• Tidak ada hasil yang ditemukan

RASIO KEUANGAN PERSEROAN

Dalam dokumen PROSPEKTUS PT DHARMA POLIMETAL TBK (Halaman 93-97)

tanggal 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 (dalam jutaan Rupiah)

7. RASIO KEUANGAN PERSEROAN

7.1 Profitabilitas

Profitabilitas antara lain diukur dengan rasio-rasio Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin). Imbal Hasil Aset (Return on Asset) dan Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity). Rasio ini menggambarkan kemampuan Perseroan untuk mendapatkan keuntungan pada suatu masa tertentu.

Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Marjin laba bersih (Net Profit Margin) adalah rasio dari laba bersih terhadap penjualan Perseroan. Marjin Laba Bersih Perseroan per tanggal 30 Juni 2021, 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 masing-masing sebesar 7,66%, 0,42%, 6,39% dan 5,06%.

Imbal Hasil Investasi (Return on Asset)

Imbal hasil investasi (Return on Asset) adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba komprehensif tahun berjalan dari aset yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba komprehensif tahun berjalan dengan jumlah aset. Imbal hasil investasi Perseroan per tanggal 30 Juni 2021, 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 masing-masing sebesar 5,37%, minus 0,52%, 11,65% dan 9,68%.

Dibandingkan tahun 2020, rasio imbal hasil investasi Perseroan di tahun 2021 meningkat karena adanya peningkatan laba komprehensif tahun berjalan Perseroan akibat mulai pulihnya industri otomotif di Indonesia yang berdampak positif bagi profitabilitas Perseroan pada tahun 2021, dan peningkatan jumlah aset Perseroan sebesar 21,04%.

Dibandingkan tahun 2019, rasio imbal hasil investasi Perseroan di tahun 2020 menurun karena adanya penurunan penjualan Perseroan dan Perusahaan Anak akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada turunnya laba komprehensif tahun berjalan sebesar 104,74% dan peningkatan aset tidak lancar terutama pada aset tetap sebesar 6,88%.

Dibandingkan tahun 2018, rasio imbal hasil investasi Perseroan di tahun 2019 meningkat karena adanya peningkatan laba komprehensif tahun berjalan sebesar 35,73%, sedangkan peningkatan jumlah aset Perseroan hanya mencapai 12,80%.

Imbal Hasil Ekuitas (Return on Equity)

Imbal hasil ekuitas (Return on Equity) adalah kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba komprehensif tahun berjalan dari ekuitas yang dimiliki yang dapat dihitung dari perbandingan antara laba komprehensif tahun berjalan dengan jumlah ekuitas. Imbal hasil ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2021, 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 masing-masing sebesar 16,52%, minus 1,57%, 32,64% dan 33,18%.

Dibandingkan tahun 2020, rasio imbal hasil ekuitas Perseroan di tahun 2021 meningkat karena adanya peningkatan laba komprehensif periode berjalan Perseroan akibat mulai pulihnya industri otomotif di Indonesia yang berdampak positif bagi profitabilitas Perseroan pada tahun 2021. Laba komprehensif tahun berjalan Perseroan selama periode 6 (enam) bulan pada tahun 2021 meningkat sebesar Rp152.684.804.015 atau 322,43% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Dibandingkan tahun 2019, rasio imbal hasil ekuitas Perseroan di tahun 2020 menurun karena adanya penurunan penjualan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang berdampak pada turunnya laba komprehensif tahun berjalan sebesar 104,74%.

Dibandingkan tahun 2018, rasio imbal hasil ekuitas Perseroan di tahun 2019 menurun karena adanya peningkatan jumlah ekuitas sebesar 37,96% terutama karena naiknya saldo laba sebesar 59,19%.

7.2 Solvabilitas

Solvabilitas merupakan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh liabilitas dengan menggunakan seluruh aset atau ekuitas. Rasio Solvabilitas dapat dihitung dengan dua pendekatan sebagai berikut:

1. Jumlah liabilitas dibagi dengan jumlah ekuitas (Solvabilitas Ekuitas); dan 2. Jumlah liabilitas dibagi dengan jumlah aset (Solvabilitas Aset).

Keterangan 30 Juni 31 Desember

2021 2020 2019 2018

Rasio Solvabilitas Ekuitas 207,42% 204,24% 180,28% 242,79%

Rasio Solvabilitas Aset 67,47% 67,13% 64,32% 70,83%

Rasio solvabilitas ekuitas

Dibandingkan tahun 2020, rasio solvabilitas ekuitas Perseroan di tahun 2021 meningkat karena adanya kenaikan liabilitas Perseroan sebesar Rp235.371.370.788 atau sebesar 21,65%, peningkatan ini disebabkan oleh penambahan liabilitas jangka pendek sebesar Rp224.897.799.002. Selain itu, terdapat kenaikan ekuitas sebesar Rp105.329.963.882 atau 19,79%. Persentase kenaikan ekuitas tersebut lebih kecil dibandingkan dengan persentase kenaikan liabilitas Perseroan.

Dibandingkan tahun 2019, rasio solvabilitas ekuitas Perseroan di tahun 2020 meningkat karena adanya peningkatan liabilitas sebesar Rp112.425.943.855 terutama peningkatan uang muka pelanggan sebesar

Rp71.883.358.541 dan utang bank jangka panjang sebesar Rp53.833.021.784 yang digunakan Perseroan untuk pembelian aset tetap. Selain itu, terdapat penurunan laba komprehensif tahun berjalan Perseroan yang diakibatkan oleh turunnya penjualan Perseroan pada tahun 2020.

Dibandingkan tahun 2018, rasio solvabilitas ekuitas Perseroan di tahun 2019 menurun karena adanya peningkatan jumlah ekuitas sebesar Rp148.743.377.179 terutama disebabkan oleh naiknya saldo laba sebesar Rp153.027.677.688, sebagai dampak dari naiknya laba komprehensif tahun berjalan Perseroan.

Rasio solvabilitas aset

Dibandingkan tahun 2020, rasio solvabilitas aset Perseroan di tahun 2021 meningkat karena adanya kenaikan aset sebesar Rp340.701.334.670 atau sebesar 21,04%, sedangkan kenaikan liabilitas sebesar Rp235.371.370.788 atau sebesar 21,65% lebih tinggi dibandingkan kenaikan aset.

Dibandingkan tahun 2019, rasio solvabilitas aset Perseroan di tahun 2020 meningkat karena adanya peningkatan aset sebesar Rp104.057.837.647, lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan liabilitas sebesar Rp112.425.943.855.

Dibandingkan tahun 2018, rasio solvabilitas aset Perseroan di tahun 2019 menurun karena adanya peningkatan jumlah aset sebesar Rp171.979.691.322 terutama pada aset tetap Perseroan. Peningkatan jumlah aset ini lebih besar dibandingkan dengan kenaikan yang terjadi pada jumlah liabilitas Perseroan.

7.3 Likuiditas

Tingkat likuiditas mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimilikinya. Tingkat likuiditas diukur dengan rasio lancar, yaitu perbandingan aset lancar terhadap liabilitas jangka pendek pada waktu tertentu dan merupakan indikator kemampuan Perseroan untuk memenuhi semua liabilitas jangka pendek dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio lancar Perseroan per tanggal 30 Juni 2021, 31 Desember 2020, 2019 dan 2018 masing-masing sebesar 105,36%, 95,71%, 100,69% dan 106,42%. Rasio lancar Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2021 masih berada di tingkat yang sehat.

Dibandingkan tahun 2020, rasio lancar Perseroan di tahun 2021 meningkat karena adanya peningkatan aset lancar Perseroan sebesar Rp304.325.141.818 atau sebesar 45,54%, sedangkan liabilitas jangka pendek hanya mengalami peningkatan sebesar Rp224.897.799.002 atau sebesar 32,21%.

Dibandingkan tahun 2019, rasio lancar Perseroan di tahun 2020 menurun karena adanya peningkatan liabilitas jangka pendek terutama pada naiknya uang muka dari pelanggan naik sebesar Rp71.883.358.541. Sedangkan terdapat penurunan pada piutang usaha terutama dengan pelanggan sebesar Rp107.682.116.556 atau 32,34%.

Dibandingkan tahun 2018, rasio lancar Perseroan di tahun 2019 menurun karena adanya peningkatan liabilitas terutama pada kewajiban pembayaran non-usaha dengan pihak ketiga sebesar Rp70.362.870.384. Disisi lain, terdapat penurunan kas dan setara kas sebesar Rp30.206.936.669 akibat adanya penurunan perolehan aset tetap sebesar Rp152.841.634.568 atau 25,32%.

Sumber utama likuiditas Perseroan adalah kas internal dan fasilitas perbankan Perseroan.

Per tanggal 30 Juni 2021, Perseroan dan Perusahaan Anak memiliki beberapa fasilitas perbankan, yaitu:

Fasilitas Plafon Fasilitas Sudah

Digunakan

Fasilitas Belum Digunakan Perseroan

Fasilitas Plafon Fasilitas Sudah Digunakan

Fasilitas Belum Digunakan Bank CIMB Niaga

Pinjaman Transaksi Khusus – 1 Rp250.000.000.000 Rp250.000.000.000 - Pinjaman Transaksi Khusus – 2 Rp100.000.000.000 Rp100.000.000.000 - Pinjaman Transaksi Khusus –

Musyarakah Rp100.000.000.000 Rp100.000.000.000 -

Pinjaman Transaksi Khusus – 3 Rp100.000.000.000 Rp80.000.000.000 Rp20.000.000.000

Letter of Credit Rp150.000.000.000 Rp99.498.426.568 Rp50.501.573.432

DEM BCA

Fasilitas Kredit Lokal (Rekening

Koran/Overdraft) Rp37.000.000.000 Rp18.784.335.373 Rp18.215.664.627

Time Loan Revolving Rp52.500.000.000 Rp52.500.000.000 -

Kredit Investasi – 7 Rp19.600.000.000 Rp19.600.000.000 -

Kredit Investasi – 8 Rp17.700.000.000 Rp17.700.000.000 -

Kredit Investasi – 9 Rp7.850.000.000 Rp7.850.000.000 -

Installment Loan Rp10.000.000.000 Rp10.000.000.000 -

Multi

Letter of Credit USD1.500.000 USD593.374 USD906.626

Trust Receipt Rp10.000.000.000 Rp7.669.941.967 Rp2.300.058.033

DPP

Bank Danamon

Working Capital – OAF Seller

Wessel Rp5.000.000.000 Rp2.460.962.486 Rp2.539.037.514

Overdraft – KRK Rp15.000.000.000 Rp12.500.000.000 Rp2.500.000.000

Insvestment Loan Credit

Facility – 01 Rp14.398.421.976 Rp14.398.421.976 -

Insvestment Loan Credit

Facility – 02 Rp6.601.578.024 Rp6.601.578.024 -

Insvestment Loan Credit

Facility – 03 Rp37.000.000.000 Rp37.000.000.000 -

DCI

Bank CIMB Niaga

Pinjaman Rekening

Koran/Overdraft Rp5.000.000.000 Rp1.648.585.680 Rp3.351.414.320

Pinjaman Transaksi Khusus Rp4.000.000.000 - Rp4.000.000.000

Pembiayaan

Investasi/Musyarakah Mutanaqisah

Rp10.000.000.000 Rp10.000.000.000 -

Letter of Credit USD500.000 - USD500.000

DPA

Bank CIMB Niaga

Fasilitas Cerukan/Overdraft Rp1.500.000.000 Rp242.449.289 Rp1.257.550.711

Fasilitas Pinjaman Tetap Rp3.000.000.000 Rp3.000.000.000 -

Pinjaman Investasi Rp3.603.550.944 Rp3.603.550.944 -

DPT

Bank CIMB Niaga

Fasilitas Cerukan/Overdraft Rp2.000.000.000 Rp1.868.219.863 Rp131.780.137

Fasilitas Pinjaman Tetap Rp3.000.000.000 Rp3.000.000.000 -

Fasilitas Pinjaman Transaksi

Khusus Rp2.000.000.000 Rp2.000.000.000 -

Total Rupiah Rp966.753.550.944 Rp861.956.472.170 Rp104.797.078.774

Total USD USD2.000.000 USD593.374 USD1.406.626

Pada tanggal Prospektus ini diterbitkan, Perseroan dan Perusahaan Anak telah menggunakan seluruh fasilitas perbankan di atas secara penuh.

Perseroan menyatakan memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usahanya.

Tidak terdapat kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Perseroan.

Dalam dokumen PROSPEKTUS PT DHARMA POLIMETAL TBK (Halaman 93-97)