• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rasio Rumah Sakit, Puskesmas, Poliklinik dan Pustu

Dalam dokumen BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah (Halaman 75-80)

Berdasarkan data terkini dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara, tahun 2016 jumlah RSUD berjumlah 7 buah dengan rincian: 1 buah di Kabupaten Bulungan, Nunukan, dan Tana Tidung, 2 buah di

RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019 II-76 Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan. Pembangunan Rumah Sakit Pratama di Kalimantan Utara direncanakan akan selesai akhir tahun ini. Ada 3 RS Pratama yang dibangun di Kabupaten Nunukan dan Kabupaten Malinau yang merupakan kabupaten perbatasan.

Tabel 2.49

Rasio Rumah Sakit per 100.000 Penduduk Tahun 2012-2015 Provinsi Kalimantan Utara

No Uraian 2012 2013 2014 2015 2016

1. Rumah Sakit Umum (Pemerintah) - - - - 2.

Jumlah Rumah Sakit Jiwa/Paru dan penyakit khusus lainnya milik pemerintah

- - - -

3. Rumah AL/POLRI Sakit AD/AU/ 1 1 1 1 1

4. Jumlah Rumah Sakit Daerah 6 6 6 6 7

Jumlah Rumah Sakit Swasta 1 1 1 1 1

5. Jumlah seluruh Rumah Sakit 8 8 8 8 9

6. Jumlah Penduduk 569336 594982 618207 615237 666333

Rasio 1,41 1,34 1,29 1,30 1,35

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara 2016

Puskesmas sebagai unit pelayanan tingkat pertama dan terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan. Puskesmas memiliki fungsi sebagai: 1) pusat pembangunan berwawasan kesehatan; 2) pusat pemberdayaan masyarakat; 3) pusat pelayanan kesehatan masyarakat primer; dan 4) pusat pelayanan kesehatan perorangan primer. Indikator rasio puskesmas per 100.000 penduduk adalah salah satu indikator yang digunakan untuk mengetahui keterjangkauan penduduk terhadap puskesmas.

Rasio puskesmas per 100.000 penduduk di Provinsi Kalimantan Utara berada di kisaran angka 12,3. Itu artinya terdapat 12 puskesmas setiap 100.000 penduduk atau 1 puskesmas melayani 12.500 penduduk. Di Indonesia rasio puskesmas per 100.000 penduduk pada tahun 2009-2013 mengalami trend yang meningkat dari 3,5 – 3,8. Berdasarkan data tersebut, di Indonesia rata-rata 1 puskesmas dapat melayani 25.730 penduduk (Riskesdas, 2013). Berdasarkan jumlah penduduk, rasio

RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019 II-77 puskesmas di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2016 lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Tabel 2.50

Rasio Puskesmas, Poliklinik, dan Puskesmas Pembantu

per 100.000 Penduduk Tahun 2012-2015 Provinsi Kalimantan Utara

Uraian 2012 2013 2014 2015 2016 Jumlah Puskesmas 48 49 54 55 82 Jumlah Poliklinik 7 13 Jumlah Pustu 171 141 161 208 228 Jumlah Penduduk 569336 595000 663200 615237 666333 Rasio Puskesmas 8,4 8,2 8,1 8,9 12,3 Rasio Poliklinik 1,1 1,95 Rasio Pustu 30,0 23,7 24,3 33,8 34,22 Sumber:

1) Kabupaten Bulungan Dalam Angka 2005-2012 2) Kabupaten Malinau Dalam Angka 2005-2012

3) Kabupaten Nunukan Dalam Angka 2005-2012, Profil Kesehatan Kabupaten Nunukan 2007

4) Kota Tarakan Dalam Angka 2005-2012

5) Kabupaten Tana Tidung Dalam Angka 2005-2012 6) Profil Kesehatan Kalimantan Timur 2012

7) Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara 2016

Jumlah puskesmas terbanyak berada di Kabupaten Malinau dan Nunukan, sedangkan yang paling sedikit adalah Kota Tarakan. Untuk Pustu, jumlah terbanyak berada di Kabupaten Malinau yaitu 94 unit sedangkan di Kota Tarakan hanya ada 2 unit. Pustu di Kabupaten Nunukan dan Malinau harus berjumlah banyak mengingat 2 kabupaten ini adalah kabupaten perbatasan dengan luas wilayah yang sangat besar dan akses yang masih buruk.

Tingginya nilai rasio puskesmas per satuan penduduk disebabkan oleh jumlah penduduk di Provinsi Kalimantan Utara yang tidak terlalu banyak. Meskipun rasio puskesmas di provinsi ini dibandingkan Indonesia jauh lebih tinggi, perlu diperhatikan juga luas wilayah provinsi ini dan akses ke puskesmas karena akses yang sulit ke sarana kesehatan akan membuat keberadaan sarana kesehatan tersebut kurang efektif. Begitu juga cakupan wilayah yang luas membuat masyarakat akan berpikir untuk mengakses layanan kesehatan di tempat tersebut. Penjelasan selanjutnya dibahas di indikator cakupan pustu.

RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019 II-78 Tabel 2.51

Rasio Puskesmas, Poliklinik, dan Puskesmas Pembantu per 100.000 Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2016 Provinsi

Kalimantan Utara

Kabupaten /kota

Jumlah Penduduk

Puskesmas Poliklinik Pustu

Jumlah Rasio Jumlah Rasio Jumlah Rasio Bulungan 132533 12 9.05 10 7.55 50 37.73 Malinau 80619 16 19.85 - - - - Nunukan 185499 16 8.63 - - - - Tana Tidung 23497 5 21.28 - - 14 59.58 Tarakan 244185 9 2.87 3 1.23 2 0.82 KALTARA 666333 58 8.40 13 1.95 66 9.90

Sumber: Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Utara 2016 3. Rasio Dokter Per Satuan Penduduk

Rasio dokter per satuan penduduk merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur cakupan pelayanan dokter di masyarakat. Berdasarkan jenis profesinya, dokter dikelompokkan menjadi tiga yaitu dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis yang bisa disebut dengan tenaga medis. Dokter yang dimaksud di sini adalah dokter yang memberikan pelayanan kesehatan di suatu wilayah, baik berstatus PNS maupun bukan PNS.

Tabel 2.52

Rasio Dokter per 100.000 Penduduk Tahun 2012-2016 Provinsi Kalimantan Utara

Uraian 2012 2013 2014 2015 2016

Jumlah Dokter Umum 199 270 112 175

Jumlah Dokter Gigi 34 48 59 73 62

Jumlah Dokter Spesialis 49 73 80 54 73

Total Dokter 282 391 251 315 310

Jumlah Penduduk 569336 594982 618207 641936 666.333 Rasio Dokter per 100.000

penduduk

49,5 65,7 37,8 49,0 46.52

Sumber:

(1) Kalimantan Timur Dalam Angka 2008-2012

(2) Kabupaten Bulungan Dalam angka 2008-2012; Profil Kesehatan Bulungan 2008 (3) Kabupaten Malinau Dalam Angka 2008-2012;

(4) Kabupaten Nunukan Dalam Angka 2008-2012; Profil Kesehatan Kabupaten Nunukan 2010

(5) Kabupaten Tana Tidung Dalam Angka 2008-2012 (6) Kota Tarakan Dalam Angka 2008-2012

RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019 II-79 Rasio tenaga medis per jumlah penduduk mengalami kenaikan secara terus menerus hingga tahun 2016. Rasio dokter di tahun 2013 ini adalah yang tertinggi selama periode 2012-2016. Jumlah keseluruhan dokter di tahun tersebut adalah 391 orang, dengan rincian 270 dokter umum, 48 dokter gigi dan 73 dokter spesialis. Namun, di tahun 2016 rasio dokter ini menurun cukup signifikan dari 65,7 menjadi 46,52.

Pada tahun 2016 terdapat 175 dokter umum, dengan jumlah dokter terbanyak berada di Kota Tarakan dan terkecil di Kabupaten Tana Tidung. Jika dilihat per penduduk, maka Kabupaten Tana Tidung yang rasio dokter umumnya paling tinggi dibanding Kota Tarakan yang hanya 22,11. Berdasarkan standar Indonesia Sehat 2010, rasio dokter umum adalah 40 per 100.000 peduduk, sehingga baru Kabupaten Tana Tidung yang sesuai standar. Rasio dokter spesialis di provinsi ini adalah 10,96 ini berarti telah sesuai standar. Namun jika dirinci, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung masih belum sesuai standar, bahkan di Kabupaten Tana Tidung tidak terdapat dokter spesialis. Sedangkan rasio dokter gigi di provinsi ini sudah sesuai standar, namun Kota Tarakan belum memenuhi standar.

Tabel 2.53

Rasio Dokter per 100.000 Penduduk Menurut Kabupaten/Kota Tahun 2016 Provinsi Kalimantan Utara

Kabupaten Penduduk Jumlah Jumlah Dokter

Umum Rasio Jumlah Dokter Spesialis Rasio Jumlah Dokter Gigi Rasio Kabupaten Bulungan 132.533 48 36,21 15 11,31 13 9,80 Kabupaten Malinau 80.619 28 34,73 12 14,88 14 17,36 Kabupaten Nunukan 185.499 45 24,26 11 5,93 16 8,63 Kabupaten Tana Tidung 23.497 14 59,58 - - 5 21,28 Kota Tarakan 244.185 54 22,11 35 14,33 19 7,78 KALIMANTAN UTARA 666.333 189 28,36 73 10,96 67 10,05 Standar Indonesia Sehat 2010 40 6 11

Sumber: Kab / Kota Dalam Angka 2017

Dilihat dari persebarannya, tenaga medis ini belum menyebar secara merata di seluruh wilayah, khususnya di daerah perbatasan. Meskipun secara rasio, rasio dokter di Kabupaten Malinau dan

RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2019 II-80 Kabupaten Nunukan sudah memenuhi standar, wilayah Malinau dan Nunukan sangat luas dengan masyarakat yang menyebar. Total dokter yang berjumlah 54 di Kabupaten Malinau dan 72 di Kabupaten Nunukan menjadi kecil sekali jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kabupaten tersebut.

Kondisi tenaga kesehatan di kawasan perbatasan masih memprihatinkan. Menurut buku Grand Design Perbatasan Kalimantan Utara 2016, sebanyak lebih dari 30 desa di Kabupaten Malinau belum memiliki tenaga dokter yang menetap, dan 12 desa yang sama sekali tidak memiliki tenaga bidan dan tenaga kesehatan lain yang menetap. Sedangkan di Kabupaten Nunukan tidak kalah buruknya. Tenaga dokter dan kesehatan lain hanya terkonsentrasi di satu kecamatan saja yaitu Kecamatan Nunukan. Kondisi memprihatinkan ada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Lumbis ogong, Sebatik Barat, dan Sebatik Utara yang tidak memiliki dokter di daerahnya. Untuk tenaga bidan di Kabupaten Nunukan, dari 182 desa, hanya 57 desa yang terdapat bidan desa, sedangkan 127 desa sisanya tidak ada bidan desa.

Dalam dokumen BAB II Gambaran Umum Kondisi Daerah (Halaman 75-80)