Dalam bagian ini akan dipaparkan mengenai kajian terhadap praktik penyelenggaraan, kondisi yang ada, serta permasalahan yang dihadapi masyarakat
1. Deskripsi wilayah a. Kondisi Geografis
Kabupaten Kulon Progo terletak paling barat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga berbatasan langsung dengan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Sedangkan di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Magelang, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Bantul, serta di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia. Luas wilayah Kabupaten Kulonprogo adalah 586,27 kilometer persegi dan menempati urutan kedua paling luas di DIY setelah Kabupaten Gunungkidul.
Wilayah administrasi Kabupaten Kulon Progo terdiri dari 12 wilayah Kecamatan. Luas daratan masing-masing kecamatan, yaitu:
Temon (36,30 km2), Wates (32,00 km2), Panjatan (44,59 km2), Galur (32,91 km2), Lendah (35,59 km2), Sentolo (52,65 km2), Pengasih (61,66 km2), Kokap (73,80 km2), Girimulyo (54,90 km2), Nanggulan (39,61 km2), Kalibawang (52,96 km2), dan Samigaluh (69,29 km2).
Jarak antara Ibukota Kabupaten ke daerah Kecamatan adalah sebagai berikut :
1. Wates - Temon: 9 km 2. Wates – Panjatan : 4 km
42 3. Wates – Galur : 12 km
4. Wates – Lendah : 14 km 5. Wates – Sentolo : 18 km 6. Wates – Pengasih : 8 km 7. Wates – Kokap : 10 km 8. Wates – Girimulyo : 38 km 9. Wates – Nanggulan : 26 km 10. Wates – Kalibawang : 41 km 11. Wates – Samigaluh : 44 km
Gambar 2. Peta Wilayah Kabupaten Kulon Progo Sumber: Geoportal Kabupaten Kulonprogo
b. Kondisi Kependudukan
Penduduk Kabupaten Kulonprogo berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2018 sebanyak 425.758 jiwa yang terdiri atas 209.600 jiwa penduduk laki-laki dan 216.158 jiwa penduduk
43 perempuan. Dibandingkan dengan jumlah penduduk tahun 2010, penduduk Kulonprogo mengalami laju pertumbuhan sebesar 1,11.
Sementara itu besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2018 penduduk laki-laki terhadap penduduk perempuan sebesar 97.
Kepadatan penduduk di Kabupaten Kulon Progo tahun 2018 mencapai 726 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 12 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Wates dengan kepadatan sebesar 1.534 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Samigaluh sebesar 385 jiwa/Km2
Table 3. Jumlah dan Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Kulon Progo
No Kecamatan 2017 2018 2019
1 Temon 26.960 27.310 29.446
2 Wates 48.463 49.090 49.279
3 Panjatan 36.512 36.946 39.098
4 Galur 31.405 31.715 33.073
5 Lendah 39.753 40.212 41.532
6 Sentolo 48.920 49.535 50.496
7 Pengasih 49.768 50.412 52.403
8 Kokap 32.396 32.553 36.690
9 Girimulyo 22.891 23.018 25.108
10 Nanggulan 29.731 30.076 30.990 11 Kalibawang 28.080 28.242 30.652 12 Samigaluh 26.416 26.649 28.479
Jumlah 421.295 425.758 441.246
Sumber: BPS Kab Kulonprogo, 2020
Seiring dengan beroperasinya secara penuh bandara Yogyakarta International Airport dan efek perkembangan Kulon Progo yang makin maju di sektor perdagangan, industri, pariwisata, perumahan dan
44 kerajinan, diperkirakan jumlah migran ke Kulon Progo akan terus membesar melebihi arus migran masuk ke kabupaten dan kota di sekitarnya. Bila ini terus terjadi, maka Kabupaten Kulon Progo yang dalam proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya tidak akan pernah mencapai bonus demografi, dengan cepat akan menikmati bonus tersebut yang ditandai dengan menurunnya angka ketergantungan hingga dibawah 50% sebagai akibat datangnya migran usia produktif. Bonus demografi ini tentu akan membuka peluang Kulon Progo untuk lebih cepat maju dan berkembang, mengejar ketertinggalan dengan kabupaten/kota lainnya di DIY.
Proyeksi laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kulon Progo, pada tahun 2024 sejumlah 394.614 jiwa dan pada tahun 2029 sejumlah 396.965 jiwa. Berikut ini merupakan hasil proyeksi penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2014, 2019, 2024, dan 2029.
Table 4. Proyeksi Jumlah Penduduk Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2014, 2019, 2024, dan 2029
No .
Kabupaten/Kota Proyeksi Jumlah Penduduk (Jiwa)
2014 2019 2024 2029
1 Kulon Progo 390.385 392.421 394.614 396.965 2 Bantul 961.338 1.029.215 1.103.964 1.186.390 3 Gunungkidul 677.876 681.124 684.518 688.061 4 Sleman 1.171.380 1.279.315 1.399.792 1.534.406 5 Yogyakarta 392.037 398.066 406.177 416.517
Daerah Istimewa Yogyakarta
3.593.017 3.780.140 3.989.065 4.222.340
Sumber: Review Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2009-2029, 2015
45 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki beberapa wilayah Kabupaten dan Kota, salah satunya adalah Kulon Progo.
Dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di DIY, seperti Sleman dan Yogyakarta, perkembangan Kulon Progo lebih lambat (lihat Bappeda 2014). Namun setelah pembangunan bandara internasional, perkembangan Kabupaten Kulon Progo diperkirakan akan mengalami perubahan positif. Hal itu nampak dari perkembangan jumlah migran yang masuk ke Kabupaten Kulon Progo.
Data Supas 2015 menunjukkan dari 383.231 penduduk yang ada, 361.931 diantaranya telah tinggal di Kulon Progo lebih dari 5 tahun, sisanya 21.300 merupakan migran risen
Table 5. Migrasi Masuk dan Keluar Menurut Kecamatan di Kulon Progo Tahun 2014 - 2018
c. Perekonomian
Laju pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator makro untuk melihat kinerja perekonomian secara riil di suatu daerah. Indikator ini dihitung berdasarkan perbandingan PDRB atas dasar harga konstan pada suatu tahun dengan tahun
46 sebelumnya dikurangi dengan nilai 100. Apabila nilainya positif berarti kinerja perekonomian mengalami pertumbuhan, dan nilai negatif menunjukan bahwa kinerja perekonomian mengalami penurunan. Secara keseluruhan pada tahun 2017, pertumbuhan ekonomi masing- masing kategori lapangan usaha mengalami pertumbuhan yang positif. Hasil penghitungan menunjukkan bahwa kategori lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebagai lapangan usaha dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi yakni sebesar 13,68 persen.
Gambar 3. Grafik Pertumbuhan NIlai PDRB Kabupaten Kulon Progo Tahun 2017 -2019 (dalam Milyar Rupiah)
Sumber: BPS Kab Kulonprogo, 2020
Nilai PDRB Kabupaten Kulon Progo tahun 2019 atas dasar harga konstan 2010, mencapai 8,77 triliun rupiah. Angka tersebut naik dari 7,73 triliun rupiah dibandingkan tahun 2018. Hal tersebut menunjukkan bahwa selama tahun 2019 terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 13,49 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 10,84
9.060,47
10.318,26
12.016,93
6.973,41 7.729,57
8.772,58
0,00 2.000,00 4.000,00 6.000,00 8.000,00 10.000,00 12.000,00 14.000,00
2017 2018 2019
Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan 2010
47 persen. Pertumbuhan ekonomi selama 2019 dipercepat oleh adanya investasi di berbagai lapangan usaha. Investasi yang dimaksud adalah pembangunan proyek-proyek infrastruktur seperti perbaikan jalan jalur lintas selatan Daendels, pembangunan jalan jalur bedah Menoreh, pembukaan lahan untuk kawasan pemukiman, revitalisasi sarana kesehatan RSUD Wates, pembangunan gedung sekolah SMP berstandar internasional, perbaikan saluran irigasi dan jalan raya, dan tahap pembangunan fisik bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di wilayah Temon.
Table 6. Laju Pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Konstan 2010 Kabupaten Kulon Progo Menurut Lapangan Usaha (persen),
2015-2019
Lapangan Usaha/Industry 2017 2018 2019
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan/ Agriculture, Forestry and Fishing 1,94 1,56 1,72
Pertambangan dan Penggalian/ Mining And Quarrying 13,83 26,64 3,26 Industri Pengolahan/ Manufacturing 7,68 7,90 5,42 Pengadaan Listrik dan Gas/Electricity and Gas 3,73 3,90 8,06 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang/Water
Supply, Sewerage, Waste Management and Remediation Activities
4,65 5,84 8,43
Konstruksi/Construction 12,25 59,73 69,08
Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor/Wholesale and Retail Trade; Repair of Motor Vehicles and Motorcycles
8,06 7,00 5,19
Transportasi dan Pergudangan/ Transportation and Storage 3,60 6,97 10,48 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum/ Accomodation and Food
Services Activities
5,17 7,03 8,05
Informasi dan Komunikasi/ Information and Communication 5,86 7,33 5,56 Jasa Keuangan dan Asuransi/Financial and Insurance Activities 1,08 6,44 7,79
Real Estat/Real Estate Activities 6,38 5,51 4,96
Jasa Perusahaan/Bussines Activities 5,21 5,87 5,05 Adninistrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial
Wajib/Public Administration and Defence; Compulsory Social Security
4,79 4,35 3,42
48
Jasa Pendidikan/Education 7,16 5,49 4,56
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial/ Human Health and Social Work Activities
6,68 5,67 5,61
Jasa lainnya/Other Services Activities 4,41 5,98 6,56 Sumber: Produk Domestik Regional Bruto Kab Kulonprogo Menurut Lapangan
Usaha 2015-2019
Dari 17 lapangan usaha ekonomi yang ada, seluruhnya mengalami pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha konstruksi yaitu sebesar 69,08 persen. Faktor penyebabnya adalah pembangunan proyek besar bandara YIA yang masih berlangsung di tahun 2019 beserta infrastruktur pendukungnya.
a. Sektor Konstruksi
Pada tahun 2019, kontribusi kategori konstruksi mencapai 2,397 triliun rupiah atau sebesar 19,95 persen terhadap total perekonomian Kabupaten Kulon Progo dan menduduki peringkat pertama. Angka tersebut meningkat dibandingkan pada tahun 2018 dengan kontribusi sebesar 13,34 persen. Apabila dilihat dari penghitungan atas dasar harga konstan 2010, laju pertumbuhan konstruksi selama kurun waktu 2015-2019 meningkat tajam. Tahun 2019 mencapai 69,08 persen. Angka tersebut meningkat sebesar 9,35 persen dari tahun sebelumnya 2018. Penyelesaian mega proyek Bandara YIA, pembangunan Underpass Bandara, pembangunan fisik RSUD Wates menjadi pendorong utama peningkatan kontribusi kategori Konstruksi.
Faktor pendorong lainnya adalah pembangunan infrastruktur di Kulon Progo diantaranya pembangunan peningkatan kualitas jalan lintas selatan Daendels, pembangunan jalan lintas Galur - Srandakan, jalan jalur Sentolo-Kalibawang dan jalan Bedah Menoreh untuk mendongkrak perekonomian di wilayah Kabupaten Kulon Progo.
49 b. Sektor Akomodasi dan Makan Minum
Pada tahun 2019, kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum berkontribusi terhadap PDRB Kabupaten Kulon Progo sebesar 413,16 miliar rupiah atau 3,44 persen. Secara umum pada tahun 2019, sub kategori Penyediaan Makan Minum memberikan kontribusi sebesar 99,87 persen terhadap kategori ini dan kontribusinya cenderung stagnan selama periode 2017-2019. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami fluktuasi, namun cenderung meningkat. Pada tahun 2019, laju pertumbuhan kategori ini mencapai 8,05 persen atau mengalami percepatan dibanding tahun 2018 yang tumbuh mencapai 7,03 persen. Laju pertumbuhan ekonomi untuk kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum terendah terjadi pada tahun 2017 dengan laju pertumbuhan 5,17 persen. Selama kurun waktu 2015-2019 laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2015-2019. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyaknya bermunculan usaha penyediaan makan minum khususnya di wilayah kota Wates dan Kecamatan Temon sebagai dampak dari pembangunan bandara YIA.
d. Infrastruktur dan Transportasi
Panjang jalan di Kabupaten Kulon Progo menurut jalan kabupaten sepanjang 636,025 km. Sebagian besar jalan di Kulon Progo sudah diaspal. Menurut kondisinya berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2018, jalan kabupaten di Kabupaten Kulon Progo dalam kondisi:
a. Baik, sepanjang 312,910 km atau 49,20 persen;
b. Sedang, sepanjang 138,815 km atau 21,83 persen;
c. Rusak, sepanjang 100,460 km atau 15,80 persen;
d. Rusak Berat, sepanjang 83,840 km atau 13,18 persen.
Sementara itu populasi kendaraan berdasarkan data BPS pada tahun 2018 jumlah kendaraan wajib uji di Kabupaten Kulonprogo sebanyak 7.597 kendaraan, dan yang dinyatakan lulus uji sebanyak 7.595 kendaraan. Sedangkan kendaraan wajib uji yang tidak lulus uji
50 sebanyak 107 kendaraan, serta uji berkala pertama sebanyak 429 kendaraan.
Jumlah trayek angkutan umum Antarkota Dalam Povinsi (AKDP) dan angkutan perbatasan di Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 40 trayek angkutan AKDP yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan DIY.
Namun dalam kenyataan di lapangan hanya terdapat sekitar 11 - 17 trayek yang beroperasi. Hilangnya sebagian trayek disebabkan oleh tidak adanya penumpang yang bergerak dari dan ke daerah tersebut dalam jumlah yang memadai, dan juga disebabkan karena terlalu banyaknya trayek yang overlap.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor: 115/KEP/2005 tanggal 18 Oktober 2005, izin trayek angkutan umum AKDP di DIY yang melayani wilayah Kabupaten Kulonprogo seperti ditunjukkan dalam Tabel 7
Table 7. Trayek AKDP yang Melayani Wilayah Kabupaten Kulon Progo
No. Kode Trayek Rute Yang Dilalui
1. 71 JOGJA – WATES
Term. Giwangan – RR – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Term. Wates
2. 71.A JOGJA – WATES – KUTOGIRI
Term. Giwangan – RR – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Wates – Clereng – Kutogiri
3 71.B JOGJA – WATES – KALIBIRU
Term. Giwangan – RR – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Wates – Clereng – Kalibiru
51
Term. Giwangan – RR Selatan – Jokteng Wetan/Kulon –
Dongkelan – Bantul – Pandak – Srandakan –Brosot – Term.
Wates
5. 72.A
JOGJA –
SRANDAKAN – WATES
Term. Giwangan – Karangkajen – Jl. Imogir Barat – Jetis – Term.
Palbapang – Srandakan – Brosot – Term. Wates
6. 72.B
JOGJA –
SRANDAKAN – WATES
Term. Giwangan – Karangkajen – RR Selatan – Jl. Imogiri Timur – Wonokromo – Karang Semut – Barongan – Bakulan – Term.
Palbapang – Srandakan – Brosot – Panjatan – Bendungan – Glagah – Toyan – Term. Wates
7. 73.A JOGJA – SENTOLO – BROSOT
Term. Giwangan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Brosot – Nyonyol
8. 73.B JOGJA – BANTUL – BROSOT
Term. Giwangan – RR –
Dongkelan – Sentolo – Wates – Toyan – Glagah – Congot
9. 74.A JOGJA – WATES – CONGOT
Term. Giwangan – RR – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Wates – Toyan – Glagah – Congot
10. 74.B JOGJA – WATES – CONGOT
Term. Giwangan – RR – Dongkela – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Pengasih – Term.
Wates – Siluwok – Glagah – Congot
52
No. Kode Trayek Rute Yang Dilalui
11. 75 JOGJA – WATES – KOKAP
Term. Giwangan – RR – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedatyu – Sentolo – Term. Wates – Toyan – Demen – Pripih – Tangkisan
14. 76 JOGJA – GODEAN – GIRIMULYO
Term. Giwangan – Wirobrajan – Pingit – Godean – Ngapak – Term.
Kenteng/Nanggulan – Pendoworejo/Girimulyo
15. 76.A JOGJA – GODEAN – GIRIMULYO
Term. Giwangan – Wirobrajan – Pingit – Godean – Ngapak – Term.
Kenteng/Nanggulan – Keji – Pendoworejo/Girimulyo
16. 76.B
JOGJA – UGM – GODEAN – GIRIMULYO
Term. Giwangan – Janti – Term.
Concat – Gejayan – Bunderan UGM – Jetis – Pingit – Godean – Ngapak – Term.
Kenteng/Nanggulan – Girimulyo
17. 77 JOGJA – GODEAN – DEKSO
Term. Giwangan – Wirobrajan – Pingit – Godean – Ngapak – Nanggulan – Dekso – Boro
53
No. Kode Trayek Rute Yang Dilalui
18. 77.B JOGJA – GODEAN- DEKSO
Term. Giwangan- Janti – Term.
Concat – Gejayan – Bunderan UGM – Jetis – Pingit – Godean – Ngapak – Term.
Kenteng/Nanggulan – Dekso – Boro
19. 78 JOGJA – SENTOLO – SAMIGALUH
Term. Giwangan – RR – Dongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Diongkelan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Nanggulan – Dekso –
Plono/Samigaluh
21. 79.A JOGJA _ SENTOLO – KALIBAWANG
Term. Giwangan – Wirobrajan – Pingit – Godean – Ngapak – Nanggulan – Dekso –
Klangon/Kalibawang
22. 79.B JOGJA _ SENTOLO – KALIBAWANG
Term. Giwangan – Wirobrajan – Gamping – Sedayu – Sentolo – Nanggulan – Dekso – Kalibawang Sumber : Dinas Perhubungan DIY 2018
Dalam pelaksanaannnya praktik penyelenggaraan selama ini di Kabupaten Kulon Progo pengelolaan Rumah Kos banyak yang belum terdafatar, akan tetapi berdasarkan bentuk pendataan yang dilakukan oleh masing-masing kecamatan di Kabupaten Kulon Progo diperoleh data data Rumah Kos. Adapun data yang diperoleh dalam bentuk sebaran jumlah ketersediaan
54 rumah di Kabupaten Kulon Progo dalam satu kecamatan dapat
digambarkan dalam tabel sebagai berikut:
Table 8. Data Perbandingan Rumah Hunian Dan Rumah Kos di Kabupaten Kulon Progo
Kapanewon Jumlah Rumah Hunian
Jumlah Rumah Kos terdata
Rerata Jumlah
Kamar Kos per
Kapanewon
Temon 7.792 unit 194 unit 5 kamar
Wates 12.717 unit 18 unit 4 kamar
Sentolo 11.885 unit 19 unit 6 kamar
Pengasih 13.737 unit 33 unit -
Data rumah hunian yang ada diatas juga kemudian dipengaruhi dengan data ketersediaan rumah atau biasa disebut data backlog, dalam hal data backlog yang dirujuk adalah data backlog yang disusun oleh DPUPKP Tahun 2018.
Table 9. Backlog Rumah Hunian di Kabupaten Kulon Progo
No Kapanewon Jumlah Kepala Keluarga Unit Rumah
2018
Backlog Perumahan 2018 2015 2016 2017
1 Temon 7.238 7.312 7.388 6.960 428
2 Wates 12.342 12.605 12.737 10.846 1.891
3 Panjatan 9.645 9.731 9.817 9.066 751
4 Galur 8.608 8.657 8.708 7.558 1.150
55
Sumber: Jumlah Kepala Keluarga = Kecamatan Dalam angka 2015 -2017. BPS Kab KulonProgo Jumlah unit rumah = interpretasi Citra Satelit 2014 dan 2018 (Analisis dan Interpretasi)
d. Aerocity dan Aerotropolis
Bandara baru Yogyakarta di Kulon Progo akan dikembangkan menggunakan konsep aerocity dan aerotropolis. Aerocity merupakan sebuha konsep dimana pengembangan bandar udara yang tidak hanya menyediakan jasa penerbangan namun sekaligus melakukan fungsi komersial nonpenerbangan yang didukung dengan penyediaan fasilitas vital lain seperti perkantoran, hotel,MICE, hotel, fasilitas medis, zona perdagangan bebas, dan bahkan taman hiburan.
Dalam merespon perkembangan area Bandara yang berencana akan dijadikan aerocity, pemerintah daerah kabupaten juga memiliki kewenangan untuk memberikan support dalam hal mebantu menyiapkan kawasan pendukung aeorcity yang disebut dengan aerotropolis. Aerotropolis adalah pengembangan dari konsep aerocity /airport city yang diperluas dengan mengintegrasikan bandar udara dengan kawasan di sekitar bandar udara.
Kawasan aerotropolis menjadi generator utama pembangunan ekonomi wilayah yang didukung dengan gedung perkantoran, hotel, apartemen,konvensi, restoran, pusat perbelanjaan, ritel, bank, money
5 Lendah 10.211 10.393 10.485 8.686 1.799
6 Sentolo 11.915 11.975 12.038 10.097 1.941
7 Pengasih 12.875 13.020 13.164 10.289 2.875
8 Kokap 8.936 9.139 9.139 8.040 1.099
9 Girimulyo 6.538 6.604 6.638 5.891 747
10 Nanggulan 7.772 7.847 7.922 6.597 1.325
11 Kaliabawang 8.161 8.202 8.244 7.809 435
12 Samigaluh 7.726 7.764 7.804 6.775 1.029
Total 111.967 113.249 114.084 98.614 15.470
56 changer, kios - kios,rekreasi, kesehatan, pendidikan, industri, logistik, dan kebutuhan lainnya.
Salah satu kebutuhan yang kemudian muncul dalam merespon hadirnya Bandara yang akan dikembangkan baik sebagai aerocity maupun aerotropolis adalah kehadiran rumah kos sebagai upaya masyarakat sekitaran bandara merespon perkembangan Kulon Progo. Mleihat data diatas yang menujukkan bahwa pertumbuhan penduduk di Kulon progo yang sudah cukup pesat dalam merespon kehadiran aerocity dan aerotropolis,Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah sudah menccob untuk memberikan gambaran terkait rencana pengembangan kawasan permukiman dan zona budidaya perumahan.
Gambar 4. Rencana Sistem Pusat Permukiman Inti dan Penyangga
Keberadaan bandar udara internasional menciptakan tingginya lapangan kerja baru. Hal ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan ruang hunian. Rencana zona perumahan berupa:, erumahan kepadatan tinggi untuk menampung pertumbuhan penduduk asli maupun pekerja non komuter dengan luas 170,988 ha; Perumahan Kepadatan Sedang untuk menampung pertumbuhan penduduk asli maupun pekerja non komuter
57 dengan luas 106,486 ha; Perumahan Kepadatan Rendah untuk menampung pertumbuhan penduduk asli seluas 754,943 ha. Gambaran mengenai ini kurang lebih dapat dilihat dalam Gambar 2,4
Gambar 5. Rencana Zona Budidaya - Perumahan