• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN KUPANG

REFLEKSI UNTUK PERUBAHAN

(Syaifullah Munawar)

Masyarakat di kabupaten Ende umumnya tinggal di pinggir pantai dan sebagian terdapat di pedalaman kota Ende. Mata pencarian masyarakat kota Ende yaitu nelayan, petani, pegawai, dan banyak pekerjaan yang lainnya. Kehidupan masyarakat di kota Ende sangatlah sederhana. Kesederhanaan itu menjadi salah satu keterbatasan masyarakat di sana. Keterbatasan tersebut sangat memprihatinkan mulai dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan yang lainnya. Pendidikan di sana tidak terlalu efektif dan efisien karena guru-guru mengajar hanya untuk menyampaikan materi, namun tidak memikirkan apakah peserta didik tersebut telah memahami atau mengerti isi dari materi yang telah dijelaskan.

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan di kota Ende belum memadai atau belum merata hingga di pinggiran kota karena disebabkan oleh kondisi kelebihan dan kekurangan yang dimiliki seperti masih terbatasnya sumber daya baik itu guru maupun sarana atau sarana prasarana pendidikan. Menyikapi kondisi ini, pemerintah kabupaten Ende selalu berupaya memperbaiki pengelolaan pendidikan dalam berbagai aspek sehingga dapat menghasilkan peserta didik yang cerdas, terampil, dan kompetitif.

Saya sebagai anak nelayan tentunya sangat ingin mendapatkan pendidikan yang layak dari guru. Selama saya menempuh pendidikan di Sekolah Dasar banyak pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan mulai dari pujian, hadiah, sampai hukuman. Sebagai anak Sekolah Dasar tentunya masih berpikir polos yang penting senang dan bahagia mengikuti apa yang telah dikatakan oleh guru-guru. Saya menilai guru-guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Saya ingat dari syair lagu wajib “Hymne Guru” yang hampir tiap hari saya dan teman kelas bernyanyi di pagi hari. Guru-guru sangat membantu kami untuk proses menjadi orang yang lebih baik. Guru-guru sering

191

menghukum kami apabila membuat kesalahan namun tidak ada rasa dendam atau benci karena semua yang dilakukan tentunya berguna bagi kami. Sewaktu lulus dari MAN Ende, saya mendaftarkan diri mengikuti perkuliahan dengan mengikuti beasiswa dalam Program Profesi Guru Terintegrasi (PPGT). Syukur alhamdulillah, saya lulus sebagai peserta pengganti yang telah menggundurkan diri. Saya bersama teman yang berjumlah 36 mahasiswa belajar di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Salah satu universitas yang dipilih untuk membina dan memberikan wawasan yang luas kepada mahasiswa PPGT.

Selama peroses pembelajaran di Universeitas Sanata Dharma banyak yang didapatkan mulai dari pengetahuan, pengalaman, dan lain sebagainya. Pengalaman yang diperolah tidak hanya dalam bidang akademik saja tetap juga dan non akademik. Banyak pengalaman akademik yang didapatkan di kampus dan di luar kampus sehingga tidak dapat saya merefleksikan semuanya. Saya masih ingat waktu proses pembelajaran salah satu mata kuliah yang diambil. Pada mata kuliah tersebut salah satu tugas yaitu melakukan simulasi mengajar di depan kelas. Saya bersama teman kelompok saya yaitu Yasni dan Sinta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Kami merasa bingung karena saat merancang RPP harus dibuat dalam 3 penggalan atau cuma satu. Kami pun bertanya kepada teman-teman yang lainnya. Mereka mengatakan bahwa menyusun RPP sesuai dengan kebiasaan yang sudah kami buat sebelumnya. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuat 1 penggalan pada tema “Benda-Benda di Lingkungan Sekitar”, subtema “Perubahan Wujud Benda” bagi siswa kelas V semester 1. Kami menyusun RPP dengan sebaik mungkin untuk direvisi.

Pada hari Senin, kami ingin bertemu dosen untuk merevisi RPP yang sudah dibuat. Akan tetapi, karena sakit saya pulang terlebih dahulu dan tidak mengikuti revisi bersama Sinta dan Yasni. Setelah itu, kami melanjutkan perbaikan atau merevisi RPP tersebut agar cepat selesai. Senin malamnya, kami membuat RPP sampai larut malam. Oleh karena RPP tersebut belum dicetak, saya mengajukan diri untuk mencetak RPP tersebut. Sesampainya di ruangan PPGT, kami terlambat mempersiapkan diri untuk simulasi. Saya bersama teman-teman langsung mempersiapkan diri untuk memulai simulasi. Saya smemberikan RPP yang kami

192

buat kepada dosen pengampu dan memulai simulasi. Saya memulai simulasi dengan memperkenalkan nama dan NIM.

Pertama-tama saya merasa sedikit grogi, karena masalah pribadi yang dialami. Lama-kelamaan, saya mulai menguasai kelas dengan rasa percaya diri untuk mengajar anak-anak. Ketika saya mengawasi anak-anak, saya tidak hanya berkeliling, tetapi menyuruh mereka agar tenang apabila ada teman yang menyampaikan pendapatnya. Saya mengontrol dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Kemudian, saya juga menyampaikan materi yang telah saya persiapkan mengenai “pecahan desimal”. Setelah selesai, saya langsung bergantian dengan Yasni untuk memulai bagian penutupnya. Akhirnya, kami pun melakukan simulasi dengan baik.

Tidak hanya pengalaman akademik, pengalaman non akademik juga saya ikuti, seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di rumah belajar dan Sekolah Dasar. Kegiatan KKN SD dimulai pada tanggal 01 September sampai 01 Oktober 2015 yang berlangsung di SD Kanisius Eksperimental Mangunan. Namun, kami memulainya pada hari Rabu, tanggal 02 September karena setiap hari Senin dan Selasa kami harus mengikuti perkuliahan. Penyerahan mahasiswa KKN SD dilaksanakan pada pukul 07.30 sampai 08.15 WIB di kantor bersama kepala sekolah dan guru-guru SDKE Mangunan. Kami berjumlah 6 orang di antaranya ada Yeni selaku ketua kelompok dan Yanti, Yuyun, Verni, Fullan, Edo

selaku anggota kelompok. Masing-masing dari kami

memperkenalkan diri. Ibu kepala sekolah juga memperkenalkan nama-nama guru dengan jabatannya masing-masing. Setelah selesai, kami langsung berkunjung ke perpustakaan untuk menjalankan kegiatan yang telah kami rencanakan untuk KKN di SDKE Mangunan.

Kegiatan kami di perpustakaan dilakukan hampir setiap hari dimulai dari mendata buku, mengkatalog buku, menyampul buku, sampai merapikan buku-buku yang berserakan. Selain itu, kami juga membantu guru untuk mendata buku yang telah dipinjam atau dikembalikan oleh siswa-siswi. Perpustakaan ini juga merupakan tempat belajar bagi kami ketika siswa mengikuti pelajaran di dalam kelas. Kepala perpustakaan bernama Ibu Cicil. Beliau kerapkali membantu kami dalam hal kegiatan-kegiatan yang berhubungan

193

dengan perpustakaan. Setiap pagi, kami selalu menuju ke perpustakaan untuk menyusun kegiatan pada hari tersebut.

Kegiatan kami selanjutnya yaitu kepanduan. Kegiatan kepanduan ini diadakan setiap hari Kamis pukul 13.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Kegiatan kepanduan ini diikuti oleh siswa kelas IV, V dan VI di SDKE Mangunan. Sebelum kegiatan ini dimulai, kami berkonsultasi dengan ibu Tika dan bapak Karol untuk mempersiapkan perlengkapan pada hari itu. Pada hari pertama, kami mengikuti kegiatan kepanduan dengan materi menentukan arah mata angin menggunakan kompas sederhana. Sebelumnya, siswa berada pada kelompoknya masing-masing. Kami diminta untuk mendampingi salah satu kelompok dan membantu siswa apabila terjadi kekeliruan atau kesalahan dalam menentukan arah mata angin.

Pada pertemuan berikutnya, kegiatan kepanduan

dilaksanakan seperti hari Kamis sebelumnya dengan materi yang berbeda yaitu membuat peta pita di lingkungan sekolah. Sebelum kegiatan ini dimulai, kami berkonsultasi dengan ibu dan bapak guru. Kami selalu mendampingi salah satu kelompok untuk mengarahkan siswa sehingga tidak terjadi kesalahan dan kekeliruan. Pada minggu berikutnya, kami menyampaikan materi yaitu membuat peta pita di lingkungan masyarakat dari sekolah menuju Masjid Magunan yang berada di sekitar sekolah. Kami diminta oleh guru untuk mendampingi anak-anak.

Kegiatan berikutnya yaitu membuat Kreasi. Awalnya, kami berencana untuk membuat bantal duduk dan kotak pensil. Karena sesuatu dan lain hal, kami terpaksa hanya membuat kontak pensil bersama siswa kelas III dan kelas VI. Semua pelengkapan disediakan oleh mahasiswa KKN. Kami membuat kotak pensil ini bersama siswa kelas VI di bengkel. Banyak anak-anak yang mengikuti caranya dengan baik sehingga hasilnya juga sangat rapi. Hari berikutnya, kami membuat karya bersama siswa kelas III. Banyak siswa yang kurang mengikuti langkah-langkah membuat karya dengan baik dan juga ada yang menangis, sehingga hasilnya tidak begitu baik. Namun, kegiatan yang kami lakukan berjalan dengan baik hingga selesai. Setelah selesai membuat kreasi, kami menanam tanaman di lingkungan sekolah. Kami menanam tanaman ini di halaman kelas III dan kelas VI. Kami menanam tanaman pada saat semua siswa pulang sekolah karena

194

kami tidak ingin mengganggu proses belajar mengajar. Setelah semua siswa pulang, kami meminta pacul untuk mencangkul tanah dan menyiramnya. Tanaman tersebut kami beli dan mengambil di sekitar sekolah. Kami juga meminta tolong penjaga sekolah untuk merawat tanaman tersebut setiap hari.

Selanjutnya yaitu Kegiatan seminar kepanduan. Seminar ini diadakan pada hari Sabtu, 19 September 2015 di Joglo Mangunan. Seminar ini dimulai pada pukul 08.00 sampai Pukul 10.00 WIB yang dihadiri semua Mahasiswa KKN SD beserta 3 orang guru dari masing-masing sekolah. Kegiatan ini berlangsung dengan baik tanpa suatu hambatan. Kegiatan seminar ini juga dihadir oleh Pak Puji selaku koordinator PPGT dan Pak Galih sebagai dosen pembimbing KKN di SDKE Mangunan.

Ruangan di SDKE Mangunan ini masih terbilang baru, sehingga tidak ada papan nama pada setiap ruangan. Banyak pengunjung yang keliru dan tidak mengetahui ruangan yang akan dituju. Kami juga membuat plakat di setiap ruangan. Kami

memesan plakat di tempat pembuatan plakat. Sebelum memasang

plakat, kami meminta izin kepada Kepala Sekolah dan Pak Ifnu

untuk mengkoordinasikan pemasangan plakat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pemasangan. Kegiatan lain yang kami lakukan yaitu membantu guru-guru untuk menyiapkan akreditasi sekolah dengan merapikan buku-buku yang ada di perpustakaan dan meletakanya sesuai dengan jenis bukunya, menyiapkan tempat sampah dan meletakkannya di setiap kelas, dan meletakan sabun cuci tangan di setiap kamar mandi. Akreditasi dilakukan pada hari Senin dan Selasa, di mana pada hari tersebut kami tidak melaksanakan KKN di SD.

Kegiatan penarikan mahasiswa KKN SD dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2015. Kegiatan ini dimulai pada pukul 13.00 sampai 15.00 WIB. Banyak guru yang tidak hadir karena kesibukan masing-masing dan juga Ibu Patmi selaku kepala sekolah SDKE Mangunan juga tidak bisa hadir karena sakit. Kami melanjutkan kegiatan penarikan dengan guru-guru lain bersama Pak Ifnu selaku guru pamong.Saat acara penarikan, masing-masing mahasiswa juga menyampaikan kesan dan pesan dan guru-guru juga memberikan nasehat kepada kami. Kami juga

menunjukkan suatu performance dengan bernyanyi bersama