• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Lampiran 7. Reduksi Data

159

Tabel 7. Reduksi Data

Model Perencanaan Program dan Sumber Daya Manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim

No. Data Reduksi Data Display Data Kesimpulan

Proses Perencanaan Program dan Sumberdaya Manusia 1. Bagaimana proses perencanaan program

dan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Proses perencanaan program di sini dengan cara rapat koordinasi dengan semua pengurus dan anggota LPM”. (CW.1.1)

NA:

“Rapat koordinasi diperlukan untuk merencanakan program-program yang akan dilaksanakan oleh LPM”. (CW.2.1) IR:

“Gimana ya, Mbak. Ya kayak gitu lah,

“Proses perencanaan program di sini dengan cara rapat koordinasi dengan semua pengurus dan anggota LPM.” (CW.1.1)

“Tidak semua perencanaan

program melibatkan anggota. DP tidak mengetahui alasan yang jelas dengan adanya tindakan seperti ini.” (CW.4,5.1)

“Rapat koordinasi diperlukan untuk merencanakan program-

“Proses perencanaan program di sini dengan cara rapat koordinasi dengan semua pengurus dan anggota LPM.” (CW.1.1)

“Tidak semua perencanaan

program melibatkan anggota. DP tidak mengetahui alasan yang jelas dengan adanya tindakan seperti ini.” (CW.4,5.1) “Rapat koordinasi diperlukan untuk merencanakan program- Proses perencanaan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim adalah dengan cara mengadakan rapat koordinasi.

160 Mbak. Rapat-rapat dulu, abis itu baru

ditentukan programnya”. (CW.3.1) DP:

“Tidak semua perencanaan program melibatkan anggota, Mbak. Dan saya juga tidak mengetahui alasannya”. (CW.4.1)

UQ:

“Tidak semua perencanaan program melibatkan anggota, Mbak. Soalnya saya dan teman-teman asraama yang lain jug merasakan hal yang sama”. (CW.5.1)

program yang akan dilaksanakan oleh LPM.” (CW.2.1)

program yang akan dilaksanakan oleh LPM.” (CW.2.1)

2. Apakah proses perencanaan tersebut sudah efektif untuk melaksanakan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Bisa dikatakan efektif apabila setiap divisi mampu menjalankan program yang telah disusun dan tentunya dibantu oleh panitia-panitia kegiatan yang

“Bisa dikatakan efektif apabila setiap divisi mampu menjalankan program yang telah disusun dan tentunya dibantu oleh panitia-panitia kegiatan yang direkrut oleh masing- masing divisi.” (CW.1.2)

“Bisa dikatakan efektif apabila setiap divisi mampu menjalankan program yang telah disusun dan tentunya dibantu oleh panitia-panitia kegiatan yang direkrut oleh masing- masing divisi.” (CW.1.2)

Proses perencanaan program bisa dikatakan

efektif apabila program-program yang

telah disusun mampu dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pengurus dan anggota.

161 direkrut oleh masing-masing divisi”.

(CW.1.2) NA:

“Efektif tidaknya perencanaan program melalui rapat koordinasi itu tergantung divisi masing-masing, Mbak. Kalau pengurus tiap divisi pada semangta satu sama lain yang program yang direncanakan itu efektif”. (CW.2.2)

IR:

“Menurut saya sih belum, Mbak. Soalnya mmau gimana lagi, orang- orangnya masih sulit dikondisikan untuk membahas hal semacam ini”. (CW.3.2) UQ:

“Kalau menurtku sih tidak, Mbak. Karena tidak semua pengurus maupun anggota itu tahu apa yang direncanakan, Mbak”. (CW.5.2)

“Efektif tidaknya perencanaan program melalui rapat koordinasi itu tergantung divisi masing- masing, Mbak. Kalau pengurus tiap divisi pada semangta satu sama lain yang program yang direncanakan itu efektif.” (CW.2.2)

“Efektif tidaknya perencanaan program melalui rapat koordinasi itu tergantung divisi masing- masing, Mbak. Kalau pengurus tiap divisi pada semangta satu sama lain yang program yang direncanakan itu efektif.” (CW.2.2)

Pelaksanaan program sesuai dengan divisi masing-masing yang dibantu oleh panitia

kegiatan hasil perekrutan oleh divisi,

apakah setiap divisi mampu menjalankan program yang telah disusun atau tidak.

3. Mengapa Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) perlu merencanakan

“Ya perencanaan program itu perlu. Kalau tidak

“Ya perencanaan program itu perlu. Kalau tidak

Setiap lembaga yang ada di Pondok

162 program?

TY:

“Ya perencanaan program itu perlu. Kalau tidak direncanakan, nanti bagaimana pelaksanaan program tersebut. Kalau nanti jadwalnya bentrok dengan divisi lain kan malah tidak bagus jadinya.” (CW.1.3)

NA:

“Dalam suatu lembaga itu memang diperlukan perencanaan, Mbak. Apalagi program-programnya berhubungan ddengan masyarakat. Jadi kita harus benar-benar tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat ya melalui peencanaan itu, Mbak”. (CW.2.3)

IR:

“Emang itu perencanaan perlu banget, Mbak. Soalnya kalau tidak direncanakan dulu malah payah jadinya. Soalnya ini kan terkait dengan jadwal kegiatan dan

direncanakan, nanti bagaimana pelaksanaan program tersebut. Kalau nanti jadwalnya bentrok dengan divisi lain kan malah tidak bagus jadinya.” (CW.1.3)

“Emang itu perencanaan perlu banget, Mbak. Soalnya kalau tidak direncanakan dulu malah payah jadinya. Soalnya ini kan terkait dengan jadwal kegiatan dan pendanaan juga. Kalau tidak membuat anggaran dana diajukan ke atasan nanti dapat dananya dari mana?” (CW.3.3) “Dalam suatu lembaga itu memang diperlukan

direncanakan, nanti bagaimana pelaksanaan program tersebut. Kalau nanti jadwalnya bentrok dengan divisi lain kan malah tidak bagus jadinya.” (CW.1.3)

“Emang itu perencanaan perlu banget, Mbak. Soalnya kalau tidak direncanakan dulu malah payah jadinya. Soalnya ini kan terkait dengan jadwal kegiatan dan pendanaan juga. Kalau tidak membuat anggaran dana diajukan ke atasan nanti dapat dananya dari mana?” (CW.3.3) “Dalam suatu lembaga itu

memang diperlukan

Pesantren Wahid Hasyim perlu merencanakan semua

program yang akan dijalankan guna menertibkan program-

program yang akan dilaksanakan dan anggaran dana yang digunakan.

163 pendanaan juga. Kalau tidak membuat

anggaran dana diajukan ke atasan nanti dapat dananya dari mana?” (CW.3.3)

perencanaan, Mbak. Apalagi program-

programnya berhubungan ddengan masyarakat. Jadi kita harus benar-benar tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat ya melalui peencanaan itu, Mbak.” (CW.2.3)

perencanaan, Mbak. Apalagi program-

programnya berhubungan ddengan masyarakat. Jadi kita harus benar-benar tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat ya melalui peencanaan itu, Mbak.” (CW.2.3)

4. Bagaimana proses perencanaan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Saya menjamin 95% tidak ada yang berani mencalonkan diri sebagai ketua maupun pengurus kalau tidak ditunjuk oleh atasan. Karena, menurut saya tanggung jawab yang paling berat itu di LPM dibandingkan dengan lembaga- lembaga lain. Orang-orang di LPM itu berhubungan langsung dengan

“Saya menjamin 95% tidak ada yang berani mencalonkan diri sebagai ketua maupun pengurus kalau tidak ditunjuk oleh atasan. Karena, menurut saya tanggung jawab yang paling berat itu di LPM dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain. Orang-orang di LPM itu berhubungan langsung dengan masyarakat, ya istilahnya itu terjun

“Saya menjamin 95% tidak ada yang berani mencalonkan diri sebagai ketua maupun pengurus kalau tidak ditunjuk oleh atasan. Karena, menurut saya tanggung jawab yang paling berat itu di LPM dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain. Orang-orang di LPM itu berhubungan langsung dengan masyarakat, ya istilahnya itu terjun

Proses perencanaan sumberdaya manusia, terutama dalam pemilihan Ketua di LPM Wahid Hasyim ini menggunakan sistem tunjuk. Hal ini dikarenakan SDM yang tersedia tidak ada yang mengajukan diri untuk masuk ke dalam

164 masyarakat, ya istilahnya itu terjun

langsung gitu, soalnya banyak program LPM yang berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan anak-anak yang ada di sini itu masih minder kalau disuruh berhadapan dengan masyarakat. Contohnya itu, paling tidak bisa ngisi khutbah sholat Jum’at dan pengajian di masyarakat. Makanya agak beratnya itu ya di situ.” (CW.1.4)

NA:

“Prosesnya ya kayak gitu, Mbak. Kita meminta nama-nama yang telah kepada pengurus asrama, kemudian kita catat lalu kita ajukan kepada Yayasan karena yang menerbitkan SK adalah Yayasan”. (CW.2.4)

DP:

“Nhah, itu saya juga bingung mbak. Soalnya tiba-tiba dapat SK gitu aja”. (CW.4.2)

langsung gitu, soalnya banyak program LPM yang berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan anak-anak yang ada di sini itu masih minder kalau disuruh berhadapan dengan masyarakat. Contohnya itu, paling tidak bisa ngisi khutbah sholat Jum’at dan pengajian di masyarakat. Makanya agak beratnya itu ya di situ.” (CW.1.4)

“Semua pengurus dan anggota di LPM itu ditunjuk, Mbak. Soalnya kalau tidak ditunjuk nanti tidak ada orang di LPM. Kan biasa, anak-anak jaman sekarang itu kalau disuruh terjun ke masyarakat itu agak susah.” (CW.5.3)

langsung gitu, soalnya banyak program LPM yang berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan anak-anak yang ada di sini itu masih minder kalau disuruh berhadapan dengan masyarakat. Contohnya itu, paling tidak bisa ngisi khutbah sholat Jum’at dan pengajian di masyarakat. Makanya agak beratnya itu ya di situ.” (CW.1.4)

“Semua pengurus dan anggota di LPM itu ditunjuk, Mbak. Soalnya kalau tidak ditunjuk nanti tidak ada orang di LPM. Kan biasa, anak-anak jaman sekarang itu kalau disuruh terjun ke masyarakat itu agak susah.” (CW.5.3)

Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM). Sumberdaya manusia yang ada merasa bahwa tanggung jawab yang nanti akan dipikul semakin berat karena berhubungan dengan masyarakat luas.

165 UQ:

“Semua pengurus dan anggota di LPM itu ditunjuk, Mbak. Soalnya kalau tidak ditunjuk nanti tidak ada orang di LPM. Kan biasa, anak-anak jaman sekarang itu kalau disuruh terjun ke masyarakat itu agak susah”. (CW.5.3)

5. Bagaimana Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) menentukan kebutuhan sumberdaya manusia?

TY:

“Kebutuhan sumberdaya manusia (anggota) di LPM ini tidak bisa ditentukan berapa jumlahnya, Mbak. Kondisional aja sih. Soalnya kan kadang ada santri yang keluar, ada yang masuk. Jadi sering berubah-ubah.” (CW.1.5) NA:

“Sebenarnya tidak ditentukan sih jumlahnya, Mbak. Solnya nanti di tengah-tengah perjalanan banyak yang kena seleksi alam. Jadi ya mengalir aja

“Kebutuhan sumberdaya manusia (anggota) di LPM ini tidak bisa ditentukan berapa jumlahnya, Mbak. Kondisional aja sih. Soalnya kan kadang ada santri yang keluar, ada yang masuk. Jadi sering berubah-ubah.” (CW.1.5) “Wah kalau menentukan berapa jumlah kebutuhan sumberdaya manusianya (anggota) itu tidak bisa. Soalnya fleksibel sih di sini. Misal ada yang mengundurkan diri, nah itu

“Kebutuhan sumberdaya manusia (anggota) di LPM ini tidak bisa ditentukan berapa jumlahnya, Mbak. Kondisional aja sih. Soalnya kan kadang ada santri yang keluar, ada yang masuk. Jadi sering berubah-ubah.” (CW.1.5) “Wah kalau menentukan berapa jumlah kebutuhan sumberdaya manusianya (anggota) itu tidak bisa. Soalnya fleksibel sih di sini. Misal ada yang mengundurkan diri, nah itu

Anggota yang masuk ke dalam LPM Wahid Hsyim ini tidak ditentukan berapa jumlahnya dalam bentuk angka, namun diambil sesuai dengan kebutuhan dan bahkan ketika sudah dilakukan pelantikan, anggota- anggoa itu bisa bertambah atau berkurang sesuai

166 gitu”. (CW.2.5)

IR:

“Wah kalau menentukan berapa jumlah kebutuhan sumberdaya manusianya (anggota) itu tidak bisa. Soalnya fleksibel sih di sini. Misal ada yang mengundurkan diri, nah itu kita kan harus mencari penggantinya. Terus missal ada yang tidak aktif, kita juga harus mencari gantinya, Mbak.” (CW.3.4)

DP:

“Saya juga nggak tahu, Mbak. Soalnya kan tidak pernah diajak menentukan”. (CW.4.3)

UQ:

“Saya kurang begitu tahu, Mbak. Soalnya itu keputusan Yayasan, jadi tidak ada yang berani bertanya”. (CW.5.4)

kita kan harus mencari penggantinya. Terus misal ada yang tidak aktif, kita juga harus mencari gantinya, Mbak.” (CW.3.4)

kita kan harus mencari penggantinya. Terus misal ada yang tidak aktif, kita juga harus mencari gantinya, Mbak.” (CW.3.4)

dengan kondisi yang ada.

167 6. Bagaimana proses rekrutmen

sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Proses rekrutmen tidak begitu penting sih Mbak menurit saya. Yang penting itu, orang yang ditunjuk mau diajak untuk bekerjasama”. (CW.1.6)

NA:

“Nggak ada perekrutan formal itu. Biasanya itu kita tanya-tanya ke pengurus-pengurus asrama, siapa aja yang aktif di pondok, baru nanti kita buat SK untuk calon anggota terseut agar tergabung di LPM.” (CW.2.6) IR:

“Kalau perekrutan secara formal itu tidak ada, Mbak. Jadi dari pengurus LPM tanya kepada pengurus asrama- asama, terus nanti yang diajukan oleh

“Kalau perekrutan secara formal itu tidak ada, Mbak. Jadi dari pengurus LPM tanya kepada pengurus asrama-asama, terus nanti yang diajukan oleh pengurus asrama itu siapa aja yang dianggap layak masuk LPM, baru dari

pengurus LPM membuatkan SK kepada

calon anggota tersebut.” (CW.3.5)

“Nggak ada perekrutan formal itu. Biasanya itu kita tanya-tanya ke pengurus-pengurus asrama, siapa aja yang aktif di pondok, baru nanti kita buat SK untuk calon anggota terseut agar tergabung di LPM.” (CW.2.6)

“Kalau perekrutan secara formal itu tidak ada, Mbak. Jadi dari pengurus LPM tanya kepada pengurus asrama-asama, terus nanti yang diajukan oleh pengurus asrama itu siapa aja yang dianggap layak masuk LPM, baru dari

pengurus LPM membuatkan SK kepada

calon anggota tersebut.” (CW.3.5)

“Nggak ada perekrutan formal itu. Biasanya itu kita tanya-tanya ke pengurus-pengurus asrama, siapa aja yang aktif di pondok, baru nanti kita buat SK untuk calon anggota terseut agar tergabung di LPM.” (CW.2.6) Proses perekrutan sumberdaya manusia (anggota) dilakukan dengan cara menurunkan SK secara

sepihak oleh pengurus yang sudah dilantik. Hal ini dilakukan atas

dasar kerjasama pengurus LPM dan pengurus asama yang telah melakukan penilaian secara tersembuyi kepada calon anggota.

168 pengurus asrama itu siapa aja yang

dianggap layak masuk LPM, baru dari pengurus LPM membuatkan SK kepada calon anggota tersebut”. (CW.3.5)

DP:

“Kayaknya nggak ada rekrutmen, Mbak. Soalnya kan langsung dapat SK”. (CW.4.4)

UQ:

“Proses rekrutmen kalau menurut saya iu tidak ada, Mbak. Soalnya tidak ada pengumumuna untuk rekrutmen, tiba- tiba nanti dapat SK”. (CW.5.5)

7. Bagaimana cara membuat job description untuk perekrutan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Job description itu pasti ada. Tapi tidak muluk-muluk seperti lembaga-lembaga

“Job description itu pasti ada. Tapi tidak muluk- muluk seperti lembaga- lembaga di luar sana, yang penting SDMnya itu punya prinsip pengabdian yang tinggi. Karena nanti kalau udah masuk di LPM akan mengerajakn hal yang

“Job description itu pasti ada. Tapi tidak muluk- muluk seperti lembaga- lembaga di luar sana, yang penting SDMnya itu punya prinsip pengabdian yang tinggi. Karena nanti kalau udah masuk di LPM akan mengerajakn hal yang

Pembuatan job description dalam perekrutan sumberdaya manusia (anggota) dilakukan oleh pengurus. Job

169 di luar sana, yang penting SDMnya itu

punya prinsip pengabdian yang tinggi. Karena nanti kalau udah masuk di LPM akan mengerajakn hal yang sama dan saling membantu. Biar semuanya itu bisa.” (CW.1.7)

NA:

“Semua anggota yang ada di LPM itu nanti melakukan pekerjaan yang sama dan saling membantu, Mbak. Jadi ya job descriptonnya tidak seperti yang Mbak bayangkan kayak di lembga-lembaga luar sana. Diharapkan dari semua anggota LPM itu bisa mengerjakan semua yang ada di LPM. Biar kompak.” (CW.2.7)

IR:

“Kalau itu biasanya mengikuti pengurus- pengurus sebelumnya, Mbak. Jadi nanti pengurus baru dikasih tau apa yang harus mereka lakukan”. (CW.3.6)

sama dan saling membantu. Biar semuanya itu bisa.” (CW.1.7)

“Semua anggota yang ada di LPM itu nanti melakukan pekerjaan yang sama dan saling membantu, Mbak. Jadi ya job descriptonnya tidak seperti yang Mbak bayangkan kayak di lembga-lembaga luar sana. Diharapkan dari semua anggota LPM itu bisa mengerjakan semua yang ada di LPM. Biar kompak.” (CW.2.7)

sama dan saling membantu. Biar semuanya itu bisa.” (CW.1.7)

“Semua anggota yang ada di LPM itu nanti melakukan pekerjaan yang sama dan saling membantu, Mbak. Jadi ya job descriptonnya tidak seperti yang Mbak bayangkan kayak di lembga-lembaga luar sana. Diharapkan dari semua anggota LPM itu bisa mengerjakan semua yang ada di LPM. Biar kompak.” (CW.2.7)

tidaklah muluk-muluk, namun hanya memiliki rasa pengabdian yang tinggi sudah cukup dalam sebuah LPM. Karena pada intinya, semua anggota LPM nanti mengerjakan hal yang sama dan saling bekerjasama satu sama lain.

170 8. Apakah cara rekrutmen tersebut sudah

sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Menurut saya itu sudah. Karena kan semuanya ditunjuk, jadi mau tidak mau yang harus mau menerima keputusan atasan. Karena pada dasarnya adalah sami’na wa atho’na.” (CW.1.8)

NA:

“Ya, mau gimana lagi Mbak, karena kita manut keputusan dari atasan. Kalau atasan udah memutuskan berarti ya bawahan tinggal mengikuti dan otomatis ya sesuai dengan kondisi sumberdaya manusianya kalau seperti itu.” (CW.2.8)

“Menurut saya itu sudah. Karena kan semuanya ditunjuk, jadi mau tidak mau yang harus mau menerima keputusan atasan. Karena pada dasarnya adalah sami’na wa atho’na.” (CW.1.8) “Ya, mau gimana lagi Mbak, karena kita manut keputusan dari atasan. Kalau atasan udah memutuskan berarti ya bawahan tinggal mengikuti dan otomatis ya sesuai

dengan kondisi sumberdaya manusianya

kalau seperti itu.” (CW.2.8)

“Menurut saya itu sudah. Karena kan semuanya ditunjuk, jadi mau tidak mau yang harus mau menerima keputusan atasan. Karena pada dasarnya adalah sami’na wa atho’na.” (CW.1.8) “Ya, mau gimana lagi Mbak, karena kita manut keputusan dari atasan. Kalau atasan udah memutuskan berarti ya bawahan tinggal mengikuti dan otomatis ya sesuai

dengan kondisi sumberdaya manusianya

kalau seperti itu.” (CW.2.8)

Adapun cara rekrutmen yang dilakukan di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim sudah sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia yang ada di pondok pesantren Wahid Hasyim.

9. Bagaimana proses seleksi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

Tidak ada proses seleksi yang ketat untuk dapat masuk ke dalam

171 NA:

“Nggak ada proses tertentu sih, Mbak. Karena di sini itu modelnya pake SK gitu”. (CW.2.9)

IR:

“Nggak ada seleksi-seleksian Mbak kalau di sini. Soalnya menggunkan prinsip sami’na wa atho’na”. (CW.3.7) UQ:

“Ini juga sama kayak rekrutmen, Mbak”. (CW.5.6)

Lembaga Pengabdian Masyrakat (LPM) Wahid Hasyim, karena hal ini didasarkan pada sami’na wa atho’na yang berlaku di lembaga tersebut.

10. Bagaimana syarat kualifikasi akademik dan kompetensi dalam seleksi tersebut bagi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Untuk kualifikasi akademik dan kompetensi sendiri itu tidak ada. Yang penting sama-sama mengabdi dan dirasa mampu dan mau bekerjasama dengan

“Untuk kualifikasi akademik dan kompetensi

sendiri itu tidak ada. Yang penting sama-sama mengabdi dan dirasa mampu dan mau bekerjasama dengan tim.” (CW.1.9)

“Kalau kualifikasi akademik dan kompetensi

“Untuk kualifikasi akademik dan kompetensi

sendiri itu tidak ada. Yang penting sama-sama mengabdi dan dirasa mampu dan mau bekerjasama dengan tim.” (CW.1.9)

“Kalau kualifikasi akademik dan kompetensi

Persyaratan kualifikasi akademik maupun kompetensi dalam seleksi tersebut tidak begitu diperhatikan.

172 tim.” (CW.1.9)

NA:

“Kalau di sini itu tidak ada syarat tertentu, Mbak. Yang penting orangnya aktif dan mau diajak kerjasama, ya udah”. (CW.2.10)

IR:

“Kalau kualifikasi akadedmik dan kompetensi sendiri itu tidak ada, Mbak. Karena di sini itu tujuannya untuk melatih anggotaa-anggotanya dalam terjun ke masyarakat. Jadi siapa yang ditunjuk, siap atau tidak siap ya harus siap.” (CW.3.8)

DP:

“Tidak ada syaratnya sih, Mbak. Kan udah dikasih SK”. (CW.4.5)

UQ:

“Kayaknya tidak ada kualifikasi tertentu deh, Mbak. Soalnya banyak yang kurang

sendiri itu tidak ada, Mbak. Karena di sini itu tujuannya untuk melatih anggotaa-anggotanya

dalam terjun ke masyarakat. Jadi siapa yang ditunjuk, siap atau tidak siap ya harus siap.” (CW.3.8)

sendiri itu tidak ada, Mbak. Karena di sini itu tujuannya untuk melatih anggotaa-anggotanya

dalam terjun ke masyarakat. Jadi siapa yang ditunjuk, siap atau tidak siap ya harus siap.” (CW.3.8)

173 aktif di sini, jadi kan kita tahu kalau ini

berdasarkan SK yang diterbitkan oleh Yayasan”. (CW.5.7)

11. Apakah proses seleksi tersebut sudah sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

TY:

“Sesuai atau tidak itu tergantung Yayasan sih, Mbak. Karena yang menentuka itu Yayasan, kami tinggal terima jadi”. (CW.1.10)

DP:

“Menurutku nggak, Mbak. Soalnya, kadang kan kita punya kesibukan masing-masing ya, dan di sini itu wajib didahulukan, Mbak”. (CW.4.6)

12. Bagaimana cara penempatan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

cara penempatan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)

174 TY:

“Ini juga sama kayak yang tadi, Mbak. Ada pada keputusan Yayasan”. (CW.1.11)

NA:

“Masalah penempatan ini juga dari SK Yayasan, Mbak. Kan kita udah menyetorkan nama-nama calon pengurus, ya udah kita tinggal terima keputusan Yayasan”. (CW.2.11)

IR:

“Setahu saya, penempatannya itu sudah ditentukan dari Yayasan dan berdasarkan perwakilan dari masing- masing asrama, Mbak”. (CW.3.9) DP:

“Yaa, ini juga sama kayak yang sebelumnya, Mbak. Sudah ditentukan melalui SK”. (CW.4.7)

UQ:

“Penempatannnya berdasarkan SK yang

Wahid Hasyim sama

seperti proses rekrutmennya, yaitu ditentukan oleh atasan.

175 turun, Mbak”. (CW.5.8)

13. Apakah cara penempatan tersebut sudah sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim?

NA:

“Kalau itu relatif sih, Mbak. Tergantung

Dokumen terkait