• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUDUL SPO Relaksasi Nafas Dalam

PROSEDUR

1. PENGERTIAN Relaksasi nafas dalam adalah melatih teknik bernafas dalam melalui hidung dan dihembuskan melalui mulut.

2. TUJUAN 1. Untuk mengurangi kecemasan pasien. 2. Membantu mengatasi keluhan nyeri pasien.

3. Manajemen pola nafas pada pasien yang mengalami bronkhokonstriksi.

3. KEBIJAKAN 1. Klien dengan keluhan kekakuan dan ketegangan otot 2. Klien dengan gangguan rasa nyaman nyeri, cemas. 4. PETUGAS Perawat

6. PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Orientasi

1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik.

2. Memperkenalkan diri, menanyakan nama pasien dan tempat tanggal lahir pasien (melihat gelang identitas pasien). 3. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga /

klien.

4. Menanyakan persetujuan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan.

B. Tahap Kerja

1. Membaca basmalah. 2. Mempersiapkan pasien.

3. Mengatur posisi nyaman dan rileks, bias duduk atau berbaring.

4. Meminta pasien meletakan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen.

5. Melatih pasien bernafas panjang melalui hidung, hingga 3 hitungan.

6. Meminta pasien merasakan pengembangan abdomen (nafas perut) atau pengembangan rongga dada (pernafasan dada). 7. Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan,

kemudian dihembuskan perlahan melalui mulut seperti meniup balon.

8. Meminta pasien merasakan adanya kontraksi otot abdomen atau otot dada.

10. Menganjurkan pasien melakukan latihan nafas dalam bila pasien mengalamai kecemasan, kesakitan, atau sesak nafas. 11. Rapikan pasien.

C. Tahap Terminasi

1. Melakukan evaluasi hasil yang dicapai dan respons pasien (penurunan skala nyeri)

2. Memberikan reinforcement positif pada klien 3. Membaca tahmid dan berpamitan dengan klien

MUROTAL AL-QUR’AN

JUDUL SPO

Murotal Al Qur’an

PROSEDUR

1. PENGERTIAN Terapi murotal adalah rekaman suara Al Qur’an yang dilagukan oleh seorang qori’ (pembaca Al Qur’an), lantunan Al Qur’an secara

fisik mengandung unsur suara manusia.

2. TUJUAN 1. Untuk menurunkan hormon-hormon stres. 2. Mengaktifkan hormon endorfin alami.

3. Meningkatkan perasaan rileks, dan mengalihkan perhatian dari rasa takut, cemas dan tegang.

4. Memperbaiki sistem kimia tubuh sehingga menurunkan tekanan darah serta memperlambat pernafasan, detak jantung, denyut nadi, dan aktivitas gelombang otak.

3. KEBIJAKAN 1. Klien dengan keluhan kekakuan dan ketegangan otot

2. Klien dengan gangguan rasa nyaman nyeri, cemas pada ibu hamil inpartu

4. PETUGAS Perawat

5. PERALATAN 1. Earphone / headshet

2. MP3 / Tablet berisikan murotal 6. PROSEDUR

PELAKSANAAN

A. Tahap Orientasi

1. Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik.

2. Memperkenalkan diri, menanyakan nama pasien dan tempat tanggal lahir pasien (melihat gelang identitas pasien). 3. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga /

klien.

4. Menanyakan persetujuan kesiapan klien

B. Tahap Kerja

1. Membaca tasmiyah.

2. Mempersiapakan pasien berbaring diatas tempat tidur dengan menjaga privacy pasien.

3. Mencuci tangan.

4. Menghubungkan earphone dengan MP3/ Tablet berisikan

murotal (Surat Al Waqi’ah).

5. Letakan earphone/headshet ditelinga kiri dan kanan pasien. 6. Anjurkan pasien untuk mendengarkan murotal surat Al

digunakan. 8. Mencuci tangan

C. Tahap Terminasi

1. Melakukan evaluasi hasil yang dicapai (penurunan skala nyeri).

2. Memberikan reinforcement positif pada klien. 3. Membaca tahmid dan berpamitan dengan klien

MASSAGE EFFLEURAGE PUNGGUNG

JUDUL SPO

Massage Effleurage punggung

PROSEDUR

1. PENGERTIAN Massage effleurage punggung adalah teknik pijatan yang dilakukan untuk membantu mempercepat proses pemulihan nyeri punggung dengan menggunakan sentuhan tangan pada punggung klien secara perlahan dan lembuk untuk menimbulkan efek relaksasi.

2. TUJUAN 1. Melancarkan sirkulasi darah

2. Menurunkan respon nyeri punggung 3. Menurunkan ketegangan otot

3. INDIKASI 1. Klien dengan keluhan kekakuan dan ketegangan otot di punggung

2. Klien dengan gangguan rasa nyaman nyeri punggung pada ibu hamil inpartu

4. KONTRAINDIKASI 1. Nyeri pada daerah yang akan dimasase 2. Luka pada daerah yang akan di masase 3. Gangguan atau penyakit kulit

4. Jangan melakukan pemijatan langsung pada daerah tumor 5. Jangan melakukan masase pada daerah yang mangalami

ekimosis atau lebam.

6. Hindari melakukan masase pada daerah yang mengalami inflamasi

7. Hindari melakukan masase pada daerah yang mengalami tromboplebitis

8. Hati-hati saat melakukan masase pada daerah yang mengalami gangguan sensasi seperti penurunan sensasi maupun hiperanastesia (Tappan & Benjamin, 2004)

5. PERSIAPAN KLIEN

1. Berikan salam, perkenalkan diri anda dan identifikasi klien dengan memeriksa identitas klien dengan cermat.

2. Jelaskan tentang prosedur tindakan yang akan dilakukan, berikan kesempatan kepada klien untuk bertanya dan jawab seluruh pertanyaan klien.

3. Siapkan peralatan yang diperlukan.

4. Atur ventilasi dan sirkulasi udara yang baik

5. Atur posisi klien sehingga merasa aman dan nyaman. 6. PERSIAPAN ALAT 1. Minyak untuk masase

4. Satu buah handuk kecil

5. Sebuah bantal dan guling kecil dan selimut.

7. CARA BEKERJA 1. Beri tahu klien bahwa tindakan akan segera dimulai. (dilakukan 3 kali pemijatan dalam 30 menit, dimana setiap jam diberikan 1 kali pijatan selama kurang lebih 10 menit dalam tahapan persalinan).

2. Periksa tanda vital klien sebelum memulai remedial massage effleurage pada punggung.

3. Posisikan pasien dengan posisi miring ke kiri untuk mencegah terjadinya hipoksia janin

4. Jika pasien masih bisa untuk duduk berikan posisi berlutut kemudian berbaring di bantal yang besar senyaman mungkin; 5. Instruksikan pasien untuk menarik nafas dalam melalui hidung dan mengeluarkan lewat mulut secara perlahan sampai pasien merasa rilek

6. Tuangkan minyak hangat pada telapak tangan kemudian gosokan kedua tangan hingga hangat.

7. Letakkan kedua tangan pada punggung pasien, mulai dengan gerakan mengusap dan bergerak dari bagian bahu menuju sacrum

8. Buat gerakan melingkar kecil dengan menggunakan ibu jari menuruni area tulang belakang, gerakkan secara perlahan berikan penekanan arahkan penekanan kebawah sehingga tidak mendorong pasien kedepan.

9. Usap bagian punggung dari arah kepala ke tulang ekor, untuk mencegah terjadinya lordosis lumbal.

10.Bersihkan sisa minyak atau lotion pada punggung klien dengan handuk.

11.Rapikan klien ke posisi semula. 12.Beritahu bahwa tindakan telah selesai 13.Baca hamdalah

14.Bereskan alat-alat yang telah digunakan 15.Cuci tangan

8. EVALUASI 1. Evaluasi hasil yang dicapai (penurunan skala nyeri) 2. Beri reinforcement positif pada ibu hamil

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH

Dokumen terkait