H. Proses Pengasapan 1. Tujuan
I. Proses Sortasi 1. Tujuan
Proses sortasi ini bertujuan untuk menentukan kualitas dari masing-masing sheet dari yang memenuhi standar RSS 1, RSS II, RSS IV, cutting, cutting kapuk. Selain itu sortasi berjuan untuk memisahkan lembaran sheet yang matang dengan lembaran sheet yang kurang matang (cutting).
2. Dasar Teori
Setelah diasapi dan dikeringkan smoked sheet harus diseleksi atau disortasi. Ini penting karena menyangkut mutu yang dihasilkan untuk menentukan harga jualnya. Dalam satu pak atau bandela tidak boleh digabungkan smoked sheet yang berlainan mutunya karena bisa merusak kepercayaan serta hubungan bak dengan pembeli.
Meja sortasi dari kaca berwarna susu dengan dinding di sebelah bawah yang berwarna putih membentuk sudut 45° dapat digunakan untuk pemeriksaan. Cahaya sewaktu melakukan pengontrolan harus cukup dan mengenai dinding putih. Bila ruangan gelap, dapat digunakan cahaya dari lampu listrik. Yang dikontrol terutama adalah kotoran-kotoran dan gelembung-gelembung udara. Selain itu juga diperiksa ketebalan, panjang, lebar, serta warna smoked sheet yang dihasilkan (Nazaruddin dan Paimin
Proses sortasi dilakukan secara visual berdasarkan warna, kotoran, gelembung udara, jamur dan kehalusan gilingan yang mengacu pada standard yang terdapat pada SNI 06-0001-1987. Secara umum sit diklasifikasikan dalam mutu RSS 1, RSS 2, RSS 3, RSS 4, RSS 5 dan Cutting. Cutting merupakan potongan dari lembaran sheet yang terlihat masih mentah (Anonim, 2010).
Tabel 1. SNI 06-0001-1987 Conventional Rubber.
Grade Kriteria/Kelas Mutu
RSS I Kelas ini harus memenuhi persyaratan yaitu, sit yang dihasilkan harus benar -benar kering, bersih, kuat, tidak ada cacat, tidak berkarat, tidak melepuh serta tidak ada benda-benda pengotor. Jenis RSS 1 tidak boleh ada garis-garis pengaruh dari oksidasi, sit lembek, suhu pengeringan terlalu tinggi, belum benar-benar kering, pengasapan berlebihan, warna terlalu tua serta terbakar. Bila terdapat gelembung-gelembung berukuran kecil (seukuran jarum pentul) masih diperkenankan, asalkan letaknya tersebar merata. Pembungkusan harus baik agar tidak terkontaminasi jamur. Tetapi, bila sewaktu diterima terdapat jamur pada pembungkusnya, masih dapat diizinkan asalkan tidak masuk ke dalam karetnya.
RSS II Standar RSS 2 hasilnya harus kering, bersih, kuat, bagus, tidak cacat, tidak melepuh dan tidak terdapat kotoran. Sit tidak
diperkenankan terdapat noda atau garis akibat oksidasi, sit lembek, suhu pengeringan terlalu tinggi, belum benar-benar kering, pengasapan berlebihan, warna terlalu tua serta terbakar. Sit kelas ini masih menerima gelembung udara serta noda kulit pohon yang ukurannya agak besar (dua kali ukuran jarum pentul). Zat-zat damar dan jamur pada pembungkus, kulit luar bandela atau pada sit di dalamnya masih dapat ditorerir. Tetapi bila sudah melebihi 5% dari bandela, maka sit akan ditolak. RSS III Standar karet RSS 3 harus kering, kuat, bagus, tidak cacat,
tidak melepuh dan tidak terdapat kotoran. Bila terdapat cacat warna, gelembung udara besar (tiga kali ukuran jarum pentul), ataupun noda-noda dari kulit tanaman karet, masih ditorerir. Namun, tidak diterima jika terdapat noda atau garis akibat oksidasi, sit lembek, suhu pengeringan terlalu tinggi, belum benar-benar kering, pengasapan berlebihan, warna terlalu tua serta terbakar. Jamur yang terdapat pada pembungkus kulit luar bandela serta menempel pada sit tidak menjadi masalah, asalkan jumlahnya tidak melebihi 10% dari bandela dimana contoh diambil.
RSS IV Standar karet RSS 4 harus kering, kuat, tidak cacat, tidak melepuh serta tidak terdapat pasir atau kotoran luar. Yang diperkenankan adalah bila terdapat gelembung udara kecil-kecil sebesar 4 kali ukuran jarum pentul, karet agak rekat atau
terdapat kotoran kulit pohon asal tidak banyak. Mengizinkan adanya noda-noda asalkan jernih. Sit lembek, suhu pengeringan terlalu tinggi dan karet terbakar tidak bisa diterima. Bahan damar atau jamur kering pada pembungkus kulit bagian luar bandela serta pada sit, asalkan tidak melebihi 20% dari keseluruhan masih mungkin untuk kelas RSS 4.
RSS V Karet yang dihasilkan harus kokoh, tidak terdapat kotoran atau benda asing, kecuali yang diperkenankan. Dibanding dengan kelas RSS yang lain RSS 5 adalah yang terendah standarnya. Bintik-bintik, gelembung kecil, noda kulit pohon yang besar, karet agak rekat, kelebihan asap dan sedikit belum kering masih termasuk dalam batas toleransi. Bahan damar atau jamur kering pada pembungkus kulit bagian luar bandela serta pada sit, asalkan tidak melebihi 30% dari keseluruhan masih mungkin untuk kelas RSS 5. Pengeringan pada suhu tinggi dan bekas terbakar tidak diperkenankan untuk jenis kelas ini
Sumber : (Dewan Standardisasi Nasional Indonesia, 1987). 3. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan adalah gunting, meja sortasi.
Bahan yang digunakan adalah lembaran sheet yang sudah matang. 4. Prosedur Kerja
a) Lembaran sheet yang sudah matang dibawa kedalam ruang sortasi. b) Lembaran sheet diletakkan diatas meja sortasi.
c) Lembaran sheet diterawang di atas meja sortasi untuk menentukan kuliatas sheet.
d) Lembaran sheet dipilih dan ditentukan mutunya.
e) Lipat lembaran sheet agar memudahkan proses pengepakan. 5. Hasil yang dicapai
Standar mutu rubber smoke sheet (RSS) hasil produksi PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR adalah :
Tabel 2. Standar RSS PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR.
Grade Kriteria/Kelas Mutu
RSS I Lembaran harus kering dan warna cerah merata, bebas dari jamur, kuat, bebas kontaminasi luar/dalam, dan hampir tidak ada gelembung serta ketebalan merata, ± 3 mm.
RSS II Lembaran harus kering dan warna cerah merata, bebas dari jamur, kuat, bebas kontaminasi luar/dalam, gelembung sebesar lubang jarum maksimal 5%, ketebalan merata, ± 3 mm.
RSS IV Lembaran harus kering dan warna cerah merata, bebas dari jamur, kuat, bebas kontaminasi luar/dalam, gelembung maksimal 20%, ketebalan merata, ± 3 mm.
Sumber : (PT. BUDIDUTA AGROMAKMUR, 2010) 6. Pembahasan
Perlu dilakukannya proses sortasi karena untuk memisahkan antara RSS I, RSS II, RSS IV dan cutting, cutting kapuk. Proses sortasi dilakukan
dengan cara menerawang sheet diatas meja sortasi untuk mengetahui kualitas dari RSS. Apabila pada sheet yang berjamur maka perlu dilakukannya pencucian dengan ditambahkan formalin dan harus dilakukan proses pengasapan kembali.
Perlu dilakukannya pelipatan dalam lembaran sheet agar memudahkannya proses pengepressan dan memudahkannya membuat bentuk dari setiap ball. Selain itu lamanya proses sortasi disebabkan oleh banyaknya cutting yang harus dipotong dalam lembaran sheet.
Proses sortasi ini untuk memisahkan kualitas dari masing-masing RSS I, II, IV dan cutting. Sehingga memudahkan untuk mengetahui kualitas dari lembaran sheet yang telah dilakukannya proses pengasapan.
J. Proses Pengepakan