• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMBAHASAN MASALAH

4.1 Pustaka Rekreatif Audio Visual

Dengan semangat untuk mampu menerapkan pelayanan berbasis kepuasan pemakai maka pustaka rekreatif dalam layanan UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta secara resmi dibuka pada 15 Januari 2007 oleh Pembantu Ketua III, Bapak Soegeng Toekio. Hanya untuk memberikan nama maka layanan UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta dibedakan menjadi empat macam yaitu pustaka referensi, pustaka pandang dengar, pustaka digital, dan pustaka rekreatif. Dari layanan pustaka referensi, pustaka pandang dengar, dan pustaka digital memiliki muatan akademik yang lebih besar karena merupakan inti dari koleksi UPT Perpustakaan ISI Surakarta disajikan dalam ketiga pustaka tersebut. Sedangkan pustaka rekreatif dikemas dan disajikan untuk memberikan variasi dari ketiganya.

Pustaka rekreatif dibangun untuk memenuhi salah satu fungsi

perpustakaan yaitu fungsi rekreasi. Kata rekreatif pada kata pustaka rekreatif diambil dari kata rekreasi. Kata rekreatif di sini dapat berarti mengembalikan

pikiran dengan penuh daya cipta. Jadi pengguna yang telah memanfaatkan layanan pustaka rekreatif diharapkan dapat kembali segar dan semangat kembali. Kata rekreatif pada pustaka rekreatif sengaja diambil karena dilihat dari pengertiannya sendiri, kreatif berarti memiliki daya cipta atau mempunyai daya mencipta sehingga pengertian dari pustaka rekreatif sendiri

commit to user

52

adalah media penyampai informasi yang dapat merangsang terjadinya penyegaran kembali dengan penuh daya cipta atas rasa kejenuhan.

Layanan pustaka rekreatif Audio Visual UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta dikemas dan disajikan berbeda dengan layanan perpustakaan yang biasanya bersifat konvesional. Layanan pustaka rekreatif

Audio Visual memiliki karakteristik tersendiri yang dapat membedakan dengan pustaka lain dimana dapat dilihat dari sistem layanan yang tidak bersifat formal. Dan pustaka rekreatif Audio Visual memiliki wujud berbeda yaitu dengan ruangan yang khusus didesain tanpa kursi dan bentuk rak yang disesuaikan dengan ruangan. Hal tersebut akan memberikan kesan nyaman, santai, tidak formal dan segar bagi pengguna layanan pustaka rekreatif Audio Visual. Karakteristik lainnya adalah pustaka rekreatif Audio Visual

menyajikan berbagai macam koleksi berbentuk non buku yang bersifat ringan dan menghibur. Menghibur pemakai dengan memberi kesegaran dari kejenuhan yang disebabkan oleh aktivitas selama mengikuti proses kegiatan akademik seperti menelusur informasi, mencari referensi untuk tugas, praktikum, kuliah, penelitian yang dapat membuat kemampuan kreativitas menurun dan daya cipta terhambat.. Dengan adanya layanan pustaka rekreatif

Audio Visual yang memiliki desain tersebut diharapkan dapat membuat pemakai perpustakaan merasa santai, segar dan senang serta dapat menghilangkan jarak antara pustakawan dengan pemakai perpustakaan. Penjelasan lebih lengkap dapat dilihat berikut ini:

commit to user

4.1.1 Sistem Layanan Pustaka Rekreatif Audio Visual

Pustaka rekreatif rekam atau Audio Visual menggunakan sistem tertutup atau Close Access sehingga pengguna tidak dapat mengambil koleksi sendiri, harus melalui petugas. Begitu juga dalam menggunakan atau memutar koleksi Audio Visual, pengguna dapat meminta bantuan petugas. Dan koleksi pustaka rekreatif Audio Visual tidak dapat dipinjam keluar atau dibawa pulang. Dalam pemutaran film pengguna harus memperhatikan waktu pemutaran untuk disesuaikan dengan jam pelayanan dimana jam pelayanan pustaka rekreatif Audio Visual sama dengan jam buka perpustakaan.

Sebelum masuk ruang pustaka rekreatif Audio Visual, pengguna harus menyimpan tas dan barang-barang bawaan lainnya ke dalam

locker dan dikunci. Kemudian menunjukkan kartu anggota

perpustakaan kepada petugas. Pengguna pustaka rekreatif Audio Visual juga diwajibkan untuk mengisi buku tamu yang telah tersedia. 4.1.2 Koleksi Pustaka Rekreatif Audio Visual

Koleksi pustaka rekreatif Audio Visual UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta terdiri dari Kaset, CD, VCD dan DVD. Adapun koleksi kaset terdiri dari kaset lagu-lagu popular baik lagu daerah seperti campursari maupun lagu popular Indonesia sampai lagu-lagu mancanegara dan berbagai jenis musik seperti musik popular, musik tradisional, musik pop barat, musik instrumentalia, serta terdapat pula kaset kerohanian dan kaset dari seni drama. Dan

commit to user

54

untuk koleksi CD/VCD terdiri dari CD/VCD musik, senam/aerobik, dokumenter, tarian, kethoprak, dan keagamaan. Kemudian koleksi DVD film-film popular dari industri film Hollywood, film dokumenter dari National Geographic dan lain sebagainya.

Tabel 13

Koleksi Pustaka Rekreatif Audio Visual

NO GOLONGAN PUSTAKA JUMLAH

1 Kaset 258

2 CD atau VCD 455

JUMLAH 713

Sumber : UPT Perpustakaan ISI Surakarta

UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta juga menyediakan fasilitas penunjang yang berupa peralatan untuk menunjang kelancaran aktivitas pekerjaan pelayanan pustaka rekreatif

audio visual kepada pengguna perpustakaan. Diantaranya berupa furnitur dan peralatan pemutar rekaman, baik kaset maupun CD dan VCD. Lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 14

Fasilitas Penunjang Peralatan Elektronik Pustaka Rekreatif Audio Visual

NO ELEKTRONIK JUMLAH

1 TV Warna 20” 1 Unit

2 TV Warna 29” 1 Unit

3 Tape Recorder 1 Unit

4 CD/VCD Player 2 Unit

5 LCD Projector 1 Unit 6 Speaker Aktif 1 Set

commit to user Lanjutan Tabel 14

7 Headphone 2 Unit

8 Komputer 1 Set

Sumber : UPT Perpustakaan ISI Surakarta

Tabel 15

Fasilitas Penunjang Berupa Furnitur Pustaka Rekreatif

NO FURNITUR JUMLAH

1 Meja Pendek 3 Buah

2 Meja Pelayanan 1 Set

3 Meja dan Rak Televisi 2 Buah

4 Rak Kaset 2 Buah

5 Rak Majalah 2 Buah

6 Rak Buku 4 Buah

7 Locker 1 Buah Sumber : UPT Perpustakaan ISI Surakarta

4.1.3 Ruang Pustaka Rekreatif Audio Visual

Ruang pustaka rekreatif Audio Visual terletak di lantai dua gedung perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta. Ruang pustaka rekreatif Audio Visual dibuat terpisah dengan ruangan lain dan menggunakan cat berwarna hijau untuk membedakan dengan pustaka lain. Ruangan ini berukuran sekitar empat kali lima meter yang didesain khusus tanpa kursi melainkan beralaskan karpet dan di tengah terdapat meja rendah persegi panjang dilengkapi dengan penyejuk udara. Di dalam ruangan pustaka rekreatif Audio Visual telah tersedia beberapa fasilitas penunjang koleksi Audio Visual seperti yang telah disebutkan di Tabel 14. Pustaka rekreatif Audio Visual juga menyimpan koleksi Koran langganan dari Solopos dan Kompas.

commit to user

56

Foto 1

Ruang Pustaka Rekreatif Audio Visual

Sumber : UPT Perpustakaan ISI Surakarta

4.1.4 Data Pengunjung Pustaka Rekreatif

Pustaka rekreatif telah mulai dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan sejak diresmikan pada 15 Januari 2007 baik pada pustaka rekreatif cetak dan rekam atau Audio Visual. Pengunjung berasal dari mahasiswa berbagai jurusan, dosen, karyawan, dan pengunjung dari luar Institut Seni Indonesia Surakarta. Data pengunjung pustaka rekreatif digabung dengan data pengunjung ruang baca umum perpustakaan. Sebagai gambaran dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 16

Data Pengunjung Ruang Baca Umum dan Rekreatif Periode Januari sampai Desember Th. 2010

NO BULAN JUMLAH PENGUNJUNG

1 Januari 193

commit to user Lanjutan Tabel 16 3 Maret 229 4 April 195 5 Mei 190 6 Juni 162 7 Juli 145 8 Agustus 79 9 September 103 10 Oktober 248 11 November 259 12 Desember 249 JUMLAH 2185

Sumber : UPT Perpustakaan ISI Surakarta

Tabel 17

Data Pengunjung Ruang Baca Umum dan Rekreatif Berdasarkan Asal Pengunjung pada Th. 2010

NO KATEGORI JUMLAH PENGUNJUNG

1 MHS. KAR 253 2 MHS. ETNO 362 3 MHS. PED 31 4 MHS. TARI 428 5 MHS. SR. K 126 6 MHS. SR. M 77 7 MHS. SR. TRP 5 8 MHS. D1 100 9 MHS. TV 253 10 MHS. S2 183 11 DS. MKU 30 12 DS. KAR 18 13 DS. PED 16 14 DS. SR. K/M 24 15 DS. TARI 22 16 KARYAWAN 20 17 LUAR ISI 210 Jumlah 2158

Sumber : UPT Perpustakaan ISI Surakarta 4.2 Masalah dan Pemecahan Masalah

Berdasarkan kegiatan pengamatan yang penulis lakukan terdapat masalah yang ditemui dan pemecahan masalahnya berkaitan dengan pustaka

commit to user

58

rekreatif Audio Visual di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta sebagai berikut:

4.2.1 Masalah

4.2.1.1 Kurangnya promosi akan adanya pustaka rekreatif audio visual

sehingga kurang termanfaatkan dengan baik oleh pengguna perpustakaan UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta.

4.2.1.2 Kenyamanan pengguna pustaka rekreatif audio visual

perpustakaan UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta kurang terjaga karena pengaturan suhu pada ruang yang kurang baik, suhu pada ruangan bisa terlalu dingin atau panas.

4.2.2 Pemecahan Masalah

4.2.2.1 Melakukan penyebaran atau pemberian informasi ke semua tempat di lingkungan kampus mengenai adanya layanan pustaka rekreatif audio visual di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta.

4.2.2.2 Pada awal pembukaan ruang pustaka rekreatif audio visual

penyejuk ruangan diatur terlebih dahulu agar suhu ruangan nantinya dingin, apabila sudah dingin suhu ruangan dapat dikurangi sedikit agar tidak terlalu dingin.

commit to user

59

BAB V

PENUTUP

Sebagai penutup Tugas Akhir ini, penulis menyampaikan beberapa kesimpulan dan saran yang dapat digunakan sebagai koleksi guna meningkatkan kualitas perpustakaaan pada umumnya dan UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta pada khususnya. Dari uraian bab-bab di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:

5.1 Kesimpulan

5.1.1 UPT Perpustakaan ISI Surakarta di bawah naungan lembaganya yaitu Institut Seni Indonesia Surakarta yang berperan penting dalam menunjang proses kegiatan pendidikan dan penelitian bagi sivitas akademika.

5.1.2 UPT Perpustakaan ISI Surakarta membuka Layanan Pustaka Rekreatif dengan tujuan selain untuk menghilangkan kejenuhan pengguna perpustakaan dari rutinitas akademik, juga untuk memberikan relaksasi bagi pemakai perpustakaan setelah melakukan kegiatan akademik dan memenuhi salah satu fungsi perpustakaan yaitu fungsi rekreasi.

5.1.3 Layanan Pustaka Rekreatif Audio Visual mempunyai karateristik tersendiri dibandingkan dengan yang lain dari segi sistem layanan, ruangan dengan desain khusus dan muatan dari koleksinya yang bersifat ringan dan menghibur.

commit to user

60

5.1.4 Masalah yang dihadapi dalam layanan pustaka rekreatif Audio Visual

adalah kurangnya promosi yang membuat layanan sedikit kurang termanfaatkan dan kurangnya informasi mengenai sistem layanan yang membuat pengguna salah paham.

5.1.5 Pemecahan yang dapat dilakukan adalah sosialisasi yang baik kepada pengguna perpustakaan akan adanya layanan pustaka rekreatif Audio Visual dan bagaimana sistem layanan yang diterapkan.

5.2 Saran

Setelah melakukan pengamatan saat melaksanakan Kuliah Kerja PUSDOKINFO di UPT Perpustakaan Institut Seni Indonesia Surakarta, maka penulis memberikan beberapa saran yang dapat digunakan untuk koreksi sebagai berikut:

5.2.1 Untuk lebih memberikan sajian pelayanan yang lebih variasi kepada pengguna perpustakaan, maka pada koleksi harus ditingkatkan isinya dan jumlahnya. Sehingga memberikan banyak pilihan kepada pemakai perpustakaan.

5.2.2 Kenyamanan pengguna perpustakaan pada ruangan lebih ditingkatkan yaitu pada keadaan suhu ruangan yang tidak terlalu dingin atau terlalu panas, ruangan didesain lebih variatif atau bisa ditambah dengan alas duduk khusus yang lebih empuk atau nyaman. Selain itu, dalam memberikan kesan nyaman harus ditunjang dengan petugas yang melayani dengan baik dan tidak terlalu formal.

commit to user

5.2.3 Untuk meningkatkan minat dan apresiasi pengguna perpustakaan kepada layanan pustaka rekreatif Audio Visual dapat dengan cara merubah peraturan sebelumnya. Misalnya dengan memberikan kebebasan kepada pemakai perpustakaan dalam hal pemutaran koleksi pustaka rekreatif Audio Visual.

commit to user

012314ÿ6783191ÿ

ÿ

ÿÿÿÿÿ!"#$ÿ%&'"ÿ'#((ÿ%)$ÿ*"+,-#ÿ./ÿ %&'"ÿ0#((ÿ12ÿ'3ÿ4&$ÿ4('(ÿ#(-ÿ5%&'"ÿ6&7ÿ'ÿ849ÿ 4#-)&$(ÿ:(&ÿ*#(ÿ:('"(#ÿ*&-$-;ÿ<=>ÿ?ÿ@?ABÿ CDEF>A>ÿ@FGF>ÿHFAÿ@?Aÿ

ÿ

>AAÿIEÿ<ÿJÿ4#K((ÿ4&$ÿL#$-#+ÿ'ÿ849ÿ4#-)&$(ÿ:(&ÿ *#(ÿ:('"(#ÿ5:*:7ÿ*&-$-ÿ<=>ÿ?ÿ@?ABÿCDEF>A>ÿ@FGF>ÿ

HFAÿ@?Aÿ

ÿ

MFNODÿPQNDÿRDÿS?ÿSFDÿTÿU$ÿ!#)&$,((Vÿ*&&ÿ

4#('#$(ÿ9#-W')ÿ4-"+#ÿ'(ÿ!"'#ÿU$ÿ4&$,(ÿ:('"(#ÿX?ABÿ

@=D=ÿ@FAIÿ

ÿ

Y>ÿM>ÿZZ[ÿ4#&(\&$ÿ4-$ÿ4#(#"(ÿ4#-)&$(ÿ.\'ÿ'(ÿ1#32ÿ :3KWÿ]I=^?ABÿ_R`ÿHRÿCDEF>A^ÿaF>>ÿ

ÿ

HAIANI`IÿbNRÿZZZÿ4#K((ÿcW(ÿ4&$ÿX?ABÿCDEF>A>ÿ

<FG?ÿ

ÿ

HRIÿZJTÿ4-()d4-()ÿ4#(#"(ÿ4&ÿ*&32#-ÿc#\-ÿX?ABÿ

PFNR`ÿb^ÿ

ÿ

OOÿMRÿZZeÿ.#"'#ÿ4#(#(ÿc'(ÿ*"ÿ]I=^?ABÿ_R`ÿHRÿ CDEF>A^ÿaF>>ÿ

ÿ

a>AÿaFNGDDÿRDÿaFD=FNGD=Dÿf>ÿZZTÿ!3&ÿc#-ÿcWÿ:('"(#ÿ X?ABÿfÿa>A?ÿ

ÿ

@FA^IDIÿXI?Iÿgÿ4&$ÿL#$-#+ÿ#2ÿ4#-&(ÿ4#K((ÿ4#-)&$(ÿ *9*:ÿ*&-$-ÿRNÿH?ÿ@FNDÿh@hÿ@?Aÿ

ÿ

@IFRG^IÿIF^AÿZJgÿ4#(#"(ÿ4#-)&$(ÿi'ÿ:ÿfDRD=BÿNDÿ ÿ

@>A^Ijf>?ÿZZÿ4#((-ÿ:3&ÿ4#-)&$(ÿX?ABÿa<ÿ_NFRÿa>A?ÿ

CANÿ

ÿ

@NR`ÿZZkÿ4#-)&$(Vÿl-(ÿ'(ÿ9ÿ!#-\(Kÿ]I=^?ABÿbD>>ÿ ÿ

commit to user 012345ÿ78139495ÿ35ÿ842ÿ93ÿÿÿ!"#"ÿ$%#ÿ &333'ÿ(829ÿ133ÿÿ ÿ )ÿ*32ÿ+ÿÿ!"#"ÿ$%#ÿ8333'ÿ*31ÿ,3ÿ049-19ÿ11ÿ ÿ .5ÿ,193ÿ/ÿÿ012%#3##"ÿ!"#"ÿ&333'ÿ)33134ÿ4ÿ 544193ÿ ÿ

ÿ

ÿ

ÿ

ÿ

ÿ

Dokumen terkait