BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN
5.6 Proyeksi Produksi dan Pendapatan
Jumlah produksi selama satu tahun sebesar 176.700 kg. Jumlah ini diperoleh dari jumlah adonan per tahun dikalikan dengan jumlah produksi per adonan. Dalam satu tahun dilakukan adonan sebanyak 570 kali dengan jumlah produksi per adonan sebesar 310 kg kerupuk. Harga kerupuk ikan diasumsikan sebesar Rp6.000,- tiap kg, sehingga pendapatan dari produksi kerupuk per tahun sebesar Rp1.060.200.000,-. Pendapatan sampingan diperoleh dari penjualan kantong bekas tepung tapioka (sak) per tahun rata-rata Rp1.368.000,-. Tabel penerimaan kotor dalam setahun disajikan dalam tabel 5.5. berikut:
Tabel 5.5. Produksi dan Pendapatan Kotor per Tahun
No Uraian Satuan Jumlah
Harga
satuan Nilai (Rp)
1 Produksi per tahun Kg 176.700
2 Penjualan per tahun Kg 176.700 6.000 1.060.200.000
3 Penjualan sak per tahun Sak 3.420 400 1.368.000
4 Pendapatan kotor 1.061.568.000
Sumber: Lampiran 5
Dari Tabel 5.5. di atas diketahui bahwa aliran penerimaan usaha pengolajan kerupuk ikan adalah Rp1.061.568.000 per tahun.
5.7. Proyeksi Rugi Laba
Tingkat keuntungan atau profitabilitas dari usaha yang dilakukan merupakan bagian penting dalam analisis keuangan dari rencana kegiatan investasi. Keuntungan dihitung dari selisih antara penerimaan dan pengeluaran tiap tahunnya ditampilkan pada lampiran 6, menunjukkan keuntungan (surplus) selama periode proyek.
Hasil perhitungan proyeksi laba rugi menunjukkan bahwa pada tahun pertama setelah dikurangi pajak (15%), usaha ini telah menghasilkan keuntungan sebesar Rp245.430.318-. dengan tingkat profit margin sebesar 23,12%. Laba dan profit margin ini akan meningkat untuk tahun-tahun berikutnya karena komponen biaya angsuran margin pembiayaan yang semakin berkurang. Dengan mempertimbangkan biaya tetap, biaya variabel dan hasil penjualan kerupuk ikan, dari hasil analisis diperoleh BEP rata-rata selama 5 tahun untuk usaha ini adalah sebesar Rp146.130.922,- atau dengan jumlah produksi sebesar 24.355 kg per tahunnya dengan harga kerupuk ikan per kg sebesar Rp6.000,-. Selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 7
Aspek Keuangan
5.8. Proyeksi Arus Kas
Untuk aliran kas (cash flow) dalam perhitungan ini dibagi dalam dua aliran, yaitu arus masuk (cash inflow) dan arus keluar (cash outflow). Arus masuk diperoleh dari penjualan produk utama kerupuk ikan dan produk sampingan yaitu kantong bekas tepung tapioka (zak) selama satu tahun. Diasumsi kapasitas usaha berpengaruh pada besarnya volume produksi yang akan menentukan nilai total penjualan. Untuk arus keluar meliputi biaya investasi, biaya variabel termasuk angsuran pembiayaan dan pajak penghasilan.
Evaluasi kelayakan untuk usaha kerupuk ikan dengan pembiayaan murabahah dapat diukur dari tingkat kemampuan membayar kewajiban angsuran kepada LKS. Hal ini dapat diketahui karena pada produk murabahah besarnya margin sudah ditentukan di awal akad, sehingga pada analisa laba rugi dan arus kas dapat dihitung kemampuan membayar berdasarkan dari pendapatan yang diperoleh usaha tersebut. Dari arus kas diketahui bahwa pada tingkat margin 9 % p.a flat, usaha ini mampu membayar kewajiban pembiayaannya dan menghasilkan keuntungan. Dengan demikian usaha kerupuk ikan tersebut layak untuk dilaksanakan dan bisa dipertimbangkan untuk memperoleh pembiayaan.
Pada analisa kelayakan dapat juga memakai beberapa indikator yang umum digunakan pada perhitungan konvensional. Indikator tersebut meliputi IRR (Internal Rate of Return), Net B/C Ratio (Net Benefit-Cost Ratio), PBP (Pay Back Period). Nilai IRR bisa menjadi indikator untuk mengukur kelayakan usaha, semakin tinggi nilai IRR maka usaha tersebut semakin berpeluang untuk menciptakan keuntungan. Meskipun demikian, indikator tersebut hanya sebagai alat bantu untuk menilai kelayakan suatu usaha. Besaran margin ataupun bagi hasil, harus ditetapkan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak yaitu LKS dan pengusaha.
Proyeksi arus kas untuk kelayakan usaha kerupuk ikan selengkapnya ditampilkan pada lampiran 8.
5.9. Perolehan Margin
Pola pembiayaan syariah yang digunakan dalam usaha kerupuk ikan adalah murabahah (jual beli). Pada kesempatan ini ditampilkan satu contoh alternatif pembiayaan yaitu untuk usaha baru atau perluasan usaha. Dari hasil perhitungan untuk tingkat margin 9% per tahun, selama tiga tahun menghasilkan margin sebesar Rp.31.941.000,-. Tingkat margin ini diberlakukan flat (tetap) per tahun, selama waktu pembiayaan yang disepakati. Selengkapnya, perhitungan perolehan margin dapat dilihat pada lampiran 9.
Penentuan besaran margin, diutamakan berdasarkan pada base line data (data rujukan) untuk setiap komponen usaha/sektor ekonomi. Tetapi karena pada saat ini data tersebut belum tersedia, maka nilai margin mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari praktek umum yang diterapkan oleh perbankan syariah dan kesetaraan dengan suku bunga Bank Indonesia (SBI). Data pola pembiayaan pada perbankan syariah dapat dilihat pada lampiran 10.
Aspek Keuangan
BAB VI
ASPEK EKONOMI, SOSIAL DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Dalam bab ini akan dibahas aspek ekonomis, sosial dan dampak lingkungan dari usaha kerupuk ikan. Aspek ekonomis berkaitan dengan dampak usaha ini terhadap perekonomian baik bagi pengusaha maupun bagi perekonomian secara umum di wilayah tempat tinggal. Aspek ekonomis sangat terkait erat dengan aspek sosial karena dampak yang ditimbulkan bersifat sosial yaitu menyangkut kebutuhan orang lain terutama di sekitar wilayah usaha. Sedangkan aspek lingkungan menyangkut dampak dari usaha kerupuk ikan terhadap lingkungan sekitarnya. Dampak terhadap lingkungan terutama timbul karena setiap usaha menghasilkan limbah yang mungkin dapat mengganggu ekosistem lain.
6.1. Aspek Ekonomi dan Sosial
Usaha kerupuk ikan mempunyai dampak yang positif baik bagi pengusaha, penduduk wilayah setempat. Bagi pengusaha dampak ekonomis dari usaha ini adalah peningkatan pendapatan. Usaha kerupuk ikan merupakan bisnis yang sangat menguntungkan karena mempunyai peluang pasar yang sangat luas. Banyaknya industri rumah tangga untuk usaha ini dapat memacu kenaikan pendapatan rumah tangga sehingga kesejahteraan rumah tangga meningkat. Secara makro produksi kerupuk ikan yang tinggi dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah setempat. Meskipun bisa dikatakan harga per unit kerupuk ikan relatif murah, tetapi perlu diingat bahwa komoditi ini dapat diproduksi dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat. Kesempatan untuk ekspor ke luar negeri masih terbuka lebar sehingga dapat menjadi peluang untuk menambah devisa.
Selain merupakan bisnis yang menguntungkan, usaha ini akan memberi dampak sosial yang positif melalui penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang ada biasanya berasal dari saudara, tetangga sekitar atau penduduk wilayah setempat. Dengan menciptakan pekerjaan yang dapat menyerap pekerja dari wilayah sekitar usaha, secara tidak langsung usaha ini telah membantu mengurangi jumlah pengangguran khususnya di daerah tersebut.
Aspek Ekonomi, Sosial dan Dampak Lingkungan
6.2. Aspek Dampak Lingkungan
Aspek dampak lingkungan berkaitan dengan dampak limbah yang dihasilkan, dapat dikatakan bahwa usaha ini relatif tidak menghasilkan limbah yang membahayakan bagi manusia maupun lingkungan sekitarnya. Hasil limbah sebagian besar merupakan air kotor sisa pembersihan. Biasanya air ini dibuang melalui saluran air yang dapat langsung meresap ke tanah. Air limbah ini tidak mengandung zat-zat kimia yang dapat mencemari tanah dan tanaman. Selain air usaha ini juga menimbulkan bau amis dari ikan yang diolah. Akan tetapi bau ini tidak sampai mengganggu udara secara luas. Dengan demikian dapat disampaikan bahwa usaha kerupuk ikan relatif aman bagi lingkungan.
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1. Kesimpulan
a. Usaha kerupuk ikan yang dilakukan oleh masyarakat di Sidoarjo merupakan usaha dengan skala kecil.
b. Kegiatan usaha yang dilakukan menggunakan peralatan dengan teknologi menengah. c. Permintaan kerupuk ikan relatif tinggi dengan konsumen dari berbagai lapisan masyarakat. d. Usaha kerupuk ikan mempunyai peluang yang besar untuk dikembangkan baik untuk
konsumen dalam negeri maupun untuk ekspor.
e. Harga kerupuk ikan pada tahun 2004 di tingkat produsen berkisar antara Rp6.000,- sampai Rp6.500,- per kg. Sedangkan harga di tingkat konsumen akhir mencapai Rp9.000,- sampai Rp10.000,- per kg. Harga ini sering mengalami fluktuasi dengan kisaran 10%.
f. Dari segi teknis, usaha kerupuk ikan sangat mudah dan cepat diadopsi oleh masyarakat karena prosesnya sangat sederhana.
g. Analisis aspek keuangan memperlihatkan bahwa dengan asumsi pendirian usaha baru dengan produk mudarabah (jual beli), maka diperlukan modal usaha sebesar Rp 374.212.568,- yang terdiri dari modal investasi sebesar Rp299.339.000,- dan modal kerja sebesar Rp74.873.568,-. Modal tersebut diasumsikan berasal dari pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) dan dari pemilik/pengusaha.
h. Berdasarkan analisis kelayakan keuangan usaha kerupuk ikan layak untuk diusahakan. Dengan masa proyek 5 tahun dan tingkat margin 9%, usaha ini dapat membayar kewajiban kepada LKS dan menghasilkan keuntungan yang memadai bagi pengusahanya.
7.2. Saran
a. Untuk menjaga kelangsungan produksi dengan biaya yang relatif rendah pengusaha kerupuk ikan perlu menjalin kerjasama dengan pemasok bahan baku, terutama untuk tepung tapioka yang jumlah produsennya terbatas dengan harga yang fluktuatif.
Kesimpulan dan Saran
b. Untuk meningkatkan jumlah penjualan perlu pemasaran yang baik, pada usaha kerupuk ikan ini hubungan personal antara produsen dengan penjual merupakan kunci untuk melebarkan jaringan pemasaran.
c. Secara finansial proyek ini layak untuk dibiayai, namun LKS tetap perlu melakukan analisis pembiayaan yang lebih komprehensif berdasarkan prinsip kehati-hatian, khususnya dalam penyaluran pembiayaan investasi untuk usaha baru ataupun peremajaan usaha.
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto, Eddy dan Liviawaty, Evi, Pengawetan dan Pengolahan Ikan. Kanisius, Yogyakarta, 1989.
Himpunan Fatwa Dewan Syariah. 2003. Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia dan Bank Indonesia
Peraturan Bank Indonesia No: 7/46/PBI/2005 tentang Akad Penghimpunan dan Penyaluran Dana bagi Bank. 2005. Bank Indonesia
Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia, Susenas, 2003
Kabupaten Sidoarjo Dalam Angka 2002, Badan Pusat Statistik, 2003
DAFTAR WEBSITE
1. http://www.investasi.belitungisland.com/ 2. http://www.ristek.go.id/ 3. http://www.sidoarjo.go.id 4. http://www.warintek.progressio.or.id 5. http://www.islamicfinanceonline.com 6. http://www.ifsb.org 7. http://www.isdb.org 8. http://www.bankislam.com.my 9. http://www.lariba.com 10. http://www.amss.netDaftar Pustaka
L A M P I R A N
Lampiran 1. Pengenalan Pola Pembiayaan Syariah
Pembiayaan Syariah
Bank syariah menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Ini di dorong oleh makin tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk memilih produk yang halal. Pun karena jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang paling banyak di dunia, merupakan potensi bagi keuangan syariah untuk menjadi bagian dalam pembiayaan ekonomi masyarakat.
Prinsip pembiayaan syariah yang mendasar adalah:
1. Keadilan, pembiayaan saling menguntungkan baik pihak yang menggunakan dana maupun pihak yang menyediakan dana.
2. Kepercayaan, merupakan landasan dalam menentukan persetujuan pembiayaan maupun dalam menghitung margin keuntungan maupun bagi hasil yang menyertai pembiayaan tersebut.
Untuk mendukung prinsip-prinsip tersebut agar dapat berjalan jauh dari prasangka, manipulasi, korupsi dan kolusi maka dibutuhkan informasi yang memadai. Informasi ini menjadi data pendukung yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang proposional. Jenis informasi yang dimaksud antara lain:
1. Informasi data nasabah
2. Informasi data penjualan / pembelian / penyewaan riil 3. Proyeksi laporan keuangan
4. Akad pembiayaan
Lebih lanjut penjelasan dari informasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut: a. Informasi data nasabah
Menyeleksi calon nasabah yang dapat dipercaya untuk memperoleh pembiayaan dilakukan melalui uji kelayakan nasabah. Uji kelayakan bentuknya berupa form pengisian yang memuat data pribadi dan data usaha calon nasabah. Pengisian form dilakukan melalui wawancara secara individual dan kunjungan ke tempat tinggal dan tempat usaha.
Informasi dari uji kelayakan ini sebagai pertimbangan apakah calon bisa menjadi nasabah atau tidak. Sekaligus juga menentukan jenis pembiayaan yang sesuai untuk nasabah bersangkutan. b. Informasi data penjualan / pembelian / penyewaan riil
Informasi data penjualan/pembelian/ penyewaan riil merupakan data usaha yang sudah terjadi di lapangan. Data riil ini menjadi dasar perhitungan dari akad yang sudah disepakati. Dengan demikian tereliminer kerugian baik yang dirasakan oleh debitur maupun kreditur karena pelaksanaan akad dilandasi dengan data riil.
Lampiran
Informasi ini bentuknya berupa form isian, yang diisi secara rutin sesuai dengan siklus usahanya oleh nasabah. Contoh bentuk form yang diberikan sesuai dengan jenis usahanya dan kebijakan LKS masing-masing.
c. Proyeksi laporan keuangan
Proyeksi laporan keuangan merupakan pelengkap informasi dalam menentukan persetujuan usulan pembiayaan usaha dari nasabah. Proyeksi dari laporan keuangan yang dimaksud terdiri dari proyeksi arus kas, proyeksi laba (rugi) dengan analisa kelayakan seperti NPV, IRR, BEP, B/C ratio, PBP, dll.
Proyeksi ini dibuat atas dasar asumsi-asumsi yang relatif tetap sepanjang umur usaha yang dibiayai. Sedangkan dalam hukum syariah semua transaksi harus riil. Oleh sebab itu dalam menentukan besaran nominal untuk bagi hasil tidak bisa merujuk pada hasil proyeksi (relatif tetap) tetapi harus merujuk pada transaksi riil (relatif berfluktuasi sesuai dinamika usahanya). d. Akad pembiayaan
Akad pembiayaan merupakan kesepakatan antara shahibul maal dan mudharib. Akad ini sebagai landasan hukum syariah bagi transaksi pembiayaan. Akad pembiayaan sesuai dengan jenis pembiayaan usaha nasabah.
Produk pembiayaan syariah bermacam-macam, sebagaimana tersaji pada tabel di bawah ini:
Tabel Pengenalan Produk Syariah
Prinsip Dasar Jenis – Jenis
Bagi Hasil (Profit Sharing)
Al-Musyarakah (Partnership, Project Financing and Participation)
Adalah penanaman dana dari shahibul maal (pemilik modal) untuk mencampurkan dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu, dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kerugian ditanggung semua shahibul maal berdasarkan bagian dana/modal masing-masing
Al-Mudharabah (Trust Financing, Trust Investment)
Adalah akad kerjasama antara 2 pihak di mana pihak shahibul maal menyediakan modal dan pihak mudharib menjadi pengelola. Keuntungan usaha dibagi berdasarkan nisbah sesuai dengan kesepakatan. Pembagian nisbah dapat menggunakan metode bagi untung dan rugi (profit and loss sharing) atau metode bagi pendapatan (revenue sharing) Al-Muzara’ah (Harverst-Yield Profit Sharing)
Adalah kerja sama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap, di mana pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada si penggarap untuk ditanami dan diperlihara dengan imbalan bagian tertentu dari hasil panen
Al Musaqah (Plantation Management Fee Based on Certain Portion of Yield)
Adalah bentuk sederhana dari Al-muzara’ah dimana si penggarap hanya bertanggungjawab atas penyiraman dan pemeliharaan.
Sebagai imbalan, si penggarap berhak atas nisbah tertentu dari hasil panen
Jual Beli (Sale and Payment Sale)
Bai’ Al Murabahah (Deferred Payment Sale)
Adalah akad jual beli antara sebesar harga pokok barang ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati Barang yang dimaksud adalah barang yang diketahui jelas kuantitas, kualitas dan spesifikasinya
Bai’ as Salam (in front Payment Sale)
Adalah jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dengan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh
Bai’ Al – Istishna’ (Purchase by Order or Manufacture) Jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan criteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan Sewa (Operational
Lease and Financial Lease)
Al-Ijarah (operational Lease)
Adalah transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan atau upah mengupah atas suatu jasa dalam waktu tertentu melalui pembayaran sewa atau imbalan jasa
AL- Ijarah Al Muntahia bit – Tamlik (Financial Lease with Purchase Option)
Adalah sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang ditangan si penyewa
Jasa (Fee-Based Services)
Al Wakalah (Deputyship)
Adalah penyerahan, pedelegasian atau pemberian mandat kekuasaan oleh seseorang kepada orang lain dalam hal-hal yang diwakilkan
Al-Kafalah (Guaranty)
Merupakan jaminan yang diberikan oleh penanggung kepada pihak ketiga untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau yang ditanggung, atau mengalihkan tanggungjawab seseorang yang dijamin dengan berbegang pada tanggungjawab orang lain sebagai penjamin.
Al-Hawalah (Transfer service)
Adalah pengalihan hutang dari orang yang berhutang kepada orang lain yang wajib menanggungnya
Lampiran
Ar-Rahn (Mortgage)
Adalah menahan salah satu harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diterima.
Barang yang ditahan tersebut memiliki nilai ekonomis Al-qardh (soft and Benevolent Loan)
Adalah pemberian harta kepada orang lain yang dapat ditagih atau diminta kembali atau dengan kata lain meminjamkan tanpa mengharapkan imbalan
No Asumsi Satuan Jumlah/ Nilai Keterangan
1 Periode proyek tahun 5 Periode 5 tahun
2 Luas tanah m2 2,000
Luas bangunan m2 500
Luas tanah penjemuran m2 1,500
3 Sarana Transportasi unit 1 Mobil box
4 Hari kerja selama 1 tahun hari 285
Hari kerja tenaga borongan hari 200
5 Produksi dan Harga
Produksi per hari kg 620 2 adonan per hari, produksi @310 kg kerupuk
Harga kerupuk ikan kg 6,000
6 Penggunaan tenaga kerja
Tenaga Manajerial orang 2
Tenaga kerja tetap orang 14
Tenaga kerja borongan orang 4
7 Upah tenaga kerja
Tenaga Manajerial Rp/hr 36,000
Tenaga kerja tetap Rp/hr 18,000
Tenaga kerja borongan Rp/hr 22,000
8 Penggunaan bahan baku Untuk satu kali adonan
Tepung tapioka kg 300 Ikan kg 50 Garam kg 10 Gula kg 12.5 Telur kg 10 Penyedap kg 2 Pewarna kg 0.25
Lampiran
Lampiran 3. Biaya Investasi Usaha Kerupuk Ikan
No Jenis Biaya Satuan Jumlah Harga/
satuan Nilai
Umur Ekonomis
(tahun)
Penyusutan
per tahun Nilai Sisa
1 Perijinan satu paket 1 600.000 600.000 3 0
2 Sewa tanah dan bangunan m2 2000 75.000 150.000.000 1 0
3 Mesin/Peralatan Produksi
- Penghancur ikan unit 1 275.000 275.000 20 13.750 206.250
- Mulen unit 1 11.000.000 11.000.000 20 550.000 8.250.000
- Bak adonan unit 2 300.000 600.000 5 120.000 0
- Mesin cetak unit 1 12.000.000 12.000.000 20 600.000 9.000.000
- Cetakan unit 30 8.500 255.000 5 51.000 0
- Dandang (plus kompor) unit 3 800.000 2.400.000 15 160.000 1.600.000
- Mesin pemotong unit 4 7.000.000 28.000.000 20 1.400.000 21.000.000
- Jrebeng*) unit 9000 4.500 40.500.000 1 40.500.000 0
- Dryer/Oven unit 1 12.000.000 12.000.000 20 600.000 9.000.000
Sub jumlah 107.030.000 43.994.750 49.056.250
4 Peralatan lain
- Bak tempat air unit 4 6.000 24.000 5 4.800 0
- Gledegan unit 2 325.000 650.000 10 65.000 325.000
- Timbangan 5 kg unit 2 450.000 900.000 20 45.000 675.000
- Plastik terpal unit 10 3.500 35.000 5 7.000 0
- Alat lain 100.000 1 100.000 0
Sub jumlah 1.709.000 221.800 1.000.000
5 Mobil Box unit 1 40.000.000 40.000.000 10 4.000.000 20.000.000
Jumlah biaya investasi 299.339.000 48.216.550 70.056.250
*) termasuk waring (digunakan untuk menjemur kerupuk)
Rekap Jumlah Biaya Investasi
No Jenis Biaya Nilai Penyusutan
1 Perijinan 600.000 0
2 Sewa Tanah dan Bangunan 150.000.000 0
3 Mesin/Peralatan Produksi 107.030.000 43.994.750
4 Peralatan lain 1.709.000 221.800
5 Mobil box 40.000.000 4.000.000
Lampiran 4. Biaya Operasional Usaha Kerupuk Ikan
No Jenis Biaya Satuan Jumlah untuk 1 tahun Harga/satuan Nilai (Rp)
1 Bahan Baku - Tepung tapioka Kg 171.000 1.750 299.250.000 - Ikan Kg 28.500 4.300 122.550.000 - Garam Kg 5.700 4.000 22.800.000 - Gula Kg 7.125 3.800 27.075.000 - Telur Kg 5.700 6.000 34.200.000 - Penyedap Kg 1.140 10.000 11.400.000 - Pewarna Kg 143 20.000 2.850.000 Sub jumlah 520.125.000 2 Bahan Pembantu
- Minyak tanah Liter 18.000 900 16.200.000
Sub jumlah 16.200.000
3 Peralatan Operasional
- Plastik Kg 600 11.000 6.600.000
- Biaya cetak label Kg 600 7.500 4.500.000
- Peralatan operasional lain Unit 1 600.000 600.000
Sub jumlah 11.700.000
4 Biaya Transportasi Bulan 12 1.200.000 14.400.000
5 Biaya listrik Bulan 12 600.000 7.200.000
6 Biaya telepon Bulan 12 150.000 1.800.000
7 Tenaga Kerja
- Tenaga Manajerial Hari 2 36.000 20.520.000
- Tenaga Kerja Tetap Hari 14 18.000 71.820.000
- Tenaga Kerja Borongan Hari 4 22.000 17.600.000
Sub jumlah 109.940.000
8 Biaya Pemeliharaan 29.933.900
Jumlah Biaya Operasional 711.298.900
Rekap Jumlah Biaya Operasional Per Tahun
No Jenis Biaya Nilai (Rp)
1 Bahan Baku 520.125.000 2 Bahan Pembantu 16.200.000 3 Peralatan Operasional 11.700.000 4 Biaya Transportasi 14.400.000 5 Biaya Listrik 7.200.000 6 Biaya telepon 1.800.000 7 Tenaga Kerja 109.940.000 8 Biaya Pemeliharaan 29.933.900
Jumlah Biaya Operasional Per Tahun 711.298.900
Perhitungan Modal Kerja Untuk Biaya Operasional
Jenis Biaya Harga/satuan Nilai (Rp)
Jumlah dana modal kerja*) 30/285 74.873.568
*) Diasumsikan kebutuhan modal kerja awal adalah untuk 30 hari kerja operasional Sehingga jumlah dana modal kerja yang dibutuhkan :
= (30/285) x biaya operasoional 1 th.
Lampiran 5. Proyeksi Produksi dan Penjualan Kerupuk Ikan
Lampiran
No Uraian Satuan Jumlah
Harga
satuan Nilai (Rp) 1 Produksi per tahun Kg 176.700
2 Penjualan per tahun Kg 176.700 6.000 1.060.200.000
Pendapatan Sampingan
No Uraian Satuan jumlah
harga
satuan Nilai (Rp) 1 Penjualan sak Sak 3.420 400 1.368.000
Total Pendapatan Per Tahun
No Uraian Satuan Jumlah
Harga
satuan Nilai (Rp) 1 Produksi per tahun Kg 176.700
2 Penjualan per tahun Kg 176.700 6.000 1.060.200.000 3 Penjualan sak per tahun Sak 3.420 400 1.368.000 4 Pendapatan kotor 1.061.568.000
Lampiran 6. Proyeksi Pendapatan dan Biaya Usaha Kerupuk Ikan
No. Uraian Tahun
0 1 2 3 4 5 1 Pendapatan a. Penjualan 0 1.060.200.000 1.060.200.000 1.060.200.000 1.060.200.000 1.060.200.000 Penjualan sak 1.368.000 1.368.000 1.368.000 1.368.000 1.368.000 b. Nilai Sisa 0 70.056.250 Jumlah (a+b) 0 1.061.568.000 1.061.568.000 1.061.568.000 1.061.568.000 1.131.624.250 2 Pengeluaran a. Investasi - Perijinan 600.000 600.000
- Sewa tanah dan
Bangunan 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000 - Mesin/Peralatan Produksi 107.030.000 40.500.000 40.500.000 40.500.000 40.500.000 - Peralatan Lainnya 1.709.000 100.000 100.000 100.000 100.000 - Mobil box 40.000.000 Jumlah a 299.339.000 0 190.600.000 190.600.000 191.200.000 190.600.000 b. Biaya operasional - Modal kerja 74.873.568 - Bahan Baku 520.125.000 520.125.000 520.125.000 520.125.000 520.125.000 - Bahan Pembantu 16.200.000 16.200.000 16.200.000 16.200.000 16.200.000 - Peralatan Operasional 11.700.000 11.700.000 11.700.000 11.700.000 11.700.000 - Biaya Transportasi 14.400.000 14.400.000 14.400.000 14.400.000 14.400.000 - Biaya Listrik 7.200.000 7.200.000 7.200.000 7.200.000 7.200.000 - Biaya telepon 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 - Tenaga Kerja 109.940.000 109.940.000 109.940.000 109.940.000 109.940.000 - Biaya Pemeliharaan Mesin 29.933.900 29.933.900 29.933.900 29.933.900 29.933.900 Jumlah b 74.873.568 711.298.900 711.298.900 711.298.900 711.298.900 711.298.900 Jumlah a + b 374.212.568 711.298.900 901.898.900 901.898.900 902.498.900 901.898.900 3 Surplus -374.212.568 350.269.100 159.669.100 159.669.100 159.069.100 229.725.350 Total Surplus 684.189.182
Lampiran
Lampiran 7. Proyeksi Laba/Rugi Usaha Kerupuk Ikan
Pajak 15% No Uraian 1 2 3 4 5 Jumlah 1 Pendapatan 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 5,307,840,000 2 Pengeluaran a. Biaya operasional 711,298,900 711,298,900 711,298,900 711,298,900 711,298,900 3,556,494,500 b. Penyusutan 48,216,550 48,216,550 48,216,550 48,216,550 48,216,550 241,082,750 c. Margin pembiayaan 13,311,000 9,315,000 9,315,000 - - -Jumlah 772,826,450 768,830,450 768,830,450 759,515,450 759,515,450 3,797,577,250 Laba sebelum pajak 288,741,550 292,737,550 292,737,550 302,052,550 302,052,550 1,510,262,750 e. Pajak % 15% 43,311,233 43,910,633 43,910,633 45,307,883 45,307,883 226,539,413 3 Laba rugi 245,430,318 248,826,918 248,826,918 256,744,668 256,744,668 1,283,723,338
4 Profit margin % 23.12% 23.44% 23.44% 24.19% 24.19% 24.19%
BEP (nilai penjualan) 186,472,852 174,362,090 174,362,090 146,130,922 146,130,922 730,654,610 BEP (produksi kerupuk) 31,079 29,060 29,060 24,355 24,355 121,776 BEP rata-rata
- Nilai penjualan (Rp) 146,130,922 - Produksi Kerupuk (kg) 24,355
Lampiran 8. Proy eksi Arus Kas dan Analisis Kelay akan Usaha Kerupuk Ikan
Uraian 0 1 2 3 4 5
Arus kas masuk
a. Pendapatan - 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000
b. Dana sendiri 226,312,568
c. Pembiayaan investasi 103,500,000
d. Pembiayaan modal kerja 44,400,000
e. Nilai sisa 70,056,250
Total arus kas masuk 374,212,568 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,131,624,250
Arus kas masuk bersih - 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,061,568,000 1,131,624,250
Arus kas keluar
a. Biaya investasi 299,339,000 - 190,600,000 190,600,000 191,200,000 190,600,000
b. Biaya modal kerja 74,873,568
c. Biaya operasional 711,298,900 711,298,900 711,298,900 711,298,900 711,298,900
d. Angsuran pembiayaan 78,900,000 34,500,000 34,500,000 -
-e. Margin pembiayaan 13,311,000 9,315,000 9,315,000 -
-f. Pajak % 15% 43,311,233 43,910,633 43,910,633 45,307,883 45,307,883
Total arus kas keluar 374,212,568 846,821,133 989,624,533 989,624,533 947,806,783 947,206,783
Arus kas keluar bersih 374,212,568 754,610,133 945,809,533 945,809,533 947,806,783 947,206,783
Total arus kas - 214,746,868 71,943,468 71,943,468 113,761,218 184,417,468
Kumulatif total arus kas - 214,746,868 286,690,335 358,633,803 472,395,020 656,812,488
Kumulatif arus kas bersih (-nilai sisa) - 214,746,868 286,690,335 358,633,803 472,395,020 586,756,238
Arus kas bersih (arus kas masuk bersih - arus kas keluar bersih) -374,212,568 306,957,868 115,758,468 115,758,468 113,761,218 184,417,468
Perhitungan NPV, Net B/ C ratio, IRR dan PBP
Lampiran
Lampiran 9. Perolehan Margin Pembiayaan Usaha Kerupuk Ikan
Jumlah
1 Total Biay a Inv estasi 299,339,000
Pembiayaan untuk mesin mulen, mesin cetak, mesin
pemotong,jrebeng dan oven 103,500,000
2 Total Biay a modal kerja 74,873,568
Pembiayaan untuk pembelian bahan baku
(tepung tapioka dan ikan) 44,400,000
3 Total Biay a produksi 374,212,568
a. Pembiayaan 147,900,000
b. Modal sendiri 226,312,568
4 Total pembiay aan dan Margin 179,841,000
a. Pembiayaan investasi 103,500,000
Margin Investasi 27,945,000
b. Pembiayaan modal kerja 44,400,000
Margin Modal kerja 3,996,000
c. Total margin 31,941,000
Keterangan:
Angsuran pengembalian pembiay aan
1 tahun 12 bulan
Margin 9.0% (setara flat rate per tahun)
A Pembiay aan Inv estasi 103,500,000
Jangka waktu pembiayaan 3 tahun
Besarnya margin 27,945,000
Uang muka 0
Angsuran pokok 34,500,000
Angsuran margin 9,315,000
B Pembiay aan modal kerja 44,400,000
Jangka waktu pembiayaan 1 tahun
Besarnya margin 3,996,000
Uang muka 0
Angsuran pokok 44,400,000
Angsuran margin 3,996,000