BAB 2 PEMBAHASAN
2.4 Prospek Pengembangan Wilayah berdasarkan Potensi dan Masalah
A. Prospek Pengembangan Struktur Ruang Wilayah berdasarkan Potensi dan Masalah
Tabel 2.11 Prospek Pengembangan Struktur Ruang Wilayah NO JENIS PENGEMBANGAN
WILAYAH POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
1. Berdasarkan Rencana Pengembangan Sistem Perkotaan
Wilayah Kota Pasuruan dilewati oleh 3 (tiga) koridor jalan regional yang menuju Kota Surabaya, Malang dan Probolinggo.
Pola pertumbuhan kegiatan ekonomi berada pada jalur-jalur penghubung ketiga wilayah tersebut.
Pusat pelayanan wilayah kota cukup potensial menjadi pusat pelayanan dalam cakupan Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp).
Pelayanan kota ke seluruh wilayah berjalan kurang optimum,
Konsentrasi kegiatan akan lebih terfokus kepada beberapa kawasan yang dominan.
Jaringan jalan yang ada di Kota Pasuruan dapat dimaksimalkan penggunaannya untuk
meningkatkan aksesibilitas antar kawasan,
Berbagai infrastruktur wilayah akan mendorong pengembangan kawasan potensial.
2. Berdasarkan Sistem Perkotaan Sub Pusat Pelayanan Kota yang terdapat di bagian barat, timur, utara, dan selatan (4 SPK) mampu membantu efektivitas kinerja pusat pelayanan kota dalam melayani masyarakat.
Keterkaitan baru terlihat antara PPK dan SPK, sedangkan keterkaitan antar SPK sendiri belum terjalin dengan jelas.
Pengembangan korelasi antar SPK yang satu dengan yang lain dalam rencana struktur ruang.
3. Berdasarkan Sistem Prasarana Wilayah
Sistem prasarana wilayah pada level SPK relatif telah mampu menjangkau dan mencukupi
kebutuhan masyarakat.
Terdapat beberapa wilayah pelayanan SPK yang belum terjangkau air bersih oleh PDAM,
sedangkan jaringan telekomunikasi yang berupa telepon kabel saat ini relatif telah digantikan
oleh telepon seluler.
Peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan sistem jaringan prasarana di seluruh wilayah kota.
4. Berdasarkan Sistem Jaringan Transportasi Darat dan Laut
Perkembangan Kota Pasuruan merupakan gabungan kecenderungan perkembangan ke arah memusat, sehingga jaringan jalannya juga demikian,
Jalan Arteri Primer di Kota Pasuruan
Wilayah Kota Pasuruan yang berada di antara persimpangan jalur regional mengakibatkan
arus lalu lintas yang ada cenderung kurang teratur,
Prasarana transportasi yang ada di
Pemecahan arus lalu lintas reginal dan lokal dengan mengembangkan pola jaringan jalan konsentris radial, hal ini dapat membantu mengurangi beban lalu lintas didalam kota yang terus bertambah,
NO JENIS PENGEMBANGAN
WILAYAH POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
merupakan jalan yang
menghubungkan Kota Pasuruan dengan Pusat Kegiatan Nasional (PKN) yaitu Kota Surabaya.
Pelabuhan Kota Pasuruan merupakan salah satu potensi jaringan transportasi laut, terutama untuk meningkatkan perekonomian Kota Pasuruan,
Potensi kawasan pesisir bisa menjadi aset pengembangan penataan kawasan tersebut yang
mampu meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Pasuruan.
Kota Pasuruan cenderung belum optimal fungsinya.
Pelabuhan Kota Pasuruan sampai saat ini belum optimal dalam
pengoperasiannya,
Tingginya sedimentasi yang terjadi di sekitar alur pelabuhan membuat kapal dengan bobot
diatas 200 ton tidak dapat masuk ke dermaga pelabuhan,
Masih bercampurnya kegiatan bongkar muat barang dengan kegiatan penangkapan ikan dan permukiman penduduk.
Kewenangan pelabuhan ada pada Pelindo III.
Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Utara Kota Pasuruan mampu menjadi salah satu
alternatif pemecahan permasalahan arus lalu lintas dalam kota,
Rencana Interchange jalan bebas hambatan (tol) Trans Jawa/Gempol- Pasuruan dapat
menjadi mempermudah akses regional dan mendukung perkembangan perekonomian baik
dalam Kota Pasuruan maupun kawasan regional umumnya.
Rencana pembangunan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) direncanakan dibangun di lepas
pantai utara yaitu lebih tepatnya di Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Purworejo, Kota
Pasuruan,
Rencana Pembangunan Pelabuhan Barang dan Niaga pada lepas pantai Kelurahan
Mandaranrejo, diarahkan untuk mengakomodasi kegiatan industri dan pergudangan yang
berkembang di Kota Pasuruan,
Rencana Pengembangan Kawasan Pelabuhan Kota untuk
mengembangkan kawasan
pelabuhan sebagai tindak lanjut dari Rencana Tata Ruang Wilayah di kawasan tersebut.
NO JENIS PENGEMBANGAN
WILAYAH POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
interkoneksi Jawa-Bali,
Sebagian besar wilayah Kota Pasuruan sudah terlayani oleh jaringan listrik terutama pada
kawasan permukiman penduduk
Secara Keseluruhan jaringan listrik yang melayani seluruh bagian wilayah kota berupa
Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR).
maksimal,
Dengan semakin meningkatnya perkembangan kebutuhan listrik di Wilayah Kota Pasuruan dan pertumbuhan kegiatan masyarakat (peningkatan konsumsi masyarakat), hal ini tidakseimbang dengan kemampuan yang dimiliki PLN.
Sumber energi alternatif seperti energi angin, energi surya, energi panas bumi dan energi
gelombang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik baru.
Peremajaan jaringan dan mengganti jaringan distribusi hantaran udara kawat terbuka
menjadi jaringan distribusi kabel udara yang disesuaikan dengan konsisi lahan.
Menambah jaringan distribusi baru khususnya saluran udara tegangan rendah untuk
perumahan baru di semua blok perencanaan.
6. Berdasarkan Sistem Jaringan Telekomunikasi
Pengembangan telekomunikasi saat ini merupakan hal yang sangat vital untuk dikembangkan, kebutuhan kecepatan dan ketepatan informasi melalui berbagai teknologi
telekomunikasi sangat dibutuhkan oleh masyarakat,
Saat ini dengan semakin berkembangnya teknologi maka persaingan teknologi komunikasi melalui media kabel dan nirkabel, maka menjadikan teknologi semakin murah dan memudahkan masyarakat untuk memilih media yang paling sesuai dengan kemampuan dan karakteristik wilayahnya.
Dengan berkembangnya teknologi nirkabel (telepon seluler) maka kebutuhan
telekomunikasi dan informasi hampir di seluruh Kota Pasuruan dapat
Kapasitas sumberdaya manusia dan daya beli yang masih rendah, sehingga pengembangan jaringan telematika pada suatu kawasan terkadang tidak sepadan dengan jumlah calon
konsumennya,
Belum adanya penataan yang menyeluruh terhadap BTS/Tower yang berkembang di Kota Pasuruan saat ini.
Kebutuhan/Demand yang cukup tinggi merupakan peluang investasi yang menjanjikan,
Pada masa yang akan datang telekomunikasi menjadi kebutuhan mutlak yang dibutuhkan oleh semua lapisan masyarakat.
NO JENIS PENGEMBANGAN
WILAYAH POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
terlayani. 7. Berdasarkan Sistem
Sumberdaya Air
Penyediaan air bersih melalui berbagai sistem, telah menjangkau hampir sebagian besar permukiman penduduk,
Air bersih merupakan kebutuhan penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat
dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,
Mutu air bersih yang ada di Kota Pasuruan cukup bagus karena airnya berasal dari daerah
vulkanis yang kaya akan mineral hara.
Debit sumber air bersih sudah banyak yang berkurang seiring dengan pertumbuhan/perkembangan pembangunan,
Air permukaan hanya cukup untuk irigasi dan air minum.
Memperluas jaringan PDAM, akan mampu memperluas jaringan pelayanan air bersih
terhadap masyarakat,
Menjaga Kelestarian sumber-sumber mata air yang ada,
Meningkatkan pelayanan PDAM,
Meningkatkan konservasi lahan.
B. Prospek Pengembangan Pola Ruang Wilayah berdasarkan Potensi dan Masalah
Tabel 2.12 Prospek Pengembangan Pola Ruang Wilayah NO JENIS PENGEMBANGAN
WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
1. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Sempadan Pantai
Kawasan sempadan pantai memiliki kriteria penetapan sempadan pantai minimal 100 meter dari titik pasang tertinggi ke arah darat,
Berdasarkan potensinya Kota Pasuruan memiliki kawasan pesisir yang berada disepanjang
wilayah utara, yang terdiri atas 7 kelurahan antara lain Kelurahan Gadingrejo, Mandaranrejo dan Panggungrejo, Kelurahan Tambaan dan Ngemplakrejo, Kelurahan Blandongan dan Kepel.
Pada kawasan perlindungan setempat ini terdapat kawasan yang seharusnya dimanfaatkan
sebagai sempadan pantai akan tetapi tidak optimal pemanfaatannya.
Pada Kawasan lindung pantai terdapat fungsi budidaya seperti perikanan, permukiman dan tambak.
Pengembangan kawasan sempadan pantai sesuai dengan fungsinya di sepanjang pesisir Kota Pasuruan akan mampu menjadi kawasan konservasi habitat ekosistem pantai, misalnya pengembangan dan konservasi hutan bakau dll.
NO JENIS PENGEMBANGAN WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
tidak terdapat tanggul sehingga pada saat terjadi hujan deras airnya meluap,
Di beberapa Sempadan sungai banyak yang dimanfaatkan sebagai permukiman
Banyak warga yang masih membuang sampah dan
menggunakan sungai sebagai MCK,
Luasan kawasan sempadan sungai cenderung berkurang karena adanya alih fungsi lahan,
Terjadi peningkatan penggunaan kawasan terbangun pada kawasan perlindungan sekitar
sungai.
salah satu kawasan penunjang penyediaan Ruang
Terbuka Hijau,
Sungai besar di luar kawasan permukiman ditetapkan sempadan sekurang-kurangnya 100 meter,
Pada anak sungai besar diluar kawasan permukiman ditetapkan sekurang- kurangnya 50
meter,
Pada sungai besar dan anak sungainya di kawasan pemukiman ditetapkan 15 meter,
Untuk sungai bertanggul diukur dari kiri dan kanan kaki tanggul bagian luar sepanjang
tanggul sungai,
Untuk sungai yang tidak bertanggul diukur dari titik banjir ke arah daratan
Pemanfaatan yang dilarang misalnya saja pada kawasan sempadan sungai, tidak
diperbolehkan adanya pembangunan terutama permukiman penduduk. Karena
keberadaannya sangat mengganggu estetika lahan dan akan menimbulkan bencana apabila tidak diperhatikan kegiatan yang berjalan di dalamnya. 3. Berdasarkan Pengembangan
Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Ruang Terbuka Hijau Kota Pasuruan
terdiri atas publik dan privat
RTH Publik di Kota Pasuruan masih kurang terutama yang difungsikan untuk kegiatan
interaksi publik yang bermanfaat bersama, misal taman bermain dll,
Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pasuruan didominasi oleh RTH privat
Keberadaan RTH nantinya akan dipertahankan dan diarahkan pada penambahan Ruang
Terbuka Hijau.
Untuk jalur hijau yang ada di jalan- jalan utama Kota Pasuruan difungsikan sebagai bagian
NO JENIS PENGEMBANGAN WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
sehingga rentan
akan pengalihfungsian karena status kepemilikannya,
dari Ruang Terbuka Hijau yang mempunyai fungsi utama sebagai paru- paru kota
(mengurangi polusi udara dan suara), dan juga memberikan unsur estetika. 4. Berdasarkan Pengembangan
Kawasan Cagar Budaya
Kawasan cagar budaya di Kota Pasuruan merupakan tempat sekitar bangunan yang bernilai
budaya tinggi berupa bangunan kolonial peninggalan Belanda atapun tempat yang memiliki
nilai historis tersendiri bagi Kota Pasuruan,
Kawasan cagar budaya yang ada di Kota Pasuruan berupa Masjid, Makam tokoh besar dan
ulama besar, petilasan gereja, klenteng, dan gedung-gedung kuno bersejarah.
Potensi cagar budaya yang ada di Kota Pasuruan kondisinya cenderung kurang terawat
sehingga perlu penanganan yang lebih lanjut.
Cagar budaya yang ada bisa menjadi aset budaya daerah yang bisa menjadi paket wisata
sejarah yang menarik (misal berupa jalur wisata sejarah),
Kawasan sekitar monumen harus dikonservasi untuk kelestarian dan keserasian cagar budaya,
Penetapan kawasan yang dilestarikan disekitar benda cagar budaya sebagai orientasi bagi
pedoman pembangunan pada kawasan sekitarnya.
5. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Rawan Bencana Banjir
Kawasan rawan bencana banjir di Kota Pasuruan terdapat di sekitar sempadan sungai terutama
sungai besar antara lain Sungai Welang, Petung dan Gembong.
Adanya penggundulan hutan di daerah hulu,
Terjadinya sedimentasi/pendangkalan sungai,
Adanya genangan yang diakibatkan oleh pasangnya air laut,
Dimensi saluran dan gorong-gorong yang terlalu kecil dan tertutup yang menjadikan saluran air tidak bisa mengalir dengan lancar lancar dan meluap ke jalan.
Rencana Penambahan kawasan tambak yang terdapat di wilayah utara Kota Pasuruan sebagai
tempat penampungan sementara yang diakibatkan dari pasangnya air laut,
Rencana pelebaran sungai secara bertingkat sehingga mampu mengurangi musibah banjir yang melanda Kota Pasuruan,
Rencana pelebaran sungai secara bertingkat diharapkan mampu menampung seluruh air
limpasan yang merupakan kiriman dari wilayah hulu,
NO JENIS PENGEMBANGAN WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
Memperbaiki sistem drainase perkotaan sebagai upaya menanggulangi banjir di Kota Pasuruan.
6. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Perumahan
Perkembangan permukiman di Kota Pasuruan dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat yang
disesuaikan dengan kemampuan sosial ekonomi yang nantinya akan
berpengaruh pada daya
beli masyarakat terhadap rumah.
Perkembangan
permukiman/perumahan yang ada di Kota Pasuruan umumnya berpola menyebar dan berkelompok, dengan pertumbuhan yang relatif tinggi.
Pengembangan perumahan tertata sebagian ada yang menggunakan sawah irigasi teknis, yang seharusnya diepertahankan atau dikembangkan untuk kawasan pertanian,
Perumahan yang sudah ada kondisinya cenderung apa adanya serta kondisi fisik kawasan dan lingkungannya kurang terawat dengan baik.
Permukiman dan perumahan di Kota Pasuruan kedepannya dikembangkan dengan prinsip
Permukiman yang Berwawasan Lingkungan.
Pengembangan permukiman di Kota Pasuruan berdasarkan klasifikasi kepadatannya, sehingga mudah dalam penataan dan pengelolaannya.
7. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Perdagangan dan Jasa
Seiring perkembangan Kota Pasuruan maka perkembangan perdagangan dan jasa juga akan
meningkat,
Guna lahan perdagangan dan jasa di Kota Pasuruan dibedakan atas perdagangan formal dan informal.
Perdagangan dan jasa cenderung memusat di Pusat Pelayanan Kota,
Pemenuhan pelayanan perdagangan dan jasa skala lokal dan lingkungan masih kurang merata dan belum terpenuhi secara maksimal.
Perdagangan skala regional diarahkan pada Pusat Pelayanan Kota (PPK) guna menunjang
pengembangan fungsinya sebagai Central Bussines District (CBD),
Arahan pengembangan perdagangan regional diutamakan pada sepanjang jalan arteri sekunder,
Pengembangan sektor informal diupayakan memusat pada wilayah- wilayah tertentu.
8. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Perkantoran
Perkembangan perkantoran di Kota Pasuruan saat ini cenderung menyebar terutama untuk perkantoran
pemerintahannya.
Perkantoran pemerintah yang cenderung menyebar, terutama untuk perkantoran yang
melakukan pelayanan terhadap publik. Sehingga pelayanan terhadap publik kurang maksimal, dibandingkan dengan adanya penyatuan kawasan perkantoran.
Pengembangan fasilitas perkantoran dalam upaya untuk memberikan pelayanan yang lebih
efektif, cepat dan hemat.
9. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Industri
Perkembangan kawasan industri dan pergudangan di Kota Pasuruan
Industri yang berkembang di Kota
pasuruan sebagian besar berupa industri
Pengembangan kawasan industri kecil yang diarahkan ke Kelurahan
NO JENIS PENGEMBANGAN WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
tergolong cukup pesat
terutama untuk home industri mebel,
Perkembangan industri akan menjadi lebih mudah pengembangannya karena dekat dengan
pelabuhan,
kecil dan menengah, Blandongan,
Pengembangan kawasan home industry diarahkan di Kelurahan Bukir,
Randusari, Krapyakrejo, Sebani, Petahunan dan Gentonguntuk home industry mebel.
Untuk mengakomodir potensi
perikanan pada perairan Kota Pasuruan dikembangkan home
industry pengolahan tepung ikan yang terletak di Kelurahan Ngemplakrejo.
Pengembangan home industri logam di Kelurahan Mayangan.
10. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Pariwisata
Jenis wisata yang dikembangkan di Kota Pasuruan terdiri atas wisata budaya dan religi, wisata kerajinan, wisata alam, dan wisata buatan,
Belum adanya pengembangan pariwisata secara menyeluruh untuk seluruh potensi wisata di Kota Pasuruan,
Wisata budaya dikembangkan pada objek-objek yang merupakan cagar budaya di Kota
Pasuruan,
Pengembangan wisata kerajinan akan mengenalkan potensi home industri Kota Pasuruan
pada masyarakat luas,
Pengembangan wisata alam berupa wisata bakau, apalagi Kota Pasuruan berada di kawasan
pesisir utara,
Pengembangan wisata buatan juga harus segera direalisasikan guna memperkenalkan Kota
Pasuruan kepada masayarakat luas. 11. Berdasarkan Pengembangan
Kawasan Terbuka Non Hijau
Ruang terbuka non hijau merupakan ruang terbuka yang terdapat kegiatan budidaya diatasnya.
Keberadaan ruang terbuka non hijau terbatas kuantitasnya.
Pengembangan yang dilakukan adalah dengan tetap mempertahankan keberadaan ruang terbuka non hijau dan mencegah pengalihfungsian kawasan menjadi kawasan dengan intensitas kegiatan
NO JENIS PENGEMBANGAN WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
Kawasan Evakuasi Bencana meliputi kawasan rawan bencana banjir. yang akan sering terjadi apabila hujan dengan intensitas
agak tinggi dan adanya gelombang pasang maka resiko untuk terjadinya banjir sangat tinggi.
ruang evakuasi bencana diarahkan ke Ruang
Terbuka Hijau (RTH) seperti alun-alun, lapangan olahraga/GOR dll,
2. Dengan arahan ruang evakuasi bencana tersebut maka akan memudahkan
koordinasinya. 13. Berdasarkan Pengembangan
Kawasan bagi Sektor Informal
Pedagang kaki lima memerlukan perhatian tersendiri, karena keberadaan PKL itu sendiri
diperlukan akan tetapi pengalokasiaanya yang sering menimbulkan masalah.
Sektor informal/pedagang kaki lima yang tidak teratur dan berada di lokasi yang kurang tepat
mengakibatkan estetika yang kurang menarik, sekaligus mengganggu aktivitas lainnya,
Sektor informal cenderung sulit untuk dipetakan lokasinya secara pasti karena ada yang
menetap dan berpindah-pindah.
Keberadaan PKL harus dilindungi tetapi harus dialokasikan pada tempat yang memiliki
aksesibilitas yang tinggi,
Pengembangan dan perlindungan terhadap PKL sehingga
perkembangannya terealisasi dan lokasinya tepat pada tempatnya.
14. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Pertanian
Untuk perencanaan kedepan harus tetap ada kawasan pertanian yang
dipertahankan sesuai fungsinya,
Kawasan pertanian irigasi teknis yang seharusnya dipertahankan sebagaimana fungsinya, akan
tetapi dialihfungsikan sebagai kawasan budidaya lainnya terutama permukiman.
Arahan pengembangan kawasan pertanian di Kota Pasuruan dilakukan dengan perlambatan
laju pengalihfungsian lahan pertanian menjadi lahan terbangun,
Mempertahankan fungsi kawasan pertanian yang sudah ada sesuai dengan peruntukannya,
Membatasi kegiatan pembangunan disekitar kawasan pertanian potensial, dengan menyusun perda sebagai satu dasar hukum yang mengatur
pembatasan kegiatan pembangunan di sekitar kawasan pertanian potensial. 15. Berdasarkan Pengembangan
Kawasan Perikanan
Kota Pasuruan berbatasan langsung dengan laut sehingga potensi perikanan sangat besar,
Potensi perikanan di Kota Pasuruan terdiri atas perikanan tangkap dan
Kawasan tambak semakin lama semakin berkurang karena pengalihfungsian sebagai
kawasan budidaya lainnya.
Pengembangan kawasan perikanan tetap dipertahankan keberadaanya karena merupakan
salah satu potensi sumberdaya alam di Kota Pasuruan,
NO JENIS PENGEMBANGAN WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
perikanan budidaya. Dengan sumberdaya alam ini maka akan menjadi salah satu faktor pendukung
perkembangan ekonomi kota.
C. Prospek Pengembangan Kawasan Strategis berdasarkan Potensi dan Masalah
Tabel 2.13 Prospek Pengembangan Kawasan Strategis NO JENIS PENGEMBANGAN
WILAYAH
POTENSI MASALAH PROSPEK PENGEMBANGAN
1. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Strategis dari sudut kepentingan ekonomi
Sarana perdagangan (pasar tradisional dan modern) telah mampu mencukupi kebutuhan
masyarakat, dilihat dari jumlahnya yang relatif memadai.
Perekonomian didukung dengan adanya PKL yang memberi kontribusi terhadap PDRB relatif
tinggi.
Industri mebel dan kerajinan logam yang memiliki prospek bagus jika dikembangkan dengan
matang.
Lokasi pasar tradisional maupun modern belum merata, terutama di wilayah pinggiran kota.
Investor dari luar wilayah relatif kurang berminat untuk menanamkan modalnya, karena karakteristik masyarakat yang kurang berminat terhadap pasar modern seperti mall atau
supermarket.
PKL yang belum tertata dengan baik, baik persebarannya maupun
pengelolaannya.
Pengembangan CBD (Central Business District) agar pelayanannya mampu menjangkau seluruh kota.
Pemerataan kawasan perdagangan dan jasa terutama ke kawasan pinggiran kota.
Penataan dan pengelolaan PKL.
2. Berdasarkan Pengembangan Kawasan Strategis dari sudut kepentingan Sosial
Banyaknya peninggalan bersejarah yang dimiliki Kota Pasuruan, baik berupa bangunan
(bangunan kuno atau tempat ibadah) maupun ruang terbuka (makam).
Sebagian besar gedung-gedung tersebut berlokasi di pusat kota, sehingga mudah dijangkau.
Berpotensi untuk dikembangkan
Pengelolaan kawasan bersejarah yang belum optimal sehingga terdapat beberapa bangunan yang tidak terawat.
Pengembangan kawasan bersejarah sebagai kawasan cagar budaya dan pariwisata.