TINJAUAN KOTA
G. PUSAT ADMINISTRASI/PERKANTORAN H.PERUMAHAN
Tabel III.1 Fungsi SWP kota Surakarta
commit to user 66 Keterangan : A : fungsi pariwisata B : fungsi kebudayaan C : fungsi olahraga D : fungsi industry BWK : Bagian Wilayah Kota Inter : Internasional
E : fungsi pendidikan F : fungsi perdagangan
G :fungsi pusat administrasi dan perkantoran H : fungsi perumahan
Dari uraian tabel fungsi SWP maka daerah yang memiliki potensi fungsi pariwisata dan pendidikan adalah Mangkunegaran, Balaikota, Keraton, Sriwedari, Balekambang, Manahan Taman Jurug, UNS, dan kadipiro.
3.3. Penataan bangunan di Surakarta
Penataan bangunan di Surakarta berdasarkan RUTRK Surakarta 1993 – 2013 adalah sebagai berikut :
Gambar III.1 Peta Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) Sumber : Bahan kuliah Studio Perancangan Arsitektur 5
commit to user
67 3.3.1. Penataan lingkungan dan bangunan
Penataan kepadatan bangunan pada penggalan jalan utama untuk setiap SWP di kota Surakarta :
a) Kawasan peruntukan Angka Lantai Dasat ( ALD ) tinggi ( > 75 % ), untuk bangunan dengan Ketinggian Bangunan ( KB ) maksimal 4 lantai, yang berfungsi komersial di daerah perdagangan.
b) Kawasan peruntukan Angka Lantai Dasar ( ALD ) sedang ( 50 – 75 % ), untuk bangunan dengan Ketinggian Bangunan ( KB ) maksimal 8 lantai, yang berfungsi komersial di daerah perdagangan serta KB maksimal 2 lantai untuk perumahan.
c) Kawasan peruntukan Angka Lantai Dasar ( ALD ) rendah ( 20 – 50 % ), untuk bangunan dengan Ketinggian Bangunan ( KB ) maksimal 9 lantai yang berfungsi komersial di daerah perdagangan serta KB maksimal 2 lantai untuk industri.
3.3.2. Penataan perpetakan bangunan jalan – jalan utama
Penataan perpetakan bangunan jalan – jalan utama yang ada di kota Surakarta antara lain :
a) Kawasan peruntukan dan penggalan jalan dengan petak > 5000 m² untuk KB minimal 9 lantai.
b) Kawasan peruntukan dan penggalan jalan dengan petak 2000 – 5000 m² untuk KB maksimal 8 lantai
c) Kawasan peruntukan dan penggalan jalan dengan petak 1000 – 2500 m² untuk KB maksimal 4 lantai
commit to user
68 d) Kawasan peruntukan dan penggalan jalan dengan petak < 1000 m² untuk KB
maksimal 2 lantai.
3.3.3. Penataan ketinggian bangunan
Sesuai dengan arahan RUTRK yang mendasarkan atas penilaian dari beberapa faktor seperti; harga tanah, lebar jalan, penggunaan tanah, keberadaan bangunan kuno, kepadatan bangunan, kecenderungan ( intensitas bangunan ), jalur pesawat terbang, maka kawasan potensial untuk bangunan bertingkat banyak di kota Surakarta adalah sebagai berikut :
a) Kawasan sangat potensial
Kawasan sepanjang Jl. Slamet Riyadi, Urip Sumoharjo, Jendral Sudirman, Yos Sudarso, Gatoto Subroto, dan Dr. Rajiman.
b) Kawasan potensial
Kawasan sepanjang Jl. Ahmat Yani, Kapten Mulyadi, Gajah Mada, Sutan Syahril, S. Parman, Brigjen Sudiarto, Veteran, Honggowongso, dan Kol. Sutarto.
c) Kawasan cukup potensial
Kawasan di sepanjang Jl. RM Said, Ahmad Dahlan, Juanda, Teuku Umar, Ronggowarsito, Kartini, Monginsidi, Dr. Rajiman ( Laweyan ), Adi Sucipto, Dr. Muwardi, dan Brigjend Katamso.
d) Kawasan kurang potensial
Kawasan sepanjang Jl. Kyai Mojo, Cokroaminoto, Suryo, Yosodipuro, Bayangkara, Perintis Kemerdekaan, Dr. Wahidin Hasanudin, MT. Haryono, Ir. Sutami, dan Kol. Sugiono.
commit to user
69 3.4. Kegiatan IPTEK yang ada di Surakarta
Minat masyarakat Surakarta terhadap kegiatan – kegiatan yang berhubungan dengan IPTEK cukup besar. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya kegiatan – kegiatan yang diselenggarakan, baik untuk kalangan pelajar sampai dengan masyarakat umum. Kegiatan – kegiatan yang diadakan seperti Seminar Internasional untuk kalangan guru Soloraya, Seminar Sehari Teknologi Informasi Untuk Perpustakaan Era Milenium yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi yang ada di Surakarta dan Yogyakarta, pameran komputer yang diadakan secara berkala, lomba science atau festival science yang diikuti oleh SD dan SMP se-eks karesidenan Surakarta, dan masih banyak lagi kegiatan IPTEK lainnya.
3.5. Potensi kota Surakarta sebagai lokasi Taman IPTEK 3.5.1. Potensi pendidikan
Kota Surakarta memiliki potensi di bidang pendidikan, hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga pendatang baik dari Indonesia maupun negara lain yang tinggal di kota Surakarta untuk melakukan studi. Kota Surakarta memiliki fasilitas pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Menurut data pada tahun 2007, kota Surakarta memiliki fasilitas pendidikan yang terdiri dari sekolah dasar 281 unit , SMP 71 unit, SMA 41 unit, dan perguruan tinggi sebanyak 32 unit.
3.5.2. Potensi wisata
Kota Surakarta merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang kaya akan obyek – obyek wisata yang khas dan cukup terkenal baik di mancanegara maupun lokal. Salah satu obyek wisata yang menjadi daya tarik utama yaitu kraton
commit to user
70 kasunanan dan mangkunegaran. Berikut ini merupakan beberapa kelompok wisata di kota Surakarta :
Jenis wisata Obyek
Wisata Budaya Keraton Surakarta Istana Mangkunegaran Museum Radyapustaka
Museum Galeri Batik Kuno Danar Hadi Kampung Wisata Batik Kauman Solo Museum Lukis Dullah
Candi Prambanan Klaten
Balai Sujatmoko toko Gramedia (tempat even pameran kesenian) Galeri ASDI, Jl. Slamet Riyadi
Taman Sriwedari
Taman Budaya Jateng di Surakarta (TBS)/ Teater Arena Kasar barang klithikan NItiharjo Silir Semanggi Wisata Alam Tawangmangu
Kompleks Makam Mangkunegaran di Makam Presiden Suharto & Istri di Mengadeg, Matesih, Karanganyar
Selo (Di gunung Merapi-Merbabu) Kebun Binatang Jurug
Jumok (air terjun dan tempat peristirahatan) Museum purbakala Sangiran
Waduk Gajahmungkur Wonogiri SSB (Solo Selo Borobudur).
Candi Cetho, patung Dewi Sri, dan Tea-walk di Kemuning, Karanganyar
Candi Sukuh
Hutan Jati Krendhowahono Wonogiri Luweng Ombo Wonogiri
Bekonang (suasana Pedesaan)
Nonton Pesawat Terbang, gunung Merbabu dan Merapi (lap. terbang Adisumarmo)
Waduk Cengklik
Wisata Kuliner Keprabon untuk Nasi liwet Galabo
Wisata belanja Pasar Barang antik Triwindu Pasar Iwak Hias (pasar gedhe)
Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton Solo Pasar Klewer (Pasar Batik terbesar di Indonesia)
Pasar buku kuno di Alun-alun Utara Kraton Solo
Berdasarkan uraian tempat wisata di atas dapat dilihat potensi – potensi yang dimiliki kota Surakarta sangat besar, namun belum banyak tempat wisata yang bersifat edukatif dan rekreatif.
Tabel III.2 Kelompok wisata di Surakarta Sumber : http://id.wikibooks.org/wiki/Wisata:Solo - 2010
commit to user
71 3.5.3. Sesuai dengan visi dan misi kota Surakarta
Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam penguasaan dan pendayagunaan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni guna mewujudkan inovasi integritas masyarakat madani yang berlandaskan ke Tuhan Yang Maha Esa. Mengembangkan seluruh kekuatan ekonomi daerah sebagai pemacu tumbuh kembangnya ekonomi rakyat yang berdaya saing tinggi, serta menggunakan potensi dan teknologi terapan yang akrab lingkungan. http://geografi.ums.ac.id/ebook/perenc_kota/Surakarta.pdf ( 18 September 2010 ) Demikian sebuah penggalan dari misi kota Surakarta. Dari penggalan misi kota Surakarta tersebut dapat disimpulkan bahwa kota Surakarta sedang melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatan kualitas sumber daya manusia di kota tersebut. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas maka secara otomatis akan meningkatkan kualitas kehidupan dari kota tersebut.
Sebagai realisasi dari visi dan misi kota Surakarta dalam upaya peningkatan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni pemkot kota Surakarta telah mendirikan sebuah fasilitas publik yang bertujuan untuk mencetak tenaga – tenaga ahli dan terampil di bidang permesinan industri. Fasilitas tersebut diberi nama Solo Techno Park ( STP ). Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan dapat menjadi pusat penelitian, pelatihan dan pendidikan di bidang teknologi khusunya permesinan industri.
commit to user
72 3.6. Tinjauan arsitektur di Surakarta
Surakarta memiliki identitas berupa arsitektur tradisional jawa. Pemerintah kota Surakarta telah menetapkan peraturan konsep penampilan bangunan di Surakarta harus menampilkan identitas arsitektur lokal yang menampilkan kekhasan kota Surakarta. Namun seiring dengan perkembangan arsitektur di dunia, arsitektur di kota Surakarta juga berkembang ke arah yang semakin modern. Perkembangan arsitektur di kota Surakarta dapat dilihat dengan mulai banyaknya bangunan – bangunan yang mulai mengarah ke arsitektur modern. Bentuk – bentuk arsitektur jawa yang menampilkan atap dengan bentuk joglo ataupun limasan sudah mulai diolah dan diganti dengan bentuk – bentuk yang lebih modern. Beberapa bangunan di Surakarta yang sudah mulai mengarah ke arsitektur modern antara lain SGM, Solo Square, PGS, BTC, Solo Paragon, Solo Techno Park, dan masih banyak lagi bangunan – bangunan fasilitas umum dan perbelanjaan lainnya.
Perkembangan arsitektur di kota Surakarta yang sudah semakin ke arah modern menunjukkan bahwa masyarakat di Surakarta sudah mulai dapat menerima adanya perkembangan arsitektur. Perkembangan tersebut juga mengakibatkan adanya beberapa perubahan peraturan pemerintah yang menetapkan hanya bagunan pada kawasan khusus saja yang masih tetap harus menampilkan arsitektur lokal yang ada di Surakarta.
commit to user
73 Gambar III.2 Solo Grand Mall dengan arsitektur
post modern
Sumber : Dok. Pribadi - 2010
Gambar III.3 Pusat Grosir Solo dengan arsitektur post modern
Sumber : Dok. Pribadi - 2008
Gambar III.4 Solo Square dengan arsitektur modern Sumber : Dok. Pribadi - 2010
commit to user
74