LANDASAN TEOR
4. Free Body Diagram untuk Paha dan Betis
3.7. Rapid Upper Limb Assessment (RULA)
RULA (Rapid Upper Limb Assessment) merupakan suatu metode penelitian untuk meginvestigasi gangguan pada anggota badan bagian atas. Metode ini tidak membutuhkan peralatan spesial dalam penetapan penilaian postur leher, punggung, dan lengan atas. Setiap pergerakan diberi dengan skor yang telah ditetapkan. RULA dikembangkan sebagai suatu metode untuk
mendeteksi postur kerja yang merupakan faktor resiko (risk factors). Metode ini didesain untuk menilai para pekerja dan mengetahui beban musculoskeletal yang kemungkinan dapat menimbulkan gangguan pada anggota tubuh bagian atas.
Dalam mempermudah penilaiannya maka tubuh dibagi atas 2 segmen yaitu grup A terdiri atas lengan atas (upper arm), lengan bawah (lower arm), dan pergelangan tangan (wrist), sedangkan grup B terdiri dari leher (neck), punggung (trunk), dan kaki (legs). Berikut ini adalah penilaian postur kerja berdasarkan metode RULA.
a. Grup A
1. Upper Arm (lengan atas)
Gambar 3.7. Sudut Lengan Atas Tabel 3.4. Penilaian Lengan Atas
Lengan Atas
Pergerakan Skor Skor Berubah :
+1 jika batang tubuh berputar/bengkok/bung kuk
200 (fleksi dan ekstensi) 1 >200 (ekstensi), 20-450 (fleksi) 2
45-900 3
>900 4
Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004 2. Lower Arm (lengan bawah)
Tabel 3.5. Penilaian Lengan Bawah
Lengan Bawah
Pergerakan Skor
60-1000 1
<600 atau >1000 2 Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004
3. Wrist (pergelangan tangan)
Gambar 3.9. Sudut Pergelangan Tangan Tabel 3.6. Penilaian Pergelangan tangan
Pergelangan tangan
Pergerakan Skor Skor Berubah :
Jika pergelangan tangan menjauhi sisi tengah
Posisi Netral 1
0-150 (fleksi atau ekstensi) 2 >150 (fleksi atau ekstensi) 3
Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004 4. Wrist Twist (Putaran Pergelangan Tangan)
Kriteria untuk penilaian putaran pergelangan tangan (wrist twist) dapat dilihat pada Tabe 3.7.
Tabel 3.7. Penilaian Putaran Pergelangan tangan
Lengan Bawah
Pergerakan Skor
Posisi tengah dari putaran 1
Pada atau dekat dari putaran 2 Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004 a. Grup B
Tabel 3.8. Penilaian Batang Tubuh
Batang Tubuh
Pergerakan Skor Skor Berubah :
+1 jika batang tubuh berputar/bengkok/bung kuk Posisi Normal 1 0-200 2 20-600 3 >600 4
Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004
2. Neck (leher)
Gambar 3.11. Sudut Leher Tabel 3.9. Penilaian Leher
Leher
Pergerakan Skor Skor Berubah :
+1 jika leher berputar/bengkok 0-100 1 10-200 2 >200 3 Ekstensi 4
Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004
3. Legs (kaki)
Gambar 3.12. Sudut Kaki Tabel 3.10. Penilaian Kaki
Kaki
Pergerakan Skor Skor Berubah :
+1 jika lutut 30-600 +2 jika lutut >600 Posisi normal/seimbang (berjalan/
duduk)
1 Bertumpu pada satu kaki lurus 2
Berdasarkan nilai yang didapat dari grup A yang terdiri dari lengan atas, lengan bawah dan pergelangan tangan, maka skor untuk Grup A dapat dilihat pada Tabel 3.11.
Tabel 3.11. Skor untuk Grup A Upper Arms Lower Arms Wrist 1 2 3 4 Wrist Twist Wrist Twist Wrist Twist Wrist Twist Wrist Twist Wrist Twist Wrist Twist Wrist Twist 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 1 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 4 4 2 1 2 2 2 3 3 3 4 4 2 2 2 2 3 3 3 4 4 3 2 3 3 3 3 4 4 5 3 1 2 3 3 3 4 4 5 5 2 2 3 3 3 4 4 5 5 3 2 3 3 4 4 4 5 5 4 1 3 4 4 4 4 4 5 5 2 3 4 4 4 4 4 5 5 3 3 4 4 5 5 5 6 6 5 1 5 5 5 5 5 6 6 7 2 5 6 6 6 6 7 7 7 3 6 6 6 7 7 7 7 8 6 1 7 7 7 7 7 8 8 9 2 7 8 8 8 8 9 9 9 3 9 9 9 9 9 9 9 9
Pertimbangan lain yang harus diperhitungkan untuk penilaian RULA adalah nilai beban dan aktivitas. Nilai untuk beban dapat dilihat pada Tabel 3.12, nilai aktivitas dapat dilihat pada Tabel 3.13.
Tabel 3.12. Penilaian Beban dan Kekuatan
Beban dan Kekuatan
Pergerakan Skor Skor Berubah :
+1 Jika kekuatan cepat
<5kg 0
2-10 kg 1
>10kg 2
Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004 Tabel 3.13. Skor Aktivitas untuk Elemen Gerakan I
Aktivitas Skor Keterangan
Postur Statik +1 Satu atau lebih bagian tubuh statis
Pengulangan +1 Tindakan pengulangan mencapai 4 kali/ menit Sumber : Hasil Pengolahan
Berdasarkan nilai yang didapat dari grup B yang terdiri dari batang tubuh, leher dan kaki, maka skor untuk Grup B dapat dilihat pada Tabel 3.14.
Tabel 3.14. Skor untuk Grup B Trunk
1 2 3 4 5 6
Legs Legs Legs Legs Legs Legs
Neck 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 1 3 2 3 3 4 5 5 6 6 7 7 2 2 3 2 3 4 5 5 5 6 7 7 7 3 3 3 3 4 4 5 5 6 6 7 7 7 4 5 5 5 6 6 7 7 7 7 7 8 8 5 7 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8 8 6 8 8 8 8 8 8 8 9 9 9 9 9
Skor C RULA merupakan matriks perpotongan antara skor pada grup A dan skor pada grup B. Skor C RULA akan menentukan level resiko postur kerja, skor C RULA dapat dilihat pada Tabel 3.15, sedangkan level tindakan RULA dapat dilihat pada Tabel 3.16.
Tabel 3.15. Skor C RULA Skor Grup A Skor Grup B 1 2 3 4 5 6 7 1 1 2 3 3 4 5 5 2 2 2 3 4 4 5 5 3 3 3 3 4 4 5 6 4 3 3 3 4 5 6 6 5 4 4 4 5 6 7 7 6 4 4 5 6 6 7 7 7 5 5 6 6 7 7 7 +8 5 5 6 7 7 7 7
Sumber : Hand Book of Human Factors Engineering “ Stanton, dkk”, 2004
Tabel 3.16. Skor dan Level Tindakan RULA
Skor RULA Level Resiko Tindakan
1-2 Minimum Aman
3-4 Kecil Diperlukan beberapa waktu ke depan 5-6 Sedang Tindakan salam waktu ekat
7 Tinggi Sekarang juga
3.8. Anthropometri
Istilah antropometri berasal dari “anthro” yang berarti manusia dan “metri” yang berarti ukuran. Antropometri adalah pengetahuan yang menyangkut pengukuran tubuh manusia khususnya dimensi tubuh. Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomis dalam proses perancangan (design) produk maupun sistem kerja yang akan memerlukan interaksi manusia. Manusia pada umumnya berbeda-beda dalam hal bentuk dan dimensi ukuran tubuhnya. Beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh manusia, yaitu (Suhardi 2008) :
1. Umur
Ukuran tubuh manusia akan berkembang dari saat lahir sampai sekitar 20 tahun untuk pria dan 17 tahun untuk wanita. Setelah itu, tidak lagi akan terjadi pertumbuhan bahkan akan cenderung berubah menjadi pertumbuhan menurun ataupun penyusutan yang dimulai sekitar umur 40 tahunan.
2. Jenis kelamin (sex)
Dimensi ukuran tubuh laki-laki umumnya akan lebih besar dibandingkan dengan wanita, terkecuali untuk bagian tubuh tertentu seperti pinggul dan sebagainya.
3. Suku / bangsa (etnic)
Setiap suku bangsa atau kelompok etnic akan memiliki karakteristik fisik yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dimensi tubuh suku bangsa negara berat pada umumnya mempunyai ukuran yang lebih besar daripada dimensi tubuh suku bangsa negara timur.
4. Sosio ekonomi
Tingkat sosio ekonomi sangat mempengaruhi dimensi tubuh manusia. Pada negara-negara maju dengan tingkat sosio ekonomi tinggi, penduduknya mempunyai dimensi tubuh yang besar dibandingkan dengan negara-negara berkembang.
5. Posisi tubuh (posture)
Sikap ataupun posisi tubuh akan berpengaruh terhadap ukuran tubuh oleh karena itu posisi tubuh standar harus diterapkan untuk survey pengukuran.
Data antropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal:
1. Perancangan areal kerja (work station)
2. Perancangan peralatan kerja, seperti mesin dan peralatan
3. Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, kursi/meja komputer, dan lain-lain
4. Perancangan lingkungan kerja fisik
Data Antropometri akan menentukan bentuk, ukuran dan dimensi yang tepat yang berkaitan dengan produk yang dirancang dan manusia yang akan menggunakan/mengoperasikan produk tersebut. Dalam kaitan ini maka perancangan produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populasi terbesar yang akan menggunakan produk hasil rancangannya tersebut. Perlunya memperhatikan faktor anthropometri dalam proses rancang bangun fasilitas merupakan suatu hal yang tidak dapat ditunda lagi. Hal tersebut tidak terlepas dari ukuran anthropometri dan penerapan data anthropometrinya.