REFORMASI BIROKRASI INTERNAL TAHUN 2015-2019
AREA PERUBAHAN KEGIATAN
B. Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Internal tahun 2015-2019
Berdasarkan capaian dan isu strategis yang diuraikan pada bagian sebelumnya dan sesuai dengan Peraturan Menteri PANRB No. 11 Tahun 2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Tahun 2015-2019 maka Setjen dan BK DPR RI menyusun rencana aksi program reformasi birokrasi yang akan dilaksanakan pada tahun 2016-2019.
1. Manajemen Perubahan
Hal utama yang mendapatkan perhatian pada progam manajemen perubahan adalah bagaimana menjaga komitmen pimpinan dan perluasan media sosialisasi reformasi birokrasi. Secara khusus terkait dengan perubahan pola pikir dan budaya kinerja (mental aparatur) adalah melakukan konseptualisasi atas pola pikir organisasi, mengoptimalkan peran agen perubahan dalam dalam meningkatkan kinerja organisasi dan pemantapan nilai-nilai budaya unggul RAPI agar terinternalisasi secara baik ke seluruh pegawai. Begitu juga harus diketahui pengetahuan, pemahaman dan pelaksanaan refromasi birokrasi di antara seluruh pegawai termasuk semangat reformasi birokrasi ke depan.
Hal yang tak kalah penting untuk dilakukan adalah mengetahui sejauh mana pemangku utama (DPR RI) merasakan puas terhadap kinerja Setjen dan BK DPR RI. Untuk itu perlu adanya survei kepuasan DPR RI terhadap kinerja Setjen dan BK DPR RI yang dilakukan setiap tahun. Kegiatan ini sejalan dengan penetapan sasaran kinerja yang ditetapkan dalam Renstra Setjen dan BK DPR RI DPR RI 2016-2019.
Selanjutnya, Rencana Aksi area manajemen perubahanyang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
2. Penguatan Sistem Pengawasan
Dalam Area Penguatan Pengawasan tersebut terdapat 2 (dua) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
RENCANA STRATEGIS PERJANJIAN KINERJA PENGUKURAN KINERJA PELAPORAN KINERJA
REVIU DAN EVALUASI KINERJA PENGELOLAAN DATA KINERJA
a. Peningkatan Penerapan SPIP di lingkungan Setjen dan BK DPR RI. b. Peningkatan Kapabilitas APIP di Lingkungan Setjen dan BK DPR RI
Dalam kerangka penerapan SPIP di lingkungan Setjen dan BK DPR RI, selain melihat terselenggaranya SPIP itu sendiri juga menekankan beberapa indikator lainnya diantaranya penerapan whistleblowing system, penerapan gratifikasi, pembangunan wilayah zona integritas, penanganan pengaduan masyarakat terhadap kinerja Setjen dan BK DPR RI, dan penanganan benturan kepentingan. Sedangkan dalam kerangka peningkatan kapabilitas APIP kegiatan yang dilakukan berupa peningkatan kualitas dan kuantitas auditor serta pembangunan infrastruktur pengawasan.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Sistem Pengawasan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
3. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
Untuk mendorong peningkatan akuntabilitas kinerja Setjen dan BK DPR RI perlu dilakukan penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Setjen dan BK DPR RI. Sesuai dengan Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP, penyelenggaraan SAKIP sebagaimana tergambarkan dalam Gambar 3.1.
Gambar 3.1
Penyelenggaraan SAKIP
Dalam Area Penguatan Akuntabilitas Kinerja tersebut terdapat 5 (lima) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Penguatan Sistem Perencanaan Kinerja b. Penguatan Sistem Pengukuran Kinerja c. Penguatan Sistem Pelaporan Kinerja d. Penguatan Sistem Evaluasi Internal
e. Penguatan Sistem Pembangunan/ Pengembangan TI dalam Manajemen Kinerja
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Akuntabilitas Kinerja yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
4. Penguatan Kelembagaan
Untuk mendapatkan hasil terwujudnya kelembagaan pemerintah yang tepat ukuran, tepat fungsi, tidak tumpang tindih dan bersinergi antar instansi sehingga mampu mendorong upaya perwujudan tata pemerintahan yang baik, maka pada Area Penguatan Kelembagaan terdapat 2 (dua) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Evaluasi kelembagaan b. Penataan kelembagaan
Selanjutnya, rencana aksi area Penguatan Kelembagaan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
5. Penguatan Tata Laksana
Dalam Area Penguatan Tata Laksana tersebut terdapat 4 (empat) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu :
a. Penyusunan Peta Proses Bisnis di Setjen dan BK DPR RI; b. Penyusunan SOP ;
c. Pembangunan/ Pengembangan Aplikasi; dan d. Manajemen Kearsipan Berbasis TIK.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penguatan Tata Laksana yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
6. Penguatan Sistem Manajemen SDM Aparatur
Rencana aksi Penguatan Sistem Manajemen SDM diarahkan untuk mewujudkan pegawai Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian DPR yang memiliki kompetensi tinggi dibidang tugasnya. Untuk itu perlu dilakukan penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki para pegawai melalui pemetaan kompetensi. Dalam area perubahan Penguatan Sistem Manajemen SDM Aparatur terdapat 15 (lima belas) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Perbaikan berkelanjutan sistem perencanaan kebutuhan pegawai ASN;
b. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi secara transparan dan berbasis kompetensi;
c. Perumusan dan penetapan kebijakan sistem promosi secara terbuka, kompetitif, berbasis kompetensi didukung makin efektifnya pengawasan oleh KASN;
d. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan assessment center; e. Pengukuran gap competency antara pemangku jabatan dan syarat
kompetensi jabatan;
f. Perumusan dan penetapan kebijakan pemanfaatan/pengembangan database profil kompetensi calon dan pejabat tinggi ASN ;
g. Menyusun dan menetapkan pola karir termasuk pengkaderan pegawai ASN;
h. Perumusan dan penetapan kebijakan pengendalian kualitas diklat; i. Penguatan sistem dan kualitas pendidikan dan pelatihan untuk
mendukung kinerja;
j. Perumusan dan penetapan kebijakan penilaian kinerja pegawai.
k. Perumusan dan penetapan kebijakan reward and punishment berbasis kinerja;
l. Pembangunan /pengembangan sistem informasi pegawai ASN; m. Pembentukan Jabatan Fungsional Transkriptor;
n. Penataan Jabatan; dan
o. Pembentukan Manajemen Pegawai Non PNS Setjen DPR.
Selanjutnya, Rencana Aksi Area Penguatan Sistem Managemen SDM Aparatur yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
7. Penguatan Peraturan Perundang-Undangan
Dalam area perubahan Penguatan Peraturan Perundang-Undangan terdapat 4 (empat) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2016-2019 yaitu:
a. Program Pembuatan Peraturan Perundang-Undangan;
b. Penyusunan Pedoman Evaluasi terhadap peraturan perundang-undangan di lingkungan Setjen dan BK DPR RI;
c. Evaluasi terhadap Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Setjen dan BK DPR RI; dan
d. PenataanAdministrasi/Dokumentasi/Sosialisasi Peraturan Perundang - Undangan.
Selanjutnya, Rencana Aksi area Penataan Peraturan Perundang-Undangan yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
Dalam area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik terdapat 4 (empat) rencana aksi yang akan dilaksanakan oleh Setjen dan BK DPR RI pada tahun 2015-2019 yaitu:
a. Penerapan Pelayanan Publik terintegrasi; b. Penguatan kualitas Pelayanan Publik;
c. Pembangunan/pengembangan penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan di masing-masing kementerian/lembaga; dan
d. Pembangunan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Selanjutnya, Rencana Aksi area Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik yang akan dilakukan Setjen dan BK DPR RI 2016-2019 disajikan matrik dalam lampiran.