TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Perilaku Konsumen
2.3.1 Rangsangan Pemasaran
Ada beberapa jenis rangsangan pemasaram atau yang dikenal
dengan bauran pemasaran (marketing mix). Kotler dan Armstrong (2008)
dalam bukunya Prinsip-prinsip Pemasaran, menjelaskan bahwa bauran
Rangsangan pemasaran Rangsangan Lain Produk Harga Saluran pemasaran Promosi Ekonomi Teknologi Politik Budaya
14
pemasaran (marketing mix) adalah kumpulan alat pemasaran taktis terkendali
yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkannya
di pasar sasaran. Dari definisi tersebut, elemen – elemen bauran pemasaran tersebut merupakan alat yang dapat di kendalikan oleh perusahaan untuk
memenuhi target pasar. Dari bauran pemasaran, persepsi kosumen akan produk
yang dikeluarkan oleh perusahaan mempengaruhi keputusan pembelian atas
produk tersebut (Kotler,2009). Bauran pemasaran tersebut adalah :
2.3.1.1 Produk
Kotler dan Keller (2009) mendefinisikan produk sebagai segala
sesuatu yang bisa ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan.
Dengan kata lain, produk adalah pemahaman subyektif dari produsen atas
sesuatu sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Secara lebih terperinci, konsep produk (product concept) menyatakan bahwa
konsumen akan menyukai produk yang menawarkan kualitas, kinerja, dan
fitur inovatif yang terbaik (Kotler dan Armstrong, 2008) sehingga penilaian
terhadap produk dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar
pengambilan keputusan pembelian.
Suatu produk dapat dikatakan sukses atau tidak, dapat dilihat
dari beberapa hal. Menurut pendapat Kotler dan Keller (2009) yang
mengemukakan bahwa suatu produk tidak akan sukses jika tidak didukung
oleh harga, distribusi, iklan, dan penjualan yang tepat. Lupiyoadi dan
15
beralihnya kepemilikan dari penyedia jasa kepada konsumen. Produk jasa
merupakan sebuah Total Produk. Total Produk terdiri atas :
Produk inti (core product), merupakan fungsi inti dari produk
tersebut.
Produk yang diharapkan (expected product)
Produk tambahan (augmented product).
Produk potensial (potential product).
Selain core product, unsur lainnya merupakan unsur potensial
untuk dijadikan nilai tambah bagi konsumen sehingga produk berbeda
dengan produk lain. (Lupiyoadi dan Hamdani, 2006).
2.3.1.2 Harga
Harga adalah sejumlah uang yang dibebaskan atas suatu produk
atau jasa, atau sejumlah manfaat-manfaat karena memiliki atau
mengggunakan produk atau jasa tersebut (Kotler dan Amstrong, 2008).
Harga dalam persepsi konsumen adalah sesuatu yang diberikan atau
dikorbankan untuk memperoleh suatu produk. Chandra (2002) dalam
(Tjiptono,2009) mengemukakan bahwa harga merupakan salah satu elemen
dari bauran pemasaran yang membutuhkan pertimbangan yang cermat,
16
a. Harga merupakan pernyataan nilai dari suatu produk (a statement of value)
b. Harga merupakan aspek yang tampak jelas (visible) bagi pembeli
c. Harga adalah determinan utama permintaan
d. Harga berkaitan langsung dengan pendapatandan laba.
e. Harga bersifat fleksibel, dalam artian dapat disesuaikandengan cepat.
f. Harga mempengaruhi citra dan positioning
g. Harga meupakan masalah nomer 1 yang dihadapi manajer.
Menurut Engel, Blackwell,Miniard (1994) dalam Swastha dan
Hani (2000) bahwa harga produk berpengaruh terhadap keputusan
pembelian. Harga yang lebih tinggi akan menimbulkan kekhawatiran yang
lebih besar mengenai resiko keuangan yang terlibat dalam pembelian, yang
pada gilirannya menyebabkan pencarian yang lebih besar terhadap produk
lain. Karena menurut Hartono (2010), “harga” bagi konsumen tidak hanya
uang, namun pengorbanan lain seperti waktu, tenaga, biaya perjalanan, dan
kejemuan dalam menungg pelayanan.
Dalam menangani masalah harga, perusahaan atau penyedia
jasa dapat melakukan tahapan-tahapan untuk mengetahui apakah tarif atau
biaya yang dipasangkan perlu untuk diubah atau tidak. Karena faktor harga
dinilai sangat mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Contoh dari
perusahaan ialah rumah sakit, jadi rumah sakitdapat melakukan tiga tahapan
seperti yang dikatakan oleh Hartono (2010), yaitu penetapan tujuan,
17
Pertama yang dilakukan adalah menetapkan tujuan utama penetapan tarif di
rumah sakit. Karena menurut Hartono(2010) ada empat tujuan yang berbeda
yaitu maksimalisasi laba, impas biaya, maksimalisasi pemanfaatan, dan
disinsentivisasi pasar. Selanjutnya tahapan strategi penetapan harga/tarif
dimana ada tiga jenis strategi yaitu berorientasi biaya, berorientasi
permintaan dan beroriantasi persainga. Setelah itu, barulah masuk kedalam
tahapan dimana rumahsakit mengetahui perlu atau tidaknya mengubah harga
atau tarif dari jasa pelayanan yang telah ada.
2.3.1.3 Tempat
Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2006),tempat dalam jasa
merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi,
dalam hal ini berhubungan dengan bagaimana cara penyampaian jasa kepada
konsumen dan dimana lokasi yang strategis. Meskipun ada banyak jenis
saluran distribusi, tetapi jasa tidak dipasarkan melalui saluran distribusi
tradisional layaknya barang fisik, yaitu terdiri dari pabrik ke pedagang grosir,
kemudian ke pengecer hingga ke tangan konsumen akhir.
Seringkali lokasi menjadi faktor yang sangat krusial dalam
menentukan kesuksesan suatu penjualan jasa. Menurut Hartono (2010)
bahwa lokasi merupakan salah satu pertimbangan konsumen dalam
menentukan pilihannya terhadap suatu pelayanan. Menurut Fitzmsimmons &
18
dimensi-dimensi pemasaran strategic, seperti fleksibilitas, competitive
positioning, manajemen permintaan dan fokus strategik.
Selain lokasi, Engel, Blackwell. Miniard (1994) dalam Swastha
dan Hani (2000) mengatakan bahwa jarak lokasi rumah sakit merupakan
determinan keputusan dalam pemilihan tempat penjualan. Jarak lokasi tempat
penjualan dengan calon pembeli juga merupakan hal yang diperhatikan oleh
pemasar. Selain itu Engel, Blackwell. Miniard (1994) dalam Swastha dan
Hani (2000) mengatakan bahwa tempat dimana orang membeli produk
dipengaruhi oleh rincian yang sangat spesifik dari tempat penjualan
2.3.1.4 Promosi
Promosi merupakan salah satu bauran pemasaran yang mutlak
digunakan dalam usaha perusahaan untuk lebih memperkenalkan suatu
produk, menarik minat serta mempengaruhi prilaku konsumen untuk
berkonsumsi. Promosi juga dapat merupakan suatu aktivitas yang
mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran
untuk membelinya. Hartono (2010) menjelaskan bahwa pilihan konsumen
untuk memilih layanan rumah sakit bergantung pada banyak hal, diantaranya
adalah banyaknya informasi yang telah dimilikinya dan kemudahanan atau
kemungkinan mendapatkan informasi.
Promosi merupakan dasar dalam bauran organisasi yang
disajikan untuk memberitahukan, membujuk, dan mengingatkan pasar atas
19
sudah diasarkan survey atas kebutuhan pelanggan. Menurut Hartono (2010)
bahwa rumah sakit atau penyedia jasa seyogianya melakukan survey
konsumen untuk meneliti jenis-jenis pemicu yang merangsang minat
konsumen terhadap pelayanan. Carvens (1996) dalam Nurhasanah (2001)
mengemukakan bahwa kegiatan promosi digunakan untuk membantu
produsen berkomunikasi dengan konsumen. Bauran promosi terdiri atas:
Iklan (advertising).
Promosi penjualan (sales promotions).
Penjualan perorangan (personal selling).
Hubungan masyarakat (public relation).
Informasi dari mulut ke mulut (word of mouth).
Surat pemberitahuan langsung (direct mail).
Tentu perlu mengadakan evaluasi terhadap promosi yang telah
dilakukan. Menurut Hartono (2010) evaluasi pada promosi ini dapat
dilakukan baik sebelum media promosi digunakan maupun setelah media
promosi digunakan untuk menilai keefektifan media promosi.