Bab III. Akuntabilitas Kinerja
B. Realisasi Anggaran
Tahun 2019, capaian kinerja Inspektorat didukung dengan penggunaan anggaran sebesar Rp7.490.884.759,00 (96,21%) dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp7.785.696.000,00. Adapun komposisi anggaran terdiri dari: (1) Belanja Pegawai sebesar Rp4.488.329.825,00 (96,05%) dari alokasi Rp4.672.766.000,00; (2) Belanja Modal sebesar Rp184.855.000,00 (99,92%) dari alokasi Rp185.000.000,00; dan (3) Belanja Barang sebesar Rp2.791.268.611,00 (95,33%) dari alokasi Rp2.927.930.000,00 seperti terlihat pada Gambar 3 di bawah.
35 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
Gambar 4. Komposisi Anggaran Inspektorat Tahun 2019
Berdasarkan Gambar 4 di atas terlihat bahwa anggaran belanja pegawai lebih besar (60,02%) dari total anggaran Inspektorat dibandingkan anggaran belanja modal (2,38%) dan barang (37,61%). Adapun belanja modal adalah terdiri dari note book dan printer dalam rangka meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung kinerja auditor.
Realisasi anggaran yang terkait langsung dengan pencapaian masing-masing indikator dari sasaran kegiatan seperti terlihat pada Lampiran 2 atau Gambar 5 di bawah.
36 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
Dari Gambar 5 di atas terlihat bahwa realisasi anggaran yang terkait langsung dengan pencapaian IK sebesar Rp1.543.588.693,00 dari anggaran sebesar Rp1.627.591.000,00.
Sedangkan realisasi anggaran yang tidak terkait langsung dengan indikator kinerja dari sasaran kegiatan seperti terlihat pada Gambar 6 di bawah.
Gambar 6. Anggaran Tidak Terkait Langsung Dengan Pencapaian IK
Dari Gambar 6 di atas terlihat bahwa realisasi anggaran yang tidak terkait langsung terkait dengan pencapaian IK sebesar Rp5.947.296.066,00 dari anggaran sebesar Rp6.158.105.000,00.
Tabel 28. Tingkat Capaian Kinerja, Penyerapan Anggaran dan Efektivitas Anggaran
No Sasaran % Capaian Kinerja % Penyerapan Anggaran Tingkat Efektivitas (1) (2) (3) (4) (5)
Peningkatan kinerja unit kerja dalam penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi
110,16 91,96 1,19
1 Jumlah laporan pencegahan dan pemberantasan korupsi di BATAN
37 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat No Sasaran % Capaian Kinerja % Penyerapan Anggaran Tingkat Efektivitas 2 Jumlah unit kerja yang siap
untuk disertifikasi WBK/WBBM
133 90,21 1,47
3 Jumlah laporan hasil pengawasan di BATAN
100 95,83 1,04
4 Persentase berkurangnya jumlah temuan yang berindikasi kerugian negara
106,67 98,60 1,07
5 Indeks Reformasi Birokrasi BATAN
- 96,17 1,03
6 Persentase tindak lanjut hasil pemeriksaan
111,11 86,86 1,28
7 Level maturitas penerapan SPIP - 89,62 1,11
Dari Tabel 28 di atas, rata-rata tingkat efektivitas dari indikator kinerja atas sasaran kegiatan adalah sebesar 1,19, artinya tingkat efektifitas lebih dari 1 sehingga kegiatan dilakukan oleh Inspektorat sudah efektif.
Upaya efisiensi sumber daya dalam rangka pencapaian sasaran, Inspektorat melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Pembatasan konsumsi rapat di dalam kantor; b. Tidak mengalokasikan honor output kegiatan;
c. Mendayagunakan fasilitas secara maksimal, efektif dan efisien;
d. Memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang pelaksanaan tugas Inspektorat.
C. Capaian Kinerja Lainnya
1. Kegiatan Reviu Pengadaan Barang/Jasa dan Penyerapan Anggaran
Pada Tahun 2019 telah dilaksanakan reviu terhadap Pengadaan Barang/Jasa dan Penyerapan Anggaran terhadap 20 satuan kerja (satker) BATAN. Reviu pengadaan barang/jasa ini dilaksanakan tiap triwulan. Hingga akhir Tahun 2019 baru dilaksanakan reviu pada Triwulan III, dengan hasil dari 159 paket pekerjaan masih terdapat 14 paket masih dalam proses lelang dan 145 paket telah dilakukan proses lelang dan dalam progres fisik pekerjaan.
38 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
Sedangkan untuk reviu penyerapan anggaran juga dilaksanakan tiap triwulan, dengan hasil persentase realisasi anggaran hingga Triwulan III sebesar 46,68%, dengan persentase perbandingan antara realisasi dan disbursement plan pada triwulan III adalah sebesar 79,90% karena banyak pekerjaan yang dilaksanakan sebelum waktu perencanaan dalam disbursement plan sehingga realisasi anggaran melebihi perencanaan dalam triwulan bersangkutan.
Langkah-langkah peningkatan kinerja dimasa yang akan datang adalah dengan berkoordinasi secara intens kepada BPKP mengenai pelaksanaan reviu dan berkomunikasi dengan ULP dan satker dalam hal pelaksanaan lelang dan pelaporan kemajuan fisik pekerjaan.
2. Evaluasi Perjalanan Dinas Unit Kerja BATAN
Inspektorat telah melakukan evaluasi terhadap perjalanan dinas pegawai Batan Semester I Tahun 2019 yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan perjalanan dinas pada unit kerja di BATAN telah memperhatikan prinsip-prinsip perjalanan dinas. Sesuai dengan BAB III Pasal 3 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113 Tahun 2012 tentang Perjalanan Dinas Dalam Negeri bagi Pejabat Negara, Pegawai Negeri, dan Pegawai Tidak Tetap menyebutkan bahwa Perjalanan Dinas dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip sebagai berikut: 1. Selektif, yaitu hanya untuk kepentingan yang sangat tinggi dan prioritas yang
berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan;
2. Ketersediaan anggaran dan kesesuaian dengan pencapaian kinerja Kementerian Negara/Lembaga;
3. Efisiensi penggunaan belanja negara; dan
4. Akuntabilitas pemberian perintah pelaksanaan Perjalanan Dinas dan pembebanan biaya Perjalanan Dinas.
Terkait dengan amanat PMK tersebut, Kepala BATAN menginstruksikan Inspektorat untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan dinas seluruh unit kerja BATAN sampai dengan semester I tahun 2019. Laporan hasil evaluasi perjalanan dinas dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan pimpinan untuk melakukan perbaikan yang mengarah pada efektivitas penggunaan biaya perjalanan dinas.
3. Evaluasi Disiplin Jam Kerja Pegawai
Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS dan Perka BATAN Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pedoman
39 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
Penegakan Disiplin dan Penjatuhan Hukuman Disiplin Pegawai BATAN, Inspektorat mengingatkan kepada setiap unit kerja untuk mengirimkan laporan pelanggaran jam kerja pegawai setiap bulan ke Inspektorat. Kegiatan ini dituangkan dalam 1 laporan yang disusun setiap semester dan dievaluasi setiap semester. Secara umum unit kerja telah membuat dan mengirimkan laporan presensi/pelanggaran jam kerja ke Inspektorat namun masih terdapat beberapa unit kerja yang terlambat mengirimkannya sehingga tidak dapat dievaluasi secara tepat dan cepat.
4. Reviu Hasil Penilaian Kembali BMN
Tahun 2019 Inspektorat melakukan reviu atas implementasi perbaikan dan pelaporan hasil penilaian kembali BMN berdasarkan PMK Nomor 107/PMK.06/2019. Reviu diprioritaskan pada 11 satker yang mempunyai temuan atas pemeriksaan BPK RI sesuai dengan LHP Nomor 119.53/SUPLEMEN/LHP/XV/12/2018 tanggal 31 Desember 2018. Objek Penilaian Kembali BMN Tahun 2019 dilakukan berdasarkan Pasal 5 Perpres 75 Tahun 2017 yaitu terhadap:
a. Tanah;
b. Gedung dan bangunan;
c. Jalan, irigasi dan jaringan yang meliputi jalan, jembatan dan bangunan air. Reviu terutama dilakukan melalui serangkaian aktivitas sebagai berikut: a. Membuat prioritas BMN yang akan dilakukan reviu;
b. Melakukan clustering BMN di BATAN;
c. Memastikan kebenaran penyediaan data awal BMN;
d. Memastikan pengisian form pendataan sesuai dengan BMN yang dilakukan inventarisasi seperti kesesuaian fisik BMN, kondisi BMN, kodefikasi BMN, serta kesesuaian dengan data dukung BMN.
Hasil dari kegitan tersebut dituangkan dalam Laporan Hasil Reviu Penilaian
Kembali BMN BATAN dengan nomor 001/ISP/LHR-Reval/VII/2019 Tanggal 15 Juli 2019.
40 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
5. Monitoring Penilaian Kembali BMN
Inspektorat melakukan monitoring terhadap implementasi perbaikan dan pelaporan hasil penilaian kembali BMN berdasarkan Surat Edaran DJKN Nomor S-2583/KN/2019 tanggal 18 November 2019. Monitoring dilakukan terhadap satker yang penilaiannya dilakukan oleh KPKNL Jakarta I dan Tangerang II. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa satker telah menindaklanjuti hasil reviu APIP BATAN sesuai dengan LHP nomor 001/ISP/LHR-Reval/VII/2019 Tanggal 15 Juli 2019, dan memastikan peningkatan status perbaikan Penilaian Kembali dari Penilaian Selesai menjadi Laporan Hasil Inventarisasi Penilaian (LHIP). Hasil monitoring menunjukkan bahwa seluruh hasil reviu APIP telah ditindaklanjuti seluruhnya oleh satker.
41 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
6. Penyelenggaraan Bimbingan Teknis terkait Pengawasan
Pada tahun 2019 Inspektorat bekerjasama dengan pihak Pusdiklat menyelenggarakan beberapa workshop/bimbingan teknis terkait pengawasan dalam rangka meningkatkan kompetensi Auditor, yaitu:
a. Sharing cost bersama BU dalam pelaksanaan Workshop Penelitian dan Reviu RKBMN bagi APIP dan Pengguna Barang BATAN di tanggal 26 s.d 27 Agustus 2019 yang dihadiri oleh seluruh Auditor, dan Tim Peneliti RKBMN BATAN.
b. Bimbingan Teknis Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK bagi Penilai/Evaluator Inspektorat BATAN di tanggal 2-3 Desember 2019 yang dihadiri oleh seluruh Auditor dengan narasumber dari PTLR sebagai unit kerja yang berhasil mendapat predikat WBBM.
42 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
c. Bimbingan Teknis Reviu Pengendalian Intern atas Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat di tanggal 9 Desember 2019 yang dihadiri oleh seluruh Auditor dan Tim Penilai PIPK BATAN, dengan narasumber dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan.
7. Penyelenggaraan Gelar Pengawasan
Pada tanggal 12-13 Desember 2019 Inspektorat melaksanakan kegiatan Gelar Pengawasan yang dihadiri oleh Kabag/Kasub TU, PPK, dan KaUJM seluruh unit kerja di BATAN. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan berbagai kegiatan pengawasan yang dilakukan Inspektorat, memantau progress kemajuan tindak lanjut hasil pemeriksaan Inspektorat dan BPK RI, serta Penyampaian isu
43 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
hasil pemeriksaan PDTT oleh BPK RI. Selain itu Inspektorat juga memperkenalkan Pengenalan aplikasi pengaduan milik Kementerian PAN dan RB yaitu Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat yang lebih dikenal dengan SP4N LAPOR. Berbagai kegiatan Inspektorat yang disosialisasikan dalam Gelar Pengawasan yaitu:
a.
Penanganan Gratifikasi di BATAN;
b.
Penanganan Pengaduan Masyarakat di BATAN;
c.
Implementasi Wistle Blowing System (WBS) di BATAN;
d. Penanganan Benturan Kepentingan di BATAN; e. Pelaksanaan Evaluasi SPIP di unit kerja BATAN;
44 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
BAB IV
PENUTUP
Laporan Kinerja Inspektorat Tahun 2019 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban Inspektorat kepada atasan dalam rangka mewujudkan target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Tahun 2019 merupakan tahun terakhir periode Renstra 2015-2019, yang pengukurannnya dijabarkan dalam 7 (tujuh) Indikator kinerja.
Laporan ini memberikan gambaran atas upaya yang telah dilaksanakan, termasuk hambatan atau kendala, serta langkah-langkah perbaikan yang akan dilakukan sehingga dapat menjadi landasan dalam menentukan rencana aksi selanjutnya dalam pencapaian sasaran Inspektorat.
Berdasarkan hasil pengukuran atas seluruh target kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2019, pencapaian rata-rata kinerja Inspektorat secara keseluruhan adalah 110,16%. Realisasi kinerja tersebut didukung dengan penggunaan anggaran sebesar Rp7.490.884.759,00atau sebesar 96,21% dari anggaran yang dialokasikan sebesar Rp7.785.696.000,00.
Berdasarkan hasil pengukuran atas pencapaian kinerja Tahun 2019, dari 7 (tujuh) Indikator kinerja yang diukur terdapat 5 (lima) Indikator kinerja yang mencapai target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Inspektorat Tahun 2019, dan 2 (dua) indikator lainnya lainnya masih belum dapat diketahui realisasinya karena masih menunggu hasil yang diterbitkan oleh Kementerian PAN-RB dan BPKP.
Laporan kinerja Inspektorat Tahun 2019 ini diharapkan dapat menyajikan informasi kinerja Inspektorat secara memadai kepada atasan dan pemangku kepentingan, baik dalam aspek kinerja maupun akuntabilitas.
45 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
Lampiran 1:
Pengukuran Kinerja Tahun 2019
No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Realisasi %
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Peningkatan kinerja unit kerja dalam
penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi
Jumlah laporan pencegahan dan pemberantasan korupsi di BATAN 2 laporan 2 Laporan 100%
2 Jumlah unit kerja yang
siap untuk disertifikasi WBK/WBBM
3 unit kerja
4 unit kerja 133%
3 Jumlah laporan hasil
pengawasan di BATAN
19 laporan
19 laporan 100%
4 Persentase berkurangnya
jumlah temuan yang berindikasi kerugian negara
4% 3,75% 106,67%
5 Indeks reformasi birokrasi
BATAN
79 - -
6 Persentase tindak lanjut
hasil pemeriksaan 90% 100% 111,11% 7 Level Maturitas Penerapan SPIP Level 3 - - Rata-rata Capaian Kinerja 110, 16 %
46 LAPORAN KINERJA 2019 | Inspektorat
Lampiran 2:
Realisasi Keuangan yang Terkait Langsung dengan Pencapaian Masing-masing Indikator Sasaran Kinerja pada Perjanjian Kinerja
Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Persentase (%)
Peningkatan kinerja unit kerja dalam
penyelenggar aan pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi
Jumlah laporan pencegahan dan
pemberatasan korupsi di BATAN 172.490.000 149.130.246 86,45
1. Laporan pembentukan wilayah bebas dari korupsi
81.900.000 73.885.246 90,84 2. Laporan Peningkatan
Kapabilitas APIP
90.590.000 75.245.000 86,45
Jumlah unit kerja yang siap disertifikasi WBK/WBBM
- - - Jumlah laporan hasil
pengawasan di BATAN 1.455.101.000 1.394.458.447
95,83
1. Laporan Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di BATAN
152.975.000 137.100.000 89,62
2. Laporan Penilaian Kinerja Unit kerja di BATAN
74.620.000 71.765.000 96,17 3. Laporan Evaluasi atas
Laporan Kinerja Unit kerja
74.620.000 64.835.000 86,88 4. Laporan Hasil Reviu RKA
Unit kerja di BATAN
118.984.000 109.245.700 91,81 5. Laporan Hasil Reviu
Laporan Keuangan BATAN
89.720.000 88.230.562 98,33
6. Laporan Evaluasi dan Tindak Lanjut LHP BPK
31.980.000 27.779.870 86,88 7. Laporan Hasil Audit Unit
kerja di BATAN
801.592.000 790.372.265 98,60 8. Laporan Hasil Reviu
Laporan Kinerja BATAN
20.000.000 19.215.000 96,07 9. Laporan Hasil Reviu
RKBMN
42.640.000 41.885.050 98,22 10. Laporan Aplikasi Sistem
Informasi Manajemen Pengawasan
47.970.000 44.030.000 91,78
Persentase berkurangnya temuan yang berindikasi kerugian Negara
- - - Indeks Reformasi Birokrasi
BATAN
- - - Persentase Tindak Lanjut Hasil
Pemeriksaan
- - - Level Maturitas Penerapan SPIP - - -