• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Bengkalis

Dalam dokumen TUGAS AKHIR. Heldha Anja Sarie Hn NPM: (Halaman 106-115)

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

KAJIAN POLA SEBARAN PERGERAKAN MASYARAKAT

4.2 Rencana Struktur Ruang

4.2.1 Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Bengkalis

Pertimbangan pilihan strategis dalam menangani persoalan-persoalan pokok yang sedang dihadapi dan persoalan utama pada masa mendatang yang perlu mendapat penanganan prioritas. Klasifikasi prioritas berdasarkan kebijaksanaan yang dipilih dari gagasan yang ada. Mempertimbangkan limitasi, permasalahan dan potensi Kota Bengkalis dan sekitarnya, serta kondisi-kondisi khusus yang terjadi.

Pengembangan dan pembangunan wilayah Kota Bengkalis diarahkan untuk mendukung fungsi Kabupaten Bengkalis dan hal-hal yang telah ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Bengkalis.

Pengembangan dan pembangunan wilayah Kota Bengkalis diarahkan pada terbentuknya sistem dan pola perkotaan yang terpadu antara Satuan Pusat Pemukiman

93 (SKP) dalam wilayah kecamatan dan Bagian Wilayah Kota (BWK) dalam Ibukota Kota Bengkalis. Kecendrungan dan pola perkembangan yang sekarang sedang berlangsung, semaksimal mungkin diarahkan dan dimanfaatkan.Mengingat telah berlangsungnya suatu proses perkembangan dan pembangunan kota sesuai dengan dinamika masyarakat, maka strategi pengembangan Kota Bengkalis sebagai Ibukota Kota Bengkalis diarahkan pada:

a. Peningkatan efisiensi dan efektivitas wilayah ibukota kecamatan yang terbangun dan usaha pengembangan di seluruh bagian wilayah kota (konsentris linear pada jalur transportasi regional)

b. Pengendalian perkembangan wilayah-wilayah potensial tetapi secara tata ruang merupakan masalah.

c. Pengembangan kawasan-kawasan yang sudah terbangun dengan melihat potensi dan fungsi kegiatan yang dominan berkembang dan memberikan status penggunaan lahan yang jelas.

d. Pengarahan dan penataan seluruh wilayah perkotaan yang sedang berkembang terutama wilayah potensial pengembangan dan kawasan terkait fungsi regional (pemerintahan, industri, pariwisata, perdagangan dan transportasi).

e. Pengarahan kawasan-kawasan kegiatan yang telah berkembang namun memiliki dampak lingkungan yang kurang menguntungkan.

f. Pengadaan fasilitas dan utilitas kota secara merata di wilayah perkotaan sehingga keseluruhan wilayah kota memiliki keterkaitan dan memperoleh keuntungan yang seimbang dan merata.

94 Secara konseptual pengembangan tata ruang Kota Bengkalis adalah:

a. Pengembangan tata ruang wilayah kota ditekankan kepada usaha pengarahan pengembangan fisik yang dapat meakomodir kebutuhan seluruh wilayah kecamatan sedangkan perdagangan dan jasa berpola radial mengikuti pola jaringan jalan utama untuk mendukung fungsi pusat sekunder kota dan mengurangi beban pusat kecamatan. Hal ini berkaitan dengan pertimbangan:

1. Kecenderungan potensial fungsi-fungsi perkotaan makin berkembang dibatasi dan diarahkan secara bertahap dengan membentuk pelayananpelayanan alternatif „penyangga‟ pergerakan ke pusat kecamatan, melalui pengarahan ruang terhadap pusat-pusat pembangkit pergerakan.

2. Pola jaringan jalan merupakan kondisi fisik yang mengarahkan perkembangan wilayah kecamatan, dan adanya kendala fisik perkembangan kecamatan.

3. Integrasi wilayah kecamatan dengan memberi bobot pengembangan ruang sesuai dengan arahan rencana tata ruang yaitu mengembangkan masing-masing fungsi wilayah kecamatan.

b. Pengembangan tata ruang Kota Bengkalis harus mampu mewadahi kecendrungan dan potensi yang saat ini telah berkembang. Tujuan ini diarahkan pada usaha :

95 1. Pelaksanaan penataan ruang dalam rangka pedoman pembangunan kota

dapat realistis dan efektif.

2. Tidak mengadakan perubahan struktural secara drastis.

Pengendalian dan koordinasi dalam pengarahan fisik kawasan agar perkembangan ke arah barat laut berjalan dengan lancar. Perkembangan fisik juga diselaraskan dengan usaha pengamanan lingkungan sekitar sungai dan sistem sanitasi.

Pusat kegiatan sekunder diarahkan sesuai dengan lokasi dalam rencana tata ruang yang ada. Pengembangan kegiatan skala pelayanan kecamatan/regional (terminal, pasar, dan lain-lain) ditata secara terpadu dalam bentuk struktur tata ruang dengan pertimbangan kapasitas kegiatan, potensi pengembangan dan kebijaksanaan yang ada.

Pada SKP yang telah tumbuh dan akan berkembang sebagai wilayah dengan fungsi campuran, maka perlu dihentikan sebagai wilayah yang diambangkan. Artinya peruntukan definitif baru ditentukan setelah ada kejelasan kegiatan yang akan dikembangkan. Pada kawasan pusat kecamatan yang sedang dibangun dan mulai berkembang perlu adanya pengendalian fisik intensif, melalui ketentuan rasio wilayah terbangun (KLB dan KDB), ketinggian dan sempadan bangunan, ruang terbuka (taman dan ruang terbuka hijau), serta pengaturan ruang di sepanjang aliran sungai di wilayah perencanaan. Adapun strategi pembangunan yang berkaitan dengan infrastruktur ke-Cipta Karyaan adalah:

96 a. Kependudukan Dan Perumahan

Kebijaksanaan dalam pengembangan penduduk yang akan diimplementasikan di Kota Bengkalis Kota Bengkalis adalah sebagai berikut.

1. Pendistribusian penduduk ke kawasan-kawasan yang berkepadatan rendah dan pada kawasan kawasan yang memiliki potensi pengembangan yang tinggi.

2. Peningkatan kepadatan penduduk untuk mendukung sub-sub pusat utama dengan menumbuhkan kegiatan usaha yang bisa menyerap tenaga manusia.

Berdasarkan program kebijaksanaan kependudukan, diasumsikan bahwa 1 rumah akan ditempati oleh 5 jiwa serta adanya rencana pembukaan lahan untuk kegiatan perkebunan seluas ± 18.500 Ha, maka dengan estimasi jumlah penduduk Bengkalis Kota Bengkalis hingga akhir tahun perencanaan (tahun 2030) diperkirakan akan berjumlah 102.758 jiwa, akan dibutuhkan sekitar 20.552 unit rumah. Dalam pengembangan kawasan perumahan perlu diperhatikan hal sebagai berikut :

1) Tidak terganggu oleh polusi udara dan air 2) Cukup penyediaan air bersih

3) Mempunyai tingkat aksesibiltas yang tinggi 4) Mudah dan aman untuk mencapai tempat tujuan 5) Tidak di bawah permukaan air.

97 b. Konsep dan Strategi Penyediaan Air Bersih

Dalam memenuhi kebutuhan air bersih, penduduk Kota Bengkalis Kota Bengkalismenggunakan air bersih yang berasal dari sungai. Air ini sebelum didistribusikan diolah terlebih dahulu dan setelah melalui pengolahan di tampung pada reservoir induk yang ada pada lokasi pengolahan dan dari reservoir induk didistribusikan keseluruh kawasan. Penggunaan lansung air yang berasal dari sungai untuk kebutuhan air minum didayagunakan oleh masyarakat secara optimal mengingat sungai yang mengalir di Kota Bengkalis memiliki kandungan airnya yang layak sebagai air bersih. Selain menggunakan sumber air diatas, penduduk juga menggunakan sumber mata air yang berasal dari sumur.

c. Konsep dan Strategi Pengembangan Jaringan Drainase

Jaringan drainase atau tempat pembuangan air hujan yang direncanakan adalah berupa saluran terbuka dan menjadi satu dengan saluran pembuangan air limbah dari rumah tangga, dengan syarat pembuangan tersebut harus bersih dari sampah padat sehingga saluran-saluran yang ada dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk kawasan perdagangan saluran pembuangan direncanakan berupa saluran tertutup, hal ini selain baik bagi estetika juga agar tidak mengganggu kegiatan dikawasan ini dengan prinsip drainase/

pengeringan dari sistem saluran tetap diperhatikan.

Secara umum penyaluran air hujan melalui parit-parit, selokan-selokan, saluran pinggir jalan tersebut kemudian dialirkan ke anak sungai yang

98 berfungsi sebagai saluran induk. Saluran pembuangan akhir dari system jaringan drainase di Kota Bengkalis pada saat ini bermuara pada aliran sungai atau jalur yang ada. Untuk efektivitas pengendalian tata lingkungan dan keselamatan komunitas, sistem saluran drainase ini perlu ditata dan dikendalikan seefektif mungkin sehingga derajat pencemaran air dapat diminimalkan dan biota yang ada di kawasan perencanaan senantiasa terjaga kelestariannya.

d. Konsep dan Strategi Sistem Pengelolaan Sampah

Saat ini sistem pembuangan sampah di Kota Bengkalis adalah dengan ditumpuk dan dibakar, sedangkan sebagian penduduk lainnya membuang secara liar melalui sungai. Untuk menciptakan keserasian di kawasan Kota Bengkalis di masa akan datang, maka salah satu usahanya adalah penataan sistem pengelolaan sampah sehingga mendukung upaya peningkatan kualitas lingkungan perkotaan yaitu dengan cara :

1. Pembuatan/penambahan bak-bak sampah dan penyediaan tempat pembuangan akhir yang memenuhi syarat.

2. Penyuluhan kepada masyarakat untuk membiasakan hidup bersih.

99 4.3 Kebijakan Rencana Sistem Transportasi

Rencana pengembangan sistem transportasi di Pulau Bengkalis sampai dengan tahun 2026 dilakukan melalui pengembangan penyediaan prasarana dan sarana yang menunjang perkembangan sistem transport darat dan sistem transportasi air. Prasarana transportasi yang dikembangkan meliputi prasarana untuk kerndaraan bermotor, angkutan laut, dan angkutan sungai yang dikembangkan sebagai pelayanan angkutan terpadu untuk lintas lokal, regional, nasional dan internasional.

Pengembangan sistem transportasi diarahkan untuk mencapai tujuan sebagai berikut:

1. Tersusunnya jaringan sistem transportasi yang efisien dan efektif.

2. Meningkatnya kelancaran lalu lintas dan angkutan.

3. Terselenggaranya pelayanan angkutan yang aman, tertib, nyaman, teratur, lancar dan efisien

4. Terselenggaranya pelayanan angkutan barang yang sesuai dengan perkembangan sarana angkutan dan teknologi transportasi angkutan barang 5. Meningkatnya disiplin masyarakat pengguna jalan dan angkutan.

Rencana sistem transportasi

Rencana jaringan sistem transportasi di Pulau Bengkalis, pada dasarnya meliputi rencana sistem jaringan transportasi darat, rencana sistem transportasi sungai dan laut dan transportasi udara. Secara lebih terperinci setiap rencana sistem jaringan transportasi tersebut dijelaskan pada bagian-bagian berikut ini.

100 1. Transportasi Darat

Pulau Bengkalis secara geografis terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan.

Kondisi geografis yang seperti ini memerlukan kelengkapan prasarana dan sarana perhubungan dengan sistem yang terpadu antar moda transportasi, guna menghubungkan wilayah daratan dan wilayah kepulauan. Sistem transportasi di Pulau Bengkalis terdiri dari sistem transportasi darat dan transportasi laut yang di tunjang oleh transportasi udara. Alat transportasi yang di gunakan baik dalam wilayah desa / kelurahan di kecamatan Bengkalis dan Batan sama-sama menggunakan alat transportasi darat. Alat transportasi darat yang terdapat di Pulau Bengkalis seperti bus, mobil, truck, kendaraan bermotor, bemo, becak motor, becak sepeda dan sepeda. Kondisi prasarana perhubungan darat di Pulau Bengkalis di dukung oleh panjang jalan meliputi 2.035 km, dengan kondisi 609,34 km dalam kondisi baik, 163,77 km dalam kondisi sedang 255,19 km dalam kondisi rusak dan sisanya dalam kondisi rusak berat. Dalam mencapai sistem transportasi darat yang terpadu, di perlukan prasarana jembatan dan dermaga penyeberangan yang merupakan keperluan dalam sistem tersebut.

Prasarana jembatan utama di Kabupaten Bengkalis meliputi 7 buah jembatan, yang tersebar pada ruas-ruas jalan utama pada tujuh kecamatan, yaitu Siak Kecil, Bukit Batu, Tebing Tinggi Barat, Bantan, Rupat, Merbau, serta Rupat Utara.

Sedangkan dermaga penyeberangan yang ada di Bengkalis 2 buah yaitu dermaga RO RO di Sei. Selari dan Sei. Air Putih.

101 2. Transportasi Laut

Untuk mendukung transportasi di wilayah kepulauan, prasarana perhubungan laut memiliki peranan sangat penting. Prasarana laut di Pulau Bengkalis didukung oleh pelabuhan dan steiger yang relative banyak, yang merupakan pelabuhan di ibukota kecamatan, pelabuhan di pedeseaan, maupun pelabuhan internasional Kabupaten Bengkalis ada di Pulau Bengkalis tepatnya di Kota Bengkalis dan di Selat Baru Kecamatan Bantan. Alat transportasi yang di gunakan penduduk untuk keluar masuk pulau yaitu kapal, baik kapal kargo, kapal ferry penyeberangan, kapal penumpang cepat, kapal RO RO dan perahu motor penumpang.

Dalam dokumen TUGAS AKHIR. Heldha Anja Sarie Hn NPM: (Halaman 106-115)

Dokumen terkait