• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

B. Proses Underwriting dalam seleksi risiko calon peserta Asuransi

1. Proses Underwriting Asuransi jiwa Individu

Asuransi jiwa Individu adalah asuransi jiwa yang memberikan jaminan/jasa dalam penanggulangan risiko kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta sakit.

Dalam proses seleksi risiko,seorang underwriter berkepentingan untuk mengetahui bahwa asuransi jiwa individu yang diajukan untuk dijamin mempunyai suatu penyebaran risiko yang baik, artinya terdapat kesehatan yang baik dari sejumlah besar individu untuk mengimbangi pengalaman klaim anggota-anggota group yang tidak sehat.

50

Dalam melakukan proses underwriting asuransi jiwa individu, seorang underwriter secara hati-hati mempertimbangkan beberapa faktor pribadi yang dapat memberikan dampak pada klasifikasi risiko seorang calon tertanggung. Faktor-faktor pribadi tersebut terdapat dalam Surat Permintaan Asuransi (SPA).

Surat Permintaan Asuransi (SPA) AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah terdiri dari empat bagian, yaitu sebagai berikut:

1. Bagian I merupakan data calon pemegang polis.

2. Bagian II merupakan data asurasi, yang berisi tentang kelas risiko peserta serta rincian premi tahun pertama..

3. Bagian III berisi tentang penerima santunan (termaslahat) yang akan ditunjuk calon peserta jika peserta ditakdirkan meninggal dunia, serta data keterangan kesehatan dan hasil penilaian kesehatan.

4. Bagian IV merupakan Peryataan calon peserta.1

Dari keempat bagian Surat Permintaan Asuransi (SPA) diatas dan berdasarkan hasil wawancara penulis dengan salah satu underwriter AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah, ada beberapa bagian yang menjadi pertimbangan penting underwriter dalam menyeleksi risiko calon peserta asuransi asuransi jiwa individu, diantaranya adalah:

1) Usia/umur

2) Bentuk dan ukuran tubuh

3) Riwayat kesehatan calon peserta 4) Riwayat kesehatan keluarga

1

Surat Permintaan Asuransi (SPA) Individu AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah. Setiap perusahaan asuransi mempuyai SPA yang berbeda-beda tergantung kebutuhannya, tapi bagian terpenting dari SPA adalah tentang usia, jenis kelamin, pekerjaan dan hobbi, riwayat kesehatan calon peserta dan riwayat kesehatan keluarga. Jika SPA tidak diisi dengan lengkap maka tidak akan diproses oleh perusahaan asuransi.

51 5) Kondisi fisik 6) Pekerjaan 7) Keadaan ekonomi 8) Tempat tinggal/lokasi 9) Kebiaasan 10) Jenis kelamin 11) Aktivitas penerbangan 12) Perokok

13) Faktor lain, seperti moral hazard dan suku bangsa

Selain faktor-faktor risiko tersebut diatas, proses seleksi risiko dilakukan berdasarkan kebijakan perusahaan. Yaitu, berdasarkan SK Direksi No. SK. 1/DIR/TEK/2011. Berikut penulis gambarkan ketentuan perusahaan yang menjadi acuan batasan penutupan/manfaat pada produk asuransi jiwa individu.

Tabel Underwriting Limit dan Syarat Pemeriksaan Kesehatan Asuransi Jiwa Individu

AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah Jumlah Uang Pertanggungan / Resiko

Awal Jenis Pemeriksaan Diatas Rp. 200.000.000 s/d Rp. 250.000.000 / US$ 40.000 LPK + ADA Diatas Rp. 250.000.000- Rp. 450.000.000 US$ 40.001- US$ 75.000 LPK + ADAL + EKG Diatas Rp. 450.000.000-Rp. 650.000.000 US$ 75.001-US$ 110.00 LPK + ADAL+ EKG + TPH Diatas Rp. 650.000.000-Rp. 850.000.000 US$ 110.001-US$ 145.000 LPK + ADAL + TPH + TREADMILL TEST + HIV TEST

>Rp. 850.000.000 / US$ 145.000 2LPK + ADAL+ TPH + TREADMILL TEST + HIV TEST + FS +SPT

52

Keterangan :

LPK : Laporan Pemerikasaan Kesehatan ADA : Analisa Darah dan Air Seni

ADAL : Analisa Darah dan Air Seni Lengkap EKG : Elektrokardiogram

TPH : Ro Thorax Photo

HIV : Human Immunodeficiency Virus FS : Financial Statemen

SPT : Surat Pemberitahuan Pph Pasal 21 Secara umum jenis-jenis risiko terdiri dari :

1) Increasing risk (risiko menaik)

2) Reducing risk/decreasing risk (risiko menurun) 3) Constant risk (risiko tetap)

Kemudian dilanjutkan proses penggolongan risiko, penggolongan risiko dilakukan untuk memproses klasifikasi calon peserta yang memiliki tingkat risiko yang sama, digolongkan dalam kelas yang sama.

2. Proses Underwriting Asuransi Jiwa Kumpulan

Asuransi jiwa kumpulan adalah asuransi yang memproteksi sekumpulan orang. Masing-masing orang dalam kumpulan tersebut disebut peserta yang mendapatkan perlindungan dalam konteks kelompok. Asuransi kumpulan biasanya ditawarkan sebagai tunjangan pekerjaan atau manfaat keanggotaan asosiasi, koperasi, kelompok alumni, ormas, dll.

53

Dalam asuransi jiwa kumpulan Underwriting tidak dilakukan secara medis pada tiap individu dalam kelompok, proses underwriting dilakukan secara sederhana, proses underwriting hanya dilakukan secara administratif. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa calon tertanggung adalah para karyawan yang notabene adalah orang-orang yang sehat, kecuali kelompok tersebut kecil. Dalam kelompok kecil setiap anggota harus menyiapkan evidence of insurability dan diproses secara perorangan. Sedangkan untuk group besar, underwriter mengidentifikasi risiko group sebagai suatu keseluruhan. Adapun faktor-faktor risiko asuransi jiwa kumpulan adalah :

1) Letak geografis. 2) Ukuran Group. 3) Usia.

4) Jenis kelamin.

5) Bidang usaha dan jenis pekerjaan.

Bidang usaha dan jenis pekerjaan dalam asuransi jiwa kumpulan diklasifikasi sebagaimana yang dijelaskan berikut ini:

a. Golongan 1: bidang usaha jasa keuangan seperti staf admin, staf keuangan, staf keuangan, account officer dan lain-lain.

b. Golongan 2 : bidang usaha agen penjualan grosir, super market, ritail, manufaktur seperti salesmen, buruh pabrik dan lain-lain. c. Golongan 3 :bidang usaha teknisi dengan risiko tinggi seperti

teknisi listrik.

d. Golongan 4 :bidang usaha pertambangan, pergudangan, properti seperti operator crane.

54

6) Pembagian biaya.

Dalam asuransi kumpulan premi yang dibayar ada yang berupa

contributor plan yaitu pembayaran premi yang melibatkan peserta untuk memperoleh manfaat yang lebih tinggi. Yang kedua adalah non contributory plan yaitu pembayaran premi tidak melibatkan peserta. Bagi perusahaan, premi non contributory plan lebih disukai karena tingkat risiko yang relatif lebih homogen dengan asumsi bahwa individu-individu dalam kelompok tersebut adalah orang-orang yang sehat sehingga bisa dikatakan tidak ada tingkat risiko tertentu yang lebih tinggi.

Proses seleksi risiko yang diberlakukan pada produk asuransi jiwa kumpulan adalah2 :

1. Berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam asuransi secara umum. Seperti, prinsip utmost good faith (penutupan asuransi harus didasarkan pada itikad baik peserta dan perusahaan asuransi sebagai syarat sahnya asuransi atau dengan arti lain tidak ada kecurangan), insurable interest

(adanya kepentingan peserta untuk ikut asuransi), dan lain sebagainya. 2. Sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan perusahaan. Berikut penulis

gambarkan keputusan AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah mengenai proses seleksi risiko pada asuransi jiwa kumpulan, yaitu :

2

Uti Triasnani, Praktisi Underwriting Asuransi jiwa AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah, Wawancara Pribadi Mengenai Asuransi Jiwa, Wisma Bumiputera, 12 Agustus 2011.

55

Jenis Penutupan Data dan Dokumen yang disyaratkan

Free Cover 1. Daftar pengajuan asuransi dari pemegang polis yang memuat data sekurang-kurangnya:

a. Nama lengkap calon peserta sesuai dengan ID yang masih berlaku.

b. Tanggal lahir calon peserta.

c. Mulai perjanjian asuransi yang dikehendaki. d. Jangka waktu perjanjian asuransi.

e. Jumlah pembiayaan/pinjaman yang diasuransikan Non Medical Formulir pengajuan asuransi jiwa kumpulan, yang sudah

diisi dengan lengkap dan benar, terdiri dari:

1. Data perserta telah diisi sekurang-kurangnya: nama calon peserta, tanggal lahir dan pekerjaan calon peserta.

2. Data asuransi telah diisi sekurang-kurangnya: jumlah manfaat asuransi, jenis asuransi, asa perjanjian dan tanggal mulai perjanjian asuransi. 3. Peryataan kesehatan yang meliputi tinggi berat

dan badan serta 5 point pertanyaan kondisi kesehatan telah diisi dengan lengkap.

4. Tempat dan tanggal penandatanganan formulir telah diisi dengan lengkap.

5. Ditandatangani oleh calon peserta (tidak boleh diwakilkan/atas nama).

56

Tabel Underwriting Limit dan Syarat Pemeriksaan Kesehatan Asuransi Jiwa Kumpulan

AJB Bumiputera 1912 Divisi Syariah

Manfaat Awal-Usia (Nearest Birthday) 20-45 Th 46-50 Th 51-55 Th 56-60 Th s.d. Rp. 100.000.000,- NM NM NM NM Rp.100.000.001-Rp. 250.000.000 NM NM NM A Rp. 250.000.001-Rp. 500.000.000 NM NM A B Rp. 500.000.001-Rp. 700.000.000 A B C D Rp. 700.000.001-Rp. 500.000.000 B C D E Rp. 850.000.001- Rp. 1.000.000.000 D E E E Di atas Rp. 1.000.000.00 E E E E Keterangan :

NM : Non Medis (hanya mengisi SPA dengan peryataan kesehatan)

A :Laporan Pemeriksaan Kesehatan (LPK) + Urine + Elctrocardiogram (ECG))

B : LPK + Analisa Darah & Air Seni (ADA) _ ECG + Thorax Photo (TP)

C : LPK + Analisa Darah & Air Seni Lengkap (ADAL) + ECG + TP Treadmill Test (TT)

D : LPK + ADAL + ECG + TP + TT + Surat Peryataan Dokter (SPD) E : 2LPK + ADAL + ECG + TP + SPD + HIV TEST.

57

Dari hasil penilitian yang penulis lakukan dilihat dari sisi proses seleksi risiko dari masing-masing produk memperlihatkan perbedaan signifikan. Secara transparan penulis mengatakan bahwa perbedaan tersebut lebih dikarenakan karakteristik dari masing-masing produk yang berbeda. Berikut penulis gambarkan dalam bentuk tabel:

Proses Field Underwriting Informasi Dasar/Sumber Informasi Kebijakan Perusahaan mengenai Underwriting Fokus Underwriter Atas Risiko Calon Peserta Asuransi Jiwa Individu Pada produk ini ada proses

field underwriting yang dilakukan agen kepada calon peserta Agen sebagai pihak yang pertama kali bertemu dengan calon peserta asuransi dan mencatat berbagai informasi yang dibutuhkan mengenai calon peserta Proses penutupan produk asuransi jiwa individu dapat dilakukan melalui cara medis dan non medis dengan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan Pada produk asuransi individu, faktor riwayat kesehatan merupakan faktor utama selain faktor-faktor lainnya. Asuransi jiwa kumpulan Tidak ada proses field underwriting Pihak perusahaan pihak yang berkepentingan untuk mendaftarkan karyawannya untuk menjadi peserta asuransi. Proses penutupan pada produk asuransi jiwa kumpulan dapat dilakukan melalui cara free cover, medis dengan berbagai ketentuan yang ditetapkan perusahaan. Pada produk asuransi jiwa kumpulan, selain faktor riwayat hidup, kesehatan juga menilai keuangan peserta asuransi.

Khusus untuk produk asuransi jiwa kumpulan dilihat dari sisi seleksi risiko bisa dikatakan tidak ada (tidak ada proses underwritig di AJB Bumiputera 1912

58

Divisi Syariah), kecuali berusia 60 (enam puluh) tahun- Untuk individu dan Maksimal berusia 65 (enam puluh lima) tahun – untuk Group. Tidak ada proses medical check up, sehingga manfaatnya tidak melebihi dari ketentuannya, berbeda dengan asuransi jiwa individu yang manfaatnya tidak dibataasi tetapi disesuaikan dengan faktor-faktor risiko calon peserta.

Letak persamaan dari masing-masing produk lebih dikarenakan alasan-alasan normatif dan prosedural, berikut penulis jelaskan:

1. Secara universal prinsip-prinsip dalam asuransi melekat dalam proses underwriting pada semua produk asuransi, prinsip-prinsip tersebut adalah:

a. Utmost good faith, penutupan asuransi harus didasarkan oleh itikad sangat baik dari tertanggung dan penanggung sebagai sarat sahnya suatu kepesertaan asuransi.

b. Insurable interest, kepentingan peserta untuk mengikuti kepersertaan asuransi.

c. Memproses permintaan asuransi dengan prinsip kehati-hatian.

d. Membuat dokumentasi yang akurat mengenai setiap langkah yang diambil dalam melakukan underwriting suatu kasus.

2. Pada saat penerimaan, maka ada beberapa hal yang mesti diperhatikan underwriting, seperti:

a. Sedapat mungkin menerima permintaan asuransi dari calon peserta asuransi.

b. Informasi yang diperlukan underwriting harus dibatasi kepada hal-hal yang benar-beanr diperlukan.

59

c. Kesulitan dalam memperoleh informasi mengenai calon peserta hendaknya dipertimbangkan sebaik dan secermat mungkin.

d. Dari beberapa kasus memang harus ditolak, akan tetapi lebih baik mengenakan kondisi yang sangat berat daripada menolaknya. Hal-hal tersebut berlaku bagi semua produk asuransi jiwa termasuk produk asuransi yang menajadi fokus penelitian.

C. Keputusan Underwriting bagi Asuransi Jiwa Individu dan Asuransi Jiwa

Dokumen terkait