BAB II DESKRIPSI RITUAL KANJAN SERAYONG
2.6 Ritual Kanjan Serayong
2.6.2 Proses Ritual Kanjan Serayong
2.6.2.1Menyimak Tihang Sandung
Menyimak Tihang Sandung adalah Menyimah (melumuri)
Tihang Sandung dengan darah ayam dan darah kura-kura, kemudian bulu dibagian leher ayam yang akan dipotong dicabuti. Menyimak Tihang Sandung dilaksanakan apabila ritual yang akan dilaksanakan adalah ritual menyandung atau Sandong. Khusus untuk ritual Tambak
tidak menggunakan ritual MenyimakTihang.
Menyimak Tihang Sandung dilaksanakan apabila ritual yang akan dilaksanakan adalah ritual menyandong, karena menyadong jenazah dibuatkan tempat yang lebih tinggi berbentuk rumah ukuran kecil. Menyimak Tihang ini dilakukan supaya kayu yang menopang rumah kecil tempat jenazah kuat, tidak mudah lapuk dalam waktu
yang lama serta supaya arwah bisa tenang, bisa diterima di alamya, dan yang masih hidup tidak ada cekcok selama ritual berlangsung.
Dalam ritual Sandung bila tidak diikuti dengan ritual
Menyimak Tihang Sandung akan ada musibah yang dialami oleh keluarga yang masih hidup dan jenazah yang disandong tidak bisa diterima dialamnya. Khusus untuk ritual Tambak tidak menggunakan ritual Menyimak Tihang, karena ritual Tambak hanya membuatkan sebuah replika berbentuk rumah kecil yang akan di letakan di atas kuburan jenazah yang akan dibuatkan ritual KajanSerayong.
2.6.2.2Mematik Tambiring
Mematik Tambiring adalah melakukan ritual menggantung Ancak Koncik (sejenis sesaji) oleh seorang Batara (dukun) lengkap dengan isinya kemudian meneteskan Tuak (minuman khas orang dayak) ke tanah sambil membaca mantra dengan bahasa yang susah untuk dimengerti. Secara bersamaan di Natar,Batara yang lain juga melaksanakan ritual.
Mematik Tambiring dilakukan oleh seorang Batara. Mematik Tambiring adalah melakukan ritual menggantung atau menyimpan Ancak (sejenis sesaji) di kedua ujung kampung untuk memberi roh halus makanan supaya tidak mengganggu proses berjalannya ritual Kanjan Serayong. Dengan melakukan ritual Mematik Tambiring maka diyakini para roh jahat tidak akan mengganggu berjalannya ritual Kanjan Serayong karena para roh sudah mendapat bagian dengan segala isi ancak yang sudah disiapkan.
Bila Mematik Tambiring ini tidak dilakukan ritual Kanjan Serayong
tidak bisa berjalan dengan lancar, seperti akan terjadi kesalahan berulang-ulang dalam proses ritual dan bisa memakan korban jiwa. MematikTambiring
mempunyai pengaruh yang besar dalam ritual KanjanSerayong dan Mematik Tambiring wajib dilakukan dalam ritual Kanjan Serayong biar ritualnya bisa berjalan lancar.
2.6.2.3Melanggaran Bulen
Melanggaran Bulen merupakan ritual menjemput para pembuat
Sandung dan Tambak yang berada di luar kampung. Selesai Melanggaran Bulin, Gamelan dan Tabuhan kanjan terus dimainkan mengiringi orang-orang menari, terutama muda-mudi yang menarikan tarian dansai.Tabuhan Kanjan Serayong tidak boleh dihentikan dan harus dimainkan sepanjang malam.
Menjemput para pembuat Tambak dan Sandong supaya pembuat
Tambak dan Sandong tidak tersesat dalam hutan, karena membuat Tambak
dan Sandong harus dilakukan dalam hutan. Membuat Sandong dan Tambak
harus di hutan karena tidak semua kayu bisa di jadikan tempat jenazah, karena kayunya merupakan kayu pilihan maka pembuat Sandong dan Tambah
harus pergi mencari kayu ke dalam hutan.
Membuat tempat jenazah harus dilakukan di hutan, bila dilakukan di rumah maka, orang yang membuat tempat jenazah akan mendapat petaka. Petaka tersebut bisa membuat orang celaka dan terluka. Karena, kayu yang digunakan dapatnya dari hutan maka tempat jenazahnya harus dibuat di hutan setelah tempat jenazahnya selesai baru dibawa ke Natar. Selesai melanggaran
bulin, gamelan dan tabuhan kanjan terus dimainkan mengiringi orang-orang menari, terutama muda-mudi yang menarikan tarian dansai. Tabuhan kanjan tidak boleh dihentikan dan harus dimainkan sepanjang malam.
2.6.2.4Penyerahan Palawat
Kelompok masyarakat yang tergabung dalam wilayah kampung setempat akan menyerahkan Palawatan (bantuan) berupa, beras, tuak, babi, ayam, umbut kelapa, dan bahan untuk kosumsi lainya pada hari kedua. Bahan-bahan kosumsi tersebut akan diserahkan seorang juru bicara pada pihak keluarga duka.
Penyerahan palawatan(bantuan) pada hari kedua setelah acara dimulai, karena hari pertama khusus untuk mempersiapkan keperluan dan peralatan yang berhubungan dengan jenazah. Palawatan tidak diserahkan kepada orang yang mengadakan ritual Kanjan Serayong karena sudah ada orang yang dipilih untuk menerima Palawatan. Untuk penemenerima
Palawatan sudah ditetapkan orang yang telah dipilih melalui musyawarah, tugas untuk menerima Palawatan ini tidak semua orang bisa melakukannya, karena orang yang dipilih harus mengerti tentang hukum adat terutama mengerti tentang tatacara kematian. Tidak semua Palawatan diterima oleh orang yang sudah dipilih, Palawatan juga bisa diterima langsung oleh keluarga jenazah. Palawatan yang diterima oleh orang yang sudah dipilih bila
Palawatan tersebut dari tamu karena, tamu adalah orang harus dihormati maka tamu harus diperlakukan sebaik mungkin. Sedangkan orang yang mengadakan ritual Kanjan Serayong hanya konsentrasi mengurus yang
berhubungan dengan jenazah dan untuk urusan yang lainnya sudah ada yang mengurusnya.
2.6.2.5Manungkung Garung (Memotong Kayu)
MenungkongGarung merupakan ritual khusus untuk para tamu. Tidak semua tamu disambut dengan ritual Menukung Garung, hanya tamu-tamu terhormat dan memiliki kedudukan yang tinggi di kampungnya atau wilayahnya yang disambut dengan ritual Menungkung Garung. Ritual
Menungkung Garung ini dilakukan sebagai ungkapan rasa hormat yang mengadakan ritual Kanjan Serayong terhadap tamu yang diundangnya, karena sudah bersedia datang untuk ikut melaksakan ritual KanjanSerayong.
Garung (kayu) dipasang menghalangi di pintu gerbang masuk di kedua ujung kampung. Tamu undangan yang datang akan disambut dan dijemput dua atau empat pasang penari yang menarikan tarian khas Dayak. Para penari akan menaburkan bunga kepada tamu sebagai ungkapan selamat datang.
Garung (kayu) yang dipasang menghalangi gerbang dipotong oleh
Angsang, setelah putus para tamu undangan diiringi oleh para penyambut tamu berjalan menuju Natar. Para tamu akan dijamu dengan SirihPinang dan minum Tuak. Sambil berbincang-bincang tamu akan menyerahkan palawatan
2.6.2.6Me’alap Tulang
Me’alap Tulang adalah mengambil tulang ditempat pembakaran.
Domong dan bukan keluarga orang yang akan dikanjankan bertugas mengambil tulang jenazah yang telah dibakar. Tulang-tulang yang diambil diletakan ditempat yang sudah disediakan. Tempat tulang jenasah itu disebut
Kampit Hansil yang dibungkus dengan kain kuning, Kampit Hansil itu dibawa dengan cara digendong di depan oleh seorang Domong.
Me’alap Tulang tidak dilakukan oleh keluarga jenazah, karena keluarga menyiapkan segala keperluan di rumah duka. Tulang jenazah dibungkus dengan kain kuning menandakan masa Berkabung atau masa berpantang mulai dilepas. Cara menggendong tulang jenazah juga tidak boleh sembarangan dan salah bila terjadi kesalahan maka ritul Kanjan Serayong
tidak bisa berjalan dengan lancar.
Gamalan (gong) kecapang hantu akan dibunyikan untuk mengiringi
Domong membawa tulang dari tempat pembakaran menuju ke Tetaruk
(bangsal khusus untuk meletakan tulang). Di Tetaruk tulang akan diletakan di dalam Kelambu Hantu kemudian tulang yang ada di dalam kampit disirami dengan air Akar dan Jejamuan (ramuan)lainya supaya tulang yang yang tidak hancur bisa menjadi bersih.
2.6.2.7Memutus Bulen
Selesai acara me’alap(mejemput) tulang dan penyemanyaman tulang di kelambu hantu, acara akan dilanjutkan dengan ritual berupa tarian. Tarian
itu disebut Memutus Bulin, tarian ini akan dibawakan oleh domomng, batara, dan keluarga yang ikut bergabung. Kemudian tulang yang akan disandung dibawa naik ke atas pelataran untuk disemanyamkan ke dalam sandung yang disebut ma’ujang. Bila pada ritual Sandong dilakukan ma’unjang, maka pada ritual Tambak akan dilakukan Mengantar Tambak (mengantar tambak kekuburan).
Setelah ritual MemutusBulen, tarian masal atau berdansai sudah tidak dilakukan lagi, karena akan ada tarian liar seperti tarian mengayunkan mandau dan bersilat. Tarian ini hanya dilakukan oleh orang tua saja karena anak muda dianggap belum terlalu bisa untuk melakukannya serta anak muda emosinya belum stabil dan bisa membayakan orang.
2.6.2.8Pantang Kasau
Pantang Kasau adalah menyemayamkan jenazah untuk terakhir kalinya. Bila jenazah di Sandong maka jenazah diunjang(menyimpan) ke Sandong yang sudah disiapkan dan kalau jenazah ditambak maka jenazah disimpan di atas kuburan tempat jenazah pernah dikuburkan. Setelah melakukan Pantang Kasau orang yang mengantar jenazah ke kuburan dan orang yang Ma’unjang abu jenazah tidak boleh kembali ke kuburan dan ketempat Ma’unjang abu jenazah lagi, karena Pantang Kasau merupakan akhir dari proses ritual Kanjan Serayong dan yang masih hidup sudah mengiklaskan kepergian keluarganya yang meninggal serta urusan antara hidup dan mati sudah selesai. Masa berdukapun tidak ada lagi, antara yang hidup dengan yang sudah mati dianggap sudah mempunyai kehidupan
masing-masing. Keluarga yang mati dianggap sudah tenang di alamnya. Keluarga yang masih hidup akan terus melanjutkan kehidupan mereka
Setelah Ma’unjang dan memasar tambak orang yang kembali dari pelantaran dan kuburan akan langsung menuju ke rumah acara dan tidak akan kembali ketentaruk dan natar lagi. Bagian ritual ini disebut Pantang Kasau, bagian ini akan diiringi tarian dan gamalan Kanjan Serayong. Selesai tarian
Pemantang Kasau akan dilanjutkan dengan suasana riang gembira. Menandakan bahwa semua acara menganjan telah selesai.