• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANGKAIAN LOGIKA

Dalam dokumen 81798278-Laporan-Mekatronika-KOMPLIT (Halaman 75-92)

C. Resistor Cahaya

2.6 RANGKAIAN LOGIKA

 Pengertian Gerbang Logika

Gerbang logika yaitu rangkaian dengan satu atau lebih dari satu signal masukan tetapi hanya menghasilkan satu signal keluaran. Gerbang disebut juga dengan rangkaian logika. Pada gerbang logika terdapat dua keadaan, yaitu 0 dan 1, atau tegangan yang digunakan dalam gerbang logika adalah High ( 1 ) dan Low ( 0 ).

Sistem digital yang paling kompleks seperti komputer disusun dari gerbang logika dasar seperti, AND, OR, NOT dan gerbang kombinasi ( turunan ) yang disusun dari gerbang dasar tersebut seperti NAND, NOR, EXNOR, dan EXOR.

 Jenis Gerbang Logika

• Gerbang AND

Digunakan untuk menghasilkan logika 1 apabila semua masukan berlogika 1. Sebuah elemen logika dapat dimisalkan sebagai sebuah stater mobil, sebelum stater bekerja mesin akan hidup jika dua kondisi berada pada daerah keadaan siap. Pertama kunci diputar dan kedua bahan bakar siap pada posisinya. Sinyal elektrik baru bisa dikirim ke stater sehingga dapat membakar. Sirkuit ini dapat diperhatikan pada gambar di bawah ini.

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 76

Gambar 2.6.1 Simbol Gerbang AND dan Perumpamaan

Situasi pada gambar merupakan contoh dari gerbang AND dimana jika S1 dan S2 tertutup maka arus tidak dapat mengalir demikian juga dengan S2 tertutup dan S1 terbuka arus masih tetap tidak mengalir. Berikut adalah tabel kebenaran gerbang AND

Tabel 2.6.1 Tabel Kebenaran Gerbang AND Adapun bentuk grafik dari gerbang AND sebagai berikut :

A

B

(A.B)1

Gambar 2.6.3 Grafik Gerbang AND Aljabar Boolean untuk Gerbang AND

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 77

• Gerbang OR

Identik dengan rangkaian paralel dari dua buah resistor Jika saklar tertutup maka arus akan mengalir melalui tahanan dan jika tidak ada satupun yang tertutup maka arus tidak akan mengalir.

Gambar 2.6.4 Perumpamaan Gerbang OR

Gambar 2.6.5 Simbol Gerbang Logika OR Berikut adalah tabel kebenaran gerbang OR :

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 78

Grafik dari gerbang OR

A

B

(A.B)1

Gambar 2.6.6 Grafik Gerbang OR

Aljabar Boolean untuk gerbang OR Y = A + B

Gerbang Not

Gerbang NOT bersifat sebagai pembalik dari sebuah rangkaian dimana berlaku analisa sebagai berikut :

1. Jika masukan bernilai nol (A = 0) maka keluaran bernilai satu (Y = 1). 2. Jika masukan bernilai satu (A = 1) maka keluaran bernilai nol (Y = 0).

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 79

Gambar 2.6.7 Perumpamaan Gerbang NOT

Gambar 2.6.8 Simbol Gerbang NOT

Tabel 2.6.3 Tabel Kebenaran Gerbang NOT

A

B

(A.B)1

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 80

Aljabar Boolean untuk Gerbang NOT

• Gerbang NAND

Gerbang NAND adalah gabungan dari gerbang AND dan NOT. Dimana output dari gerbang AND menjadi input bagi gerbang NOT.

Gambar 2.6.10 Simbol Gerbang NAND

Tabel 2.6.4 Tabel Kebenaran Gerbang NAND

A

B

(A.B)1

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 81

Aljabar Boolean untuk Gerbang NAND

• Gerbang NOR

Merupakan gabungan dari gerbang OR dan NOT. Dimana output dari OR menjadi input baru gerbang NOT.

Gambar 2.6.12 Simbol Gerbang NOR

Tabel 2.6.5 Tabel Kebenaran Gerbang NOR

A

B

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 82

Gambar 2.6.13 Grafik Gerbang NOR

Aljabar Boolean untuk Gerbang NOR

• Gerbang Exkusive OR (XOR)

Gerbang XOR merupakan suatu gerbang logika yang apabila kedua inputnya sama maka outputnya akan bernilai negatif dan sebaliknya.

Gambar 2.6.14 Simbol Gerbang XOR

Tabel 2.6.6 Tabel Kebenaran Gerbang XOR

A

B

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 83

Gambar 2.6.15 Grafik Gerbang XOR Aljabar Boolean untuk Gerbang XOR

• . Exlusive NOR (XNOR)

Terjadi apabila output sama maka outputnya akan bernilai positif dan sebaliknya.

Gambar 2.6.16 Simbol Gerbang XNOR

Tabel 2.6.7 Tabel Kebenaran Gerbang XNOR

A

B

A.B1+ A1.B

Kelompok II

 Kombinasi Gerbang Logika

Berikut ini beberapa contoh kombinasi gerbang logika: 1. Kombinasi gerbang logika AND dan NOT

Contoh gambarnya sebagai

Tabelnya sebagai berikut:

2. Kombinasi gerbang logika AND, NOT dan OR Contoh gambarnya sebagai

LABORATORIUM MEKATRONIKA Gambar 2.6.17 Grafik Gerbang XNOR

Kombinasi Gerbang Logika

Berikut ini beberapa contoh kombinasi gerbang logika: Kombinasi gerbang logika AND dan NOT

Contoh gambarnya sebagai berikut:

Gambar 2.18Rangkaian logika AND dan NOT Tabelnya sebagai berikut:

Tabel:2.6.8 kebenaran AND dan NOT

Input Out put

a B Ā X Z

1 1 0 0 0

1 0 0 0 0

1 1 1 1 0

1 0 1 0 0

Kombinasi gerbang logika AND, NOT dan OR Contoh gambarnya sebagai berikut :

LABORATORIUM MEKATRONIKA

84 Rangkaian logika AND dan NOT

Kelompok II

Gambar 2.6.1

Tabelnya sebagai berikut:

3. Kombinasi gerbang logika AND, NOT dan NAND

Contoh gambarnya

Tabelnya sebagai berikut:

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Gambar 2.6.19 Rangkaian logika AND,NOT,dan OR

Tabelnya sebagai berikut:

Tabel 2.6.9 kebenaran AND, NOT dan OR

Input Out put a b Ā x z 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1

Kombinasi gerbang logika AND, NOT dan NAND Contoh gambarnya sebagai berikut:

Gambar 2.6.20 Rangkaian logika AND,NOT,dan NAND Tabelnya sebagai berikut:

LABORATORIUM MEKATRONIKA

85 Rangkaian logika AND,NOT,dan NAND

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 86

Tabel 2.6.10 kebenaran AND, NOT dan NAND

Input Out put a B Ā x z 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1

4. Kombinasi gerbang logika NOT, NOR dan AND Contoh gambarnya sebagai berikut:

Gambar 2.6.21 Rangkaian logika NOT, NOR, dan AND

tabelnya sebagai berikut:

Tabel:2.6.11 kebenaran NOT, NOR dan AND

Input Out

put

Kelompok II

5. Kombinasi gerbang logika NAND, NOT,

Gambar 2.6.22 Nama Fungsi Gerbang-AND (AND) LABORATORIUM MEKATRONIKA 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 0 0

Kombinasi gerbang logika NAND, NOT, NOR, XOR dan NXOR

Gambar 2.6.22 Rangkaian logika NAND, NOT, NOR, XOR dan NXOR

Fungsi Lambang dalam rangkaian

IEC 60617-12 US-Norm

(sebelum

LABORATORIUM MEKATRONIKA

87 NOR, XOR dan NXOR

Rangkaian logika NAND, NOT, NOR, XOR dan NXOR

Tabel kebenaran DIN 40700 (sebelum 1976) A B Y 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1

Kelompok II Gerbang-OR (OR) Gerbang-NOT (NOT, Gerbang-komplemen, Pembalik(Inve rter)) Gerbang-NAND (Not-AND) Gerbang-NOR (Not-OR) Gerbang-XOR (Antivalen, Exclusive-OR) LABORATORIUM MEKATRONIKA atau LABORATORIUM MEKATRONIKA 88 A B Y 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 \ A Y 0 1 1 0 A B Y 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 A B Y 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 atau A B Y 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0

Kelompok II Gerbang-XNOR (Ekuivalen, Not-Exclusive-OR) LABORATORIUM MEKATRONIKA atau

Tabel 2.8 Tabel Ringkasan Gerbang Logika

LABORATORIUM MEKATRONIKA 89 atau A B Y 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 1

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 90

2.6PLC ( Programmable Logic Controller )

2.6.1 DefenisiProgrammable Logic Controller (PLC) a. Programmable

Menunjukan kemampuan yang dapat dengan mudah diubah-ubah sesuai dengan program yang dibuat dan kemampuanya dalam hal ini memori program yang telah dibuat.

b. Logic

Menunjukkan kemampuannya dalam memproses input secar aritmatik (ALU) yakni melakukan operasi membandingkan, menjumlahkan, mengalikan, membagi, mengurangi, dan negasi.

c. Controller

Menunjukkan kemampuan dalam mengontrol dan mengatur proses sehingga menghasilkan output yang diinginkan.

Berdasarkan pendefinisian dari programmable, logic, controller maka PLC adalah suatu perangkat elektronik digital yang dapat diprogram untuk melakukan operasi logik, sekuensial, aritmatik, timing, dan counting untuk mengontrol mesin atau proses.

LABORATORIUM MEKATRONIKA

Kelompok II 91

Gambar 2.1 PLC

2.6.2 Sejarah dan Perkembangan PLC

Secara historis, PLC pertama kali dirancang oleh perusahaan General Motor (GM) sekitar tahun 1968 untuk menggantikan control relay pada proses sekuensial yang dirasakan tidak fleksibel dan berbiaya tinggi. Pada saat itu, hasil rancangan telah benar-benar berbasis komponen solid state dan memiliki fleksibilitas tinggi, hanya secara fungsional masih terbatas pada fungsi-fungsi kontrol relai saja.

Seiring perkembangan teknologi solid state, saat ini PLC telah mengalami perkembangan luar biasa, balk dari ukuran.kepadatan komponen serta dari segi fungsionalnya. Beberapa peningkatan perangkat keras dan perangkat lunak ini di antaranya adalah:

1. Ukuran semakin kecil dan kompak.

2. Jumlah input output yang semakin banyak dan padat. 3. Waktu eksekusi program yang semakin cepat.

4. Pemrograman relatif semakin mudah. Hal ini terkait dengan perangkat lunak pemrograman yang semakin user friendly

5. Memiliki kemampuan komunikasi dan sistem dokumentasi yang semakin baik.

6. Jenis instruksi/fungsi semakin banyak dan lengkap

7. Beberapa jenis dan tipe PLC dilengkapi dengan modul-modul untuk tujuan kontrol kontinu. misalnya modul ADC/DAC, PID, modul Fuzzv. dan lainlain.

Dewasa ini, vendor-vendor PLC umumnya memproduksi PLC dengan berbagai ukuran, jumlah input/output, instruksi dan kemampuan lainnya yang beragam. Hal ini pada dasamya dilakukan untuk memenuhi Kebutuhan pasar yang sangat luas, yaitu untuk tujuan kontrol yang relatif sederhana dengan jumlah input/output puluhan, sampai kontrol yang kompleks dengan dengan

Kelompok II

jumlah input/output mencapai ribuan.

Berdasarkan jumlah input/output yang dimilikinya ini. secara umum PLC dapat dibagi menjadi tiga kelo

Dalam dokumen 81798278-Laporan-Mekatronika-KOMPLIT (Halaman 75-92)

Dokumen terkait