• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II METODE PENELITIAN

D. Rencana Setiap Siklus

a) Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan peneliti sebelum memberikan tindakan pada siswa yaitu mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa berupa soal. Setelah itu peneliti menyiapkan instrument penelitian barupa lembar observasi keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran matematika yang telah divalidasi oleh ahli.

b) Pelaksanaan

Penelitian melakukan tindakan yang telah disiapkan yakni melaksanakan Reancana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat oleh peneliti. Peneliti melakukan penelitian selama 2 kali pertemuan.

1) Pertemuan ke 1

Pada pertemuan 1, peneliti memberikan materi tentang faktor bilangan dan kelipatan bilangan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Kegiatan awal (10 menit)

Pada kegiatan ini, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok materi yang akan dipelajari yaitu materi faktor bilangan dan kelipatan bilangan. Selanjutnya guru juga melakukan presensi terhadap siswa, guru memberikan bacaan literasi dan memberi motivasi belajar, guru memberi apersepsi dengan memberi pertanyaan tentang bacaan “Pergi Ke Pasar”. Kemudian dilanjutkan dengan membuat kontrak belajar dengan siswa.

Kegiatan Inti (50 menit)

Guru melaksanakan kegiatan sesuai dengan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tahap 1 orientasi siswa pada masalah, siswa mendapatkan contoh permasalahan yang diberikan guru dengan sebuah cerita. Melakukan tanya jawab kepada siswa, kemudian siswa mencoba menjawab pertanyaan dari guru. Selanjutnya siswa mendapat instruksi dari guru terkait kegiatan apa yang dilakukan dan menjelaskan media pembelajaran yang akan digunakan. Tahap 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada tahap ini siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru terkait bagaimana cara memecahkan masalah sebelumnya.

Tahap 3 membimbing dan meyelidiki individual maupun kelompok, dimana siswa dibagi dalam kelompok belajar untuk mengerjakan lembar kerja. Kemudian guru mengamati setiap kegiatan kelompok belajar siswa. Tahap 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya, pada kegiatan ini siswa menuliskan rumusan langkah-langkah penyelesaian masalah, membuat solusi, menetapkan hasil kesimpulan penyelesaian masalah, menuliskan hasil diskusi kelompok lalu mempresentasikannya di depan kelas. Tahap 5 menganalisis mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini guru memberikan umpan balik dari kepada siswa hasil diskusi kelompok dengan membahas hasil penyelesaian masalah dan memberi kesempatan bagi siswa untuk bertanya atau menyatakan pernyataannya dengan mengungkapkan pendapat terhadap kelompok yang melakukan presentasi.

Kegiatan penutup (10 menit)

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari. Selanjutnya, siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Sebelum pulang, guru memberikan refleksi pada siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.

1) Pertemuan ke 2

Pada pertemuan 2, peneliti memberikan materi tentang bilangan prima, faktor prima, faktorisasi prima dan faktor persekutuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Kegiatan awal (10 menit)

Pada kegiatan ini, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok materi yang akan dipelajari yaitu materi bilangan prima, factor prima, faktorisasi prima dan faktor persekutuan. Selanjutnya guru juga melakukan presensi terhadap siswa, guru memberikan bacaan literasi dan memberi motivasi belajar, guru memberi apersepsi dengan memberi pertanyaan tentang bacaan “Rumah Ibu Siska”. Kemudian dilanjutkan dengan membuat kontrak belajar dengan siswa. Kegiatan inti (50 menit)

Guru melaksanakan kegiatan sesuai dengan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tahap 1 orientasi siswa pada masalah, siswa mendapatkan contoh permasalahan yang diberikan guru dengan berupa pertanyaan “Apakah isi bacaan teks cerita tersebut?” “Bagaimana cara Nino dan Nina membantu perkerjaan Ibunya?”. Siswa mencoba menjawab pertanyaan dari guru. Selanjutnya siswa mendapat instruksi dari guru terkait kegiatan apa yang dilakukan dan menjelaskan media pembelajaran yang akan digunakan. Tahap 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada tahap ini siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan

oleh guru terkait bagaimana cara memecahkan masalah pada masalahnya sebelumnya. Tahap 3 membimbing dan meyelidiki individual maupun kelompok, dimana siswa dibagi dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan belajar dan mengamati setiap kegiatan kelompok belajar. Tahap 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya, pada kegiatan ini siswa menuliskan rumusan langkah-langkah penyelesaian masalah, membuat solusime, netapkan hasil kesimpulan penyelesaian masalah dan menuliskan hasil diskusi kelompok lalu mempresentasikannya di depan kelas. Tahap 5 menganalisis mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini guru memberikan umpan balik dari kepada siswa hasil diskusi kelompok dengan membahas hasil penyelesaian masalah dan memberi kesempatan bagi siswa untuk bertanya atau menyatakan pernyataannya.

Kegiatan penutup (10 menit)

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa membuat kesimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari. Selanjutnya, siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Sebelum pulang, guru memberikan refleksi pada siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.

c) Obsevasi

Peneliti melakukan observasi pada saat pelaksanaan tindakan pada siklus I. Peneliti melakukan kegiatan observasi dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan maupun kendala yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Observasi dibantu oleh rekan peneliti dan wali kelas IV B.

d) Refleksi

Peneliti evaluasi tentang kesulitan-kesulitan yang dialami dengan melihat hasil siklus I. pelaksanaan siklus I tentang kendala atau hambatan yang dihadapi. Peneliti kemudian melakukan perbandingan data kondisi awal dengan hasil di siklus I. langkah berikutnya peneliti merencanakan perbaikan berdasarkan hasil observasi dang evaluasi yang diperoleh di siklus I.

2. Siklus II

a) Perencanaan

Peneliti mengkaji Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah dibuat untuk siklus I. Peneliti memperbaiki Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berdasarkan kendala dan kesulitan-kesulitan yang telah dialami pada siklus I, kemudian melaksanakan tindakan pada siklus II. b) Pelaksanaan

Peneliti melakukan tindakan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disiapkan, yaitu melaksanakan pemebelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah

dibuat. Peneliti melakukan penelitian selama 2 kali pertemuan yakni dengan alokasi waktu pertemuan pertama selama 2 x 35 menit (2JP), dan pertemuan kedua 2 x 25 menit (2JP).

1) Pertemuan ke 1

Pada pertemuan 1, peneliti memberikan materi tentang faktor persekutuan terbesar (FPB) dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Kegiatan awal (10 menit)

Pada kegiatan ini, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok materi yang akan dipelajari yaitu materi faktor bilangan dan kelipatan bilangan. Selanjutnya guru juga melakukan presensi terhadap siswa, guru memberikan bacaan literasi dan memberi motivasi belajar, guru memberi apersepsi dengan memberi pertanyaan tentang bacaan “Pergi Ke Perpustakaan”. Kemudian dilanjutkan dengan membuat kontrak belajar dengan siswa.

Kegiatan Inti (50 menit)

Guru melaksanakan kegiatan sesuai dengan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tahap 1 orientasi siswa pada masalah, siswa mendapatkan contoh permasalahan yang diberikan guru dengan sebuah cerita. Kemudian melakukan Tanya jawab “Apakah kamu sering meminjam buku di perpustakaan bersama temanmu?”, “Jika Dika pergi ke perpustakaan 3 hari sekali dan Ryan 6 hari sekali maka

mereka akan berkunjung bersama-sama lagi pada tanggal?”. Siswa mencoba menjawab pertanyaan dari guru. Selanjutnya siswa mendapat instruksi dari guru terkait kegiatan apa yang dilakukan dan menjelaskan media pembelajaran yang akan digunakan. Tahap 2 mengorganisasikan siswa untuk belajar, pada tahap ini siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru terkait bagaimana cara memecahkan masalah sebelumnya. Tahap 3 membimbing dan meyelidiki individual maupun kelompok, dimana siswa dibagi dalam kelompok belajar untuk mengerjakan lembar kerja. Kemudian guru mengamati setiap kegiatan kelompok belajar siswa. Tahap 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya, pada kegiatan ini siswa menuliskan rumusan langkah-langkah penyelesaian masalah, membuat solusi, menetapkan hasil kesimpulan penyelesaian masalah, menuliskan hasil diskusi kelompok lalu mempresentasikannya di depan kelas. Tahap 5 menganalisis mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini guru memberikan umpan balik dari kepada siswa hasil diskusi kelompok dengan membahas hasil penyelesaian masalah dan memberi kesempatan bagi siswa untuk bertanya atau menyatakan pernyataannya.

Kegiatan penutup (10 menit)

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari. Selanjutnya,, siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami.

Sebelum pulang, guru memberikan refleksi pada siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.

2) Pertemuan ke 2

Pada pertemuan 2, peneliti memberikan materi tentang penerapan FPB dan KPK dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Kegiatan awal (10 menit)

Pada kegiatan ini, guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pokok-pokok materi yang akan dipelajari yaitu materi penerapan FPB dan KPK dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya guru juga melakukan presensi terhadap siswa, guru memberikan bacaan literasi dan memberi motivasi belajar, guru memberi apersepsi dengan memberi pertanyaan tentang bacaan “Pergi Ke Perpustakaan”. Kemudian dilanjutkan dengan membuat kontrak belajar dengan siswa.

Kegiatan Inti (50 menit)

Guru melaksanakan kegiatan sesuai dengan sintaks model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tahap 1 orientasi siswa pada masalah, siswa mendapatkan contoh permasalahan yang diberikan guru dengan sebuah cerita. Kemudian melakukan Tanya jawab “bagaimana membagi snack sama banyak kepada 6 teman?”. Siswa mencoba menjawab pertanyaan dari guru. Selanjutnya siswa mendapat instruksi dari guru terkait kegiatan apa yang dilakukan dan menjelaskan media pembelajaran dakon matika. Tahap 2 mengorganisasikan siswa

untuk belajar, pada tahap ini siswa mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru terkait bagaimana cara memecahkan masalah sebelumnya. Tahap 3 membimbing dan meyelidiki individual maupun kelompok, dimana siswa dibagi dalam kelompok belajar untuk mengerjakan lembar kerja. Kemudian guru mengamati setiap kegiatan kelompok belajar siswa. Tahap 4 mengembangkan dan menyajikan hasil karya, pada kegiatan ini siswa menuliskan rumusan langkah-langkah penyelesaian masalah, membuat solusi, menetapkan hasil kesimpulan penyelesaian masalah, menuliskan hasil diskusi kelompok lalu mempresentasikannya di depan kelas. Tahap 5 menganalisis mengevaluasi proses pemecahan masalah, pada tahap ini guru memberikan umpan balik dari kepada siswa hasil diskusi kelompok dengan membahas hasil penyelesaian masalah dan memberi kesempatan bagi siswa untuk bertanya atau menyatakan pernyataannya.

Kegiatan penutup (10 menit)

Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa menyimpulkan materi pembelajaran yang telah dipelajari. Selanjutnya,, siswa diberi kesempatan untuk bertanya tentang materi yang belum dipahami. Sebelum pulang, guru memberikan refleksi pada siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan.

c) Obsevasi

Peneliti melakukan kegiatan observasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan maupun kendala dan kesulitan selama

pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Selain itu, peneliti dapat mengetahui keterampilan berpikir kritis siswa melalui hasil observasi pada pertemuan 1 dan pertemuan 2. Peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar dilakukan dengan melihat peningkatan perbandingan dari hasil kondisi awal, siklus I dan siklus II.

d) Refleksi

Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran pada siklus II. Peneliti menganalisis hasil keberhasilan yang membuat perbandingan data pada kondisi awal, siklus I dan siklus II. Pedoman yang digunakan peneliti dengan membandingkan ketiga data tersebut mengacu pada indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

Dokumen terkait