• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rangkuman

Dalam dokumen Hotel Bisnis Kualanamu (Halaman 5-63)

BAB III METODOLOGI

3.5 Rangkuman

Metode yang digunakan dalam perancangan Hotel Bisnis Kualanamu adalah Glass Box, yaitu metode yang bersifat rasional dimana setiap tahapan maupun prosesnya direncanakan secara sistematis dan matang serta sesuai dengan tahapan-tahapan dalam proses perancangan Arsitektur.

Teknik pengumpulan data dimulai dari pengumpulan informasi mengenai konsep kawasan yang akan direncanakan. Lalu, memilih fungsi bangunan yang terkait dengan konsep kawasan. Kemudian masuk kedalam tahap pemilihan lokasi terkait dengan konsep kawasan dan mengumpulkan data-data dan informasi mengenai lokasi yang akan dirancang (survei lapangan). Untuk data sekunder dapat diambil dengan penelitian arsip atau studi kepustakaan (literatur).

Adapun lokasi perancangan terletak di Jalan Bandar Udara Kualanamu, simpang Jalan Batang Kuis, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang.

BAB IV ANALISA

4.1Analisa Kondisi Tapak dan Lingkungan 4.1.1 Analisa Kawasan

Berikut adalah keadaan kawasan di sekitar lokasi perancangan:

Gambar 4.1 Kawasan Perancangan Sumber: Dokumen Pribadi Keterangan:

1. Pemukiman penduduk 2. Fasilitas umum

3. Fasilitas komersil 4.1.2 Analisa Eksisting Site

Lokasi perancangan berupa lahan kosong yang belum digarap seluas 1,5 hektare yang berada di Jalan Batang Kuis, Kecamatan Batang Kuis Kabupaten Deli Serdang. Lokasi perancangan ini memiliki batas-batas lahan sebagai berikut:

 Sebelah utara : Lahan milik warga

 Sebelah selatan : Tempat ibadat

 Sebelah barat : Lahan milik warga

Adapaun ketentuan yang harus dipenuhi agar rancangan dapat dibangun di kawasan ini adalah sebagai berikut:

 Garis Sempadan Bangunan (GSB) terhadap Jalan Medan – Kualanamu adalah 13 meter.

 Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimal sebesar 70% dari luas lahan perancangan. Maka luas lahan yang dapat dimanfaatkan untuk mendirikan bangunan adalah sebesar 1050m2.

 Koefisien Dasar Hijau (KDH) secara umum dirumuskan 100%-(KDB+20%KDB). Maka Koefisien Dasar Hijau yang harus dipenuhi adalah seluas 240m2.

4.1.3 Analisa Arah Matahari dan Angin

Semakin luas sisi bangunan yang berorientasi ke barat dan timur akan mengakibatkan meningkatnya paparan radiasi matahari terhadap bangunan. Letak site yang mengarah ke tenggara mengakibatkan hampir semua sisi lokasi perancangan akan menerima radiasi matahari langsung.

Akana tetapi karena efisiensi penggunaan lahan, kondisi ini tidak dapat dihindari sehingga penerpana teknologi diperlukan untuk pemecahan masalah ini.

Penggunaan material tahan panas dan penghawaan alami dapat mengurangi dampak radiasi matahari langsug terhadap bangunan. Teknologi ini dapat berupa penerapan double-glazzed pada bukaan dengan kaca dan dinding dengan rongga.

Selain itu cara lain penanggulangan masalah orientasi mata angin ini adalah dengan meletakkan ruang yang memungkinkan adanya penghawaan alami pada sisi tenggara dan barat laut bangunan.

Gambar 4.2 Analisa Arah Mata Angin Sumber: Dokumen Pribadi 4.1.4 Analisa Sirkulasi

Pencapaian ke lokasi perancangan dapat dicapai melalui dua jalan utama yaitu Jalan Batang Kuis dari Kota Medan dan Jalan Bandar Udara Kualanmau dari Tanjungmorawa menuju Kualanamu maupun dari Bandar Udara Kualanamu menuju Tanjung Morawa.

Baik Jalan Batang Kuis Maupun Jalan Bandara Kualanamu merupakan jalan dengan dua lajur.

Adapun jalur masuk dan keluar lokasi perancangan ditempatkan di ruas Jalan Bandara Kualanamu yang mengarah ke Bandar Udara Kualanamu.

Sangat disarankan dibuat akses masuk dari arah Bandar Udara Kualanamu menuju lokasi perancangan untuk memudahkan sirkulasi menuju lokasi perancangan dari bandar udara.

Gambar 4.3 Analisa Sirkulasi Sumber: Dokumen Pribadi

4.1.5 Analisa Kebisingan

Kebisingan pada lokasi perancangan ditimbulkan oleh kendaraan yang lalu lalang pada Jalan Badara Kualanamu. Menanggapi masalah tersebut maka untuk mengurangi kebisingan pada bangunan maka digunakan komponen lansekap seperti pepohonan agar suara dapat diredam.

Selain itu penempatan fungsi publik seperti lahan parkir juga akan memberikan jarak antara bangunan dan sumber kebisingan sehingga bangunan akan terhindar dari paparan suara secara langsung. Penggunaan secondary layer dan aplikasi double glazed pada bangunan juga akan menghindarkan bangunan dari paparan suara secara langsung.

Gambar 4.4 Analisa Kebisingan Sumber: Dokumen Pribadi 4.1.6 Analisa Utilitas

Sarana utilitas yang terdapat pada kawasan perancangan meliputi:

 Fasilitas jaringan air bersih daro PDAM

 Fasilitas jaringan listrik dari PLN

 Fasilitas jaringan telepon dari Telkom

 Fasilitas drainase

Gambar 4.5 Prasarana Utilitas di Kawasan Hotel Sumber: Dokumen Pribadi

Fungsi sarana utilitas yang terdapat pada lokasi perancangan berjalan dengan baik, hanya saja perlu diadakan peremajaan terhadap prasarana utilitas seperti perbaikan tiang telepon dan pelebaran drainase.

4.1.7 Analisa Vegetasi

Gambar 4.6 Analisa Vegetasi Sumber: Dokumen Pribadi Keterangan:

1. Lahan kosong ditumbuhi rumput dan ilalang 2. Lahan yang ditumbuhi pohon mahogani 3. Lahan yag ditumbuhi pohon buah

Vegetasi eksisting yang terdapat pada lokasi perancangan dapat digunakan seara langsung maupun tidak langsung untuk kepentingan desain tapak perancangan.

Adapun pendekatan yang dapat dilakukan adalah membentuk gubahan masa sedemikian rupa sehingga kondisi vegetasi eksisting tetap terjaga. Pendekatan lain yaitu penggunaan vegetasi sesua kebutuhan perancangan, sementara itu vegetasi yang tidak memiliki kesesuaian dengan perancangan dapat direlokasi dan sibersihkan.

4.1.8 Analisa Pemandangan

Lokasi perancangan adalah lahan yang sama sekali kosong di kawasan yang sedang berkembang. Laju pembangunan fisik yang lambat menyebabkan belum banyaknya bangunan yang berdiri sehingga pemandangan yang dilihat dari lahan perancangan kurang beragam.

Sementara itu lahan kosong dan kabun wilik warga yang terdapat pada bagian utara dan barat lokasi perancangan juga akan memberi kesan monoton. Selain itu, perkembangan kawasan Kualanamu juga memungkinkan terjadinya peralihan fungsi lahan utuk pembangunan.

Maaka untuk mengatasi masalah tersebut pada lokasi perancangan akan dibuat taman pada bagian site yang menghadap kebun warga agar memberi pemandangan yang baikbagi pengunjung hotel.

Gambar 4.7 Analisa Pemandangan Sumber: Dokumen Pribadi

4.2Analisa Fungsional

4.2.1 Analisa Pengguna dan Kegiatan 1. Pengunjung Hotel

Berdasarkan kepentingannya pengunjung hotel dibagi menjadi dua kategori yaitu pengunjung yang menginap maupun yang tidak menginap.

Pengunjung yang menginap adalah orang yang menggunakan fasilitas akomodasi hotel sebagai tempat untuk menginap dan beristirahat. Adapun kegiatan-kegiatan pengguna dalam kategori ini yaitu:

 Beristirahat

 Mengadakan pertemuan bisnis baik perorangan maupun kelompok

 Mengikuti seminar baik di dalam dan di luar hotel

 Melakukan kegiatan individu, rekreasi maupun menggunakan fasilitas yang disediakan oleh hotel.

Pengunjung yang tidak menginap yaitu orang yang menggunakan fasilitas bersifat umum yang disediakan hotel. Tujuan mereka berkunjung dapat berupa kegiatan yang bersifat privat dengan tamu yang menginap di hotel, mengikuti pertemuan bisnis, mengikuti kegiatan bersifat publik yang dilangsungkan di hotel dan menggunakan fasilitas-fasilitas rekreatif yang disediakan hotel.

2. Pengelola Hotel

a. Kelompok Eksekutif

Merupakan kelompok yang memimpin, mengatur dan mengendalikan operasional hotel agar fungsi hotel sebagai sarana akomodasi berjalan dengan baik.

b. Kelompok Pelaksana

Merupakan orang yang yang secara langsung terlibat dalam pelayanan dan pemeliharaan hotel. Adapun kelopmpok pelaksana pengelola hotel adalah sebagai berikut:

Front office, yaitu bagian terdepan dari sebuah hotel yang berfungsi memberikan informasi, menerima dan mengakomodasi tamu, menerima pesanan serta pembayaran.

 Bagian personalia, yaitu bagian yang bertugas mengurus pemilihan dan pengaduan tenaga kerja.

Tata graha (house keeping), yaitu bagian yang memelihara kebersihan dan kelengkapan kamar tamu maupun fasilitas yang disediakan hotel.

Bagian makanan dan minuman (food and beverage), yaitu bagian yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan dan minuman.

 Bagian pemasaran, yaitu bagian yang bertugas memasarkan produk-roduk hotel.

 Bagian keuangan, yaitu bagian yang mengelola keuangan hotel.

 Bagian teknik dan pemeliharaan (engineering and maintenance), yaitu bagian yang bertugas melaksanakan perencanaan, instalasi dan pemeliharaan bangunan.

Bagian kemananan (security), yaitu bagian yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan bangunan.

Bagian binatu (laundry), bertugas menyediakan linen bersih untuk kamar dan fasilitas hotel lainnya.

4.2.2 Diagram Hubungan Antar Ruang

Diagram 4.1 Hubungan Antar Ruang Area Front Office Sumber: Dokumen Pribadi

Diagram 4.2 Hubungan Antarruang Area Penerimaan Sumber: Dokumen Pribadi

Diagram 4.3 Hubungan Antarruang Sarana Hotel Sumber: Dokumen Pribadi

Diagram 4.4 Hubungan Antarruang Function Room Sumber: Dokumen Pribadi

Diagram 4.5 Hubungan Antarruang Area Restoran Sumber: Dokumen Pribadi

Diagram 4.6 Hubungan Antarruang Area Ruang Karyawan Sumber: Dokumen Pribadi

Diagram 4.7 Hubungan Antarruang Area Pelayanan Sumber: Dokumen Pribadi

4.2.3 Program ruang

Tabel 4.1 Kebutuhan dan Besaran Ruang Kamar No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber

1 Standard room 24m2/unit 90 2 2160 MHPD 2 Suite room 48m2/unit 22 2 1056 DA 3 Executive room 60m2/unit 8 3 480 Studi

banding Total (m2) 3696

Sirkulasi 30% (m2) 1108,8 Total Luas (m2) 4804,8

Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4.2 Kebutuhan dan Besaran Ruang Area Penerimaan

No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber

1 Lobby 0,6m2/unit 1 120 unit 72 MHPD

2 Lounge 1,4m2/seat 1 40 seat 56 MHPD

3 Bellmen bay 1 4 orang 2,4 Asumsi

4 Area periksa 1 2 orang 6 Asumsi

5 Toilet 1.02m²/ orang 2 16 orang 16,32 DA 6 Lift umum 0.36m²/ Orang 3 12 orang 8,64 SBT

7 Grand Stair 1 1 unit 24 Asumsi

8 Tangga darurat 1 2 unit 24 Asumsi

Total (m2) 209.36 Sirkulasi 30% (m2) 62.8

Total Luas (m2) 272.16 Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4.3 Kebutuhan dan Besaran Ruang Area Front Office

No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Front desk 1,2 m2/orang 1 2 orang 2,4 DA 2 Informasi 0,3 m2/ kamar 1 120 kamar 36 DA 3 Luggage room 0,4m2/ kamar 1 120 kamar 48 DA 4 Front office manager (ruang penerima) 0,4 m²/kamar 1 120 kamar 48 DA

5 front office staff 0,3m²/ kamar 1 120 kamar 36 DA 6 General manager 11,5 m2/ unit 1 1 unit 11,5 MHPD 7 Assistant general manager 9,5m2/ unit 1 1 unit 9,5 MHPD 8 Sekretaris 9,5m2/ unit 1 1unit 9,5 MHPD 9 Accounting manager 0,12m2 /kamar 1 120 kamar 14,4 P 10 Food and beverage manager 9,5m2/ unit 1 1 unit 9,5 MHPD 11 Sales manager 0,12m2/ kamar 1 120 kamar 14,4 P 12 Personal office 0,3m²/ kamar 1 120 kamar 36 DA 13 Engineering office 9,5m2/ unit 1 1 unit 9,5 MHPD 14 House keeping manager 9,5 m2/unit 1 1 unit 9,5 MHPD 15 Meeting room 2m2/ orang 1 12 orang 24 P 16 Pantry 25m2/ unit 1 1 unit 25 TS Total (m2) 343,2 Sirkulasi 30% (m2) 102.9 Total Luas (m2) 446.16

Tabel 4.4 Kebutuhan dan Besaran Ruang Area Karyawan No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Ruang makan 1 m2/ kamar 1 120 kamar 120 DA 2 Ruang istiahat 1 m2/ kamar 1 120 kamar 120 DA 3 Ruang locker 0,36m²/ Orang 1 60 orang 21,6 MHPD 4 Pantry 25m2/ unit 1 1 unit 25 TS 5 Toilet 1.02m²/ Orang 2 10 orang 20 DA Total (m2) 354,6 Sirkulasi 30% (m2) 106,3 Total Luas (m2) 460,9

Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4.5 Kebutuhan dan Besaram Ruang Food and Beverage

No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Restoran utama Main restaurant seat area 2 m2/seat 1 80 seat 160 MHPD Dapur utama 0,9m2 / jlh kamar 1 120 kamar 108 P Ruang saji 0,23m²/ tamu 1 80 orang 18,4 m2 DA Pantry 0,3m2 / jlh kamar 1 120 kamar 36 P Gudang dingin 0,25m2 x luas dapur 1 108m2 27 DA

2 Coffee shop Dapur 0,6 m²/ tamu 1 40 orang 24 MHPD Area duduk 2.25 m²/ 4 orang 1 40 orang 22,5 DA

Kasir 1 2 orang 3,2 Asumsi

Total (m2) 507,1 Sirkulasi 30% (m2) 152,1 Total Luas (m2) 659,2

Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4.6 Kebutuhan dan Besaran Ruang Function Room

No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Function room Conference room 2,5m²/ jlh pengguna 1 350 orang 875 HPD Pre function 30% x luas function room 1 875 m² 262.5 HPD Ruang operator 15m²/ unit 1 1 unit 15 HPD Lavatory 12m²/ unit 1 1 unit 12 HPD 2 Meeting room 2,5m² x jlh kamar 2 120 kamar 1200 HPD Inventori meeting room 2 2 unit 12 Asumsi Total (m2) 2376,5 Sirkulasi 30% (m2) 712,9 Total Luas (m2) 3089,4 Sumber: Dokumen Pribadi

Tabel 4.7 Kebutuhan dan Besaran Ruang Sarana Hotel No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Kolam renang 15m x 20m 1 1 300 DA 2 Gymnasium Ruang latihan 4,7m²/ orang 1 30 orang 141 HPD Sauna 1,9m²/ orang 1 10 orang 19 HPD 3 Massage room 9,3m²/ orang 1 4 orang 37,2 TS 4 Locker, shower, lavatory 0,6m²/ orang 1 10 orang 6 DA Total (m2) 551,2 Sirkulasi 30% (m2) 165,3 Total Luas (m2) 716,5 Sumber: DokumenPribadi Tabel 4.8 Kebutuhan dan Besaran Ruang Pelayanan

No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Housekeeping 0,7m²/ kamar 1 120 kamar 84 P 2 Laundry and dry clean 0,6m²/ kamar 1 120 kamar 72 P 3 Linen room 0,3m²/ kamar 1 120 kamar 36 P 4 Ruang mekanikal

R. Air bersih 1 1 60 Asumsi

R. Pengolahan air kotor

1 1 60 Asumsi

unit Ruang PABX 0,14 m² x

jumlah kamar

1 120 kamar 16,8 TS

Ruang AHU 1 36 Asumsi

Ruang chiller 0,47 m² x jumlah kamar 1 120 kamar 56,4 TS Ruang pompa 25 m²/ unit 1 1 unit 25 HPD Ruang sampah 50 m²/ unit 1 1 unit 50 HPD

Ruang panel 1 1 unit 12 Asumsi

5 Loading dock 0,7m2 / jlh kamar 1 120 kamar 84 DA Total (m2) 680,2 Sirkulasi 30% (m2) 204 Total Luas (m2) 884,2 Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4.9 Kebutuhan dan Besaran Ruang Area Parkir

No Kebutuhan ruang Standar Jumah (unit) Kapasitas Luas (m2) Sumber 1 Parkir mobil pengunjung 12,5m²/7 unit kamar 1 120 unit 214,28 m² SBT 2 Parkir bus (fasilitas bus hotel) 29,8m²/ unit 1 3 unit 89,4 m² DA 3 Parkir karyawan (mobil) 12,5m²/ unit 1 10 unit 125 m² DA

karyawan (sepeda motor

Total (m2) 528,6 Sirkulasi 30% (m2) 158,6 Total Luas (m2) 678,2

Sumber: Dokumen Pribadi Keterangan:

 DA : Data Arsitek

 TS : Time Saver

 HPD : Hotel Plan and Design

 P : Pribadi

Tabel 4.10 Rekapitulasi Luas Kebutuhan Ruang

REKAPITULASI LUAS KEBUTUHAN RUANG

No Kelompok kebutuhan ruang Luas (m2)

1 Kamar hotel 4804,8

2 Area penerimaan 272,16

3 Front office 446,16

4 Ruang karyawan 460,9

5 Food and beverage 659,2

6 Function room 3089,4

7 Sarana hotel 716,5

8 Ruang pelayanan 884,2

9 Lahan parkir 678,2

Luas Kebutuhan Ruang 12011,12

4.3Analisa Teknologi

4.3.1 Analisa Struktur dan Konstruksi Tabel 4.11 Jenis Pondasi yang Digunakan

JENIS SKETSA SIFAT

Pondasi Tiang Pancang

Pengerjaan menggunakan metode pra-febrikasi

Standar dan mutu terjada baik

Mudah diperoleh dalam jumlah yang banyak

Pekerjaan lebih cepat

Pondasi Bore Pile

Tidak menimbulkan getaran yang keras

Dapat dipergunakan untuk segala jenis tanah

Raft Fondation

Lubang galian dapat dibuat menjadi basement

Sangat berguna pada bangunan yang berada ditapak yang daya dukung tanahnya lemah

Tabel 4.12 Jenis Struktur Lantai yang Digunakan

JENIS LANTAI BAHAN

STRUKTUR

SIFAT

Plat Lantai Balok Satu Arah/Dua Arah

 Beton bertulang

 Baja Komposit

 Ada ruang antara plat lantai atas dengan plafond untuk penempatan utilitas

Plat Lantai Wafel  Beton bertulang  Fungsi balok didgantikan oelh plat wafel

 Ukuran lebih tipis dibandingkan dengan sistem plat lantai + balok

 Dapat dimanfaatkan sekaligus sebagai plafon

Sumber: Data Arsitek

 Penutup Bangunan

a) Dinding Beton Ekspose / Ekspose Concrete Wall

Beton ekspos digunakan untuk memberikan kesan tegas dan jujur pada bangunan. Beton sendiri dapat menangani kelembaban dan berfungsi sebagai resistansi panas. Selain itu penggunaan beton eksopos akan menghindarkan dari penambahan biaya pengecatan dan instalasi secondary skin.

b) Panel Aluminium Komposit / Alucobond

Material ini digunakan sebagai penutup / secondary skin pada bangunan. Instalasi bahan ini sangat mudah karena menggunakan modul panel dan dapat dibentuk sesuai lebutuhan sehingga dapat memberikan kesan dinamis pada bangunan.

c) Dinding Permukaan Kaca / Curtain Wall

Digunakan sebagai pelapis estetika dan memberikan kesan luas. Selain itu penggunaan material ini juga akan memberikan interaksi visua langsung dari dalam ke luar bangunan maupun sebaliknya.

Tabel 4.13 Jenis Struktur Penutup Atap yang Digunakan JENIS

PENUTUP ATAP

SKETSA KELEBIHAN

Dak Beton Kuat dan kokoh

Insulasi bunyi baik sekali

Pemanfaatan ruang atap yang maksimal

Pemanfaatan atap sebagai green roof

Rangka Ruang Bentangannya panjang

Ringan

Sumber: Dokumen Pribadi Tabel 4.14 Jenis Struktur Bangunan yang Digunakan

JENIS BAHAN SKETSA KELEBIHAN

Beton Kekakuan tinggi

Mudah dalam pengaturan

Baja  Instalasi relatif cepat

 Fleksibilitas tinggi

 Eknomis waktu

Komposit Tahan terhadap bahaya

kebakaran dan gempa

Pemeliharaan mudah

Sumber: Dokumen Pribadi 4.3.2 Analisa Sistem Utilitas

 Sistem Penyediaan Air

Sistem penyediaan air bersih memiliki dua sumber yaitu PDAM dan air tanah yang difilter. Daru kedua sumber ini air ditampung di bak penapungan air bawah untuk kemudian dipompa ke bak penampungan air di atap gedung. Air dari tangki atas didistribusikan dengan bantuan gaya gravitasi. Hal ini akan mengurangi beban pemakaian pompa.

Gambar 4.8 Skema Suplai Air Bersih Sumber: Dokumen Pribadi

 Sistem Jaringan Listrik

Sistem distribusi listrik memiliki dua sumber yaitu tenaga listrik dari penyedia layanan listrik maupun penggunaan pembangkit listrik pribadi.

Gambar 4.9 Skema Sistem Jaringan Listrik Sumber: Dokumen Pribadi

 Sistem Penghawaan

a. Penghawaan Alami

Sistem penghawaan alami dipakai pada bangunan dengan sistem ventilasi sialng, steering breze maupun wing walls. Sistem ini digunkan pada ruang-raung yang tidak memerlukan penghawaan secara intensif maupun ruang yang dirancang agar mendapat penghawaan alami.

b. Penghawaan Buatan

Digunakan pada ruang-ruang yan memerlukan kondisi udara yang stabil sehingga dapat memenuhi tingkat kenyaman thermal pada suhu 220C-260C. Dengan sistem ini, suhu dan kelembapan dapat diukur hingga mencapai tingkat kenyamanan yang diinginkan dan merata.

Gambar 4.10 Skema Sistem Penghawaan Sumber: Dokumen Pribadi

 Sistem Jaringan Telekomunikasi

Gambar 4.11 Skema Sistem Telekomunikasi Sumber: Doumen Pribadi

4.3.3 Analisa Penerapan Tema

Arsitektur tropis merupakan cara merancang yang mampu memecahkan masalah perancangan pada daerah tropis. Dalam pemecahan masalahnya, arsitektur topis selalu memadukan kondisi eksisting di lokasi perancangan dengan teknologi sehingga bangunan yang dirancang memenuhi sifat berkelanjutan, ramah lingkungan dan berperforma tinggi.

Berikut merupakan teknologi yang diterapkan pada bangunan berkaitan dengan tema yang diusung:

a. Doubled Glazed

Gambar 4.12 Skema Doubled Glazed Sumber:

http://www.schools.sandwell.net/emu/bowater/bowater/windows.html Doubled glazed merupakan kaca dua bilah kaca yang didirikan sejajar sehingga terbentuk rongga. Rongga ini berisi udara yang berguna sebagai insulasi termal, sehingga suhu dalam ruangan dapat terjaga sementara sinar matahari yang masuk dapat dimaksimalkan.

b. Penerapan Atap Miring

Atap miring merupakan cara paling optimal dan sederhanah menanggulangi masalah curah hujan pada daerah tropis sebab air hujan akan langsung dialirkan melalui kemiringan atap. Selain itu atap ini juga berfungsi sebagai shading sehingga panas yang masuk tidak berlebih dan menghindarkan ruangan dari paparan sinar matahari langusng pada siang dan sore hari.

Gambar 4.13 Penerapan Atap Miring Sumber: Dokumen Pribadi

BAB V

KONSEP PERANCANGAN

5.1 Konsep Dasar

5.1.1 Orientasi Bangunan

Bangunan menghadap sisi lebar site yang menghadap tenggara, hal ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Selain itu bukaan pada bangunan juga dibuat sejajar terhadap sisi melebar lahan agar pemandangan ke ruang terbuka lahan maksimal.

Masalah termal yang akan dialami bangunan karena konsep orientasi ini akan diatasi dengan penerapan teknologi pada permukaan bangunan

Gambar 5.1 Konsep Orientasi Bangunan Sumber: Google Earth

5.1.2 Selubung Bangunan

Pemilihan bahan beton yang kurang menyerap panas akan memberikan tenggang waktu pemanasan lebih lama, sehingga suhu ruangan dapat terjaga.

Penggunaan kaca double glazed juga dioptimalkan sehingga tidak banyak panas yang terserap ke dalam bangunan karena terhalang udara yang ada pada rongga pada isntalasi kaca.

5.1.3 Penerapan Atap Miring

Curah hujan tinggi pada daerah tropis memerlukan tanggapan berupa atap miring pada bangunan agar curah hujan yang turun apat dialirkan dengan mudah.

Selain itu atap ini juga berfungsi sebagai shading agar panas yang masuk ke ruangan berkurang sehingga kerja pendingin ruangan bisa dioptimalkan.

Gambar 5.2 Konsep Penerapan Atap Miring Sumber:Dokumentasi Pribadi

5.2Konsep Perancangan Tapak 5.2.1 Zoning Ruang Luar

Gambar 5.3 Zoning Ruang Luar Sumber: Data Pribadi

Keterangan:

1. Massa utama bangunan 2. Taman hotel

3. Ruang mekanikal 4. Sirkulasi utama 5. Sirkulasi servis 6. Lahan parkir Mobil 7. Lahan parkir bus 8. Lahan parkir taxi

9. Lahan parkir sepeda motor tamu 10.Jalur pedestrian

Penzoningan ruang luar memerhatikan tingginya intensitas suara yang berasal dari Jalan Bandara Kualanamu, Sehinggafungsi publik berupa lahan parkir dan vegetasi diposisikan paling depan agar memberi jarak jalan dengan bangunan sehingga suara dapat diredam.

5.2.2 Sirkulasi Ruang Luar

Pada tapak, jalur masuk dibagi tiga yakni jalur masuk servis, jalur masuk mobil pengunjung dan umum dan jalur masuk sepeda motor pengunjung. Jalur pedestrian juga disediakan bagi pengunjung hotel yang menggunakan moda transportasi umum menuju hotel.

Gambar 5.4 Sirkulasi Ruang Luar Sumber: Dokumentasi Pribadi

5.3Konsep Perancangan Bangunan 5.3.1 Massa Bangunan

Lokasi perancangan yang menghadap Jalan Bandar Udara Kualanamu berorientasi ke tenggara. Selain itu untuk tujuan efisiensi maka sisi bangunan terlebar dirancang menghadap tenggara dan barat laut sehingga mejadikan Jalan Bandar Udara Kualanamu menjadi sumbu bangunan.

Karena paparan radiasi langsung akan tersebaar secara merata, maka pemilihan bahan dan material bangunan yang memiliki tahanan panas akan membuat suhu ruangan tetap stabil

5.3.2 Zoning Bangunan

Hotel memiliki bebrapa fasilitas seperti gym dan ballroom. Adapun back office dittempatkan di bagian depan bangunan untuk meredam bunyi langsung terhadap bangunan.

Fasilitas restoran dan ruangan gym ditempatkan menghadap taman hotel untuk memberikan kesan asri dan luas terhadap fasilitas tersebut

Gambar 5.5 Zoning Ruang Dalam Bangunan Sumber: Dokumentasi Pribadi

Keterangan:

1. Lobi hotel dan front office 2. Restoran 3. Servis 4. Back office 5. Fasilits gym 6. Tangga darurat 7. Lobi Ballroom 5.3.3 Sirkulasi Dalam Bangunan

Bangunan hotel memiliki beberapa pintu masuk agar sirkulasi tidak bersilangan dan berfungsi sebagai pembeda pengguna fasilitas hotel.

Gambar 5.6 Skema Sirkulasi Ruang Dalam Bangunan Sumber: Dokumentasi Pribadi

Keterangan:

1. Pintu masuk utana hotel

2. Pintu masuk menuju lobi ballroom 3. Pintu masuk menuju gym

4. Sirkulasi dari hotel menuju lobi ballroom 5. Drop off

6. Pintu masuk staff

5.3.4 Struktur Bangunan

Struktur utama bangunan berupa kolom-kolom yang berpola grid. Sistem struktur ini dipilih karena ideal dan efisien untuk bangunan dibawah 20 lantai. Dengan struktur ini maka dapat disusun layout ruang-ruang dalam yang lebih efisien.

Adapaun dilatasi diterapkan pada pertemuan antara podium dengan tower dan pertemuan antara bangunan hall dengan tower. Adapun jenis dilatasi yang digunakan merupakan dilatasi balok konsol agar pola dan bentangan rid tidak berubah.

Gambar 5.7 Skema Struktur Bangunan Sumber: Dokumentasi Pribadi 5.4Konsep Perancangan Struktur Bangunan

5.4.1 Konsep Dasar Struktur dan Konstruksi

Struktur bangunan secara umum menggunakan sistem struktur riggid frame dengan menggunakan pola grid. Adapun bagian-bagian struktur bangunan adalah:

 Atap

Struktur atap menggunakandak beton dan merupakan bagian

Dalam dokumen Hotel Bisnis Kualanamu (Halaman 5-63)

Dokumen terkait