METODE PENELITIAN
F. Instrumen dan Proses Pengembangan Instrumen Penelitian 1.Instrumen Penelitian 1.Instrumen Penelitian
2. Proses Pengembangan Instrumen a.Pengujian Validitas Instrumen
Menurut Arikunto (2006: 168) “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen”. Lebih lanjut Arikunto menyatakan “Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat”.
Tes hendaknya memiliki tingkat kevalidan atau kesahihan yang tinggi. Untuk menguji validitas setiap butir, maka skor-skor yang ada pada butir yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total (Arikunto, 2006:176-178).
Untuk mengetahui valid atau tidaknya soal-soal yang telah dibuat maka terlebih dahulu peneliti mengujicobakan soal-soal yang telah dibuat terhadap sekolah yang dianggap sama karakteristiknya dengan kelas penelitian. Sekolah yang dianggap sama karakteristiknya dengan sekolah penelitian adalah SD Negeri 3 Karangpawitan Kawali Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis karena SD Negeri 3 Karangpawitan merupakan Sekolah Dasar dengan lingkungan yang mulai berkembang dan pembelajaran bahasa Inggrisnya pun mulai berkembang dengan baik.
Uji coba instrumen dilaksanakan di kelas V SD Negeri 3 Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Namun tidak semua siswa mengikuti tes uji instrumen. Banyak siswa yang mengikuti tes uji instrumen adalah sebanyak 15 orang. Dalam pengisiannya soal-soal ini diisi sendiri oleh siswa sesuai kemampuannya dengan bimbingan guru.
43
Kriteria pengujian validitas adalah dengan membandingkan antara koefisien korelasi (rhitung) dengan nilai tabel korelasi Pearson Product Moment (r tabel). Kriterianya: “jika rhitung> rtabel maka instrumen valid, sebaliknya jika rhitung< rtabel maka instrumen tidak valid” (Arikunto, 2006: 276).
Uji validitas yang digunakan dalam penelitian adalah uji validitas item. Validitas item ditunjukan dengan adanya korelasi atau dukungan terhadap item total (skor total), perhitungan dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item. Dari hasil penghitungan korelasi akan didapat suatu koefisien korelasi yang digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item itu layak digunakan atau tidak. Dalam penelitian ini perhitungan uji validitas dilakukan dengan bantuan program SPSS
16.0. for windows. Langkah-langkah uji validitas pada program SPSS adalah
sebagai berikut:
Entry data atau buka file data yang akan diuji. Pilih menu Analyze >>Correlate>>Bivariate
Gambar 3.2
Menu Analyze >>Correlate>>Bivariate
Klik semua item dan skor total, masukan ke kotak Variables, klik OK.
Gambar 3.3
Kotak Dialog Bivariate Correlations
Hasil dari penghitungan koefisien korelasi (r hitung) dibandingkan dengan r tabel product moment. “Jika didapatkan harga r hitung > r tabel, maka butir
44
instrumen dapat dikatakan valid, akan tetapi sebelumnya jika harganya r hitung< r tabel, maka dikatakan bahwa instrumen tersebut tidak valid.”
Interpretasi terhadap koefisien korelasi dapat dilihat pada tabel berikut: (Arikunto, 2006: 276).
Tabel 3.5 Interpretasi Nilai r
Besarnya nilai r Interpretasi Antara 0,800 – 1,00 Tinggi Antara 0,600 – 0,800 Cukup Antara 0,400 – 0,600 Agak rendah Antara 0,200 – 0,400 Rendah
Antara 0,000 – 0,200 Sangat rendah (Tak berkolerasi)
Berdasarkan hasil uji coba lima butir soal kepada 15 siswa di SD Negeri 3 Karangpawitan Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis, diketahui bahwa seluruh butir soal valid. Penghitungan uji validitas ini dilakukan menggunakan program
SPSS 16.0. for windows. Hasil uji validitas soal dapat dilihat pada tabel 3.6
sebagai berikut.
Tabel 3.6
Hasil Pengujian Validitas Instrumen
No. Soal
Koefisien Korelasi Interpretasi Validitas
1. 1 Validitas Tinggi
2. 0,83 Validitas Tinggi
3. 0,76 Validitas Cukup
4. 0,58 Validitas Agak rendah
5. 0,59 Validitas Agak rendah
Berdasarkan tabel tersebut dapat dijabarkan bahwa terdapat dua soal yang memiliki interpretasi validitas tinggi, dua soal yang yang memiliki tingkat validitas cukup dan satu soal yang memiliki interpretasi validitas agak rendah.
45
Maka, berdasarkan hasil uji validitas tersebut soal-soal yang telah diujikan dapat dinyatakan valid.
b.Pengujian Reliabilitas Instrumen
Instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data maka harus dilakukan uji reliabilitas. Sebagaimana yang diungkapkan Arikunto (2006: 178) bahwa “Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen itu sudah baik”.
Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan uji reliabilitas Alpha. Arikunto (2006: 196) menyatakan bahwa “Rumus Alpha digunakan untuk mencari reliabilitas instrumen yang skornya bukan 1 dan 0, misalnya angket atau soal uraian”. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan dengan metode
Cronbach’s Alpha yang perhitungannya menggunakan bantuan komputer pada
program SPSS 16.0 for indows. Langkah-langkah uji reliabilitas pada program SPSS adalah sebagai berikut:
Entry data atau buka file data yang akan diuji. Pilih menu Analyze >>Scale>>Reliability Analysis.
Gambar 3.4
Menu Analyze >>Scale>>Reliability Analysis
Klik semua item (kecuali skor total), kemudian masukan ke kotak Items.
Gambar 3.5
Kotak Dialog Reliability Analysis
Klik Statistics, pada kotak dialog Descriptives for klik Scale if Item Deleted.
46
Gambar 3.6
Kotak Dialog Reliability Analysis: Statistics Klik Continue, kemudian klik OK.
Setelah melakukan uji validitas, item-item soal itu diuji reliabilitasnya yang bertujuan untuk mengetahui konsistensi dari instrumen sebagai alat ukur, sehingga hasil suatu pengukuran itu dapat dipercaya. Untuk koefisien reliabilitas yang menyatakan derajat keterandalan alat evaluasi dinyatakan dengan . Tolak ukur untuk menginterpretasikan derajat reliabilitas alat evaluasi dapat digunakan tolok ukur yang dibuat oleh Guilford pada tabel 3.8. Hasil perhitungan pengujian reliabilitas dengan menggunakan uji Cronbach’s Alpha dalam program SPSS. 16.0 for windows sebagai berikut:
Tabel 3.7 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items
.871 5
Pengujian dilakukan dengan membandingkan nilai Alpha Cronbach. Kriterianya yaitu bila ada butir atau item pada kolom Alpha if Item Deleted memberi nilai koefisien yang lebih tinggi dari nilai Cronbach’s Alpha keseluruhan, maka butir tidak reliabel dan sebaiknya dihilangkan atau direvisi, Uyanto (2009:275).
47
Dari hasil perhitungan, diperoleh koefisien reabilitas tes tipe uraian adalah 0,871. Berdasarkan klasifikasi pada Tabel 3.7, dapat disimpulkan bahwa soal tipe uraian dalam instrumen penelitian ini diinterpretasikan sebagai soal yang yang memiliki reliabilitas sangat tinggi.
Tabel 3.8
Kriteria Reliabilitas Butir Soal
Koefisien Reliabilitas Interpretasi
≤ 0,20 Derajat reliabilitas sangat rendah 0,20 < ≤ 0,40 Derajat reliabilitas rendah 0,40 < ≤ 0,60 Derajat reliabilitas sedang ≤ 0,80 Derajat reliabilitas tinggi
≤ 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi Tabel 3.9
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Soal Membaca Pemahaman Item Soal Cronbach's Alpha
if Item Deleted Nilai Alpha Cronbach Keterangan 1 0,797 0,871 Reliabel 2 0,817 0,871 Reliabel 3 0,849 0,871 Reliabel 4 0,860 0,871 Reliabel 5 0,869 0,871 Reliabel c.Indeks Kesukaran
Indeks kesukaran butir soal digunakan untuk menunjukan derajat atau tingkat kesukaran butir soal. Apakah soal yang dijadikan instrumen tergolong sukar, sedang, atau mudah. Untuk menghitung indeks kesukaran digunakan jumlah rata-rata setiap butir soal ( X ) dan nilai maksimum (SMI) dari setiap butir soal, dengan menggunakan rumus, berikut:
Keterangan
48
X : Jumlah rata-rata setiap butir soal SMI : Nilai maksimum dari setiap butir soal
Perhitungan indeks kesukaran dalam pengembangan instrumen penelitian ini menggunakan program Microsoft Excel 2007.
Langkah-langkah yang dilakukan untuk menghitung validitas pada Microsoft excel adalah:
a. Memasukan skor yang diperoleh siswa. Untuk pemberian skor yaitu 1-4. b. Mengitung rata-rata soal
c. Menghitung indeks kesukaran
Kriteria daya pembeda butir soal yang digunakan adalah sebagai berikut: Tabel 3.10
Kriteria Indeks Kesukaran
Indeks Kesukaran ( IK ) Interpretasi
0,70 < IK ≤ 1,00 Soal mudah 0,30 < IK ≤ 0,70 Soal sedang 0,00 < IK ≤ 0,30 Soal sukar
Dari hasil perhitungan, diperoleh indeks kesukaran tiap butir soal yang disajikan dalam Tabel 3.11 di bawah ini:
Tabel 3.11
Hasil Perhitungan Nilai Indeks Kesukaran Tiap Butir Soal
No.
Soal Indeks Kesukaran (IK) Interpretasi IK
1. 0,52 Sedang
2. 0,60 Sedang
3. 0,67 Sedang
4. 0,55 Sedang
5. 0,32 Sukar
Berdasarkan data yang telah diuji cobakan, maka rekapitulasi hasil uji coba dapat dilihat pada Tabel 3.12.
49
Tabel 3.12
Rekapitulasi Hasil Uji Coba Instrumen