DENAH PT.KUSUMAHADI SANTOSA
5. Proses Produks
Dalam kegiatan produksinya PT. Kusumahadi Santosa mempunyai beberapa alur produksi. Meliputi kegiatan pemintalan (Spinning), tenun (Weaving), cetak (printing) & celup (dyeing), penyelesaian (finishing).
Pada tahun 1990 pada bagian pemintalan (Spinning) PT. Kusumahadi Santosa mengalami perluasan usaha, hal tersebut menjadi awal berdirinya PT. Kusumahadiputra Santosa. Dengan
spesialisasi produksinya adalah benang, yang merupakan bahan baku kain sebagai produk utama PT. Kusumahadi Santosa. Beberapa alur kegiatan produksi PT. Kusumahadi Santosa, yang meliputi pemintalan (Spinning), tenun (Weaving), cetak (printing) & celup (dyeing), penyelesaian (finishing).dijabarkan sebagai berikut :
a. Pemintalan (Spinning)
Pemintalan yakni kegiatan memproses bahan baku menjadi benang. Bahan baku pembuatan benang dibedakan menjadi dua yaitu :
1) Bahan Alami
Bahan alami disini berasal dari tumbuhan kapas, dengan memanfaatkan bunga kapasnya. Benang yang dihasilkan dari pemintalan kapas adalah jenis benang yang biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kain katun (cotton)
2) Bahan Sintesis
Bahan sintesis berasal dari serat rayon, yakni serat yang terbuat dari bahan sintetik. Benang yang dihasilkan dari pemintalan serat rayon adalah jenis benang yang biasa digunakan untuk pembuatan kain rayon.
Pada tahun 1990 pada bagian pemintalan (Spinning) PT. Kusumahadi Santosa mengalami perluasan usaha, hal tersebut
spesialisasi produknya adalah benang, yang merupakan bahan baku kain sebagai produk utama PT. Kusumahadi Santosa. Total produksi bagian spinning mencapai 24.000 ball per tahun, meliputi variasi benang cotton dan rayon.
b. Tenun (Weaving)
Tenun yaitu kegiatan memproses benang menjadi kain. Departemen weaving memiliki area kerja yang paling luas diantara departemen – departemen yang lainnya. Pada departemen weaving terbagi menjadi dua departemen, yaitu departemen weaving 1 dan departemen weaving 2. Kedua departemen weaving tersebut merupakan penghasil kain mentah, kain mentah tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut. Namun demikian kain mentah inipun dapat dijual tanpa diproses lagi, hal tersebut tergantung permintaan buyer. Yang menjadi perbedaan antara departemen itu adalah mesin yang digunakan untuk menghasilkan kain. Bila departemen weaving 1 menggunakan mesin Airjet Suthle Loom, maka depaertemen weaving 2 menggunakan Airjet untuk memproduksi kain. Dimana perbedaan kedua mesin tenun itu ialah pada tenaga penggerak, bila mesin Suthle Loom digerakkan dengan tenaga dinamo serta memiliki kecepatan dibawah mesin Airjet yang digerakkan dengan tenaga kompresor. Teknologi modern tersebut berasal dari jerman dan jepang dengan kontrol
kualitas yang memilliki standart tinggi. Departemen weaving memiliki 570 buah mesin yang meliputi kedua jenis mesin tersebut diatas, dengan kualitas dan kualifikasi kain yang dihasilkan sebagai berikut :
Tabel 3.2
Nama Mesin Weaving PT. Kusumahadi Santosa WEAVING 1
Tipe Mesin Lebar
Kain
Motif Kain Jumlah Mesin TOYODA GH-9 65” DOBBY 65 TOYODA GH-9 65” TAPPET 95 TOYODA GH-9 56” DOBBY 144 TOYODA GH-9 56” TAPPET 120 424 WEAVING 2
TSUDAKOMA AIRJET ZA 205i 75” CAM 96
TSUDAKOMA AIRJET ZA 209i 75” CAM 32
TSUDAKOMA AIRJET ZA 209i 75” DOBBY 18
146 Sumber : Administrasi PT. Kusumahadi Santosa Tahun 2010
Kegiatan weaving tersebut dapat dihasilkan varian kain yang bermacam – macam, mulai dari kain yang berbahan 100% cotton, 100% rayon, atau kombinasi antara kedua bahan tersebut. Dan kombinasi ini akan menghasilkan varian kain baru yang kualitasnya tergantung pada kapasitas kombinasi bahan.
Kapasitas departemen weaving mencapai 2.000.000 meter per bulan. Dari kapasitas yang dihasilkan inilah PT. Kusumahadi
pesanan. Hal ini dikarenakan, negara – negara pelanggan sedang mengalami masa yang ramai untuk pasar tekstile, khususnya pada musim panas tiba. Tekstile yang dihasilkan PT. Kusumahadi Santosa memiliki kualitas yang baik dan dirasa cocok dengan kondisi kulit mereka, karena banyak tekstile produksi dari perusahaan lain terkadang membuat kulit iritasi atau elergi terhadap bahan yang digunakan, ungkap salah satu konsumen.
c. Cetak (Printing) dan Celup (Dyeing)
Cetak dan celup yaitu memproses kain mentah menjadi kain bermotif ataupun polos berwarna. Proses ini menggunakan teknologi komputerisasi yang dijalankan oleh seorang teknisi. Prosesnya mulai dari pembuatan motif, menentukan detail serat yang akan diwarnai sampai proses cetak dan celup, kain dikeringkan dengan menggunakan mesin tertentu hingga kain benar – benar kering. Setelah itu, kain disimpan di dalam gudang printing dyeing dan siap untuk dipasarkan.
d. Penyelesaian (Finishing)
Penyelesaian yakni kegiatan memproses kain mentah menjadi kain jadi. Kegiatan ini meliputi pengolahan kain mentah (Grey) menjadi kain putih (Cambric) dengan bahan kimia. Pada departemen finishing ini tidak hanya memproses pemutihan kaun
produksi dari PT. Kusumahadi Santosa sendiri, tetapi juga melayani pemutihan kain yang berasal dari perusahaan lain. Dengan catatan seluruh biaya pemutihan ditanggung oleh perusahaan yang membutuhkan jasa tersebut. Biasanya untuk jasa pemutihan kain, telah diatur dalam surat kontrak yang telah disepakati antar kedua belah pihak perusahaan.
Pada dasarnya proses yang dilakukan pada semua jenis kain adalah sama yaitu proses utama baru kemudian dibedakan berdasarkan jenis kain masing – masing.
1. Proses bahan baku yaitu proses membakar serabut / bulu - bulu pada kedua permukaan kain untuk mendapatkan permukaan kain yang berkualitas bagus.
2. Proses penghilangan kanji yaitu proses menghilangkan kanji dan minyak pada kain.
3. Proses pemutihan dan pemasakan yaitu proses penghilangan kotoran (malam, lemak, protein, kadar abu dan pectin) yang disebabkan oleh pemintalan, pertenunan dan bagi zat- zat warna harus dibuang untuk mendapatkan warna putih murni yang menghasilkan efek pencelupan yang lebih tinggi.
4. Proses pencucian yaitu proses ini berfungsi untuk menghilangkan kadar air dalam bahan dengan pemasakan.
5. Proses pencelupan warna yaitu proses ini untuk menghendaki warna yang diinginkan dengan jalan mencelupkan kain putih dengan warna yang dikehendaki.
6. Proses backing yaitu kain celup dilewatkan pada ruang – ruang panas agar terjadi ikatan warna yang kuat dengan kainnya.
7. Proses pad resin yaitu tujuannya untuk mendapatkan sifat – sifat kain dengan mesin stenser.
8. Proses garing yaitu proses pengeringan kain.
Tujuan proses ini untuk mematangkan dan membangkitkan warna. Setelah proses utama berubah dibagi menurut jenis kainnya yaitu :
1) Jenis prima / primasima printing yaitu setelah dari proses utama kemudian dikembalikan dengan menggunakan mesin stenser baru diproses dengan mesin printing.
2) TC PUTIH / rayon yaitu setelah proses utama kain langsung dimasukkan mesin stenser untuk melakukan proses finishing. 3) Polyster 100% celup yaitu kain ini setelah proses utama
langsung dicelupkan pada mesin Jet Drying kemudian dimasukkan kedalam mesin stenser untuk melakukan finishing. 4) Cutton / rayon celup jingger yaitu kain ini setelah melalui proses
utama kemudian dicelup pada mesin jingger, baru dikeringkan. Setelah itu dilakukan proses finishing pada mesin stenser.
B. Pembahasan
1. Laporan Magang Kerja