp. 540 juta (Rp 600

juta -10%) dan mulai membayar kewajiban 1 bulan setelah menerima pencairan kedua. Pelunasan sebelum jangka waktu berakhir tidak dikenal pinalti.

10. Syarat yang harus dipenuhi saat menandatangi perjanjian bantuan modal : Syarat yang harus dipenuhi saat menandatangi perjanjian bantuan modal, pemohon harus menunjukan ke staff bagian pencairan PT. Futurindo Ventura Sejahtera :

a. KTP, KK dan buku tabungan asli pemohon b. Bukti setoran JPM asli pemohon

c. Jika kebutuhan modal pemohon > = Rp. 1 Milyar atau JPM pemohon > = Rp. 200 juta, jika ada menunjukan :

1) NPWP pribadi asli pemohon

2) Ijin usaha lengkap asli (NPWP usaha, akta pendiri usaha, SIUP, SITU, TDP).

Berdasarkan uraian prosedur PT. Futurindo Ventura Sejahtera tersebut di atas, maka dapat dikatakan perusahaan Modal Ventura merupakan lembaga bisnis yang bertolak pada resiko tinggi (high risk) dan pengembalian investasi yang tinggi (high return investmen) serta bukan suatu usaha yang spekulatif.80

80

3.2 Pencairan Bantuan Modal dari Perusahaan Modal Ventura Kepada

Dalam dokumen I GUSTI AYU MADE ARYASTINI (Halaman 90-102)