BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
3. Pembinaan Wilayah Berkelanjutan
5. Penelitian yang dipublikasikan 28 publikasi (realisasi 31 publikasi) 6. Jumlah penelitian yang dihasilkan 29 penelitian (realisasi 29 penelitian) 7. Prosentase dosen tetap berkualifikasi S3 2 dosen (realisasi 2 dosen) 8. Dosen yang berprestasi nasional dan internasional 6 prestasi (14 Prestasi) 9. Indeks Kepuasan Masyarakat 3.3 (3.3)
80,26
90
91,6 92,51
91,28
2016 2017 2018 2019 2020
NILAI LAKIP 2017 - 2020
v DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
IKHTISAR EKSEKUTIF ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. LATAR BELAKANG ... 1
B. MAKSUD DAN TUJUAN ... 1
C. TANTANGAN ORGANISASI ... 2
D. KETERKAITAN VISI DAN MISI ... 3
E. STRUKTUR ORGANISASI ... 10
F. SISTEMATIKA ... 13
BAB II PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ... 14
A. PERENCANAAN KINERJA ... 14
B. PERJANJIAN KINERJA ... 17
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 20
A. PENGUKURAN KINERJA ... 20
B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA ... 30
1. Rasio dosen terhadap mahasiswa... 30
2. Serapan Lulusan < 1 tahun ... 31
3. Pembinaan Wilayah Berkelanjutan ... 34
4. Karya yang diusulkan mendapat HAKI ... 37
5. Penelitian Yang dipublikasin ... 41
6. Jumlah Penelitian Yang dihasilkan ... 49
7. Persentase jumlah Dosen berkualifikasi dan sedang kuliah S3 ... 54
8. Dosen Berprestasi Internasional/National ... 56
9. Indeks Kepuasan Masyarakat ... 59
vi
10. Presentase Mahasiswa dari masyarakat berpenghasilan rendah ... 61
11. Persentase kelulusan Uji Kompetensi ... 63
12. Prestasi Mahasiswa yang mendapat penghargaan nasional dan internasional ... 65
13. Presentase Pendapatan PNBP Terhadap Biaya Operasional ... 67
14. Jumlah Pendapatan PNBP ... 69
C. SUMBER DAYA ... 71
BAB IV PENUTUP ... 78
A. KESIMPULAN... 78
B. SARAN ... 78
vii DAFTAR TABEL
Tabel 1. Penetapan Kinerja Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo Tahun 2021 ... 17
Tabel 2. Program Kerja dan Anggaran Politeknik Kesehatan Tahun 2021 ... 19
Tabel 3. Target dan Realisasi Indikator Kinerja Utama Poltekkes Kemenkes Gorontalo T.A 2021 Tabel 4. Target, Realisasi dan capaian ... 31
Rasio dosen terhadap mahasiswa tahun 2021 ... 31
Tabel 5. Perbandingan Target, Realisasi dan capaian Rasio dosen terhadap mahasiswa ... 31
Tabel 6. Presentase lama waktu tunggu lulusan per prodi ... 32
Tabel 7. Target, Realisasi dan capaian Serapan Lulusan ≤ 1 tahun ... 33
Tabel 8. Target, Realisasi dan capaian Presentasi pengabdian masyarakat berbasis wilayah tahun 2021 ... 35
Tabel 9. Daftar wilayah yang digunakan untuk kegiatan pengabmas berbasis wilayah... 36
Tabel 10. Perhitungan Nilai Indeks Tahun 2021 ... 37
Tabel 11. Target, Realisasi dan capaian Presentasi karya ilmiah yang diusulkan ... 38
Tabel 12. HKI Poltekkes Kemenkes Gorontalo Tahun 2021 ... 38
Tabel 13. Perhitungan Nilai Indeks Tahun 2021 ... 42
Tabel 14. Target, Realisasi dan capaian Presentasi Penelitian yang dipublikasikan ... 43
Tabel 15. Publikasi Karya Ilmiah yang di Publikasikan ... 44
Tabel 16. Jumlah penelitian Dosen Tahun 2021 ... 49
Tabel 17. Target, Realisasi dan Capaian Presentasi Penelitian Tahun 2021... 50
Tabel 18. Rekapan Penelitian Poltekkes Kemenkes Gorontalo Tahun 2021 ... 51
Tabel 19. Target, Realisasi dan Capaian Dosen berkualifikasi S3 Tahun 2021 ... 55
Tabel 20. Jumlah Dosen Berkualifikasi S3 Tahun 2021 ... 56
Tabel 21. Target, Realisasi dan Capaian Dosen Berprestasi ... 57
Tabel 22. Jumlah dosen berprestasi tingkat Nasional dan Internasional ... 58
viii
Tabel 23. rekapitulasi total hasil pengukuran Survei Kepuasan Masyarakat pada 14 ... 60
Tabel 24. Target, Realisasi dan Capaian IKM ... 60
Tabel 25. Target, Realisasi dan Capaian mahasiswa yang mendapatkan bantuan Pendidikan Tahun 2021 ... 62
Tabel 26. Target, Realisasi dan Capaian mahasiswa yang lulus Uji Kompetensi Tahun 2021 ... 64
Tabel 27. Target, Realisasi dan Capaian mahasiswa yang mendapat penghargaan Nasional dan Internasional Tahun 2021 ... 66
Tabel 28. Target, Realisasi dan Capaian Pendapatan PNBP terhadap biaya operasional Tahun 2021 ... 68
Tabel 29. Target, Realisasi dan Capaian Pendapatan PNBP Tahun 2021 ... 70
Tabel 30. Jumlah mahasiwa Poltekkes Kemenkes Gorontalo Tahun 2021 ... 71
Tabel 31. Pegawai PNS Poltekkes Kemenkes Gorontalo Menurut Golongan tahun 2021 ... 72
Menurut Golongan tahun 2021 ... 72
Tabel 32. Realisasi Anggaran Poltekkes Kemenkes Gorontalo Tahun 2021 ... 73
Tabel 33. Efisiensi SDM Tahun 2021 ... 73
Tabel 34. Efisiensi Anggaran Tahun 2021 ... 74
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi pemerintah (LAKIP) didasarkan pada Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dimana disebutkan bahwa setiap pemimpin Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen, Pemerintah Daerah, Satuan Kerja atau Unit Kerja didalamnya wajib membuat laporan akuntabilitas kinerja secara berjenjang serta berkala untuk disampaikan kepada atasannya.
Penyusunan LAKIP ini mengacu pada Instruksi Presiden nomor 5 Tahun 2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi; Permen PAN-RB Nomor: 53 Tahun 2014, tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Permenkes Nomor: 2416/Menkes/
Per/XII/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan, Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024 serta Rencana Aksi Program Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Tahun 2020-2024.
Politeknik Kesehatan Gorontalo adalah UPT Badan PPSDM Kesehatan yang merupakan instansi pemerintah, wajib membuat Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP). Politeknik Kesehatan Gorontalo berupaya melakukan evaluasi kinerjanya setiap tahun di Bulan Januari atau setelah tahun anggaran berakhir, yang disusun dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP). LAKIP merupakan wujud dari pertanggungjawaban atas kinerja pencapaian visi dan misi yang dijabarkan dalam tujuan/sasaran strategis.
B. MAKSUD DAN TUJUAN
Laporan Akuntabilitas Kinerja pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo tahun 2021 ini disusun berdasarkan Permen PAN-RB Nomor: 53 Tahun 2014, tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dan Permenkes Nomor:
2416/Menkes/Per/XII/2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Kementerian Kesehatan, dengan maksud melaporkan apa yang telah dilaksananakan sesuai dengan apa yang telah dituangkan dalam Penetapan Kinerja Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo
2 tahun 2021, serta Rencana Aksi Program (RAP) Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Tahun 2020-2024.
Laporan Akuntabilitas Kinerja ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan maupun kegagalan dalam pelaksanaan program/ kegiatan, tugas, tanggung jawab dan akuntabilitas pada Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo tahun Anggaran 2021 khususnya yang terkait dengan output kinerja dalam kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian masyarakat) sebagai tugas dan fungsi.
C. TANTANGAN ORGANISASI
Poltekkes Kemenkes Gorontalo merupakan institusi pendidikan yang memiliki tugas untuk mencetak tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya era globalisasi dan meningkatnya jumlah permasalahan di bidang kesehatan, maka dibutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki kualitas yang lebih baik. Sebagai institusi yang memberikan layanan mencetak tenaga keperawatan, bidan, gizi, farmasi dan Sanitasi lingkungan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo dituntut untuk mampu bersaing dengan institusi kesehatan lain baik dalam skala lokal, nasional, dan bahkan internasional. Untuk itu Poltekkes Kemenkes Gorontalo telah menyusun landasan dalam pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang tertuang dalam visi dan misi Poltekkes yang terjabarkan di dalam Renstra Poltekkes.
Setelah dilakukan akreditasi baik akreditasi institusi maupun program studi, nilai akreditasi Insitusi B, sedangkan akreditasi program studi D3 Keperawatan, program studi D3 Kebidanan dan program studi D3 Gizi dengan masing-masing nilai akreditasi adalah B. Penilaian akreditasi ini sudah baik karena telah didukung oleh sarana dan prasarana yang optimal.
Politeknik Kesehatan dipacu menjadi Badan Layanan Umum untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kemandirian dalam pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. Poltekkes Kemenkes Gorontalo harus berbenah diri untuk menjadi Badan Layanan Sehingga Perencanaan Pembukaan Prodi Baru untuk memperluas jenis layanan dan peningkatan pemasukan keuangan dapat dilakukan.
Sehingga hal tersebut berdampak pada kebutuhan jumlah tenaga sarana prasarana dan kesiapan sistem institusi dalam melangkah menjadi BLU. Langkah-langkah yang dilakukan dalam mempersiapkan BLU adalah dengan persiapan membuka program studi baru program studi profesi ners dan profesi bidan.
3 D. KETERKAITAN VISI DAN MISI
Searah dengan Rencana Jangka Menengah Badan PPSDM Kesehatan, maka sebagaimana tertuang dalam Rencana Jangka Menengah Pusdik SDM Kesehatan, bahwa visi Pusdik SDM Kesehatan diarahkan untuk mewujudkan Pendidikan Tinggi Politeknik Kesehatan yang bermutu serta berkemampuan IPTEK dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa sesuai dengan kebutuhan program dan layanan kesehatan tahun 2024. Selaras dengan visi dan misi Badan PPSDM Kesehatan dan Pusdik SDM Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo (POLKESGO) mengarahkan kebijakan dan rencana strategisnya untuk mendukung tercapainya tujuan jangka menengah Badan PPSDM dan Pusdik SDM Kesehatan tersebut.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Poltekkes Kemenkes Gorontalo berupaya melakukan perubahan terhadap strategi pencapaian kompetensi lulusan, kurikulum, proses pembelajaran, penilaian prestasi belajar, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pendanaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serapan lulusan, serta pengelolaan. Perubahan yang dimaksud dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan kondisi Poltekkes Kemenkes Gorontalo secara umum. Di samping itu, arah kebijakan dan strategi pengembangannya mempertimbangkan isu-isu strategis dan kebijakan strategis yang terjadi baik dilingkungan regional dan nasional. Poltekkes Kemenkes Gorontalo berupaya agar pengembangan program-programnya secara konsisten mengarah pada visi, misi dan tujuan yang telah disepakati bersama.
4 Gambar 1. Keterkaitan Visi Dan Misi Poltekkes Kemenkes Gorontalo
5 1. Arah Kebijakan Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
a. Peningkatan Sumber Daya Pendidikan yang Berkualitas.
Institusi Poltekkes Kemenkes Gorontalo harus menyiapkan sumber daya dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, sarana dan prasarana yang berkualitas. Oleh karena itu upaya-upaya yang perlu dilakukan mencakup:
1) Peningkatan dan pengembangan diri dosen, tenaga kependidikan selalu dilakukan melalui pendidikan lanjut, banchmarking/magang.
Upaya ini dilakukan bertujuan untuk mendukung proses penyelenggaraan Tridarma Perguruan Tinggi.
2) Menerapkan kurikulum yang berbasis kompetensi serta melaksanakan uji kompetensi bagi lulusannya pada semua prodi untuk meningkatkan mutu pendidikan dan proses pembelajaran pada lingkup Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
3) Proses pembelajaran diarahkan untuk mencapai target 100% lulus uji kompetensi, masa tunggu lulusan yang pendek (kurang dari 6 bulan) dan lulusan bekerja sesuai dengan bidang pekerjaan/kompetensi.
4) Kebijakan penyelenggaraan kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi diarahkan akan melampaui standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNDIKTI). Upaya yang dilakukan mencakup:
a) Proses pembelajaran dilakukan secara dinamis dan berpusat pada mahasiswa
b) Peninjauan kurikulum dilakukan secara rutin dan konsisten sesuai dengan perkembangan IPTEK dan permintaan pasar/user.
c) Akuntabilitas hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat diakui oleh masyarakat ilmiah.
d) Semua hasil penelitian harus dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
5) Poltekkes Kemenkes Gorontalo selalu melakukan pengembangan kemampuan tenaga pendidik, tenaga kependidikan serta mahasiswa dalam berorganisasi, kepemimpinan, enterpreunership, seni budaya dan olahraga untuk mendukung terwujudnya Poltekkes yang kompetitif baik di tingkat regional, nasional dan internasional.
6) Peningkatan mutu sarana dan prasarana pendidikan seperti laboratorium dan perpustakaan dengan memperhatikan jenis dan
6 jumlah peralatan praktek, jenis dan jumlah referensi bahan pustaka serta akses jurnal nasional maupun internasional untuk mendukung proses pembelajaran dan mencapai rasio standar ideal peralatan laboratorium.
7) Peningkatan mutu di bidang praktik klinik dan praktik lapangan.
8) Layanan laboratorium dan perpustakaan menggunakan teknologi terbarukan.
b. Peningkatan tata kelola institusi dengan menekankan prinsip-prinsip, akuntabilitas, transparansi dan menerapkan prinsip keadilan.
Penerapan prinsip transparansi pada tata kelola artinya adanya keterbukaan dan kemudahan akses bagi semua civitas akademika serta dapat dipertanggung jawabkan sesuai peraturan yang berlaku (akuntabilitas), integritas, kredibel dan transparan serta dapat dipercaya.
Prinsip-prinsip tersebut dijadikan sebagai arah kebijakan Poltekkes Kemenkes Gorontalo dari semua pengelolaan program yang dikembangkan dan diimplementasikan, baik dalam pengelolaan Tridarma Perguruan Tinggi, pemasaran lulusan, maupun program program penunjangnya.
Tatakelola Poltekkes yang baik, bersih dan inovatif senantiasa ditumbuh kembangkan dalam Tridarma Perguruan Tinggi di Poltekkes Kemenkes Gorontalo dan diarahkan untuk dapat menghasilkan produk-produk inovatif, sehingga membantu memecahkan masalah-masalah dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
c. Kemitraan dalam Kerja dan Kinerja (Networking)
Meningkatkan jumlah maupun jenis kemitraan untuk menunjang kualitas kegiatan-kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi di Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Kemitraan di Poltekkes Kemenkes Gorontalo dilaksanakan dengan lintas profesi berdasarkan program studi yang ada baik dalam maupun luar negeri. Pelaksanaan Monitoring dan evaluasi kerjasama dengan mitra dilakukan untuk memastikan bahwa pelaksanaan kerjasama berjalan dengan baik untuk menggapai visi Poltekkes Kemenkes Gorontalo.
7 2. Strategi Poltekkes Kemenkes Gorontalo
a. Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang professional 1) Menyusun pedoman dokumen kurikulum yang berbasis digital.
2) Mengembangkan prodi baru
3) Melaksanakan perekrutan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang professional
4) Menyediakan sarana dan prasarana yang memadai menunjang pembelajaran
5) Meningkatkan jumlah mahasiswa baru
6) Mengembangkan kurikulum berbasis KKNI dan standar Nasional DIKTI 7) Mengembangkan soft skill
8) Menerapkan program pembelajaran yang aplikatif, inovatif dan berbasis teknologi informasi
b. Menyelenggarakan penelitian kesehatan sesuai pedoman riset kemenkes dan pengembangan keilmuan
1) Menyusun Rencana Induk Penelitian 2) Meningkatkan jumlah penelitian
3) Meningkatkan publikasi hasil penelitian
4) Mengembangkan hasil penelitian dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa sebagai bahan pengajaran Mata Kuliah.
c. Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat bidang kesehatan berbasis pelayanan dan pembinaan wilayah, serta implementasi hasil-hasil riset
1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat.
2) Meningkatnya Publikasi dan perolehan HAKI
d. Mengembangkan kemitraan di dalam dan luar negeri yang menunjang pelaksanaan kegiatan tridarma
Mengembangkan kerjasama dan kemitraan dengan institusi lain terkait dengan pendidikan, penelitian, pengabmas, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
8 e. Menyelenggarakan system tata pamong yang baik (good governance), pengembangan kelembagaan dan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan
1) Melaksanakan pemilihan direktur secara transparan, akuntabel sesuai dengan pedoman PPSDM
2) Mengelola sumber dana secara efektif, efisien, dan akuntabel.
3) Mengelelola arsip secara tertib dan berkelanjutan
4) Membudayakan Gerakan Pelayanan Prima (Excellence Service) di dalam dan di luar kampus
5) Membudayakan Gerakan Kampus BERHIAS (berbudaya, hijau dan sehat) berkelanjutan
6) Membudayakan Gerakan Kampus Sehat berkelanjutan
7) Mengembangkan Pusat Unggulan Ipteks Poltekkes Kemenkes Gorontalo (PUI-PK) Gorontalo
8) Melaksanakan penjaminan mutu internal pada UPPS serta kelengkapan dokumennya
9) Melaksanakan pengisian dokumen kinerja dan LED
10) Meningkatkan Akreditasi Prodi dan akreditasi unit penunjang 11) Meningatkan Akreditasi Poltekkes
12) Menguatkan kegiatan SPMI diseluruh jajaran kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi
3. Kedudukan
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor: 890/MENKES/
PER/VIII/2007, tanggal 2 Agustus 2007, tentang Organisasi dan Tata Laksana Politeknik Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo didirikan dan merupakan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan. Politeknik Kesehatan dipimpin oleh seorang Direktur yang dalam melaksanakan tugas sehari-hari secara teknik fungsional dibina oleh Kepala Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan dan secara administrasi dibina oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, serta bertanggung jawab kepada Kepala Badan PPSDM Kesehatan.
9 4. Tugas
Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor:890/ MENKES/PER/
VIII/2007, tanggal 2 Agustus 2007, tentang Organisasi dan Tata Laksana Politeknik Kesehatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo mempunyai tugas melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dalam penyelenggaraan pendidikan profesional dalam program Diploma III dan atau program Diploma IV Bidang Kesehatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pada Bulan Agustus tahun 2018 terjadi perubahan struktur organisasi di lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Repubik Indonesia Nomor 38 Tahun 2018 tentang, Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Kesehatan di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI, tanggal 20 Agustus 2018. Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo termasuk kelas III.
Kemudian terjadi perubahan Struktur Organisasi pada tahun 2020 sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, tanggal 23 September 2020. Sampai saat ini Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo telah menyelenggarakan pendidikan Program Diploma III Keperawatan, Kebidanan, Gizi dan farmasi, serta Program Diploma Gizi dan dietetika, dan Sanitasi lingkungan.
5. Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pelaksanaan pendidikan di bidang kesehatan, Politeknik Kesehatan Gorontalo memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Pengembangan pendidikan profesional Diploma III dan Diploma IV dalam bidang kesehatan, yaitu Jurusan Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Farmasi dan Sanitasi Lingkungan.
b. Pelaksanaan penelitian di bidang pendidikan dan kesehatan.
c. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan bidang ilmu dan tujuan pendidikan masing-masing profesi.
d. Pelaksanaan pembinaan civitas akademika.
e. Pelaksanaan pelayanan administratif.
10 E. STRUKTUR ORGANISASI
Gambar 2.
Struktur Organisasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo Berdasarkan Permenkes RI Nomor 71 Tahun 2020
Berdasarkan Organisasi dan Tata Laksana Poltekkes Kemenkes Gorontalo digolongkan menjadi kelas tiga dengan bentuk struktur organisasi sebagai gambar di atas yang memiliki tanggung jawab dan fungsi sebagai berikut:
1. Direktur.
Direktur bertugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan, serta urusan administrasi umum.
Dalam melaksanakan tugas Direktur menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan Poltekkes;
b. Pelaksanaan penelitian untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;
c. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;
d. Pelaksanaan pembinaan Civitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan;
e. Pelaksanaan kerja sama;
11 f. Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan; dan
g. Pelaksanaan urusan ketatausahaan Poltekkes.
2. Wakil Direktur Bidang Akademik.
Wakil Direktur Bidang Akademik mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang akademik dan pengelolaan sistem informasi.
3. Wakil Direktur Bidang Keuangan.
Wakil direktur bidang keuangan, kepegawaian, dan administrasi umum mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang keuangan, kepegawaian, dan administrasi umum.
4. Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama.
Wakil direktur bidang kemahasiswaan dan kerja sama mempunyai tugas membantu direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan bidang kemaha-siswaan, alumni, dan kerja sama.
5. Senat
Senat merupakan organ nonstruktural yang menjalankan fungsi penetapan, pertimbangan, dan pengawasan pelaksanaan kebijakan akademik.
6. Sub Bagian Administrasi Akademik
Sub bagian merupakan unsur pelaksana administrasi Poltekkes yang menyelenggarakan pelayanan administratif kepada seluruh unsur di lingkungan Poltekkes. Subbagian berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur dan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh wakil direktur sesuai dengan bidang tugasnya. Administrasi akademik mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan administrasi akademik dan kerja sama, urusan administrasi kemahasiswaan dan alumni, dan pengelolaan data dan informasi.
7. Subbagian administrasi umum
Subbagian administrasi umum mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana, program, dan anggaran, urusan keuangan dan pengelolaan barang milik negara, urusan kepegawaian, urusan hubungan masyarakat, administrasi pengadaan barang dan jasa, penataan organisasi dan tata laksana, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, tata persuratan, kearsipan, rumah tangga, dan perlengkapan.
8. Jurusan
12 Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur. Jurusan mempunyai tugas melaksanakan Pendidikan Vokasi dan/atau Pendidikan Profesi dalam satu atau beberapa cabang ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengelolaan sumber daya pendukung program studi. Jurusan di Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo terdiri dari Jurusan Keperawatan, Jurusan Kebidanan, Jurusan Farmasi, Jurusan Gizi dan Jurusan Sanitasi Lingkungan.
9. Program Studi
Program studi merupakan kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis Pendidikan Vokasi dan/atau Pendidikan Profesi. Program studi dipimpin oleh ketua program studi. Program Studi Poltekkes Kemenkes Gorontalo terdiri dari Program Studi DIII Keperawatan, Program Studi DIII Kebidanan, Program Studi DIII Gizi, Program Studi DIV Gizi dan Dietetik, Program Studi DIII Farmasi, dan Program Studi Diploma IV Sanitasi Lingkungan.
10. Pusat
Untuk Poltekkes Kemenkes Gorontalo terdapat dua pusat yaitu Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pusat Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan
11. Unit
Unit terdiri dari unit teknologi informasi, unit laboratorium terpadu, unit perpustakaan terpadu, dan unit pengembangan bahasa.
12. Kelompok Tenaga Fungsional
Kelompok tenaga fungsional terdiri dari tenaga fungsional umum (tenaga administrasi dengan jabatan fungsional) dan fungsional tertentu (fungsional dosen). Sampai saat ini tenaga yang menduduki jabatan fungsional yang ada di Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo adalah tenaga fungsional dosen, sedangkan jabatan fungsional tertentu belum ada.
13. Satuan Pengawas Internal
Satuan pengawas internal merupakan bagian yang menjalankan fungsi pengawasan non akademik untuk dan atas nama direktur. Satuan pengawas internal dipimpin oleh kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada direktur
13 Pelaksanaan Organisasi dan Tata Laksana yang baru ini belum diimplementasikan 100% di Poltekkes Kemenkes Gorontalo karena masih menunggu juknis dari Eselon I Badan PPSDM Kesehatan.
F. SISTEMATIKA
Laporan Akuntabilitas Kinerja Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo ini disusun dengan sistimatika berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor: 53 tahun 2014 sebagai berikut:
Ikhtisar Eksekutif (Executive Summary).
Bab I Pendahuluan
Dalam bab ini diuraikan mengenai latar belakang; Maksud dan Tujuan;
Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi; Struktur Organisasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo dan Sistematika Penulisan.
Bab II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
Dalam bab ini diikhtisarkan beberapa hal penting tentang Perencanaan dan Perjanjian Kinerja tahun 2019 (Dokumen Penetapan Kinerja).
Bab III Akuntabilitas Kinerja
Dalam bab ini diuraikan tentang pengukuran kinerja, analisis pencapaian kinerja tahun 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja.
Bab IV Kesimpulan.
Dalam bab ini diuraikan Kesimpulan dari pelaporan kinerja dan saran yang merupakan alternatif solusi digunakan kedepan untuk memperbaiki kekurangan yang ada ditahun berjalan.
14
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
A. PERENCANAAN KINERJA
Dokumen perencanaan nasional yang menjadi dasar dalam perencanaan kinerja Politeteknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo adalah Undang-undang No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-undang Nomor 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, Peraturan Presiden No. 5 tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional. Sedangkan di lingkungan Kementerian Kesehatan telah ditetapkan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2020-2024 sebagai dokumen perencanaan yang bersifat indikatif dengan penekanan pencapaian Sasaran Prioritas Nasional, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Milenium Development Goals dan Rencana Aksi Program Badan PPSDM Kesehatan tahun 2020-2024.
Berdasarkan Rencana strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 dan Rencana Aksi Program (RAP) Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Tahun 2020-2024, maka Politeknik Kesehatan Kemenkes Gorontalo telah menyusun yang memuat uraian visi, misi, tujuan, sasaran strategis dan indikator kinerja Tahun 2021 sebagai berikut:
1. Visi
“Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Terdepan dalam Menghasilkan
“Menjadi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Terdepan dalam Menghasilkan