• Tidak ada hasil yang ditemukan

Relaksasi Benson terhadap Intensitas Nyeri

Bab 2. TINJAUAN PUSTAKA

2. Konsep Relaksasi Benson

2.5 Relaksasi Benson terhadap Intensitas Nyeri

Teknik relaksasi Benson merupakan salah satu teknik relaksasi pernapasan yang melibatkan unsur keyakinan sehingga terjadi penurunan konsumsi O2 oleh tubuh dan otot-otot tubuh sehingga tercipta kenyamanan dan perasaan tenang.

Apabila kadar oksigen tercukupi pada otak maka tubuh akan menjadi seimbang dan menjadikan tubuh rileks. Hal ini akan dilanjutkan agar menghasilkan cortocotropin releasing factor (CRF) yang kemudian akan merangsang kelenjar di bawah otak untuk meningkatkan produksi proopiod melanocorthin (POMC)

sehingga produksi encephalin di medulla adrenal akan meningkat. Kelenjar di bawah otak juga menghasilkan β endorphine sebagai neurotransmitter (Yusliana, 2015).

Relaksasi Benson menurunkan persepsi nyeri dengan memberikan stimulus pada sistem kontrol desenden yang menjadikan rangsangan nyeri yang ditransmisikan ke otak sedikit. Keefektifan relaksasi ini tergantung pada kemampuan klien menerima dan membangkitkan input rangsangan selain nyeri.

Stimulasi penglihatan, pendengaran dan sentuhan akan lebih efektif dalam penurunan nyeri dibandingkan dengan satu indera saja karena adanya hubungan langsung dengan partisipasi aktif dari klien (Solehati & Kosasih, 2015). Formula tertentu yang dibaca secara berulang-ulang dengan melibatkan unsur keyakinan dan keiman kepada sang pencipta akan menimbulkan respon yang lebih kuat dibandingkan dengan relaksasi biasa. Selain itu akibat penyembuhan dari kata-kata tersebut tidak hanya pada penyembuhan tekanan darah dan penyakit jantung atau kecemasan tetapi pada tingkat tertentu mampu menghilangkan rasa nyeri (Solehati, 2015).

BAB 3

KERANGKA PENELITIAN

1. Kerangka Penelitian

Kerangka konsep merupakan suatu uraian atau visualisasi tentang hubungan antara konsep atau variabel yang akan diukur dan diamati melalui penelitian yang akan dilakukan (Nursalam, 2017).

Skema 3.1 Kerangka Konsep Penelitian

Keterangan : diteliti

tidak diteliti

Intensitas nyeri haid Relaksasi Benson

Usia Usia Menarche Lama Menstruasi

2. Definisi Operasional

Definisi operasional adalah definisi atau pengertian berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut (Nursalam, 2017). dilakukan relaksasi Benson dengan aktivitas biasa

Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi Benson dengan aktivitas biasa

BAB 4

METODOLOGI PENELITIAN

1. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan strategi pencapaian penelitian yang telah ditetapkan dan sebagai pedoman penelitian untuk keseluruhan proses penelitian (Sugiono, 2015).

Penelitian ini termasuk quasi exsperiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Rancangan pretest-pretest-posttest control group adalah

rancangan penelitian yang dipilih tidak secara acak, kemudian diberikan pre test untuk mengetahui keadaan awal, adakah perbedaan intensitas nyeri haid antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi melakukan intervensi relaksasi Benson, sedangkan kelompok kontrol melakukan aktivitas biasa pada saat mengalami dismenore. Setelah selesai perlakuan kedua kelompok diberikan post test untuk menilai perbedaan intensitas nyeri haid atas perlakuan relaksasi Benson dan aktivitas biasa yang dilakukan (Sugiono, 2012). Rancangan penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Kelompok Pre test Perlakuan Post test

Intervensi N1 X N2

Kontrol N3 N4

Gambar 4.1 Rancangan pretest posttest control group design

Keterangan :

N1 dan N3 = pre test kelompok intervensi dan kelompok kontrol X = perlakuan berupa relaksasi Benson

N2 = post test pada kelompok intervensi setelah dilakukan relaksasi Benson N4 = post test pada kelompok kontrol setelah dilakukan aktivitas biasa

2. Populasi, Sampel dan Tehnik Sampling

2.1 Populasi

Populasi adalah subjek yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan (Nursalam, 2017). Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi muslim Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang mengalami dismenore yaitu sebanyak 250 orang.

2.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang dapat dipergunakan sebagai subjek penelitian melalui sampling (Nursalam, 2017). Jumlah sampel pada penelitian ini melalui pedoman Arikunto (2011) dimana jika populasi dalam penelitian kurang dari 100, maka lebih baik diambil semua sebagai sampel. Tetapi jika populasi besar maka dapat diambil antara 10-15% atau 15-25% atau lebih.

Maka jumlah sampel dalam penelitian ini diambil 20% dari populasi yaitu

26

sebanyak 50 orang. Hasil tersebut didapatkan berdasarkan rumus 250 x 20 % yaitu 50 orang.

2.3 Tehnik Sampling

Sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability dengan jenis purposive sampling yang mana pengambilan sampel berdasarkan pada suatu

pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan ciri atau sifat-sifat populasi yang telah diketahui sebelumnya (Notoatmodjo, 2010).

Kriteria sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang mengalami dismenore dan memiliki kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah karakteristik umum dari subjek penelitian untuk populasi target dan populasi terjangkau (Nursalam, 2017). Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :

a. Bersedia menjadi responden penelitian

b. Tidak menggunakan analgetik atau obat penurun nyeri haid

c. Mahasiswi muslim yang mengalami dismenore pada hari pertama menstruasi Kriteria eksklusi adalah mengeluarkan sebagian subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari studi karena beberapa sebab (Nursalam, 2017). Kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah :

a. Ditemui adanya masalah ginekologi (dismenore sekunder)

3. Identifikasi Variabel Penelitian

3.1 Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang sifatnya menentukan variabel lain (Nursalam, 2016). Variabel independen dalam penelitian ini adalah relaksasi Benson.

3.2 Variabel Dependen

Variabel dependen adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain (Nursalam, 2016). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah intensitas nyeri haid.

4. Lokasi dan Waktu Penelitian

4.1 Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan melalui virtual terhadap masing-masing responden. Responden melaksanakan tindakan dalam penelitian ini dirumah masing-masing dengan pertimbangan pencegahan covid-19 yang melarang orang-orang berkumpul dalam satu ruangan dengan jumlah banyak. Alasan responden mahasiswi Fakultas Keperawatan USU adalah karena masih banyaknya mahasiswi yang mengeluh tentang nyeri haid yang dirasakan saat menstruasi dan belum ada penelitian mengenai relaksasi Benson untuk menangani dismenore.

4.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April-Juni 2020.

28

5. Etika Penelitian

Etika pada penelitian ini dilakukan dengan mengusulkan etika riset terlebih dahulu dari komisi etik yaitu dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Sebelum riset dilakukan, penulis meminta surat izin dari fakultas Keperawatan Universitas Sumaera Utara. Setelah mendapatkan izin dalam melakukan pengumpulan data, langkah awalnya adalah membina hubungan dengan responden dan menjelaskan maksud dan tujuan dari penelitian ini. Ketika melakukan penelitian ada beberapa pertimbangan etik yang perlu kita ingat yaitu meliputi, 1) Self determination, memberikan kebebasan kepada responden dalam menentukan bersedia atau tidak dijadikan sampel penelitian. 2) Informed concent atau lembar persetujuan yaitu pada lembaran ini peneliti akan menjelaskan kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi berdasarkan topik yang akan diteliti dengan tujuan agar responden memahami maksud dan tujuan peneliti. Apabila didalam pelaksanaan penelitian, responden menolak ataupun tidak bersedia, maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati keputusannya. 3) Anonimity, pada lembar kuesioner yang akan diisi oleh responden nama responden tidak dicantumkan melainkan hanya memebrikan kode atau inisial, hal ini dilakukan agar privasi responden tetap terjaga. 4) Confidntiallity, yaitu informasi dari responden dijamin kerahasiaannya, karena yang akan dilampirkan sebagai hasil dari penelitian ini adalah dat-data tertentu. 5) Beneficence yaitu penelitian yang dilakukan memiliki keuntungan baik untuk peneliti maupun responden. 6) Non maleficence merupakan penelitian yang dilakukan tidak menimbulkan bahaya terhadap responden.

6. Instrumen Penelitian

Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang diambil berdasarkan yang ada di tinjauan pustaka. Ada tiga bagian dalam kuesioner ini yaitu :

6.1 Kuesioner Karakteristik Responden

Kuesioner data demografi pada mahasiswi memuat pertanyaan untuk memeperoleh identitas responden yang meliputi : inisial, usia, usia menarche dan lama menstruasi.

6.2 Kuesioner Pengukuran Intensitas Nyeri

Instrumen yang digunakan dalam pegukuran intensitas nyeri adalah Numeric Rating Scale yang diadopsi dari Prasetyo (2010). Skala ini digunakan

pada orang dewasa dengan kognitif yang memadai, dianggap sederhana dan mudah dimengerti. Skala ini dalam bentuk garis horizontal yang terdiri dari angka 0-10. Angka 0 menyatakan tidak ada nyeri, angka 1-3 menyatakan nyeri ringan, angka 4-6 menyatakan nyeri sedang, angka 7-10 menyatakan nyeri berat.

Responden akan diminta untuk menunjukkan salah satu titik yang mewakili intensitas nyeri yang dirasakan.

6.3 Standar Prosedur Operasional (SPO) Relaksasi Benson

SPO relaksasi Benson dalam penelitian ini diadopsi dari Solehati (2015).

SPO relaksasi Benson digunakan sebagai panduan untuk melakukan intervensi

30

yang terdiri dari penjelasan, manfaat, waktu tempat dan prosedur tindakan relaksasi Benson serta evaluasi dari tindakan tersebut.

7. Validitas dan Reabilitas

Peneliti pada penelitian ini, peneliti tidak perlu melakukan uji validitas dan reabilitas karena skala pengukuran intensitas nyeri yang dipakai merupakan alat ukur yang sudah baku atau valid sehingga peneliti tidak perlu melakukan uji validitas.

NRS sudah teruji validitas dan reliabilitasnya berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Liu,Liu dan Herr (2007) didapatkan nilai validitas 0,90 dan nilai konsistensi interval dengan menggunakan Alpha-Cronbach didapatkan nilai reabilitas lebih dari 0,95.

8. Intervensi

Pada bagian intervensi peneliti mengidentifikasi mahasiswi muslim yang mengalami dismenore dengan menyebar lembar observasi melalui google form yang dibuat oleh peneliti. Lembar observasi ini disebar disetiap grup kelas pada angkatan 2019-2016. kemudian dipilih 50 mahasiswi yang mengalami nyeri dan memenuhi kriteria penelitian dengan jumlah sampel sama disetiap angkatan serta meminta ketersediaan responden menjadi sampel penelitian. Setelah responden bersedia selanjutnya sampel dibagi menjadi 25 orang sebagai kelompok intervensi dan 25 orang sebagai kelompok kontrol. Kemudiaan peneliti melakukan pendekatan untuk melakukan kontrak waktu dan memberikan penjelasan

melalui virtual kepada responden. Setelah itu peneliti mengirimkan SPO, brosur dan video tehnik relaksasi Benson sebagai panduan responden mempraktekkan relaksasi Benson ketika mengalami dismenore.

Semua responden melaporkan dismenore yang dialaminya kepada peneliti pada hari pertama menstruasi untuk mengetahui tingkat nyeri yang dirasakan sebagai tahap pre test. Kelompok intervensi melakukan relaksasi Benson sesuai dengan yang telah diajarkan selama 10 menit, dan setelah selesai peneliti menanyakan kembali tingkat nyeri yang dirasakan sebagai tahap post test.

Kelompok kontrol melaporkan tingkat nyeri yang dirasakan sebagai tahap pre test dan melakukan aktivitas biasa yang dilakukan ketika mengalami menstruasi yang diantaranya yaitu berbaring, minum air hangat, memberikan minyak kayu putih pada bagian perut. Setelah 10 menit responden melaporkan kembali tingkat nyeri yang dirasakan sebagai tahap post test.

Setelah didapatkan hasil dari pre test dan post test pada kedua kelompok, selanjutnya peneliti mengajarkan tehnik relaksasi Benson secara virtual kepada kelompok kontrol agar bisa dipraktekkan nantinya untuk mengatasi nyeri haid serta memberikan SPO, brosur dan video sebagai panduan.

9. Alat dan Bahan

a. Lembar Kuesioner NRS b. Lembar SPO

c. Brosur d. Video

32

10. Pengumpulan Data

Setelah mendapatkan izin melakukan penelitian, peneliti mulai mengumpulkan data dengan melakukan wawancara untuk mengetahui mahasiswi muslim yang mengalami nyeri pada saat menstruasi atau dismenore. Ketika data belum semua terkumpul, terjadilah pandemi covid-19 yang mengakibatkan kampus lockdown dan mengharuskan semua orang untuk tetap berada dirumah.

Kemudian untuk melengkapi data tersebut peneliti mengirimkan lembar observasi melalui google fom yang berisi pertanyaan yang telah ditetapkan sebelumnya, supaya mahasiswi menjawab pertanyaan tersebut untuk mengetahui data yang diperlukan.

Setelah didapatkan jumlah mahasiwi muslim yang mengalami dismenore, selanjutnya peneliti memilih 50 orang responden sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya untuk di jadikan sampel penelitian. Dengan jumlah yang sama disetiap angkatan. Setelah itu peneliti meminta ketersedian mahasiswi tersebut untuk menjadi sampel penelitian. Jika bersedia menjadi responden diminta utuk mengisi lembar informed consent. Selanjutnya dari hasil lembar observasi responden dibagi menjadi dua kelompok dengan rincian 25 orang kelompok intervensi dan 25 orang kelompok kontrol. Kemudian peneliti melakukan kontrak waktu dengan responden dan melakukan pertemuan secara virtual untuk memeberikan penjelasan lebih rinci mengenai penelitian yang dilakukan dan mengajarkan tehnik relaksasi Benson serta memberikan SPO, brosur dan video sebagai panduan.

Selanjutnya semua responden memberikan laporan kepada peneliti saat responden tersebut mengalami nyeri haid pada hari pertama menstruasi.

Kelompok intervensi melaporkan tingkat nyeri yang mereka rasakan sebagai tahap pre test. Kmudian melakukan relaksasi Benson sesuai dengan panduan selama 10

menit dan melaporkan kembali tingkat nyeri yang mereka rasakan sebagai tahap post test. Kelompok kontrol juga melaporkan tingkat nyeri yang mereka rasakan

sebagai tahap pre test dan melakukan aktivitas biasa yang mereka lakukan pada saat mengalami dismenore yang diantaranya berbaring, minum air hangat, dan mengoleskan minyak kayu putih pada bagian perut, dan setelah itu melaporkan kembali tingkat nyeri yang mereka rasakan sebagai tahap post test.

Setelah didapatkan hasil pre test dan post test pada kedua kelompok, selanjutnya peneliti juga mengajarkan kelompok kontrol melakukan tehnik relaksasi Benson sebagai salah satu cara mengatasi nyeri haid serta memberikan SPO, brosur dan video sebagai panduan. Setelah itu peneliti mengungkapkan terimakasih kepada responden atas kesediaan dan partisipasi mereka dalam penelitian yang dilakukan peneliti.

11. Analisa Data 11.1 Pengolahan data

Analisa data merupakan bagian penting dalam penelitian agar mencapai tujuan pokok penelitian dengan menjawab pertanyaan dan mengungkap fenomena (Nursalam, 2016). Pada penelitian ini, setelah pengumpulan data responden, selanjutnya data diolah menjadi :

34

a. Editing, adalah memeriksa daftar pertanyaan yang telah diserahkan oleh para responden. Pemeriksaan daftar pertanyaan yang telah selesai dilakukan terhadap kelengkapan jawaban dan relevansi jawaban.

b. Coding, dilakukan untuk memudahkan pengolahan data. Coding merupakan kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang diperoleh atau yang telah dikumpulkan pada masing- masing jawaban responden.

c. Sorting, adalah mensortir dengan memilih atau mengelompokkan data

menurut jenis yang dikehendaki atau klasifikasi data.

d. Entry, adalah pemasukan data yang telah dikumpulkan ke dalam tabel dengan cara menghitung frekuensi data. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan sistem komputerisasi yaitu dengan program SPSS.

e. Clearing, yaitu pembersihan data dilakukan dengan melihat variabel

apakah sudah benar atau belum.

f. Penyajian data, dilakukan dalam bentuk tabel frekuensi dan distribusi serta penjelasan dalam bentuk narasi.

11.2 Analisa data a. Analisis univariat

Analisa data univariat bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian. Analisa univariat dalam penelitian ini mendiskripsikan karakteristik responden yang meliputi usia, usia menarche dan lama menstruasi.

b. Analisis bivariat

Analisis bivariat dilakukan sesuai dengan uji penelitian. Analisa bivariat dilakukan dengan uji statistik Independent t-test untuk mengetahui perbandingan

antara dua kelompok berbeda. Uji ini dimaksudkan untuk menganalisis efektivitas relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri haid. Uji statistik tersebut dianalisis dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05). Sebelum dilakukan analisa bivariat maka terlebih dahulu dilakukan uji normalitas. Uji normalitas yang digunakan adalah Shapiro Wilk karena sampel tidak lebih dari 50 orang. Hasil yang didapatkan data tidak terdistribusi normal dibuktikan dengan nilai p < 0,05 maka dilakukan pengujian non parametric uji Mann-Whitney Test.

BAB 5

HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan dibahas dan diuraikan hasil penelitian yang dilakukan di Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara. Penelitian dilakukan dengan cara mengirimkan kuesioner kepada responden. Lembar kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data umum dan data khusus tentang efektivitas relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri haid di Fakultas Keperawatan USU. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk data umum dan data khusus. Data umum yang ditampilkan adalah usia, usia menarche dan lama menstruasi. Sedangkan data khusus yang disajikan adalah perbedaan intensitas nyeri haid pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, serta analisis efektifitas relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri pada mahasiswi dalam menghadapi nyeri haid di Fakultas Keperawatan USU. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 50 responden dengan perincian 25 responden untuk kelompok intervensi dan 25 responden untuk kelompok kontrol.

1. Hasil Penelitian

1.1 Analisa Univariat

Analisa univariat menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik responden yang diteliti meliputi usia, usia menarche, lama menstruasi.

Tabel 5.1

Data Karakteristik Responden (n=50)

Karakteristik

Intervensi Kontrol

Mean SD Mean SD

Usia 20.36 1.150 20.32 1.180

Usia Menarche 12.68 0.988 12.92 1.115

Lama Menstruasi 7.04 0.734 6.68 1.029

Pada tabel 5.1 menunjukkan bahwa mayoritas rata-rata usia responden pada kedua kelompok yang mengalami nyeri haid berusia 20 tahun. Pada usia menarche didapatkan mayoritas rata-rata responden yaitu 12 tahun. Sedangkan rata-rata lama menstruasi responden didapatkan mayoritas selama 7 hari.

Tabel 5.2

Distribusi Intensitas Nyeri Haid Sebelum dan Sesudah Perlakuan pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol

(n=50)

Kelompok Intervensi P Kelompok Kontrol P

Pre Post Pre Post

Mean SD Mean SD Mean SD Mean SD

5,16 1,344 2,20 1,118 0,000 5,20 1,443 4,96 1,368 0,034

Berdasarkan table 5.2 didapatkan bahwa rata-rata skala nyeri haid pada responden kelompok intervensi antara sebelum dan sesudah diberikan intervensi mengalami penurunan. Jumlah rata-rata skala nyeri haid sebelum diberikan intervensi yaitu 5,16 dan jumlah rata-rata setelah diberikan intervensi yaitu 2,20.

38

Didapatkan nilai yang signifikan (p < 0,05) berarti ada perbedaan yang bermakna antara sebelum dan setelah diberikan relaksasi Benson.

Pada responden kelompok kontrol, didapatkan rata-rata skala nyeri antara sebelum dan setelah intervensi mengalami sedikit penurunan. Jumlah rata-rata nyeri haid sebelum intervensi yaitu 5,20 dan jumlah rata-rata setelah diberikan intervensi yaitu 4,96 berarti ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol dibuktikan dengan nilai signifikansinya (p < 0,05).

Secara statistik ada perbedaan yang signifikan dari rata-rata penurunan skala nyeri dismenore antara sebelum dan setelah intervensi, hal ini dapat di interpretasikan sebagai relaksasi Benson efektif terhadap penurunaan intensitas nyeri saat dismenore dibandingkan dengan responden kontrol yang mengalami sedikit penurunan.

1.2 Analisa Bivariat

Analisa bivariat dilakukan untuk menguji hipotesis efektivitas relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri pada saat dismenore. Analisa ini dilihat dari seberapa efektif relaksasi Benson terhadap penurunan intensitas nyeri pada saat dismenore, dengan menganalisa hasil dari relaksasi Benson yang dilakukan.

Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui efektivitas variabel independen (relaksasi Benson) dan variabel dependen (intensitas nyeri haid) ditunjukkan dengan nilai p < 0,05. Selanjutnya untuk mengetahui apakah data penelitian terdistribusi normal atau tidak pada data sebelum dan sesudah diberi

normalitas dan didapatkan data terdistribusi tidak normal sehingga analisis yang digunakan yaitu uji analisis non-parametrik Mann-Whitney Test.

Tabel 5.3

Distribusi Perbedaan Intensitas Nyeri Haid pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol

(n=50)

Kelompok Mean SD Z Score P Value

Pretest

Intervensi 5,16 1,344

-0,139 0,890

Kontrol 5,20 1,443

Postets

Intervensi 2,20 1,118

-5,327 0,000

Kontrol 4,96 1,368

Tabel 5.3 menunjukkan bahwa hasil dari pretest kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh nilai signifikansi 0,890 dan Z score -0,139 dengan nilai mean sebesar 5,16 dan 5,20. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi pada saat pretest dilakukan. Sedangkan analisis data posttest kelompok intervensi dan kelompok kontrol diperoleh nilai signifikansi 0,000 dan Z score -5,327 dengan nilai mean sebesar 2,20 dan 4,96. Hasil ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol pada saat posttest dilakukan.

40

Tabel 5.4

Analisis Perbedaan Selisih Intensitas Nyeri Haid pada Kelompok Intervensi dan Kontrol

Kelompok Perbedaan Mean SD Z Score P Value

Intervensi 2,88 0,725

-6,103 0,00

Kontrol 0,32 0,476

Dari tabel 5.4 menunjukkan adanya perbedaan rata-rata selisih antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pada kelompok intervensi memiliki nilai selisih lebih besar dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dari hasil statistik dengan menggunakan analisis Uji Mann Whitney Test didapatkan signifikansi 0,000 dan Z score -6,103 dengan nilai mean 2,88 dan 0,32. Hal ini menunjukkan nilai p<0,05 yang artinya relaksasi Benson efektif untuk menurunkan intensitas nyeri haid.

2. Pembahasan

Dalam penelitian ini menggunakan metode quasy experiment dengan pendekatan pretest & posttest control group design merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui efektivitas relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri pada saat dismenore. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik responden, mengetahui perbedaan intensitas nyeri haid sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi Benson dengan sebelum dan sesudah aktivitas biasa serta mengetahui efektivitas relaksasi Benson terhadap perubahan intensitas nyeri haid pada mahasiswi.

2.1 Karakteristik Responden

Usia responden pada penelitian ini antara usia 18-23 tahun. Dengan persentase terbesar pada usia 20 tahun baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Puncak kejadian nyeri saat dismenore ini terjadi pada akhir masa remaja dan diawal usia 20-an. Sesuai penelitian yang dilakukan oleh Judha (2012) mengatakan bahwa umur merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore, sehingga dapat dikatan bahwa semakin muda usia seseorang maka semakin rentan mengalami nyeri menstruasi, karena rahim pada saat itu berkontraksi dan bereaksi yang mengakibatkan otot prostaglandin juga semakin meningkat. Kejadian nyeri saat dismenore akan menurun seiring dengan bertambahnya usia dan meningkatnya kelahiran.

Usia menarche responden pada penelitian ini antara usia 10-15 tahun.

Dengan persentase terbesar pada usia 12 tahun baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Sejalan dengan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), umur rata-rata menarche remaja

Indonesia yaitu kisaran 9-14 tahun.

Lama menstruasi responden pada penelitian ini antara 4-9 hari. Dengan persentase terbesar 7 hari baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol. Lama menstruasi dari penelitian ini termasuk dalam kategori normal.

Sesuai dengan penelitian Adriana (2013) didapatkan hasil lama menstruasi normal yaitu 3-7 hari.

42

2.2 Efektivitas Relaksasi Benson terhadap intensitas nyeri haid pada mahasiswi Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap intensitas nyeri haid setelah dilakukan relaksasi Benson pada kelompok intervensi. Pengolahan data menguji hasil penelitian secara kuantitatif

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap intensitas nyeri haid setelah dilakukan relaksasi Benson pada kelompok intervensi. Pengolahan data menguji hasil penelitian secara kuantitatif