BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 6. Rekap Data
145
Tabel 6. Rekap Data Wawancara
Model Perencanaan Program dan Sumber Daya Manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Wahid Hasyim
No. Soal
Pertanyaan Wawancara Hasil Wawancara
Proses Perencanaan Program dan Sumberdaya Manusia
1. Bagaimana proses
perencanaan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Proses perencanaan program di sini dengan cara rapat koordinasi dengan semua pengurus dan anggota LPM”. (CW.1.1) NA:
“Rapat koordinasi diperlukan untuk merencanakan program-program yang akan dilaksanakan oleh LPM”. (CW.2.1)
IR:
“Gimana ya, Mbak. Ya kayak gitu lah, Mbak. Rapat-rapat dulu, abis itu baru ditentukan programnya”. (CW.3.1)
DP:
“Tidak semua perencanaan program melibatkan anggota, Mbak. Dan saya juga tidak mengetahui alasannya”. (CW.4.1) UQ:
“Tidak semua perencanaan program melibatkan anggota, Mbak. Soalnya saya dan teman-teman asraama yang lain jug merasakan hal yang sama”. (CW.5.1)
2. Apakah proses perencanaan tersebut sudah efektif untuk melaksanakan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Bisa dikatakan efektif apabila setiap divisi mampu menjalankan program yang telah disusun dan tentunya dibantu oleh panitia- panitia kegiatan yang direkrut oleh masing- masing divisi”. (CW.1.2)
146 NA:
“Efektif tidaknya perencanaan program melalui rapat koordinasi itu tergantung divisi masing-masing, Mbak. Kalau pengurus tiap divisi pada semangta satu sama lain yang program yang direncanakan itu efektif”. (CW.2.2)
IR:
“Menurut saya sih belum, Mbak. Soalnya mmau gimana lagi, orang-orangnya masih sulit dikondisikan untuk membahas hal semacam ini”. (CW.3.2)
UQ:
“Kalau menurtku sih tidak, Mbak. Karena tidak semua pengurus maupun anggota itu tahu apa yang direncanakan, Mbak”. (CW.5.2) 3. Mengapa Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) perlu merencanakan program? TY:
“Ya perencanaan program itu perlu. Kalau tidak direncanakan, nanti bagaimana pelaksanaan program tersebut. Kalau nanti jadwalnya bentrok dengan divisi lain kan malah tidak bagus jadinya.” (CW.1.3) NA:
“Dalam suatu lembaga itu memang diperlukan perencanaan, Mbak. Apalagi
program-programnya berhubungan ddengan masyarakat. Jadi kita harus benar-
benar tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat ya melalui peencanaan itu, Mbak”. (CW.2.3)
IR:
“Emang itu perencanaan perlu banget, Mbak. Soalnya kalau tidak direncanakan dulu malah payah jadinya. Soalnya ini kan
147
terkait dengan jadwal kegiatan dan pendanaan juga. Kalau tidak membuat anggaran dana diajukan ke atasan nanti dapat dananya dari mana?” (CW.3.3)
4. Bagaimana proses perencanaan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)? TY:
“Saya menjamin 95% tidak ada yang berani mencalonkan diri sebagai ketua maupun pengurus kalau tidak ditunjuk oleh atasan. Karena, menurut saya tanggung jawab yang paling berat itu di LPM dibandingkan dengan lembaga-lembaga lain. Orang-orang di LPM itu berhubungan langsung dengan masyarakat, ya istilahnya itu terjun langsung gitu, soalnya banyak program LPM yang berhubungan dengan masyarakat. Sedangkan anak-anak yang ada di sini itu masih minder kalau disuruh berhadapan dengan masyarakat. Contohnya itu, paling tidak bisa ngisi khutbah sholat Jum’at dan pengajian di masyarakat. Makanya agak beratnya itu ya di situ.” (CW.1.4)
NA:
“Prosesnya ya kayak gitu, Mbak. Kita meminta nama-nama yang telah kepada pengurus asrama, kemudian kita catat lalu kita ajukan kepada Yayasan karena yang menerbitkan SK adalah Yayasan”. (CW.2.4)
DP:
“Nhah, itu saya juga bingung mbak. Soalnya tiba-tiba dapat SK gitu aja”. (CW.4.2)
UQ:
“Semua pengurus dan anggota di LPM itu ditunjuk, Mbak. Soalnya kalau tidak ditunjuk nanti tidak ada orang di LPM. Kan
148
biasa, anak-anak jaman sekarang itu kalau disuruh terjun ke masyarakat itu agak susah”. (CW.5.3) 5. Bagaimana Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) menentukan kebutuhan sumberdaya manusia? TY:
“Kebutuhan sumberdaya manusia (anggota) di LPM ini tidak bisa ditentukan berapa jumlahnya, Mbak. Kondisional aja sih. Soalnya kan kadang ada santri yang keluar, ada yang masuk. Jadi sering berubah- ubah.” (CW.1.5)
NA:
“Sebenarnya tidak ditentukan sih jumlahnya, Mbak. Solnya nanti di tengah- tengah perjalanan banyak yang kena seleksi alam. Jadi ya mengalir aja gitu”. (CW.2.5) IR:
“Wah kalau menentukan berapa jumlah kebutuhan sumberdaya manusianya (anggota) itu tidak bisa. Soalnya fleksibel sih di sini. Misal ada yang mengundurkan diri, nah itu kita kan harus mencari penggantinya. Terus missal ada yang tidak aktif, kita juga harus mencari gantinya, Mbak.” (CW.3.4)
DP:
“Saya juga nggak tahu, Mbak. Soalnya kan tidak pernah diajak menentukan”. (CW.4.3) UQ:
“Saya kurang begitu tahu, Mbak. Soalnya itu keputusan Yayasan, jadi tidak ada yang berani bertanya”. (CW.5.4)
6. Bagaimana proses rekrutmen sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Proses rekrutmen tidak begitu penting sih Mbak menurit saya. Yang penting itu, orang yang ditunjuk mau diajak untuk bekerjasama”. (CW.1.6)
149 NA:
“Nggak ada perekrutan formal itu. Biasanya itu kita tanya-tanya ke pengurus- pengurus asrama, siapa aja yang aktif di pondok, baru nanti kita buat SK untuk calon anggota terseut agar tergabung di LPM.” (CW.2.6)
IR:
“Kalau perekrutan secara formal itu tidak ada, Mbak. Jadi dari pengurus LPM tanya kepada pengurus asrama-asama, terus nanti yang diajukan oleh pengurus asrama itu siapa aja yang dianggap layak masuk LPM, baru dari pengurus LPM membuatkan SK kepada calon anggota tersebut”. (CW.3.5) DP:
“Kayaknya nggak ada rekrutmen, Mbak. Soalnya kan langsung dapat SK”. (CW.4.4) UQ:
“Proses rekrutmen kalau menurut saya iu tidak ada, Mbak. Soalnya tidak ada pengumumuna untuk rekrutmen, tiba-tiba nanti dapat SK”. (CW.5.5)
7. Bagaimana cara pembuatan job description untuk perekrutan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Job description itu pasti ada. Tapi tidak muluk-muluk seperti lembaga-lembaga di luar sana, yang penting SDMnya itu punya prinsip pengabdian yang tinggi. Karena nanti kalau udah masuk di LPM akan mengerajakn hal yang sama dan saling membantu. Biar semuanya itu bisa.” (CW.1.7)
NA:
“Semua anggota yang ada di LPM itu nanti melakukan pekerjaan yang sama dan saling
150
membantu, Mbak. Jadi ya job descriptonnya tidak seperti yang Mbak bayangkan kayak di lembga-lembaga luar sana. Diharapkan dari semua anggota LPM itu bisa mengerjakan semua yang ada di LPM. Biar kompak.” (CW.2.7)
IR:
“Kalau itu biasanya mengikuti pengurus- pengurus sebelumnya, Mbak. Jadi nanti pengurus baru dikasih tau apa yang harus mereka lakukan”. (CW.3.6)
8. Apakah cara rekrutmen tersebut sudah sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Menurut saya itu sudah. Karena kan semuanya ditunjuk, jadi mau tidak mau yang harus mau menerima keputusan atasan. Karena pada dasarnya adalah sami’na wa atho’na.” (CW.1.8)
NA:
“Ya, mau gimana lagi Mbak, karena kita manut keputusan dari atasan. Kalau atasan udah memutuskan berarti ya bawahan tinggal mengikuti dan otomatis ya sesuai dengan kondisi sumberdaya manusianya kalau seperti itu.” (CW.2.8)
9. Bagaimana proses seleksi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
NA:
“Nggak ada proses tertentu sih, Mbak. Karena di sini itu modelnya pake SK gitu”. (CW.2.9)
IR:
“Nggak ada seleksi-seleksian Mbak kalau di sini. Soalnya menggunkan prinsip sami’na wa atho’na”. (CW.3.7)
UQ:
“Ini juga sama kayak rekrutmen, Mbak”. (CW.5.6)
151 akademik dan kompetensi dalam seleksi tersebut bagi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
“Untuk kualifikasi akademik dan kompetensi sendiri itu tidak ada. Yang penting sama-sama mengabdi dan dirasa mampu dan mau bekerjasama dengan tim.” (CW.1.9)
NA:
“Kalau di sini itu tidak ada syarat tertentu, Mbak. Yang penting orangnya aktif dan mau diajak kerjasama, ya udah”. (CW.2.10) IR:
“Kalau kualifikasi akadedmik dan kompetensi sendiri itu tidak ada, Mbak. Karena di sini itu tujuannya untuk melatih anggotaa-anggotanya dalam terjun ke masyarakat. Jadi siapa yang ditunjuk, siap atau tidak siap ya harus siap.” (CW.3.8) DP:
“Tidak ada syaratnya sih, Mbak. Kan udah dikasih SK”. (CW.4.5)
UQ:
“Kayaknya tidak ada kualifikasi tertentu deh, Mbak. Soalnya banyak yang kurang aktif di sini, jadi kan kita tahu kalau ini berdasarkan SK yang diterbitkan oleh Yayasan”. (CW.5.7)
11. Apakah proses seleksi tersebut sudah sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Sesuai atau tidak itu tergantung Yayasan sih, Mbak. Karena yang menentuka itu Yayasan, kami tinggal tterima jadi”. (CW.1.10)
DP:
“Menurutku nggak, Mbak. Soalnya, kadang kan kita punya kesibukan masing-masing ya, dan di sini itu wajib didahulukan, Mbak”. (CW.4.6)
152 12. Bagaimana cara penempatan
sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Ini juga sama kayak yang tadi, Mbak. Ada pada keputusan Yayasan”. (CW.1.11) NA:
“Masalah penempatan ini juga dari SK Yayasan, Mbak. Kan kita udah menyetorkan nama-nama calon pengurus, ya udah kita tinggal terima keputusan Yayasan”. (CW.2.11)
IR:
“Setahu saya, penempatannya itu sudah ditentukan dari Yayasan dan berdasarkan perwakilan dari masing-masing asrama, Mbak”. (CW.3.9)
DP:
“Yaa, ini juga sama kayak yang sebelumnya, Mbak. Sudah ditentukan melalui SK”. (CW.4.7)
UQ:
“Penempatannnya berdasarkan SK yang turun, Mbak”. (CW.5.8)
13. Apakah cara penempatan tersebut sudah sesuai dengan kondisi sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
NA:
“Kalau itu relatif sih, Mbak. Tergantung orang yang ditunjuk”. (CW.2.12)
IR:
“Kalau sudah ditentukan Yayasan, sesuai atau tidak kita tidak bisa berkomentar, Mbak”. (CW.3.10)
UQ:
“Menurutku tidak, Mbak. Karena banyak sumberdaya manusia yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang ada di LPM”. (CW.5.9)
153
Kendala dalam Perencanaan Program dan Sumberdaya Manusia 14. Apa saja kendala yang
dihadapi selama proses perencanaan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Di manapun tempatnya rata-rata sama mbak faktor penghambatnya, saya yakin itu. Yaitu koordinasi antara pengurus dan anggota”. (CW.1.12)
NA:
“Kendalanya itu, sulit mengumpulkan orang-orangnya untuk diajak musyawarah, Mbak. Karena alasan mereka adalah sibuk di luar”. (CW.2.13)
IR:
“Kalau saya rasa faktor penghambatnya itu karena para anggota banyak yang ikut organisasi di luar lembaga ini, Mbak. Jadi ya sulit kalau mau rapat-rapat gitu.” (CW.3.11)
UQ:
“Kalau masalah ini saya tidak berani menjawab, Mbak. Takut salah nanti”. (CW.5.10)
15. Bagaimana solusi untuk menghadapi kendala tersebut?
NA:
“Solusinya ya kita musyawarah dengan orang seadanya aja, Mbak. Kalau nggak gitu nggak jalan e, Mbak”. (CW.2.14) 16. Apa saja kendala yang
dihadapi selama proses perencanaan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Ya kendala itu pasti ada. Soalnya kebanyakan anggota sering mementingkan aktifitas di luar lembaga. Jadi sulit untuk rapat koordinasi dan komunikasi juga terhambat.” (CW.1.13)
NA:
“Kendalanya ya seperti biasa pada umumnya, Mbak. Koordinasi dan komunikasi.” (CW.2.15)
154
“Kendalanya masih sama kayak proses perencanaan program sih, Mbak. Tidak beda jauh, yaa seperti itu”. (CW.3.12) 17. Bagaimana solusi untuk
menghadapi kendala tersebut?
TY:
“Untuk menghadapi kendala tersebut, biasanya pengurus angkat tangan dan langsung diserahkan ke tim-tim khusus (sesepuh/ orang yang paling berpengaruh). Soalnya aggota-anggota itu akan lebih manut kalau tim-tim khsus udah turun tangan, Mbak.” (CW.1.14)
IR:
“Biasanya itu kalau masalahnya seperti itu Mbak, kami langsung menyerahkan ke tim khusus. Mereka lebih nurut kalau sama tim khusus. Dan emang harus ada yang ditakuti sih Mbak agar lembaga bisa berjalan.” (CW.3.13)
Pendukung dalam Perencanaan Program dan Sumberdaya Manusia 18. Apa saja faktor pendukung
dalam perencanaan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Kalau faktor pendukung, yang utama adalah dana, Mbak. Soalnya kalau tidak ada dana, program yang sudah direncanakan tidak bisa berjalan. Dan yang kedua adalah sumberdaya manusianya. Ada dana tapi kalau tidak ada sumberdaya manusianya kan sama aja, Mbak”. (CW.1.15)
NA:
“Ya Mbak tau sendiri lah kalau itu. Nomor satu pasti dana, Mbak. Karena kalau tidak ada dana, gimana program bisa terlaksana? Terus sumberdaya manusia juga mendukung Mbak untuk mengelola keuangan agar dana bisa cukup dan sesuai dengan program yang sudah direncanakan.” (CW.2.16)
155 IR:
“Kalau pendukung untuk membuat program itu ya sumberdaya manusianya, Mbak. Dan yang pasti, ada dananya”. (CW.3.14)
19. Mengapa hal tersebut dapat mendukung dalam proses perencanaan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
NA:
“Kalau nggak ada dana nggak bisa jalan, Mbak. Misalnya untuk beli pulsa buat komunikasi”. (CW.2.17)
IR:
“Kalau tidak ada sumberdaya manusianya, siapa yang akan merencanakan programnya, Mbak?” (CW.3.15)
20. Apa saja faktor pendukung dalam perencanaan proses perencanaan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
TY:
“Kalau faktor pendukung dalam perencanaan sumberdaya manusia itu juga sama kayak tadi paada perencanaan program. Kalau di sini kan semua serba teknologi, dan kalau gak ada dananya juga tidak bisa digunakan. Misalkan untuk beli pulsa buat koordinasi meskipun tidak tiap bulan dapat kan lumayan juga buat nambah-nambahi”. (CW.1.16)
NA:
“Faktor pendukung dalam perencanaan sumberdaya manusia tentunya ada sumberdaya manusianya itu sendiri mbak. Maksudnya ada pengurus dan atasan yang saling bekerjasama untuk mencari anggota- anggota agar lembaga bisa berjalan.” (CW.2.18)
IR:
“Nhah, kalau ini tidak jauh beda juga sih Mbak dengan yang tadi”. (CW.3.16)
21. Mengapa hal tersebut dapat
mendukung proses -
156 perencanaan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
Model Perecanaan Program dan Sumberdaya Manusia
22. Bagaimana Lembaga
Pengabdian Masyarakat (LPM) melakukan perencanaan program?
23. Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dalam perencanaan program?
24. Mengapa memilih model perencanaan program tersebut?
25. Mengapa perlu diadakan perencanaan program di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)? 26. Bagaimana Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) melakukan perencanaan sumberdaya manusia?
27. Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) dalam perencanaan
157 sumberdaya manusia?
28. Mengapa memilih model perencanaan sumberdaya manusia tersebut?
29. Mengapa perlu diadakan perencanaan sumberdaya manusia di Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)?
158