• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

B. Peran Early Adopter sebagai Komunikator dalam

5. Proses Penyampaian Pesan Early Adopter

Penyampaian pesan adalah sebuah cara seseorang/sekelompok orang untuk mengkodekan informasi berupa gagasan, pikiran, perasaan, anjuran, dan sebagainya kepada orang lain agar mengetahui, memahami ataupun mengikuti informasi yang dikodekan. Pengkodean pesan ini dapat berupa kata-kata berupa bahasa tertentu jika itu menggunakan komunikasi tatap muka, dapat pula berupa tulisan dalam bentuk surat, email, chatting dan sebagainya apabila menggunakan komunikasi tidak langsung.

Proses penyampaian pesan dalam difusi adalah telaah tentang pesan-pesan yang berupa gagasan atau informasi baru.86 Karena pesan berupa hal-hal yang masih asing di telinga masyarakat maka biasanya akan menimbulkan beberapa risiko. Penerimaan dari diri masyarakat pun beragam dalam menanggapi informasi ini, ada yang menerimanya ada pula yang menolaknya, ada yang membutuhkan waktu cepat untuk mengadopsi informasi itu tetapi ada pula yang membutuhkan waktu lama. Proses penyampaian pesan early adopter kepada komuniknan, dalam penelitian ini, penulis membaginya menjadi dua sub bagian, yakni:

86

a) Proses Komunikasi Interpersonal

Proses komunikasi tatap muka sering juga disebut sebagai proses komunikasi primer, yakni penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media.87 Lambang adalah apa yang mampu menerjemahkan pikiran dan perasaan komunikator kepada komunikannya. Lambang dapat berupa bahasa, gestur, warna, isyaratat dan lain sebagainya, namun yang paling mudah dan sering digunakan manusia dalam berkomunikasi adalah lambang berupa bahasa.

Dalam proses penyebaran ide penangkaran Burung Jalak ini peneliti temui seluruh pemuka pendapat menyampaikan idenya kepada orang lain dengan lambang berupa bahasa, dan beberapa dengan isyarat. Jelas komunikasi yang disampaikan early adopter dalam penangkaran menggunakan proses komunikasi primer,berupa bahasa dan isyarat. Isyarat digunakan sang pelopor untuk mempraktikkan ilmunya langsung kepada komunikannya melalui beberapa contoh gerakan dalam proses penangkaran Burung Jalak. “Mereka yang berminat datang kesini, melihat di kandang, cara menjodohkan gimana, kandangnya gimana, cara meloloh anakan gimana, lihat jantan dan betinanya.”(Wawancara dengan early adopter Desa Sendang Lebak Pak Warsono, 5 Oktober 2015).

Proses penyampaian pesan ide penangkaran Burung Jalak oleh Pak Warsono tidak saja melalui cerita namun juga praktik langsung, agar para

87

komunikannya memahami dengan betul. Begitu pula cara Pak Bedjo dalam menggaet komunikannya untuk mengikuti menangkarkan Burung Jalak, pesan berupa kata-kata yang dilanjutkan dengan praktik langsung.“Ya hanya lihat aja tentang proses penangkaran burung, nantikan dari melihat mereka tahu semdiri.”(Wawancara dengan early adopter Desa Jimbung Pak Bedjo, 5 Oktober 2015)

Komunikasi interpersonal memungkinkan memberikan efek perubahan dan pembentukan sikap lebih besar kepada komunikannya dibanding penggunaan media massa.88 Hal ini karena memungkinkan komunikasi yang lebih intensif antara komunikator dengan komunikannya, karena langsung mampu terjadi umban balik pesan yang disampaikan. Penyampaian informasi yang dilakukan Pak Warsono dengan media komunikasi tatap muka memungkinkan beliau untuk lebih detail menceritakan seluk beluk penangkaran burung, sehingga langsung diketahui respon apa yang diberikan oleh komunikannya.

“Ada warga yang memulai percakapan dengan bertanya kepada saya, “Tamu yang datang kemarin siapa pak Bayan?” ya saya Jawab, orang beli burung, mereka tanya lagi, “Harganya berapa pak?” ya saya jawab lumayan lah, Tiga juta misalnya. Kemudian kan mereka pada tertarik, terjadi tanya jawab, akhirnya semuanya kan ingin mencoba.”(Wawancara dengan early adopter Desa Sendang Lebak Pak Warsono, 5 Oktober 2015).

Saluran komunikasi memegang peranan penting dalam proses pendifusian informasi kepada anggota sistem sosial, karena melalui saluran itulah dari sumber menyebar kepada anggota sistem lainnya. Penyampaian ide

88

penangkaran Burung Jalak di tengah-tengah masyarakat Jimbung dilakukan Pak Bedjo juga melalui saluran komunikasi interpersonal, melalui diskusi informal antar sesama anggota sistem sosial. “Itu secara tidak langsung pas saya mengadakan kumpulan, di pos ronda, atau tempat ada orang punya gawe, nanti mereka aktif tanya sama saya tentang seluk beluk penangkaran burung Jalak. Ya saya tanggapi dengan antusias, …”(Wawancara dengan early adopter Desa Jimbung Pak Bedjo, 5 Oktober 2015)

Karena peranan early adopter adalah spesifik menyebarkan informasi kedalam anggota sistem sosialnya, maka tidak begitu penting jika harus menggunakan komunikasi massa. Saluran komunikasi interpersonal lebih penting peranannya pada tahap persuasi.89 Karena keterbatasan feedback dari komunikan kepada komunikatornya dari saluran komunikasi massa, maka informasi yang tersampaikan pun biasanya bersifat to inform saja.

b) Proses Komunikasi Kelompok

Komunikasi Kelompok sebagai interaksi tatap muka dari 3 atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagai informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.90 Selain komunikasi interpersonal, early adopter juga menggunakan saluran komunikasi kelompok, meski sama-sama bertatapan muka, namun dalam komunikasi kelompok ini memiliki kelebihan pada

89

Ibid. hlm.121.

90

Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam Imam Rizaldy, Teori dan Model Komunikasi Kelompokhttp://www.geocities.ws/pr_pusing/teori-komunikasi-kelompok.html diakses pada 15 Februari 2016.

efektivitas yang lebih tinggi. Efektivitas terlihat dari ketersediaan feedback secara langsung dari beberapa komunikan sekaligus kepada komunikator. “Saya kan juga mendirikan arisan burung, nama organisasinya Kukilo Arto di Kampung sini, jadi yang dibuat arisan itu bukan uang, tapi Anakan Burung Jalak, saya juga dipercayai untuk menjadi ketuanya.” (Wawancara dengan early adopter Desa Sendang Lebak Pak Warsono, 5 Oktober 2015).

Komunikasi kelompok yang dilakukan Pak Warsono salah satunya adalah dengan media arisan burung yang diadakan di Desa Sendang Lebak. Komunikasi yang terjalin di dalamnya bersifat formal karena di dalam sebuah pertemuan yang sifatnya kelembagaan, yang di dalamnya terdapat beberapa struktur organisasi. “… tapi memang beliau dihormati disini sebagai orang yang dituakan, sesepuhnya gitu. Orang ketua arisan burung di Dusun ini juga kok. Yang jelas beliau (Pak Warsono) itu yang pertama kali disini, sebagai ahlinya lah kalau disini.”(Wawancara dengan early majority Desa Sendang Lebak, Pak Wijianto, 14 Oktober 2015).

Kedudukan Pak Warsono yang sebagai ketua dalam arisan burung di Desa Sendang Lebak merupakan posisi strategis untuk melancarkan penyebaran informasi penangkaran Burung Jalak di tengah-tengah masyarakat. “Secara tidak langsung arisan burung ini juga sebagai media kumpul sesama penangkar dan juga promosi untuk warga yang belum menangkarkan burung Jalak untuk ikut bagian.”(Wawancara dengan early adopter Desa Sendang Lebak Pak Warsono, 5 Oktober 2015).

Gambar 3.5 Penyuluhan program penangkaran burung Jalak bersama BKSDA di Dinas Kehutanan

Komunikasi kelompok dalam penangkaran burung ini, selain sebagai media edukasi bagi masyarakat juga sebagai perekat sosial antar anggota kelompok dan juga sebagai sarana tukar pendapat dalam setiap permasalahan yang dihadapi anggotanya.

C. Peran Early Majority Sebagai Komunikan dan Komunikator dalam