BAB IV HASIL PENELITIAN
4.1. Gambaran Umum Perusahaan
4.1.7. Proses Produksi
Pabrik Kelapa Sawit PT. Salim Ivomas Pratama Tbk, Sungai Dua menghasilkan CPO (Crude Palm Oil) atau minyak kelapa sawit sebagai hasil utama dan inti sawit sebagai hasil sampingan. Untuk menghasilkan CPO dan inti sawit terdapat 10 stasiun kerja yang terkait yaitu stasiun loading ramp, stasiun bantingan, stasiun perebusan (sterilizer), stasiun penebah (hoisting crane), stasiun
kempa (press), stasiun klarifikasi, stasiun kernel, stasiun ketel uap (boiler), stasiun kamar mesin dan stasiun water treatment.
1) Loading Ramp
Fungsi dari stasiun ini adalah sebagai tempat penampungan TBS untuk beberapa saat sambil menunggu proses awal dari pengolahan dan tempat proses sortasi TBS. TBS kemudian diletakkan ke dalam pintu-pintu kompartement untuk seterusnya dimasukkan ke dalam lori.
2) Stasiun Perebusan
Tandan buah dan berondolan yang telah disortasi di stasiun loading ramp akan diangkut oleh lori dan direbus di dalam sterilizer. Sterilizer adalah bejana uap yang digunakan untuk merebus TBS. Sterilizer yang ada pada PKS PT. Salim Ivomas Pratama Tbk, Sungai Dua sebanyak 3 unit dengan kapasitas masing-masing sebesar 11 lori (45 ton). Tujuan dilakukannya proses perebusan adalah sebagai berikut :
1. Mensterilkan tandan dan menonaktifkan enzim lipase untuk mencegah larutnya asam lemak bebas.
2. Memudahkan berondolan lepas dari tandan sebelum pemisahan mekanik.
3. Mempersiapkan kemudahan pelepasan inti dari cangkang dengan mengurangi daya rekat keduanya, serta mengeringkan inti sawit.
4. Mengurangi kadar air pada buah.
Proses perebusan atau sterilization dilakukan dengan sistem perebusan tiga puncak. Puncak pertama dan kedua berlangsung selama 15 menit dan puncak ketiga selama 60 menit.
3) Stasiun Bantingan (Thresher)
Thresher berfungsi untuk memisahkan buah dari janjangannya dengan cara membanting tandan buah segar (TBS) ke dalam drum thresher. Thresher ini berupa drum silinder panjang yang berputar secara horizontal dengan kecepatan putar 21 rpm. Drum dirancang dengan kisi–kisi yang berfungsi untuk meloloskan berondolan. Thresher ini berkapasitas 30 ton/jam.
Stasiun Threshing terdiri dari beberapa bagian alat atau mesin dan dalam proses pengoperasiannya sangat berkaitan satu sama lain. Maksud dan tujuan desain dari pada stasiun ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk melepaskan buah (tandan buah segar yang sudah direbus) dengan tandannya dengan sistem bantingan.
2. Untuk menjaga kestabilan/pemerataan secara kontinu agar kapasitas pengolahan Tandan Buah Segar dapat tercapai sesuai desain pabrik dengan pengoperasian hoist cycle, rpm auto feeder maupun supervisi yang benar.
3. Menjaga oil loss maupun kernel loss seoptimal mungkin agar berada dibawah target/parameter yang sudah disepakati perusahaan.
4. Jadi, kapasitas desain saja tidaklah cukup untuk mendapatkan tujuan di atas tanpa kesatuan sistem pengoperasian alat yang benar pada stasiun ini maupun dukungan dari stasiun-stasiun lainnya.
4) Stasiun hoisting crane
Stasiun hoisting crane (penebah) adalah tahapan pemipilan berondolan sawit dari tandannya. Prinsip penebahan adalah memutar dan membanting-banting bahan dalam mesin penebah. Lori yang berisi tandan buah dan berondolan
sawit masak diangkat menggunakan hoisting crane oleh seorang operator hyskrane kemudian dituangkan ke dalam thresher atau mesin penebah.
5) Stasiun Press
Stasiun press merupakan stasiun utama dalam proses pemisahan minyak dari sabut dan inti buah kelapa sawit. Pada stasiun ini, terdapat dua proses penting yaitu digestion dan pressing.
Digestion merupakan proses pelumatan dan pelepasan daging buah dari biji kelapa sawit. Alat yang digunakan adalah digester. Pada digester terdapat 6 pasang pisau yang terdiri dari 1 pasang pisau pelempar dan 5 pasang pisau pengaduk.
Setelah proses digestion, tahap selanjutnya adalah pressing. Tahap ini merupakan pemisahan minyak dari daging buah yang telah dilumatkan pada proses digestion. Pada proses ini, bubur yang terdiri atas minyak, serat dan biji akan dikempa secara padat ke segala arah sehingga minyak akan terlepas dari ampas. Dari proses ini diperoleh minyak kasar, serat dan biji.
6) Stasiun Klarifikasi
Stasiun ini berperan dalam pemurnian minyak kasar yang diperoleh dari hasil stasiun sebelumnya. Masukan dari stasiun ini adalah minyak kasar yang berasal dari stasiun pengempaan. Partikel-partikel halus dalam minyak kasar disaring menggunakan vibrating screen dengan dua tingkat saringan. Minyak yang sudah disaring kemudian diendapkan untuk memisahkan minyak dengan lumpur. Minyak murni disimpan pada storage tank atau tangki penimbunan minyak. Tangki timbun yang digunakan sebanyak 3 unit dimana 2 unit tangki
masing-masing berkapasitas 500 ton dan 1 tangki berkapasitas 950 ton, sedangkan lumpur akan dialirkan ke kolam penampungan limbah.
7) Stasiun Pabrik Biji (Kernel)
Pabrik biji berfungsi sebagai tempat untuk memisahkan kernel dan cangkang, untuk menghasilkan inti sawit dengan mutu sesuai dengan standar yang ditetapkan. Biji dan serat yang berasal dari stasiun pengempaan akan dipisah menggunakan depericarper. Biji yang masih mengandung serabut akan dibersihkan serabutnya menggunakan mesin polishing drum. Kemudian biji akan dipecah menggunakan ripple mill. Cangkang yang sudah terpisah dari inti akan dialirkan menuju boiler untuk dijadikan bahan bakar, sedangkan inti akan ditampung dan dikeringkan di silo inti. Pengeringan dilakukan selama 12-14 jam.
Inti yang telah dikeringkan akan ditampung di kernel storage. Inti sawit ini kemudian dikemas dan diangkut ke pengolahan inti sawit di PKS Bangko.
8) Stasiun Boiler (Ketel Uap)
Ketel uap merupakan suatu alat konversi energi yang merubah Air menjadi Uap dengan cara pemanasan dan panas yang dibutuhkan air untuk penguapan diperoleh dari pembakaran bahan bakar pada ruang bakar ketel uap. Uap (energi kalor) yang dihasilkan ketel uap dapat digunakan pada semua peralatan yang membutuhkan uap di pabrik kelapa sawit, terutama turbin. Turbin disini adalah turbin uap dimana sumber penggerak generatornya adalah uap yang dihasilkan dari ketel uap.
Selain turbin alat lain di pabrik kelapa sawit yang membutuhkan uap seperti di sterilizer (Alat untuk memasak TBS) dan distasiun pemurnian minyak
(Klarifikasi), oleh karena itu kualitas uap yang dihasilkan harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dipabrik kelapa sawit tersebut. karena jika tidak akan mengganggu proses pengolahan dipabrik kelapa sawit.
Agar kualitas uap yang dihasilkan dari ketel uap sesuai dengan yang diinginkan/dibutuhkan maka dibutuhkan sejumlah panas untuk menguapkan air tersebut, dimana panas tersebut diperoleh dari pembakaran bahan bakar di ruang bakar ketel. Untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna didalam ketel maka diperlukan beberapa syarat, yaitu:
1. Perbandingan pemakaian bahan bakar harus sesuai (cangkang dan serabut).
2. Udara yang dipakai harus mencukupi.
3. Waktu yang diperlukan untutk proses pembakaran harus cukup.
4. Panas yang cukup untuk memulai pembakaran.
5. Kerapatan yang cukup untuk merambatkan nyala api
Dalam hal ini bahan bakar yang digunakan adalah serabut dan cangkang, Adapaun alasan mengapa digunakan serabut dan cangkang sebagai bahan bakar adalah :
1. Bahan bakar cangkang dan serabut cukup tersedia dan mudah diperoleh dipabrik.
2. Cangkang dan serabut merupakan limbah dari pabrik kelapa sawit apabila tidak digunakan.
3. Nilai kalor bahan bakar cangkang dan serabut memenuhi persyaratan untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan.
4. Sisa pembakaran bahan bakar dapat digunakan sebagai pupuk untuk tanaman kelapa sawit.
5. Harga lebih ekonomis.
9) Stasiun Kamar Mesin
Secara umum, sumber energi yang digunakan PKS PT. Salim Ivomas Pratama Tbk, Sungai Dua untuk menggerakkan mesin-mesin dan peralatan dalam jumlah besar ada tiga, yaitu PLN, ketel uap (boiler) dan diesel genset. Sumber utama yang digunakan untuk proses pengolahan adalah listrik yang dihasilkan oleh boiler. Apabila boiler tidak mampu untuk proses pengolahan, maka diesel genset pada stasiun kamar mesin akan dioperasikan. Sedangkan listrik PLN biasanya digunakan untuk kebutuhan kantor.
10) Stasiun Water Treatment
Stasiun water treatment merupakan salah satu sarana pendukung yang terdapat di PKS PT.Salim Ivomas Pratama Tbk, Sungai Dua. Water Treatment adalah stasiun pengolahan air yang digunakan untuk mendukung kelancaran proses produksi. Air yang digunakan berasal dari waduk yang kemudian dipompa.
Sebelum operasi perlu diperhatikan beberapa hal seperti : a. Pemeriksaan Pompa
1. Check alat berikut perangkat pendukungnya, (pastikan dalam kondisi baik dan siap dioperasikan).
2. Pastikan tidak ada kebocoran atau sumbat pada pipa dan tangki.
3. Merekap Flow meter pada setiap pagi untuk perkiraan penggunaan air.
4. Periksa kondisi pompa dan motor dalam keadaan baik.
5. Pastikan kawasan lingkungan bahan kimia bersih b. Pengoperasian Mesin
1. Hidupkan Genset Hydrant setiap pagi selama 10 menit dan pastikan genset dalam kondisi siap pakai.
2. Hidupkan pompa air dari waduk ke tangki Clarifier, dan nyalakan pompa chemical.
3. Gunakan chemical sesuai dengan dosis yang telah ditentukan oleh pihak laboratorium.
4. Pastikan air dari tangki Clarifier menuju ke Water Basin bersih dan jernih.
5. Pastikan level air pada Water Basin aman dan matikan pompa air dari waduk ke tangki Clarifier apabila air di Water Basin sudah overflow.
6. Pastikan Sand Filter dalam kondisi baik dan lakukan backwash 3 jam sekali atau sesuai kondisi.
7. Pastikan level air pada tangki tower selalu penuh.
8. Pastikan pengaturan air untuk proses dan domestik sudah sesuai dengan ketentuan dari perusahaan.
4.2. Karakteristik Responden Pabrik Kelapa Sawit