DAFTAR GAMBAR
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 PROSES PENGGILINGAN PAD
4.1.2 Proses Penggilingan Padi Skala Besar
Pada proses penjemuran pada penggilingan besar di PDS, Subang dilakukan pada lantai jemur yang beralas semen berbentuk baris-baris gelombang dengan kapasitas jemur 20 ton seperti terlihat pada Gambar 10. Proses penjemuran diawali dengan pengangkutan karung berisi gabah dari tempat
Beras belum maksimal
Beras sudah maksimal Pekerja mengangkat dan
memuat beras pecah kulit kedalam hopper mesin
penyosoh
Pekerja mengontrol kualitas beras yang
dihasilkan
Pekerja mengikat karung beras yang sudah
ditimbang
Pekerja memasukkan output beras kedalam karun Mulai Selesai g untuk ditimbang Pekerja Tumpukan karung gabah Husker Polisher Pekerja Keterangan : : arah proses
penyimpanan karung gabah ke lantai jemur. Karung gabah disusun membentuk baris agar menyebar keseluruh lantai jemur saat ditumpahkan. Karung gabah yang sudah tersebar keseluruh lantai jemur dipotong talinya hingga karung terbuka lalu gabah ditumpahkan ke lantai jemur. Setelah seluruh karung di lantai jemur sudah ditumpahkan lalu diratakan menggunakan alat garuk yang terbuat dari kayu. Perataan gabah menggunakan garuk kayu dilakukan untuk meratakan tumpahan gabah dari karung ke seluruh lantai jemur sehingga penyebaran panas dari sinar matahari pada gabah maksimal.
Gambar 10. Lantai jemur bergelombang di penggilingan padi skala besar PDS, Subang
Proses yang dilakukan setelah seluruh gabah sudah merata di lantai jemur adalah proses pembalikan gabah. Pembalikan gabah diawali dengan mengumpulkan gabah yang sedang dijemur dengan garuk kayu hingga membentuk tumpukan baris gabah, seperti terlihat pada Gambar 12. Penumpukan gabah mengakibatkan bagian alas semen yang awalnya tertutup gabah basah menjadi terbuka dan terkena panas matahari secara langsung sehingga alas semen menjadi kering dan panas kembali. Pada saat lantai semen sudah dirasa cukup panas maka tumpukan gabah diratakan kembali sehingga gabah yang sebelumnya dibawah atau belum terkena panas matahari menjadi tertukar dengan gabah yang sudah tersinari panas matahari secara langsung, proses perataan gabah dapat dilihat pada Gambar 13. Proses pembalikan gabah dilakukan setiap 40 menit hingga 1 jam sekali atau 6-8 kali sehari dari pukul 8.00 hingga pukul 17.00 dengan tempering time pukul 10.00- 14.00 agar gabah yang terkena panas matahari lebih merata. Diagram proses penjemuran dapat dilihat pada Gambar 11.
Gambar 11. Diagram alir proses penjemuran di penggilingan padi skala besar Pekerja mengangkut
karung gabah dari penyimpanan ke lantai
Pekerja membuka tali karung dan menumpahkan Mulai
Pekerja meratakan tumpahan gabah keseluruh lantai jemur Pekerja membalikan gabah
dengan cara mengumpul dan menyebar secara
Pekerja menyiapkan karung dan memasukan
gabah kerin bergantian
Pekerja membalikan gabah dengan cara mengumpul
dan menyebar secara bergantian
g kedalam
Pekerja menjahit karung dan mengangkutnya ke
tempat penyimpanan
Pada proses pemecahan kulit di penggillingan skala besar PDS, dilakukan proses pemecahan kulit gabah hingga kulit terlepas dan menjadi beras pecah kulit. Pada proses ini gabah dimasukkan kedalam kotak penampung seperti terlihat pada Gambar 14 yang berhubungan langsung dengan elevator lalu gabah masuk kedalam paddy cleaner untuk memisahkan gabah hampa dan kotoran lainnya. Kotoran dipisah dan ditampung dalam karung sedangkan gabah masuk kedalam Rice Husker 1 dan 2 untuk proses pemecahan kulit. Sisa dari hasil pemecahan kulit berupa sekam dipisahkan oleh blower dan ditampung di ruangan penampung sekam melalui pipa. Beras pecah kulit hasil pemecahan lalu diangkat oleh elevator dan masuk kedalam paddy separator untuk memisahkan beras pecah kulit dengan gabah yang tercampur. Gabah yang masih tercampur ditampung dalam wadah lalu dimasukkan kedalam Rice Husker 2 untuk dilakukan proses pemecahan kulit kembali, Rice Husker 1 dan 2 dapat dilihat pada Gambar 15.
19
Pada lokasi penjemuran, suhu cukup tinggi dengan kisaran 30°C - 49°C sehingga dapat ditahan maksimal 1 jam dan jauh diatas tingkat kemampuan fisik dan mental pekerja sesuai dengan Tabel 3. Suhu yang tinggi akan membuat pekerja merasa tidak nyaman dan cepat lelah. Para pekerja sebaiknya menggunakan pakaian yang dapat menutup seluruh tubuh berbahan tipis dan menggunakan penutup kepala seperti topi yang lebar. Pakaian tersebut dimaksudkan agar tubuh pekerja tidak tersengat matahari secara langsung sehingga tidak membuat pekerja kepanasan dan menimbulkan kelelahan fisik.
di penggilingan padi skala besar PDS penggilingan padi skala besar PDS
Gambar 12. Contoh proses pengumpulan gabah Gambar 13. Contoh proses perataan gabah di
Temperatur Akibat yang ditimbulkan ± 49°C Temperatur yang dapat ditahan sekitar 1 jam, tetapi jauh di atas tingkat
kemampuan fisik dan mental
± 30°C Aktivitas mental dan daya tanggap mulai menurun dan cenderung untuk membuat kesalahan dalam pekerjaan, timbul kelelahan fisik
± 24°C Kondisi paling nyaman bagi pekerja ± 10°C Kelakuan fisik yang ekstrim mulai muncul
Sumber : Nurmianto, Eko (2004)
Hal ini disebabkan rancangan awal penggilingan yang awalnya dirancang untuk menggunakan paddy separator mekanis, namun yang digunakan adalah paddy separator tipe mesh sedangkan paddy separator mekanis sendiri tidak digunakan. Beras pecah kulit yang telah melewati Paddy Separator diangkat elevator dan langsung masuk kedalam Rice Polisher pertama. Proses penyosohan ini memanfaatkan gesekan antar butiran untuk membuang lapisan aleuron yang menempel pada beras agar dihasilkan beras yang bening. Selama penyosohan, terjadi penekanan terhadap butir beras sehingga terjadi butir patah dan menir. Menir merupakan kelanjutan dari butir patah menjadi bentuk yang lebih kecil daripada butir patah (Damardjati, 1988). Setelah melewati Rice Polisher pertama, beras kembali diangkat oleh elevator dan masuk kedalam Rice Polisher kedua untuk proses penyosohan kembali agar hasil lebih maksimal dan langsung masuk kedalam Rice Grader untuk memisahkan antara butir kepala dengan butir patah dan menir. Butir kepala selanjutnya masuk ke proses pengemasan sedangkan menir dan butir patah yang dipisahkan ditampung dengan wadah lalu disaring lagi menggunakan mesh untuk memisahkan butir kepala yang tercampur dan beras patah yang masih dapat diterima standar kualitas penggilingan. Beras yang sudah melalui Rice Grader masuk kedalam karung hingga karung terisi penuh. Karung yang sudah penuh kemudian diangkat keatas timbangan untuk diukur beratnya dan karung baru disiapkan sebagai pengganti karung yang Beras pecah kulit yang telah melewati paddy separator tipe mesh seharusnya dapat langsung masuk dan diangkat kembali oleh elevator, namun output dari paddy separator dengan elevator sendiri memiliki jarak sehingga perlu ada pekerja tambahan untuk menarik dan mendorong output gabah masuk kedalam elevator menggunakan alat garuk kayu seperti terlihat pada Gambar 16.
penggilingan padi PDS, Subang PDS, Subang
Gambar 14. Kotak Penampung Gabah di Gambar 15. Husker 1 dan 2 penggilingan padi
21
penuh. Berat beras disesuaikan dengan berat yang ditentukan dengan mengurangi beras jika berat lebih dan menambah beras jika berat kurang. Beras yang ditambahkan diambil dari beras yang tercecer pada saat pergantian karung. Karung yang sudah berisi beras dengan berat yang ditentukan lalu dijahit bagian penutupnya dengan alat jahit semi mekanis. Karung beras yang sudah dijahit lalu diangkut dan disusun dengan susunan kunci lima di tempat penyimpanan sementara sebelum diangkut menggunakan truk atau container. Diagrarm alir proses pemecahan kulit hingga pengemasan dapat dilihat pada Gambar 17 dan tata letak pekerja dapat dilhat pada Gambar 18.
Beras Karung Beras Pengemasan Selesai Penyusunan karung beras Penimbangan Dedak Dedak Sekam Sekam Beras pecah ukuran besar Sampah dan kotoran GKG Mulai Paddy Cleaner Paddy Separator Polisher 1 Gabah Pecah kulit Husker 1 Husker 2 Menir dan beras pecah Mesh Polisher 2 dan Rice grader
Gambar 17. Diagrarm alir proses pemecahan kulit hingga pengemasan
: Arah proses : Hasil samping Keterangan : Gabah pecah kulit yang belum sempurna Menir dan beras pecah ukuran kecil
Pekerja Pekerja Pekerja Pekerja Pekerja Pekerja Tumpukan karung beras Tumpukan karung gabah Penampung gabah Paddy cleaner Husker 1 Husker 2 Polisher 2 Rice grader Timbangan Polisher 1 : Arah proses Paddy separator tipe mesh Keterangan : : Elevator
23
Gambar 18. Tata letak proses pemecahan kulit dan penyosohan di penggilingan besar
Daerah sekitar Rice Husker memiliki intensitas debu halus cukup besar dikarenakan lubang pemasukan pipa pembuangan sisa pemecahan kulit kedalam penampung terlalu besar sehingga debu dapat keluar pada saat proses pemecahan kulit berlangsung. Debu juga dapat beterbangan di udara karena adanya benturan sesama bulir padi ataupun adanya benturan antara padi dengan dasar inlet huller rice. Debu yang terhirup oleh pekerja dapat menyebabkan gangguan pada fungsi paru dan kemungkinan mengidap penyakit menular ISPA (infeksi saluran pernafasan atas). Debu yang dihasilkan dari proses pemecahan kulit padi perlu dihilangkan untuk menghindarkan tenaga kerja dari penurunan fungsi paru. Salah satu cara untuk menurunkan debu adalah menggunakan wet scrubber. Suatu scrubber berbentuk silender dengan tinggi 70 cm dan diameter 5 cm yang di dalamnya ditambahkan media berpori dan penyemprotan embun air dapat menurunkan partikel yang berbentuk aerosol (Ciborowski dan Hulewich, 1970). Partikel kecil yang berbentuk powder telah berhasil diturunkan dalam udara dengan menggunakan air yang disemprotkan melalui nozzle (Rambali, 2002). Cara yang lain juga dapat dilakukan dengan mengisolasi ruangan penampung sisa pemecahan kulit dengan ruangan penggilingan. Pekerja sebaiknya menggunakan masker khusus yang dapat menyaring debu dan tidak mempersulit bernafas.
Ruangan pemecahan kulit beralaskan keramik dan semen yang selalu terasa getaran pada saat proses berlangsung. Getaran tersebut berasal dari getaran yang dihasilkan mesin terutama engine berbahan bakar solar sebagai sumber tenaga penggerak utama mesin penggilingan. Menurut Wignjosoebroto (2003) ruangan yang selalu bergetar dirasa kurang baik karena dapat menghilangkan konsentrasi pekerjanya bila terlalu lama berada di ruangan tersebut. Getaran yang dirasakan pekerja dalam jangka waktu yang lama tersebut mengakibatkan tubuh pekerja merasa selalu bergetar. Untuk mengurangi getaran sebaiknya engine dan bagian transmisi diberi dudukan (engine mounting) menggunakan material elastis yang dapat meredam getaran.
4.2 ANALISIS GERAKAN DAN WAKTU
Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efisien apabila waktu penyelesaiannya berlangsung paling singkat. Untuk menghitung waktu baku penyelesaian suatu pekerjaan guna memilih alternatif metoda kerja yang terbaik, maka perlu diterapkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengukuran kerja. Pengukuran waktu kerja ini akan berhubungan dengan usaha-usaha untuk menetapkan waktu baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu pekerjaan.
Definisi Pekerjaan
Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengukuran waktu kerja adalah dengan teknik micromotion study. Metode ini baik sekali diaplikasikan untuk meneliti siklus operasi kerja yang pendek, berlangsung secara berulang-ulang dan dilaksanakan secara manual. Menurut Wignjosoebroto (2003) aktivitas pengukuran kerja ini memiliki kriteria-kriteria pekerjaan yang harus dipenuhi, yaitu :
a. Pekerjaan tersebut harus dilaksanakan secara repetitive dan uniform. b. Isi atau macam pekerjaan itu harus homogen.
c. Hasil kerja (output) harus dapat dihitung secara nyata (kuantitatif) baik secara keseluruhan ataupun untuk tiap-tiap elemen kerja yang berlangsung.
d. Pekerjaan tersebut cukup banyak dilaksanakan dan teratur sifatnya sehingga akan memadai untuk diukur dan dihitung waktu bakunya.
Sesuai dengan batasan masalah yang diuraikan di depan, bahwa proses penggilingan padi merupakan proses yang terdiri dari proses penjemuran yang diawali dari pengangkutan karung gabah hingga pembalikan gabah, proses pemecahan kulit yang diawali dengan penuangan gabah dari karung
kedalam kotak penampung hingga pemasukan gabah pecah kulit ke elevator, proses penyosohan dan proses pengemasan yang diawali dengan mengisi karung hingga penyusunan karung beras. Pekerjaan pada penggilingan padi 100% dilakukan oleh pekerja pria karena mayoritas pekerjannya membutuhkan tenaga yang sangat besar seperti mengangkat karung gabah yang berat dan pembalikan tanah di lantai jemur yang membutuhkan fisik kuat karena sengatan panas matahari. Output pada pekerjaan proses penjemuran gabah berupa sistem berat dalam kilogram, yaitu banyaknya gabah dalam kilogram gabah yang dikerjakan dalam waktu satu jam. Output pada pekerjaan yang dilakukan dalam proses pemecahan kulit, penyosohan dan pengemasan berupa sistem berat dalam kilogram, yaitu banyaknya beras yang diproduksi dalam waktu satu jam. Untuk kontinuitas pekerjaan pada proses penjemuran gabah dilakukan setiap hari jika cuaca panas dan tidak hujan dilakukan setiap hari atau senin sampai minggu dari pukul 08.00-17.00 WIB selama terdapat gabah basah. Kontinuitas pada proses pemecah kulit hingga pengemasan juga dilakukan setiap hari selama terdapat stok gabah kering giling. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pada proses penggilingan padi dan layak untuk dilakukan aktivitas pengukuran kerja.
4.2.1 Pembagian Operasi Menjadi Elemen-Elemen Kerja
Mengukur waktu kerja sekaligus dari saat awal persiapan sampai akhir pekerjaan tersebut selesai dilakukan adalah satu hal yang tidak bisa dibenarkan (Wignjosoebroto, 2003). Dalam pelaksanaan pengukuran kerja, umumnya yang dilakukan terlebih dahulu adalah membagi operasi menjadi elemen-elemen kerja. Berdasarkan 17 gerakan dasar yang telah diuraikan oleh Gilbreth,maka satu operasi preparasi tepung dan pengemasan dapat diuraikan menjadi beberapa segmen gerakan yang diberi nama sesuai elemen gerak yang terjadi. Segmen-segmen tersebut antara lain :
1. Mencari (Search)
Mencari (Sh) adalah elemen dasar gerakan pekerja untuk menentukan lokasi suatu obyek. Gerakan ini dilakukan oleh mata. Gerakan dimulai pada saat mata bergerak mencari obyek dan berakhir bila obyek tersebut sudah ditemukan. Berdasarkan definisi gerakan ini, pada proses pemecahan kulit dimana pekerja memotong tali karung menggunakan pisau sebelum diangkat untuk dimasukan kedalam husker. Gerakan ini dimulai ketika mata pekerja bergerak mencari pisau untuk sampai pekerja menemukan letak pisau yang akan digunakan untuk memotong tali pada karung gabah. Setelah memotong tali pekerja sering meletakkan pisau pada sembarang tempat karena memerlukan kedua tangannya untuk membantu pekerja lain mengangkat karung. Gerakan ini termasuk gerakan yang tidak efektif yang perlu dihilangkan, pekerja menghabiskan waktu untuk mencari dimana terakhir kali ia menaruh pisaunya. Gerakan menjangkau pisau dapat dihilangkan dengan cara menancapkan pisau pada karung selanjutnya yang akan dipotong talinya. Gerakan tidak efektif ini juga dapat dihilangkan dengan membuat wadah khusus untuk menaruh pisau yang dapat diikatkan pada pinggang sehingga mencegah pekerja untuk menaruh pisau disembarang tempat dan mempercepat kegiatan kerja pada proses pemecahan kulit. Gerakan mencari pisau juga terjadi pada proses penjemuran gabah saat pekerja memotong tali karung sebelum ditumpahkan ke lantai jemur.
2. Menjangkau (Transport Empty) dan Memegang (Grasp)
Menjangkau (TE) adalah gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek, sedangkan memegang (G) sendiri didefinisikan sebagai gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup jari-jari tangan pada suatu objek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja. Berdasarkan definisi tersebut, dalam elemen penjahitan karung pada proses pengemasan gerakan dimulai pada saat pekerja menggerakan tangannya menuju alat jahit, sampai
25
menutup jari-jari tangan setelah memegang alat tersebut. Kedua elemen gerak ini dilakukan oleh tangan kanan sedangkan tangan kiri dalam keadaan hold hingga tangan kanan selesai menjahit karung. Gerakan tangan kanan termasuk kedalam gerakan efektif karena menjangkau alat (transport empty) dan memegangnya untuk digunakan.
Dalam elemen persiapan karung pada proses pengemasan gerakan ini dimulai pada saat pekerja mulai menggerakan tangannya menuju karung beras yang akan dibuka sampai pekerja memegang karungnya dan menutup jari-jari tangan. Gerakan menjangkau dan memegang karung ini dilakukan oleh tangan kanan. Gerakan ini dirasa kurang baik karena pekerja harus membungkuk untuk menjangkau karung yang terlalu rendah. Hal ini dirasa kurang baik karena dapat memperlambat waktu dan mempercepat kelelahan pekerja. Karung yang dipersiapkan untuk proses pengemasan sebaiknya ditempatkan lebih tinggi sehingga pekerja tidak perlu sampai membungkuk untuk menjangkau karung. Pada elemen mengambil karung karung di tempat penyimpanan karung pada proses penjemuran gabah, gerakan dimulai pada saat pekerja berjalan kearah tempat penyimpanan sampai pekerja memegang karung beras yang akan diangkat. Gerakan dirasa kurang efektif karena perjalanan dari lantai jemur ke tempat penyimpanan gabah cukup jauh sedangkan pekerja hanya dapat menangkut satu karung tiap siklus. Hal tersebut mengakibatkan pekerja harus bolak-balik mengambil karung gabah ditempat penyimpanan dan akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga. Sebaiknya digunakan alat bantu seperti kereta dorong atau gerobak untuk mengangkut karung gabah dalam jumlah yang lebih banyak dalam satu siklus.
3. Membawa dengan beban (Transport Loaded)
Membawa dengan beban (TL) merupakan gerak perpindahan tangan, hanya saja tangan yang berpindah ini bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Gerakan ini dimulai dan diakhiri pada saat yang sama dengan elemen gerakan menjangkau hanya saja tangan yang menjangkau ini dalam kondisi membawa beban. Berdasarkan definisi ini pada elemen memotong tali pada proses penjemuran, gerakan dimulai ketika pekerja membawa pisau ke karung gabah dilantai jemur dan berakhir ketika memakai pisau tersebut. Gerakan dilakukan oleh tangan kanan sedangkan tangan kiri digunakan untuk memegang (hold) tutup karung. Kedua gerakan ini merupakan gerakan efektif dan waktu rata-rata adalah 5.53 detik. Hal yang dapat memperlambat pekerjaan adalah pekerja harus selalu pindah dengan berjalan dan membungkuk pada karung berikutnya. Untuk mengurangi keterlambatan sebaiknya bagian pentutup karung gabah disusun berhadapan sehingga pekerja dapat memotong dua tali penutup karung sekaligus dalam satu kali jalan dan membungkuk.
Pada elemen mengangkut karung di proses pemecahan kulit gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa karung gabah yang sudah dibuka ke mulut kotak penampung gabah kering giling dan berakhir ketika melepas karung tersebut. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Waktu rata-rata untuk mengangkut karung gabah ke kotak penampung gabah kering giling adalah 8.04 detik. Hal yang dapat memperlambat pekerja dalam membawa karung gabah ialah stamina dari pekerja itu sendiri karena berat dari karung gabah mencapai 50-70 kg. Disarankan agar kondisi tubuh dari pekerja harus dijaga dengan asupan kalori yang sesuai dengan pekerjaan. Pengangkutan karung pada proses pemecahan kulit dapat dilihat pada Gambar 19.
Gambar 19. Pengangkutan karung pada proses pemecahan kulit
Pada elemen kerja mengangkut karung gabah pada proses penjemuran, gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa karung gabah basah ke lantai jemur dan berakhir ketika menjatuhkan (melepas) karung tersebut. Gerakan yang dilakukan menggunakan tangan kanan dan tangan kiri serta pundak sebagai penopang dan merupakan gerakan efektif. Waktu rata-rata yang diperoleh pada elemen kerja mengangkut karung gabah basah adalah 27.21 detik. Berat karung gabah dapat dikategorikan sangat berat karena memiliki berat berikisar 50-70 kg sehingga perlu tenaga yang besar dan mempercepat kelelahan pekerja. Hal tersebut dirasa kurang baik karena setelah pekerja selesai meletakkan karung gabah pada lantai jemur, pekerja harus kembali mengambil karung gabah yang lain sedangkan jarak lokasi peletakkan karung gabah dilantai jemur juga semakin jauh. Hal ini dapat diperbaiki dengan menggunakan peralatan handling seperti kereta dorong. Kereta dorong disini dapat membantu pekerja untuk membawa karung sekaligus sehingga pekerja tidak perlu bolak-balik untuk mengambil karung dan membawanya pada lantai jemur.
4. Memegang untuk memakai (Hold)
Gerakan ini terjadi saat tangan yang satu melakukan gerak kerja memegang dan mengontrol obyek sedangkan tangan yang lain melakukan kerja terhadap obyek tersebut. Gerakan ini dimulai pada saat satu tangan memegang dan memakai (mengendalikan) obyek dan berakhir ketika tangan yang lainnya selesai melakukan kerja terhadap obyek tersebut. Berdasarkan definisi ini pada elemen mengikat tali pada proses penjemuran dimulai ketika tangan kiri pekerja memegang bukaan karung sementara tangan kanan mulai menjahit bukaan karung, gerakan ini berakhir ketika pekerja selesai menjahit dan mengikat karung. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Waktu rata-rata memegang untuk memakai pada elemen pengikatan karung adalah 20.84 detik. Hal yang dapat memperlambat waktu adalah jika tali yang digunakan kurang panjang untuk mengikat karung sehingga proses pengikatan diulang kembali dengan tali yang baru.
Gerakan ini juga terjadi pada elemen menjahit karung pada proses pengemesan, gerakan diawali pada saat tangan kiri memegang bukaan karung dan tangan kanan menjangkau alat jahit untuk memegang dan mengunakkanya hingga selesai menjahit. Gerakan hold pada tangan kiri dapat dilhat pada Gambar 20.
5. Melepas (Release)
Elemen gerakan melepas (RL) terjadi pada saat tangan operator melepaskan kembali obyek yang dipegang sebelumnya. Gerakan ini diawali saat jari-jari tangan membuka lepas dari obyek yang dibawa dan berakhir ketika semua jari sudah tidak menyentuh obyek lagi. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa pada elemen pengangkutan karung pada proses pemecahan kulit dimulai ketika pekerja melepas karung untuk ditumpuk dekat kotak penampung gabah dan berakhir ketika pekerja tidak lagi menyentuh karung. Gerakan dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Hal yang dapat memperlambat waktu adalah jika tumpukan karung yang sudah tinggi mengakibatkan pekerja kesulitan menumpuk karung yang memiliki beban sangat berat sehingga