Dengan tetap memperhatikan sasaran strategis dan strategi, rencana aksi dirumuskan sebagaimana ditampilkan dalam Tabel 6.1. sebagai berikut:
Tabel 6.1. Sasaran Strategis, Strategi dan Rencana Aksi
Sasaran Strategis Strategi Rencana Aksi
Tersedianya lahan sawah tekno seluas 1,2 juta hektar di Kabupaten Merauke.
Pentahapan pengembangan lahan 1,2 juta hektar
berdasarkan kesiapan lahan, infrastruktur, ketersediaan investasi, SDM, dan rantai pasok sarana produksi dan pemasaran hasil produksi.
1.Pemetaan status lahan ulayat. 2.Pemetaan klaster per 10 ha. 3.Penetapan lokasi
berdasarkan tahapan pengembangan.
4.Pemetaan lahan berdasarkan kesesuaian komoditi.
Terlaksananya tata kelola kawasan sentra pangan berbasis menejemen agribisnis modern yang mengedepankan keberlanjutan bisnis, ekologis dan sosial.
Memperkuat regulasi dan kelembagaan pengelola agar tercipta lingkungan usaha yang kondusif.
1.Mengintegrasikan rencana pengembangan KSPPN Merauke ke dalam dokumen perencanaan jangka pendek, menengah dan panjang Kabupaten Merauke. 2.Menerbitkan peraturan
daerah pendukung. 3.Pembentukan badan
pengelola kawasan yang diberi mandat untuk mengatur tata kelola
kawasan sentra pangan yang meliputi:
a.menetapkan lokasi pengembangan sawah tekno;
b.menyusun pedoman kerjasama sama antara pengusaha dengan petani atau/dan pemilik tanah; c.menyusun rencana
Desain Kerangka Hukum KSPPN Merauke dan anggaran; d.Sosialisasi rencana pengembangan KSPPN Merauke kepada pemangku kepentingan. Meningkatnya kualitas produk pangan yang berdaya saing internasional.
Pemberian insentif fiskal dan non fiskal bagi pelaku usaha yang beroperasi di lingkungan Kawasan Ekonomi Khusus Merauke
1.Pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus Merauke sebagai kawasan lokasi industri bernilai tambah tinggi.
2.Penerbitan peraturan daerah mengenai insentif fiskal dan non-fiskal.
3.Fasilitasi kebutuhan infrastruktur dasar dan penunjang untuk akses dari dan ke KEK.
Meningkatnya kesejahteraan petani dan pemilik lahan dengan cara menerapkan budidaya pertanian modern yang efisien dan memenuhi skala ekonomi.
Mendorong transformasi sosial menuju sistem pertanian modern berwawasan lingkungan.
1.Penerapan skema inti-plasma.
2.Revitalisasi koperasi dan kelompok tani.
3.Pelatihan ketrampilan budidaya pertanian modern. 4.Pembukaan kesempatan
kerja di sawah tekno bagi petani lokal.
5.Penerapan mekanisasi pertanian yang tepat guna. 6.Penerapan usaha bersama
berdasarkan luas lahan yang memenuhi skala ekonomi (6 hektar).
Tumbuhnya kegiatan produktif di sektor
agribisnis, industri dan jasa terkait yang pada gilirannya mendorong percepatan pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat.
Mengembangkan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan melalui inkubator dan in-job training, serta
mengupayakan kredit modal usaha yang relatif mudah dan murah.
1.Mendorong dan
memfasilitasi tumbuhnya wirausaha lokal dibidang agrobisnis.
2.Mengembangkan pusat pelatihan dan ketrampilan agribisnis.
3.Mendorong dan
memfasilitasi perusahaan agrobisnis melalui skema CSR untuk menyediakan pusat pelatihan dan ketrampilan agrobisnis. 4.Membuka sekolah kejuruan
dan politeknik di bidang yang diperlukan.
5.Memfasilitasi skema kredit lunak bagi wirausaha baru di bidang agribisnis.
Desain Kerangka Hukum KSPPN Merauke Rencana aksi pelu dijabarkan dengan menyusun program yang dapat dilakukan guna mempercepat pengembangan KSPPN Merauke yaitu berupa regulasi dan percepatan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur. Tabel 6.2. menyajikan program pendukung pengembangan regulasi KSPPN Merauke. Program percepatan pengembangan KSPPN dimulai dari tahap 1 seperti pada Tabel 6.3. Tabel 6.3. menyajikan program pendukung percepatan pengembangan infrastruktur KSPPN Merauke.
Tabel 6.2. Program Pendukung Pengembangan Regulasi KSPPN Merauke
No. Program Kegiatan Keluaran
1. Mekanisme Kerja Otoritas Kawasan Pertanian Merauke
Menyusun Mekanisme dan Tata Kerja
Otoritas Kawasan Pertanian Merauke
Peraturan Otoritas Kawasan Pertanian Merauke tentang Mekanisme dan Tata Kerja Otoritas Kawasan Pertanian Merauke 2. Pemantapan Tahapan Pengembangan KSPP Merauke Penetapan jangka waktu pelaksanaan pengembangan dan pemetaan lokasi tahapan pengembangan
a. Keputusan Otoritas tentang
Penetapan Tahapan Pengembangan KSPPN Merauke
b. Keputusan Otoritas tentang Luasan Wilayah Pengembangan KSPPN Merauke
3. Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Salor pada Zona Industri Pertanian
Menyusun dokumen pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus Salor
Penetapan Kawasan Ekonomi Khusus Salor dengan Peraturan Pemerintah
4. Penyiapan Pelayanan Investasi
Menyiapkan aturan pelayanan perizinan terpadu satu atap
Peraturan Daerah Kabupaten Merauke
Tabel 6.3. Program Pendukung Percepatan Pengembangan Infrastruktur KSPPN Merauke
No. Program Lokasi Tahun
Mulai
1. Peningkatan Jalan Strategis Merauke-Sota
Erambu-Bupul-Muting 2016 Okaba-Buraka-Wanam Kaliki-Nakias-Wanam Wanam-Nguti-Animha Merauke-Salor-Wapeko-Baat-Bian Salor-Kumbe-Bian
2. Pembangunan Jalan Ekonomi Lokasi persawahan Distrik
Animha, Distrik Kurik, Distrik Malind, Distrik Tanah Miring, Distrik Semangga, dan Distrik Jagebob.
Desain Kerangka Hukum KSPPN Merauke
No. Program Lokasi Tahun
Mulai Jalan menuju Salor,
Pelabuhan Kumbe, Kelapa Lima, Merauke, dan Bian. 3. Pembangunan Pengairan
a.Bendungan Terkendali b.Long Storage
c. Saluran Irigasi Primer d.Saluran Irigasi Sekunder e. Rehabilitasi Saluran Irigasi f. Pembangungan Drainase g. Membuat Sodetan Sungai Digul h.Penyediaan Air Minum
Distrik Animha, Distrik Kurik, Distrik Malind, Distrik Tanah Miring, Distrik Semangga, dan Distrik Jagebob.
2016
4. Pembangunan Jembatan Penyeberanganatan Sungai Bian 2016
Sungai Buraka Sungai Okaba Sungai Kumbe 5. Pembangunan Perumahan & Perkantoran
a. Perumahan Tipe 36 & 45 b. Rumah Susun
c. Gedung Perkantoran Otoritas d. Pergudangan Beras dan Logistik e. Gedung Perbengkelan
Distrik Kurik, Distrik Animha, Distrik Malind, Distrik Tanah Miring, Distrik Semangga, dan Distrik Jagebob.
2016
6. Pembangunan Pelabuhanatan Dermaga Sungai Kumbe 2016
Dermaga Sungai Bian Dermaga Wanam Peningkatan fasilitas Pelabuhan Merauke Peningkatan fasilitas Pelabuhan Kelapa Lima 7. Pengembangan kedaulatan pangan
a. Penyiapan lahan dan sistem produksi land clearing,serta pencetakan sawah.
b. Penyiapan akses sarana produksi: benih, pupuk, pestisida.
c. Penyiapan akses alat pertanian modern: traktor, boom sprayer, rice sidder, weeder,
harvester.
d. Penyiapan akses sarana pengeringan dan
rice mill unit berkapasitas 30 ton/jam. e. Penyiapan sarana pergudangan beras dan
penyimpanan gabah dalam silo untuk 6 bulan.
f. Penyiapan sarana pendidikan dan balai latihan kerja pertanian modern.
g. Penyiapan lahan untuk pengembangan balai benih.
Pengembangan persawahan modern dengan mekanisasi di Distrik Kurik dan di kampung-kampung di lokasi
pengembangan KSPPN
Tahap 1 Distrik Animha, Distrik Malind, Distrik Tanah Miring, Distrik Semangga, Distrik Jagebob
2016
8. Peningkatan sumber daya listrik a. Penambahan power plant.
Distrik Kurik, Distrik Animha, Distrik Malind,
Desain Kerangka Hukum KSPPN Merauke
No. Program Lokasi Tahun
Mulai b. Penambahan jaringan distribusi listrik. Distrik Tanah Miring,
Distrik Semangga, dan Distrik Jagebob.
9. Peningkatan sambungan telepon dan internet a. Perluasan jaringan telepon/BTS.
b. Peningkatan fasilitas jaringan internet.
Distrik Kurik, Distrik Animha, Distrik Malind, Distrik Tanah Miring, Distrik Semangga, dan Distrik Jagebob.
2016