• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDAS AN TEORI

METODE PENELITIAN

A. Rancangan atau Desain Penelitian

Dalam proses pembelajaran ada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Tujuan yang hendak dicapai diantaranya agar siswa memahami, mengerti materi pelajaran dan siswa menjadi aktif dalam kegiatan belajar tersebut sehingga hasil belajar siswa meningkat. Hasil belajar dapat dilihat dari hasil evaluasi yang dilakukan secara bertahap selama proses belajar mengajar itu berlangsung. Tetapi bila diteliti lebih dalam, saat ini masih banyak proses belajar mengajar yang dapat dikatakan tidak berhasil karena tujuan dari pembelajaran seperti yang dikemukakan diatas tidak dapat dicapai. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Hal itu terjadi karena salah satunya karena guru hanya menggunakan metode ceramah yang monoton tanpa menggunakan media pembelajaran. M edia mempunyai kegunaan yang besar dalam proses pembelajaran. M edia dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi kepada siswa. Dengan media siswa dapat aktif bertanya, mengemukakan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.

Pembelajaran IPA media sangat membantu siswa dalam memahami suatu materi. Guru harus memilih cara/strategi yang tepat agar siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran IPA di SD. Karena selama ini banyak yang menganggap pelajaran IPA adalah pelajaran yang sangat sulit dan membosankan, maka dari itu penggunaan media pembelajaran dalam pelajaran IPA

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

ini akan lebih memudahkan siswa dan meningkatkan keaktifan belajar siswa agar siswa lebih tertarik sehingga dapat menyerap materi pembelajaran.

Guru dapat menggunakan media pembelajaran yang paling mudah dimengerti dan paling umum digunakan di bangku Sekolah Dasar, diharapkan dengan penggunaan media pembelajaran secara benar dan tepat dapat menumbuhkan keaktifan siswa dan meningkatkan hasil belajar IPA.

Peneliti menggunakan prosedur penelitian meliputi empat tahap yang dilakukan secara berurutan. Adapun empat tahap tersebut yaitu perencanaan, pelaksanan, pengamatan dan refleksi. Empat tahap tersebut dilaksanakan dalam siklus. Berikut gambaran siklus penelitian oleh Kemmis dan Taggart (1994).

Gambar 3.1.

Siklus Penelitian Oleh Kemmis Dan Taggart

Sumber: Kasbolah (2011:63)  

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Plagiat

23   

Deskripsi Pelaksanaan Penelitian per S iklus

1. Perencanaan

Rencana dalam penelitian ini disusun berdasarkan masalah yang hendak dipecahkan dan hipotesis tindakan yang diajukan. Secara operasional dapat dinyatakan bahwa rencana perlu disusun untuk menguji secara empirik dari ketepatan hipotesis tindakan yang diajukan.

2. Pelaksanaan

Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini hendaknya berupa peningkatan kinerja dan hasil program yang optimal. Pada pelaksanaan tindakan, guru berperan sebagai pemberdaya siswa. Tindakan yang akan dilaksanakan mengacu pada program yang telah disiapkan dan disepakati bersama dengan teman sejawat. Untuk mengetahui perubahan yang muncul dan kekurangan atau kelemahan pelaksanaan tindakan, pengamat menggunakan alat pengumpul data atau instrumen yang telah dibuat.

3. Pengamatan

Pengamatan dalam penelitian ini dapat disejajarkan kedudukannya dengan kegiatan pengumpulan data dalam penelitian formal. Istilah observasi lebih sering digunakan dalam Penelitian karena data atau informasi yang dikumpulkan adalah data tentang proses berupa perubahan kinerja

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

pembelajaran, walaupun data tentang hasil kegiatan pembelajaran juga diperlukan.

4.Refleksi

Refleksi merupakan kegiatan analisis-sintesis, interpretasi, dan eksplansi (penjelasan) terhadap semua informasi yang diperoleh dari pelaksanaan tindakan. Refleksi merupakan bagian yang amat penting untuk memahami dan memberikan makna terhadap proses dan hasil (perubahan) yang terjadi sebagai akibat tindakan (intervensi) yang dilakukan.

Berdasarkan uraian di atas peneliti merencanakan penelitian dengan menggunakan dua siklus, dalam satu siklus ada dua materi, sehingga tindakan dilaksanakan selama 4 pertemuan. M asing-masing siklus akan dijelaskan dalam beberapa tahap sebagai berikut:

1. Penelitian S iklus I

a. Perencanaan

Dalam tahap perencanaan pada siklus I, peneliti merencanakan beberapa hal yang dilakukan sebagai prosedur awal penelitian. Langkah-langkah yang ditempuh antara lain:

1) M encari dan mengumpulkan referensi serta bahan-bahan pustaka yang relevan 2) M engidentifikasi masalah dan menetapkan alternatif pemecahan masalah 3) M enentukan pokok bahasan mata pelajaran IPA

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

25   

4) M erencanakan RPP siklus I (terlampir)

5) M enyiapkan alat dan media pembelajaran yang diperlukan 6) M enyusun instrumen tes hasil belajar siklus I (terlampir)

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan siklus I pada bulan April minggu pertama, yaitu tanggal 5 dan 19 April 2016. M ateri siklus I pertemuan 1 tentang gaya dan gerak, sedangkan pertemuan 2 tentang perpindahan energi. Kegiatan dalam siklus I terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Skenario pembelajaran yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1) Persiapan, Dalam tahap ini guru mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dalam tahap perencanaan, Lembar Diskusi yang sesuai dengan pembelajaran IPA.

2) Pembentukan kelompok, Guru membagi siswa menjadi 3 kelompok. Kelompok yang dibentuk merupakan hasil dari undian secara acak. M asing-masing anak mengambil kertas undian yang telah disediakan guru. Siswa menempatkan diri pada kelompok masing-masing.

3) Penggunaan media pembelajaran, dalam kelompok melakukan

demonstrasi menggunakan media pembelajaran,

4) Diskusi masalah, dalam kerja kelompok, guru membagikan Lembar Diskusi kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam Lembar Diskusi atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.

5) Guru mengamati jalannya diskusi, dalam mengamati jalannya diskusi guru membawa lembar pengamatan siswa tentang keaktifan siswa.

6) Presentasi, Setiap kelompok mempresentasikan hasi diskusi, kemudian kelompok lain menanggapi.

7) Memberi kesimpulan, guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

c. Pengamatan

  Pada tahap ini dilakukan pengamatn terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah disiapkan oleh peneliti. Subjek yang diamati dalam hal ini adalah proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajaran.. Dalam tahap ini peneliti mengamati jalannya pembelajaran berdasarkan lembar pengamatan yang telah disediakan. Peneliti menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal setelah diberi tindakan. Peneliti melaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan awal sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dalam menyusun rencana tindakan selanjutnya.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

27   

d. Refleksi

Tahap refleksi merupakan kegiatan untuk melakukan penilaian terhadap proses yang terjadi, masalah yang muncul dan segala hal yang berkaitan dengan tindakan yang telah dilakukan. Pelaksanaan evaluasi juga meliputi pengolahan data, seperti pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data, serta refleksi terhadap hasil evaluasi untuk kemudian dilakukan tindakan kembali berupa perbaikan pembelajaran. Pada tahap ini peneliti merefleksi tindakan yang dilakukan oleh guru untuk mengkaji apakah keaktifan siswa dalam pembelajaran meningkat, serta apakah hasil belajar siswa sudah mencapai KKM yaitu 75% atau belum. Hasil analisis data yang dilakukan dalam tahap siklus I ini akan dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus II.

2. Penelitian S iklus II

a. Perencanaan

Dalam siklus II yang direncanakan sebagai siklus akhir diupayakan sudah tidak terjadi lagi kesalahan teknis dan kekurangan yang terjadi pada tahap sebelumnya. Sehingga pembelajaran yang menggunakan media pembelajaran dapat berjalan secara efektif sesuai dengan tahapan yang sudah direncanakan. Langkah yang ditempuh yaitu:

1) M encari dan mengumpulkan referensi serta bahan pustaka yang relevan 2) M engidentifikasi masalah dan menetapkan pemecahan masalah;

3) M enentukan pokok bahasan yaitu IPA; 4) M erencanakan RPP siklus II (terlampir)

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

5) M enyiapkan alat dan media pembelajaran yang diperlukan; 6) M enyusun instrumen tes hasil belajar siklus II (terlampir);

b. Pelaksanaan

Pelaksanaan siklus II pada bulan M ei minggu pertama, yaitu tanggal 9 dan 23 M ei 2016. M ateri siklus II pertemuan 1 tentang hemat energi, sedangkan pertemuan 2 tentang gerhana matahari dan bulan. Kegiatan dalam siklus II terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Skenario pembelajaran yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1) Persiapan, tahap ini guru mempersiapkan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dalam tahap perencanaan, Lembar Diskusi yang sesuai dengan pembelajaran IPA.

2) Pembentukan kelompok, Guru membagi para siswa menjadi 3 kelompok. Kelompok yang dibentuk merupakan hasil dari undian secara acak. M asing-masing anak mengambil kertas undian yang telah disediakan guru. Siswa menempatkan diri pada kelompok masing-masing.

3) Penggunaan media pembelajaran, dalam kelompok melakukan

demonstrasi menggunakan media pembelajaran,

4) Diskusi masalah, dalam kerja kelompok, guru membagikan Lembar Diskusi kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir bersama untuk menggambarkan dan meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

29   

telah ada dalam lembar diskusi atau pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.

5) Guru mengamati jalannya diskusi, dalam mengamati jalannya diskusi guru membawa lembar pengamatan siswa tentang keaktifan siswa.

6) Presentasi, Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, kemudian kelompok lain menanggapi.

7) Memberi kesimpulan, guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang disajikan.

c. Pengamatan

Selama kegiatan pelaksanaan siklus II ini peneliti mengamati jalannya pembelajaran berdasarkan lembar pengamatan yang telah disediakan. Peneliti menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal setelah diberi tindakan. Peneliti melaksanakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan awal sebagai bahan untuk mengadakan refleksi dalam menyusun rencana tindakan selanjutnya.

d. Refleksi

Refleksi pada siklus II ini merupakan langkah terakhir dari suatu tindakan untuk menemukan kekurangan selama proses pembelajaran siklus I. Data dari hasil observasi sudah seharusnya menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan siklus I. Apabila pembelajaran sudah berjalan dengan baik dan efektif sesuai perencanaan maka tidak lagi dilaksanakan siklus berikutnya.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

Kriteria keberhasilan

Indikator sangat diperlukan untuk mengetahui perlu dan tidak diadakanya perbaikan dalam proses dan hasil belajar. Kriteria siswa dinyatakan tuntas belajar apabila tingkat pencapaian penguasaan materi 70% ke atas. Keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi serta peningkatan hasil belajar merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur peningkatan minat belajar siswa.

Siswa dinyatakan aktif dalam proses pembelajaran jika siswa memberikan respon positif terhadap penjelasan dan pertanyaan guru, aktif dalam mencari dan menemukan informasi, aktif belajar dan bekerja dalam kelompok serta aktif dalam mengkomunikasikan hasil.

Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran adalah sebagai berikut:

1. Proses perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil jika 70% dari jumlah siswa tuntas dalam belajar.

2. Siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi selama proses pembelajaran berlangsung.

STIE

Widya

Wiwaha

Jangan

31   

Dokumen terkait