Penyelesaian Harta Bersama Gugatan Pasca Perceraian Di Pengadilan Jakarta Selatan
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pertimbangan hakim dalam menentukan pembuktian dan mengambil putusan atas perkara hibah harta bersama di Pengadilan
UndangUndang No 1 Tahun 1974 Pasal 35 ayat (1) menjelaskan bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama dan Kompilasi Hukum Islam Pasal 1
Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 1 menyatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dan wanita
Ketentuan mengenai harta kekayaan dalam perkawinan yaitu Pasal 35 sampai dengan Pasal 37 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Pasal 85 sampai
Peningkatan dari Undang-Undang Nomor 01 Tahun 1974 terlihat dari penjelasan dalam Bab XIII Kompilasi Hukum Islam dengan beberapa poin, antara lain: (1) Pembentukan harta bersama
Sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 35 yang berbunyi “Harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta
1) Harta bersama adalah harta yang diperoleh selama berlangsungnya perkawinan sesuai dengan pasal 35 (1). Pembagian harta bersama suami istri adalah masing- masing
Ikatan perkawinan menjadikan adanya harta bersama antara suami istri, sebagaimana tertuang dalam undang-undang perkawinan pasal 35 ayat (1). Namun, bukan berarti dalam perkawinan