VI. HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Analisis Aspek Non Finansial
6.1.2.3 Proses Produksi
Adapun rangkaian kegiatan proses produksi yang akan dilakukan oleh tenaga kerja di Kumbung Jamur D & D adalah sebagai berikut :
a) Pembuatan Media Taman
Bahan baku utama yang diperlukan untuk membuat baglog yaitu serbuk
kayu, dedak, tepung jagung/menir jagung, dan kapur. Serbuk gergaji yang digunakan yaitu dari jenis kayu yang tidak mengandung getah. Kemudian bahan baku tersebut dicampur secara merata dengan komposisi bahan disesuaikan dengan kebutuhan. Kompisisi substrat tanaman jamur ditunjukkan dalam Tabel 14.
Tabel 14. Kompisisi Substrat Tanaman Jamur Kumbung Jamur D & D
No. Bahan Baku Formulasi (%)
1 Serbuk kayu 80
2 Dedak 16
3 Tepung jangung/Menir jangung 2
4 Kapur 2
Sumber : Pemilik Kumbung Jamur D & D
Semua bahan baku tersebut dicampur menggunakan sekop dan ditambah dengan air kemudian dikomposkan selama 12 jam. Proses pengomposan ini
57 dimaksudkan untuk menguraikan senyawa-senyawa kompleks dalam bahan-bahan dengan bantuan mikroba, sehingga senyawa-senyawa yang lebih sederhana mudah dicerna oleh jamur. Tahap berikutnya yaitu pengisian bahan baku. Pengisian bahan baku ini dilakukan secara manual ke dalam plastik tahan berukuran 17x35 centimeter. Pengisian dilakukan secara manual sampai media terisi padat, dimaksudkan agar pertumbuhan bibit yang ditaman pada media tersebut dapat merata. Setelah media dipadatkan kemudian diikat dengan karet.
b) Sterilisasi
Sterilisasi baglog bertujuan untuk menghambat pertumbuhan semua jasad
hidup yang mungkin terbawa bersama bahan baku. Alat sterilisasi yang digunakan
oleh Kumbung Jamur D & D yaitu steamer yang terbuat dari plat baja dan mampu
menghasilkan uap air panas bertekanan tinggi, dengan temperatur 120 derajat celcius. Bagian dalam steamer dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian bawah untuk tempat air yang akan dipanaskan dan menghasilkan uap air panas dan bagian atas untuk tempat log yang akan disterilkan. Proses sterilisasi memakan waktu 5 sampai 6 jam, kemudian proses pendinginan yang merupakan upaya menurunkan suhu media tanam setelah disterilkan agar bibit jamur yang akan
dimasukan ke dalam baglog tidak mati. Pendinginan dilakukan selama semalam
atau 12 jam sebelum dilakukan inokulasi. c) Inokulasi
Inokulasi merupakan proses kegiatan pemindahan sejumlah kecil miselium jamur tiram putih dari biakan induk ke dalam media tanam yang telah disediakan. Dalam proses inokulasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu masalah kebersihan meliputi kebersihan alat, tempat dan orang yang melakukan inokulasi.
Peralatan inokulasi yang digunakan yaitu sendok makan dan baglog yang harus
disterilkan menggunakan alkohol 70 persen dan lampu spritus. Semua alat yang digunakan dalam inokulasi dibilas kedalam larutan alkohol 70 persen kemudian dinyalakan beberapa saat. Ruangan yang dipakai untuk inokulasi merupakan ruangan yang tidak sering dilalui orang dan sebelum digunakan ruangan harus disterilkan terlebih dahulu dengan menggunakan alkohol. Selain ruangan dan media tanam, orang yang akan melakukan inokulasi pun harus mensterilkan
58 tangan dengan cara mencuci menggunakan alkohol dan mengenakan pakaian yang bersih.
Cara melakukan inokulasi adalah dengan memasukkan bibit jamur tiram
kedalam media/baglog. Setelah media terisi bibit, pada bagian leher plastik
ditutup dengan menggunakan karet. Penutupan media dimaksudkan untuk menciptakan kondisi yang baik bagi pertumbuhan miselia jamur, karena miselia jamur tumbuh baik pada kondisi yang tidak terlalu banyak oksigen.
d) Inkubasi
Proses inkubasi dilakukan dalam ruangan bersuhu kamar atau sekitar 22 sampai 28 derajat celcius. Proses ini dilakukan selama 30 hari hingga tampak
miselium berwarna putih yang memenuhi bagian baglog secara merata.
e) Pemeliharaan
Baglog jamur tiram putih yang dapat dipindahkan ke ruang perawatan
adalah baglog yang telah dipenuhi dengan miselium. Pertumbuhan tubuh buah
awal umumnya ditandai dengan adanya bintik-bintik serat berwarna putih yang makin lama makin membesar dan dalam selang waktu beberapa hari akan tumbuh jamur kecil dan dapat dipanen dengan cara dipetik langsung apabila ukurannya sudah cukup besar.
Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur sampai panen yaitu antara 26 sampai 28 derajat celcius. Selama pertumbuhan tubuh buah, kelembaban udara diatur sekitar 90 persen karena apabila kurang dari 90 persen media akan mengering. Kelembaban udara selama pertumbuhan tubuh buah dapat tetap dipertahankan yaitu dengan menyiram lantai dan pengabutan. Sirkulasi udara di dalam kumbung juga perlu diperhatikan. Ketika dalam tahap miselium, jamur tidak memerlukan banyak oksigen. Namun, ketika jamur semakin berkembang, kebutuhan oksigennya juga semakin meningkat. Selain itu, kadar karbondioksida juga dapat mempengaruhi pembentukan tubuh buah jamur. Adanya karbondioksida dapat menyebabkan pemanjangan tubuh buah atau etiolasi. Karena itu sirkulasi udara perlu diatur dengan cara membuka jendela kumbung secara rutin selama 1-2 jam sehari.
59 f). Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama pengganggu yang mengganggu di Kumbung Jamur D & D yaitu serangga. Penanganannya pun tidak terlalu rumit hanya memasang perangkap serangga di rak-rak jamur.
Selain hama, jamur juga dapat terserang penyakit yang disebabkan oleh
fungi, bakteri, dan virus. Hal ini hanya dapat dicegah dengan memperhatikan
kebersihan para pekerja. Selain itu setiap tahapan dilakukan dengan steril. Baglog
dan jamur yang terserang langsung dipisahkan dan dibakar agar penyakit tidak
menular kepada baglog dan jamur yang lain.
g). Panen dan Pascapanen
Panen dilakukan setelah pertumbuhan jamur mencapai tingkat optimal, yaitu cukup besar tetapi belum maksimal. Panen jamur dilakukan dengan cara
mencabut seluruh jamur hingga bagian pangkal jamur yang terdapat pada baglog
dengan menggunakan gunting. Bagian lubang baglog harus bersih dari sisa jamur
yang lama agar tidak terjadi pembusukan yang dapat menghambat pembentukan jamur baru. Panen dilakukan pada pagi hari dan didiamkan sekitar satu jam untuk mengurangi kadar air dalam jamur. Hal tersebut dilakukan agar jamur tidak mudah rusak saat pengemasan.
Kegiatan pasca panen yang dilakukan berupa membersihkan jamur dari
kotoran dan memotong akar jamur yang kotor dengan menggunakan cutter. Jamur
yang telah bersih ditimbang dan dikemas dalam kantong plastik dengan kapasitas 5 kg.