BAB III : PENYELESAIAN GUGATAN HARTA BERSAMA PASCA
C. Putusan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan tentang
penelitian ini ada 3 putusan, yaitu putusan pembagian harta bersama pasca
6
perceraian dalam kasus pihak suami bekerja dan pihak istri tidak bekerja, pihak suami tidak bekerja dan pihak istri bekerja, serta pihak suami dan pihak istri sama-sama bekerja. Demi menjaga nama pemohon/penggugat maupun termohon/tergugat, maka identitas kedua belah pihak yang bersengketa, penulis samarkan.
1. Pihak isteri bekerja dan Pihak suami tidak bekerja dalam Putusan Nomor Perkara : 45/Pdt.G/2005/PAJS:
a. Pemohon/Penggugat, umur 33 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta, tempat tinggal Jl. Kemang Utara 31, Rt.001/03, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dalam hal ini didampingi/diwakili oleh kuasa hukumnya yang terakhir Hj. Elza Syarief, SH. MH, dan Rahmi Gustika, SH, Advokat yang beralamat Jl. Kramat Sentiong, No. 38.A, Jakarta Pusat, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 1 April 2005. selanjutnya disebut ”Penggugat”.
b. Termohon/Tergugat, umur 34 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta, tempat tinggal Jl. Kemang Utara 31, Rt.001/03, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Dalam hal ini didampingi/diwakili oleh kuasa hukumnya H.M. Efran Helmi Juni, SH. MH, R. Wawan Darmawan SH, Gribaldi Jaya Dilaga, SH. Advokat yang beralamat Jl. Petogongan I/35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 24 Januari 2005. selanjutnya disebut ”Tergugat”.
Pengadilan Agama Jakarta Selatan telah mempelajari berkas perkara, memeriksa dan mendengar keterangan penggugat, tergugat dan saksi-saksi serta memeriksa bukti-bukti yang dikemukakan di persidangan.
Tentang Duduk Perkaranya, penggugat telah mengajukan surat gugatan tanggal 11 Januari 2005 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan nomor perkara : 45/Pdt.G/2005/PAJS.
Penggugat dan tergugat telah melangsungkan pernikahan pada tanggal 17 Juni 2001 dihadapan Pejabat Kantor Urusan Agama Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sebagaimana tertera dalam Kutipan Akta Nikah Nomor: 593/64/64/2001, tertanggal 18 Juni 2001. Dalam perkawinan belum dikaruniai anak.
Sejak 17 Juni 2001, penggugat tidak pernah merasakan kebahagiaan sebagaimana layaknya suami isteri, terlebih sejak tahun 2002, kehidupan rumah tangga antara Penggugat dengan Tergugat semakin tidak harmonis karena terjadinya pertengkaran terus menerus. Pertengkaran disesabkan karena tidak adanya kesamaan visi dan misi (pandangan) antara Penggugat dengan Tergugat dalam membentuk dan membina keluarga (rumah tangga) yang bahagia, ini ditandai dengan sikap dan prilaku Tergugat yang kasar sehingga sejak awal-awal perkawinan, Penggugat telah mengalami depresi yang serius.
Menurut penggugat selama perkawinan, tergugat berprilaku sangat egois dan selalu ingin menang sendiri dan tidak pernah menghargai Penggugat sebagai istri dalam segala hal, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam
pergaulan hidup bermasyarakat. Bahkan penggugat telah berulang kali meminta izin kepada Tergugat untuk kembali kerumah orang tuanya, tetapi Tergugat tidak mengizinkannya dan bahkan mengancam akan melakukan tindakan kekerasan jika itu dilakukan Penggugat. Tergugat sebagai suami dan kepala rumah tangga tidak pernah memberikan dan memenuhi kebutuhan baik lahir maupun bathin dan bahkan selama perkawinan, Penggugatlah yang berusaha dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sedangkan tergugat hanya berusaha untuk menguasai seluruh harta dan kekayaan yang semuanya berasal dari penghasilan Penggugat, bahkan lebih cenderung tindakan tergugat mengarah kepada mengeksploitasi Penggugat sebagai”mesin pencari uang”. Selama perkawinan antara Pengugat dengan Tergugat, juga telah diperoleh harta bersama (gono-gini).
Oleh karena penggugat sudah tidak sanggup lagi menanggung derita lahir dan bathin akibat perlakuan dan pertengkaran yang sering terjadi dengan Tergugat, penggugat mengajukan pengajuan gugatan perceraian, dan permohonan Sita Marital atas seluruh harta bersama (gono-gini)
Dalam Perkara ini, Majelis Hakim menjatuhkan putusan yang berbunyi: a. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian;
b. Menjatuhkan talak satu bain sugra dari Tergugat terhadap Penggugat;
c. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk mengirim salinan putusan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap ke PPN KUA Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur;
d. Memerintahkan kepada Penggugat dan Tergugat agar membagi dua harta bersama dan hutang bersama;
e. Menyatakan tidak dapat diterima gugatan Penggugat yang selain dan selebihnya;
f. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp.365.000,- (Tigaratus enampuluh limaribu Rupiah).
2. Pihak suami bekerja dan pihak isteri tidak bekerja dalam Putusan Nomor Perkara : 0356/Pdt.G/2008/PAJS:
a. Pemohon/Penggugat, umur 57 tahun, agama Islam, pendidikan D.III, pekerjaan pensiunan PNS, tempat tinggal Villa Permata Santi, Blok A.4, Nomor 1, Rt.005/004, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Selanjutnya disebut ”Penggugat”.
b. Termohon/Tergugat, umur 49 tahun, agama Islam, pendidikan SLTP, pekerjaan Ibu Rumah Tangga, tempat tinggal di Jl. AUP Barat III, Rt.009/06, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dalam hal ini didampingi/diwakili oleh kuasa hukumnya Edwin. S, SH., dan Rekan, Advokat dan Konsultan Hukum yang beralamat di Perumahan Puri Santosa, Blok. E.22, Serpong, Tangerang, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 26 Maret 2008, yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan Nomor: 155/Pdt.G/III/2008, tanggal 28 Maret 2008. Selanjutnya disebut ”Tergugat”.
Pada hari Jum’at, tanggal 16 Januari 1975, telah dilangsungkan perkawinan antara Penggugat dengan Tergugat tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, dengan Akta Nikah Nomor:65/60/1975, tanggal 16 Januari 1991, dari perkawinan tersebut antara Penggugat dengan Tergugat telah dikaruniai 4 (empat) orang anak dan telah telah dihasilkan beberapa macam barang milik bersama.
Antara Penggugat dengan Tergugat telah terjadi perceraian pada tanggal 21 Januari 2008, berdasarkan Putusan Nomor : 1366/Pdt.G/2007/PAJS dan Akta Cerai Nomor : 142/AC/2008/PAJS, tanggal 18 Februari 2008. Dari perceraian tersebut timbul akibat perceraian yakni pembagian harta bersama penggugat mengajukan gugatan pembagian harta bersamaPenggugat. Penggugat telah mengajukan surat gugatan tanggal 04 Maret 2008 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada register nomor : 0356/Pdt.G/2008/PAJS, tanggal 05 Maret 2008.
Mengingat segala peraturan-peraturan perundangan yang berlaku dan
hukum Syara’ / Hukum Islam yang berkaitan dengan perkara ini, maka majelis
Hakim memutuskan:
a. Mengabulkan gugatan Pengugat untuk sebagian;
b. Menghukum Tergugat untuk membagi dan menyerahkan setengah bagian darihartabersamakepada Penggugat. Dan menyatakan apabila tidak dapat dibagi in natura maka harus dilakukan penjualan melalui Kantor Lelang, dan
hasilnya diserahkan setengah bagian kepada Penggugat dan setengah bagian kepada Tergugat;
c. Menolak dan menyatakan tidak dapat diterima gugatan Penggugat selebihnya; d. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp.
331.000,- (tigaratus tigapuluh satu ribu rupiah).;
3. Pihak suami bekerja dan pihak isteri bekerja dalam Putusan Nomor Perkara : 0180/Pdt.G/2011/PAJS:
a. Pemohon/Penggugat, umur 45 tahun, agama Islam, pekerjaan sawsta, tempat tinggal Jl. Ciawi I, Nomor 15, Rt.007/002, Kelurahan Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam hal ini diwakili oleh Kuasa Hukumnya Moh. Agus Riza H, SH., Advokat pada kantor Riza Hufaida & Partners Law Firm, beralamat di The Limo Residence, Blok A, Nomor 4, Depok, kodepos 16515, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 17 Januari 2011 yang terdaftar pada Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Nomor : 066/Pdt.G/1/2011. Selanjutnya disebut ”Pemohon”.
b. Termohon/Tergugat, umur 50 tahun, agama Islam, pekerjaan swasta, tempat tinggal di Jl. Ciawi I, Nomor 15, Rt.007/002, Kelurahan Rawa Barat, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dalam hal ini didampingi/diwakili oleh kuasa hukumnya Fifiek N. Woelandara, SH., dan Fauzul Abrar, SH., Advokat pada Kantor Mulyana Safina Abrar Advocates, yang beralamat di H. R. Rasuna Said, Blok X-2, Kavling 6, Kuningan, Jakarta Selatan, kodepos 12950, berdasarkan surat kuasa khusus tanggal 18 Februari
2011, yang terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Selatan dengan Nomor: 100/Pdt.G/II/2011, tanggal 23 Februari 2011. Selanjutnya disebut ”Termohon”.
Pemohon dan termohon telah melangsungkan pernikahan pada tanggal 18 Nopember 1992, dihadapan Pejabat Kantor Urusan Agama Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sebagaimana tertera dalam Kutipan Akta Nikah Nomor: 770.56/XI/1992, tertanggal 18 Nopember 1992. Selama dalam perkawinan Pemohon dan Termohon telah dikarunia 1 (satu) orang anak laki-laki, yang lahir pada tanggal 17 Oktober 1993, sebagaimana tercatat dalam Kutipan Akta Kelahiran Nomor : 24526/U/JS/1993, tertanggal 09 Nopember 1993.
Tujuan perkawinan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa antara pemohon dan termohon tidak dapat dipertahankan lagi dikarenakan sudah tidak ada lagi kecocokan dan keharmonisan dalam berumah tangga yang disebabkan adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus yang terjadi sejak tahun 2008 antara Pemohon dengan Termohon sehingga tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam berumah tangga sejak bulan Januari 2007 sampai Pemohon dan Termohon telah sepakat bahwa perceraian adalah jalan keluar terbaik atas permasalahan yang Pemohon dan Termohon.Penggugat telah mengajukan surat gugatan tanggal 24 Januari 2011 yang didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada register nomor : 0180/Pdt.G/2011/PAJS, tanggal 24 Januari 2011.Sehubung dengan hal tersebut di atas, Pemohon dan Termohon juga telah menuangkan
kesepakatan akibat dari perceraiannya dimaksud yakni perihal hak asuh anak (Hadhanah) dan pembagian harta bersama dalam suatu Akta Notaris, Nomor 3, tanggal 13 Januari 2011 tentang Perjanjian Hak Asuh atas Anak dan Pembagian Harta Bersama yang dibuat oleh dan di hadapan Seruni Saerang Lissari, SH., MKn., Notaris di Kabupaten Tangerang.
Atau bilamana Pengadilan Agama Jakarta Selatan berpendapat lain mohon putusan yang sesuai dengan kebenaran hukum dan keadilan.
Dalam perkara ini, Majelis Hakim menjatuhkan putusan yang berbunyi: a. Mengabulkan gugatan Pemohon;
b. Memberi izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj’i terhadap Termohon didepan sidang Pengadilan Agama Jakarta Selatan;
c. Menyatakan antara Pemohon dan Termohon telah terjadi Perjanjian Hak Asuh atas Anak dan Pembagian Harta Bersama akibat perceraian yang dibuat oleh dan di hadapan Seruni Saerang Lissari, SH., MKn., Notaris di Kabupaten Tangerang, Nomor 3, tanggal 13 Januari 2011;
d. Menghukum kedua belah pihak untuk mentaati dan melaksanakan isi dari surat perjanjian tersebut pada poin 3;
e. Membebankan kepada Pemohon untuk membayar biaya perkara seluruhnya sejumlah Rp.366.000,- (Tigaratus enampuluh enamribu Rupiah).
D. Pertimbangan Hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan dalam