• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI 2.1. Etnis Tionghoa

2.4. Pesta pernikahan

2.4.1. Prosesi Pernikahan Adat Tionghoa

bahasa Mandarin". Orang tua dibujuk untuk berbicara bahasa Mandarin dan bukan dialek bahasa Tionghoa yang lain. Tujuannya agar anak bisa berbicara dan menulis bahasa Mandarin. Gerakan ini didukung radio dan televisi Singapura, termasuk SBC. Setelah penayangan acara televisi dan radio dalam dialek bahasa Tionghoa (bahasa Kantonis, bahasa Hokkien) dihentikan, lagu pop Mandarin menggantikan tayangan lagu pop Hong Kong.

Lagu mandarin memiliki ciri-ciri secara musikologi, diantaranya: (1.) Tidak terdapat not relatif 4 (fa) (catatan: do, re, mi, dst adalah not relatif), (2.) Not 7 (si) hanya sedikit jarang muncul dibandingkan dengan not lainnya, tetapi jauh lebih sering muncul dibandingkan dengan 4 (fa), (3.) Lagu mandarin klasik paling banyak menunjukan ciri khas tanpa not 4 (fa) dan dengan sedikit not 7 (si), dan sebaliknya adalah ciri lagu pop mandarin yang sering menggunakan not 4 (fa) dan 7 (si) sehingga terdengar lebih modern dan variatif.

2.4. Pesta pernikahan

2.4.1. Prosesi Pernikahan Adat Tionghoa

Dalam adat-istiadat Tionghoa sebenarnya tidak ada mengatur secara tertulis mengenai syarat-syarat perkawinan, melainkan syarat-syarat perkawinan tersebut hanya dilaksanakan secara terus menerus dan turun temurun dari generasi ke generasi. Peran orang tua sangat besar dalam pelaksanaan maupun pelestarian adat istiadat dalam perkawinan, terutama mengenai syarat-syarat perkawinan, antara lain dengan memberitahukan kepada anak dan keturunannya serta menerapkannya dalam perkawinan anak-anaknya.

Masyarakat keturunan Tionghoa dalam suatu perkawinan yang akan dilaksanakan harus melalui tiga tahap upacara, yaitu upacara adat Tionghoa,

30

upacara tata cara agama yang diyakini dan upacara pesta perkawinan/Resepsi Pernikahan (Puspa, 1996: 43). Ketiga upacara itu tidak diharuskan dilaksanakan seluruhnya karena di dalam melakukan tiap-tiap upacara tersebut diperlukan biaya-biaya yang tidak sedikit, kecuali memang tingkat ekonominya mendukung. Sekalipun hanya melakukan upacara perkawinan secara adat saja maupun tata cara agama, tanpa melaksanakan upacara pesta perkawinan, perkawinan tersebut telah dianggap sah dalam masyarakat adat Tionghoa.

Masyarakat Tionghoa yang telah lama tinggal di Indonesia tidak meninggalkan budaya dari negara asal termasuk adat perkawinan. Adat perkawinan masyarakat Tionghoa ini sudah mengalami percampuran dengan budaya setempat, tetapi warna asli budaya Tionghoa masih sangat dominan. Upacara adat perkawinan Tionghoa melalui tahapan-tahapan yaitu lamaran, penentuan saat yang baik untuk perkawinan, Sanjit (Seserahan), Menghias Kamar Pengantin, menyalakan lilin, siraman, menyisir rambut, Makan 12 jenis sayur/hidangan, Menjemput mempelai perempuan dan Penyambutan Pengantin Perempuan.

(1) Upacara Perkawinan

Menurut agama dan kepercayaan masyarakat Tionghoa upacara ini meliputi upacara sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa dan/atau leluhur ("Cio Tao"). Di pagi hari pada upacara hari pernikahan, diadakan Cio Tao. Namun, adakalanya upacara sembahyang Tuhan ini diadakan pada tengah malam menjelang pernikahan. Selain menyembahyangi Tuhan Yang Maha Esa, calon pengantin pria dan wanita juga memberi hormat kepada para leluhur dari calon

31

pengantin pria dan juga para leluhur dari calon mempelai wanita dengan disaksikan orangtua dan sanak keluarga sebagai persyaratan sahnya perkawinan mereka secara adat dan kepercayaan.

Penghormatan kepada Orang tua dan Keluarga. Setelah selesai ritual sembahyang, dilanjutkan dengan penghormatan kepada kedua orang tua, keluarga dan kerabat dekat yang lebih tua dari kedua calon mempelai. Penghormatan dilakukan dengan menuangkan secangkir teh hangat (Phang Teh) untuk diminum oleh kedua orang tua, keluarga dan kerabat dekat yang lebih tua sebagai wujud restu atas pernikahan yang mereka lakukan sambil mengelilingi tampah dan berlutut serta bersujud. Upacara ini sangat sakral dan merupakan salah satu acara yang paling penting dalam perkawinan adat Tionghoa. Setiap penghormatan akan dibalas dengan "ang pauw", baik berupa uang maupun emas.

(1) Upacara Pesta Pernikahan (Resepsi Pernikahan)

Selesai upacara penghormatan, pada malam hari dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang biasanya diselenggarakan di restoran maupun di rumah dengan mengundang sanak keluarga dan teman-teman dari calon pengantin maupun kedua orang tuanya. Dalam acara resepsi pernikahan ini dilakukan pemotongan kue pernikahan (Wedding Cake), acara makan dan hiburan, serta kedua mempelai wanita dan pria beserta kedua orang tua dan keluarga dekat duduk bersama dalam satu meja yang diberikan kain merah sebagai taplak meja sebagai lambang kebersamaan dalam kebahagian.

(2) Tul Sam Ciao (Membawa pulang calon mempelai wanita)

32

melanjutkan hidup sebagai isteri serta menantu keluarga mempelai pria. Mulai saat itulah, mempelai wanita tinggal bersama dan serumah dengan keluarga mempelai laki-laki.

(http://ejournal.undip.ac.id/index.php/humanika/article/download/5321/4782) 2.5. Kerangka berpikir

Bagan 1: Kerangka Pemikiran (Sumber : Niawati 2015) : Menunjukan sistematika pemikiran Keterangan :

Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia, masyarakat Tionghoa memiliki keunikan adat dan tradisi. Walaupun masyarakat Tionghoa sudah menetap sangat lama di seluruh wilayah Indonesia termasuk kota Semarang dan sudah beradaptasi dengan budaya Indonesia, tetapi ada tradisi-tradisi dari tanah asalnya yang masih diterapkan di Indonesia. Salah satu keunikan tradisinya ditampilkan dalam pesta pernikahan/perkawinan.

Etnis Tionghoa

Lagu Pop Mandarin

Bentuk Penyajian

Fungsi Penyajian

Lagu Pop Mandarin Berfungsi Sebagai Hiburan Pesta Pernikahan tempat waktu pemain materi penonton Kesinambungan budaya hiburan komunikasi Presentasi estetis

33

Setelah acara perkawinan yang terkait dengan adat, agama dan kepercayaan selesai dilakukan, acara selanjutnya adalah pesta pernikahan. Pesta pernikahan ini merupakan ungkapan rasa syukur karena upacara pernikahan telah selesai dilakukan dan semua acara berjalan lancar. Pesta pernikahan biasa dilakukan pada malam hari atau siang hari. Tempat pelaksanaan pesta bisa di rumah, restoran atau hotel, tergantung pada kemampuan keuangan keluarga kedua mempelai. Pesta pernikahan ini dihadiri oleh semua sanak keluarga, teman dan relasi usaha dan sebagainya sehingga diperlukan adanya hiburan secara khusus.

Hiburan yang sebagian besar dipilih oleh etnis Tionghoa dalam acara pesta pernikahan biasanya adalah lagu-lagu pop Mandarin yang dinyanyikan langsung oleh penyanyi. Lagu pop Mandarin disajikan oleh penyanyi dengan memilih beberapa lagu yang cocok dengan situasi pesta pernikahan sehingga baik keluarga pengantin maupun para tamu akan terhibur. Sedangkan fungsi dari pertunjukan lagu-lagu pop mandarin tersebut yaitu sebagai (1) kesinambungan budaya, dengan tujuan mampu memperkenalkan ataupun melesetarikan kebudayaanetnis Tionghoa (2) sarana hiburan, bertujuan untuk menemani tamu menikmati menu makanan yang tersaji. (3) presentasi estetis bertujuan memenuhi kebutuhan estetika dan berekspresi serta berapresiasi seni. (4) fungsi komunikasi bertujuan sebagai sarana komunikasi melalui nusansa musik yang dibawakan dan mengkomunikasikan perasaannya secara simbolis.

104

BAB 5 PENUTUP

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang memfokuskan pada bentuk dan fungsi pertunjukan lagu-lagu pop mandarin dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang dikemukakan suatu simpulan sebagai berikut :

Bentuk pertunjukannya adalah campuran, yaitu penyanyi solo, duet atau grup vokal, dikolaborasikan dengan solo organ, minusone / midi maupun band dengan format alat musik kibor, gitar, bass, drum dan beberapa alat musik tambahan seperti biola, saxophone, flute serta perkusi. Perlengkapan yang mendukung pertunjukan tersebut: tata suara, tata lampu, tata rias, dan tata busana. Bentuk pertunjukannya meliputi beberapa unsur yaitu: waktu penyajian, tempat pentas, pemain, penonton, materi penyajian, dan perlengkapan pementasan. Urutan acara pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang sebagai berikut: persiapan, pembukaan, pertunjukan inti, penutup. Bentuk pertunjukan pertunjukan lagu-lagu pop mandarin dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang meliputi beberapa unsur yaitu: waktu penyajian, tempat pentas, pemain, penonton, perlengkapan penyajian, dan materi penyajian.Tempo yang digunakan pada lagu-lagu yang dipertunjukan dalam pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang adalah andante (80) dan Moderato (100). Lagu-lagu yang disajikan merupakan lagu 4/4 dengan nuansa pop mandarin. Lagu-lagu tersebut dibawakan dengan

105

ekspresi bahagia dan romantis, karena lirik lagunya mengandung arti tentang cinta dan bahagia.

Fungsi dari pertunjukan ini yaitu sebagai (1) kesinambungan budaya, dengan tujuan mampu memperkenalkan ataupun melesetarikan kebudayaan etnis Tionghoa (2) sarana hiburan, bertujuan untuk menemani tamu menikmati menu makanan yang tersaji. (3) presentasi estetis bertujuan memenuhi kebutuhan estetika dan berekspresi serta berapresiasi seni. (4) fungsi komunikasi bertujuan sebagai sarana komunikasi melalui nusansa musik yang dibawakan dan mengkomunikasikan perasaannya secara simbolis.

5.2

Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan, dapat dikemukakan saran sebagai berikut :

Untuk penyaji musik bisa juga untuk menambahkan instrument khas Tionghoa pada sajian lagu-lagu pop mandarin pada pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang, agar pesan pelestarian dan pengenalan budaya Tionghoa lebih tersampaikan kepada para tamu undangan. Untuk Wedding Organizer, bisa juga untuk menambahkan tarian-tarian khas Tionghoa, agar suasana lebih meriah dan hangat, karena sebagian besar tamu yang hadir merupakan warga etnis Tionghoa.

Untuk warga keturunan Tionghoa Semarang, hendaknya budaya asli khas Tionghoa tetap dipertahankan sebagai warisan dari leluhur, agar tidak hilang jejak-jejak khas Tionghoa di Indonesia ini khususnya di Semarang. Hal tersebut

106

dapat dimulai dengan menambah hiburan-hiburan khas Tionghoa pada setiap acara pernikahan etnis Tionghoa di Semarang.

Untuk penyanyi solo atau grup vokal yang sering berkesempatan tampil pada pesta pernikahan etnis Tionghoa di Semarang, hendaknya menambah jumlah lagu-lagu pop mandarin pada pesta pernikahan etnis Tionghoa.

107

Dokumen terkait