Bab IV ANALISIS YURIDIS PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP INVESTOR DI DALAM TRANSAKSI PERDAGANGAN
TRANSAKSI PERDAGANGAN OBLIGASI SECARA ELEKTRONIK
A. Proses Penyimpanan Obligasi Secara Elektronik
“penyelesaian transaksi bursa dapat dilaksanakan dengan penyelesaian pembukuan, penyelesaian fisik atau cara lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah”.
Cara lain tersebut dijelaskan dalam Penjelasan Pasal 55 ayat (1) huruf c, yaitu penyelesaian transaksi bursa secara elektronik atau cara lain yang mungkin ditemukan dan ditetapkan di masa datang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Penerapan C-BEST ini tercantum pula dalam peraturan PT. KSEI Tentang Jasa Kustodian Sentral, Lampiran Kep. Dir PT. KSEI No. Kep. 015/Dir/KSEI, pada angka 1.6.1 menyebutkan bahwa:
“Jasa Kustodian Sentral dilaksanakan melaui C-BEST yang terhubung dengan terminal komputer pemegang rekening dan atau sarana lain yang ditentukan oleh KSEI “.
Di dalam sistem perdagangan obligasi secara elektronik, perdagangan obligasi dilakukan dengan cara pemindah bukuan rekening efek (Book Entry Settlement) tanpa penyerahan fisik. Untuk itu seluruh obligasi akan dicatat dalam bentuk data elektronik dan akan di administrasikan ke dalam rekening efek.76 1. Pembukaan Rekening Obligasi di PT. KSEI
a. Pendaftaran Obligasi
75
Pasal 55 ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. 76
PT. KSEI, Peraturan PT. Kustodian Sentral Efek Indonesia tentang Jasa Kustodian Sentral, Keputusan Direksi PT. KSEI No. Kep-05/DIR/KSEI/0500 tentang Peraturan Jasa Kustodian Sentral, butir 3.1.1
1) Calon perusahaan terdaftar yang bermaksud menerbitkan Obligasi segera menghubungi PT. KSEI, u.p: Divisi Jasa Kustodian Sentral (Bagian Hubungan Pemakai Jasa), untuk memperoleh beberapa penjelasan mengenai pendaftaran Obligasi di KSEI.
2) Calon perusahaan terdaftar mengajukan permohonan pendaftaran obligasi melalui surat kepada KSEI.
3) PT. KSEI akan mengirimkan undangan kepada calon perusahaan terdaftar untuk bertemu dengan pihak PT. KSEI terkait dengan rencana pendaftaran obligasi yang akan didaftarkan di PT. KSEI. b. Kelengkapan Dokumen
Calon perusahaan terdaftar diwajibkan menyerahkan beberapa dokumen pendukung kepada KSEI, meliputi:77
1) Anggaran Dasar beserta perubahannya;
Anggaran Dasar yang diserahkan kepada KSEI adalah AD terakhir yang memuat keterangan mengenai kewenangan pengurus perseroan.
2) Akta susunan direksi dan komisaris terakhir;
3) Fotokopi identitas dari pejabat yang akan menandatangani perjanjian dengan KSEI;
4) Fotokopi NPWP yang terakhir; 5) Fotokopi surat keterangan domisili;
77
6) Surat kuasa dari direksi kepada pejabat berwenang yang ditunjuk untuk mewkili perusahaan terdaftar dalam berhubungan dengan KSEI; Kuasa tersebut umumnya diberikan kepada Coorporate Secretary dan atau pejabat terkait lainnya.
7) Fotokopi identitas (KTP), contoh (spesimen) tanda tangan dan paraf pejabat berwenang.
8) Fotokopi draft perjanjian perwaliamanatan (PWA) yang dibuat antara calon perusahaan terdaftar dan wali amanat. Dokumen- dokumen tersebut harus diserahkan kepada PT. KSEI, u.p: Divisi Jasa Kustodian Sentral (Bagian Pemakai Jasa) selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal penandatanganan perjanjian dengan KSEI.78
c. Pendaftaran Obligasi dalam Sistem KSEI (C-BEST)
KSEI akan mendaftarkan obligasi kedalam C-BEST setelah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tempat obligasi tersebut dicatatkan (listed) menerbitkan kode obligasi dan telah diterimanya formulir pendaftaran efek obligasi dan telah diterimanya formulir pendaftaran efek (obligasi) yang telah diisi secara lengkap oleh perusahaan terdaftar, yaitu selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja sebelum tanggal distribusi. BEI akan menerbitkan kode obligasi sesuai dengan jumlah seri obligasi yang diterbitkan perusahaan terdaftar.
d. Penjatahan (allotment)
78
Prosedur penjatahan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang disepakati perusahaan terdaftar dan penjamin emisi. Hasil penjatahan dibuat dalam bentuk rekapitulasi instruksi distribusi obligasi hasil IPO yang dibuat pada disket atau sarana elektronik lainnya sesuai dengan format MS Excel yang ditetapkan. Data hasil penjatahan harus terlebih dahulu disampaikan oleh penjamin emisi kepada KSEI utnutk diperiksa kebenaran mengenai pengisisan data pada format yang ditetapkan.79
2. Perjanjian Pendaftaran Obligasi di PT. KSEI
Hasil penjatahan (dalam bentuk hardcopy) yang telah diperiksa KSEI harus diserahkan oleh penjamin emisi kepada KSEI dengan menggunakan surat pengantar sesuai format yang ditetapkan.
Untuk distribusi hasil penjatahan tersebut, perusahaan terdaftar wajib menyampaikan surat pemberian instruksi distribusi obligasi secara elektronik kepada KSEI yang telah diberikan materai Rp. 6000,-. Instruksi dan hardcopy hasil penjatahan harus diserahkan kepada KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal distribusi obligasi secara elektronik.
Perjanjian-perjanjian dengan KSEI dilakukan secara terpisah (circular). Perjanjian yang telah ditandatangani akan menjadi salah satu dokumen pendukung yang harus disampaikan kepada Bapepam dalam rangka permohonan untuk memperoleh pernyataan pendaftaran atas penerbitan obligasi. Permohonan kepada
79 Ibid.
Bapepam umumnya dilaksanakan selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja setelah penandatanganan perjanjian-perjanjian tersebut.
Jika dalam jangka waktu 6 (enam) bulan dihitung sejak ditandatanganinya perjanjian pendaftaran obligasi dan agen pembayaran dengan KSEI efeknya belum tercatat di KSEI, maka perjanjian tersebut dinyatakan batal dan apabila lewat dari jangka waktu tersebut efeknya baru dicatatkan di KSEI, maka akan dibuat perjanjian baru.80
3. Perjanjian Agen Pembayaran
Agen pembayaran (paying agent) merupakan suatu pihak yang ditunjuk oleh emiten untuk melaksanakan tugas pembayaran baik mengenai bunga maupun mengenai pokok obligasi pada saat jatuh tempo. Agen pembayaran biasanya dirangkap oleh wali amanat yang berupa bank. Pertimbangan perangkapan ini semata-mata karena bank mempunyai pengalaman lebih dalam hal lalu lintas pembayaran.81
Agen pembayaran dalam melakukan tugas-tugasnya melakukan pembayaran menerima perintah dari emiten. Tapi perintah tersebut bukan kuasa. Bank dalam melakukan pembayaran kepada pemegang obligasi tidak bertindak mewakili
Perlu digarisbawahi di sini bahwa sebuah bank yang telah ditunjuk sebagai wali amanat kemudian juga bertindak sebagai agen pembayaran, bank tersebut tidaklah bertindak dalam kedudukannya sebagai wali amanat. Bank dalam kedudukannya sebagai agen pembayaran tidak memiliki wewenang sebagaimana seorang wali amanat.
80 Ibid.
81
emiten, sehingga karenanya tidak dapat dikatakan sebagai kuasa. Hubungan antara agen pembayaran dan emiten lebih tepat dikatakan sebagai hubungan pemberian jasa-jasa tertentu sebagaimanayang diatur dalam Pasal 1601 KUH Perdata Dalam hal ini agen pembayaran memberikan jasa perbankan dan menerima upah atas pemberian jasa tersebut.
Dalam perjanjian Agen Pembayaran biasanya diatur beberapa hal pokok antara lain penunjukkan sebagai agen pembayaran, ruang lingkup pemberian jasa, kewajiban agen dan emiten, imbalan jasa agen, dan penggantian agen.82
4. Penerbitan Sertifikat Jumbo Obligasi
Merupakan bukti atas penerbitan obligasi secara elektronik, Perusahaan terdaftar wajib menerbitkan Sertifikat Jumbo Obligasi yang akan disimpan di KSEI sampai dengan berakhirnya jangka waktu penerbitan obligasi tersebut.
Sertifikat Jumbo Obligasi ini tidak disyaratkan untuk dicetak pada security paper, cukup menggunakan kertas HVS atau kertas jenis lainnya dengan ukuran A4.
Sertifikat Jumbo Obligasi tersebut harus diberikan materai Rp 6.000,- dan dibubuhi tanda tangan asli dari pengurus perseroan yang berwenang mewakili perusahaan terdaftar sesuai anggaran dasarnya. Sertifikat Jumbo Obligasi harus diserahkan oleh Perusahaan Terdaftar kepada KSEI selambat-lambatnya 1 (satu) hari kerja sebelum tanggal distribusi obligasi secara elektronik, dengan menggunakan surat pengantar.
82
Jumlah Sertifikat Jumbo Oblligasi yang diterbitkan harus sesuai dengan jumlah seri obligasi yang diterbitkan Perusahaan Terdaftar yang dibuat sesuai format yang ditetapkan KSEI.
Apabila obligasi yang diterbitkan memuat ketentuan dan persyaratan amortisasi, dimana jumlah pokok obligasi akan menurun/berkurang sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, maka sertifikat jumbo yang digunakan harus memuat tabel amortisasi yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan sertifikat jumbo tersebut, sesuai format yang ditetapkan KSEI83