• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rencana Sistem Drainase

VIII III-

I. Rencana Sistem Jar ingan Pr asar ana

4. Rencana Sistem Drainase

Bent uk penanganan drainase lebih dit ekankan dalam upaya pengendalian rutin yang t erjadi tiap t ahunnya. Kurangnya jaringan sert a kondisi saluran primer dan sekunder merupakan salah sat u sebab genangan air pada beberapa desa. Untuk memenuhi kebut uhan dasar jaringan dan penanganan genangan maka diprogramkan penanganan drainase t erutama pada daerah banjir yakni desa-desa yang berada di sepanjang sungai dan t epi pant ai yaitu Kecamatan Kuwus, Komodo, Macang Pacar, dan Lembor.

Unt uk menunjang prasarana jaringan drainase t ersebut perlu dilakukan pengawasan t erhadap DAS yang berada di Kabupat en Manggarai Barat . Selain itu perlu adanya penat aan syst em drainase yait u dengan melakukan normalisasi sungai besar sepert i Wae Mese, Wae Jamal, Wae Jare, Wae Nangke, dan Wae Raho yang banyak mengalami pendangkalan. Normalisasi ini dilakukan secara rut in.

Gambar 5.5 Pet a Rencana St rukt ur Ruang Kab. Manggarai Barat

Sumber : RTRW Kab. Manggarai Barat 2010

Gambar 5.6 Pet a Rencana Penetapan Kawasan Perkot aan dan Perdesaan

3. 1. 1 Ketentuan Zonasi Pembangunan Pr asar ana Sar ana Bidang Cipta Kar ya

Per atur an zonasi di Kabupaten Mangar ai, meliputi : per atur an zonasi pada kaw asan lindung dan pada kaw asan budidaya per atur an zonasi pada kaw asan lindung, meliputi :

(1) per atur an zonasi pada kaw asan sekitar mata air adalah :

a. Radius kesucian mata air adalah 200 meter (diluar kaw asan per mukiman) dan minimum 23 meter (didalam kaw asan per mukiman)

b. Rehabilitasi vegetasi di sekitar r adius kesucian mata air .

(2) per atur an zonasi pada kaw asan RTH dan Ruang Ter buka Non Hijau meliputi :

a. Pener apan konsep kar ang bengang pada lokasi yang potensial di selur uh Kabupaten untuk menjaga kualitas r uang dan estetika lingkungan

b. Rencana pengelolaan RTH sepanjang per batasan w ilayah kabupaten adalah minimum 30 meter dar i kir i kanan gar is batas w ilayah, kecuali pada kaw asn per batasan yang sudah padat bangun- bangunan yang mengacu pada r encana pola r uang

c. Rencana pengelolaan r uang ter buka/ r uang bebas sepanjang jalur instalasi listrik tegangan tinggi mengacu pada ketentuan yang ber laku.

d. Pemanfaatan r uang ter buka non hijau dipr ior itaskan pada fungsi utama kaw asan dan kelestar ian lingkungan yang sekaligus ber fungsi sebagai tempat evakuasi bencana.

(3) per atur an zonasi pada kaw asan r aw an bencana adalah sebagai ber ikut :

a. Membatasi pengembangan kaw asan ter bangun pada kaw asan r aw an bencana b. Pengendalian kegiatan budidaya yang ber ada pada kaw asan r aw an bencana c. Pengembangan sistem infor masi deteksi dini bencana

(4) Per atur an zonasi pada kaw asan budidaya, meliputi :

a. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan hutan r akyat

b. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan per tanian lahan basah (saw ah) c. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan per tanian lahan ker ing (tegalan)

d. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan per tanian tanaman tahunan/ per kebunan e. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan kegiatan peter nakan

f. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan kegiatan per ikanan g. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan par iw isata

h. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan kegiatan per tambangan i. Ketentuan per atur an zonasi pada kaw asan per untukan per mukiman.

(5) per atur an zonasi pada kaw asan per untukan per tanian tanaman tahunan/ per kebunan adalah sebagai ber ikut :

a. Pengembangan agr oindustr i dan agr ow isata ser ta penyiapan sar ana–pr asar ana pendukung b. Pengembangan luas ar eal pada lahan-lahan yang memiliki potensi/ kesesuaian lahan sebagai

lahan per kebunan

c. Pengembangan pr oduksi komoditas andalan/ unggulan daer ah d. Diver sifikasi komoditas per kebunan

e. Peningkatan pr oduktivitas per kebunan

f. Meminimalkan alih fungsi lahan per kebunan yang mempunyai tingkat sangat sesuai. (6) per atur an zonasi pada kaw asan per untukan kegiatan peter nakan adalah sebagai ber ikut :

a. Pengembangan peter nakan secar a individual maupun peter nakan bebas b. Penyediaan suplai bahan makanan ter nak

c. Pengendalian limbah ter nak melalui sistem pengelolaan limbah ter padu.

(7) per atur an zonasi pada kaw asan per untukan kegiatan per ikanan adalah sebagai ber ikut : a. Peningkatan pr oduktivitas per ikanan

b. Meningkatkan sar ana dan pr asar ana per ikanan c. Pengembangan budidaya per ikanan laut

d. Pengembangan kegiatan per ikanan tr adisional penunjang per iw isata e. Pengembangan kegiatan per ikanan skala menengah/ besar .

(8) per atur an zonasi pada kaw asan per untukan par iw isata adalah sebagai ber ikut :

a. Pengembangan kaw asan par iw isata har us tetap memper hatikan kelestar ian ekosistem kaw asan pesisir .

b. Pengembangan kaw asan par iw isata har us tetap memper hatikan kelestarian fungsi lindung. c. Peningkatan kualitas par iw isata agar ter w ujud ”par iw isata ber kualitas”.

d. Mengendalikan per tumbuhan sar ana dan pr asar ana per iw isata

e. Pengembangan kaw asan par iw isata didukung oleh pengembangan kaw asan penunjang par iw isata ser ta obyek dan daya tar ik w isata

(9) per atur an zonasi pada kaw asan per untukan per mukiman adalah sebagai ber ikut :

a. Pengembangan pada lahan yang sesuai dengan kr iter ia fisik, meliputi : kemir ingan ler eng, keter sediaan dan mutu sumber air ber sih, bebas dar i potensi banjir / genangan

b. Pembatasan per kembangan kaw asan ter bangun yang ber ada atau ber batasan dengan kaw asan lindung

c. Pr ior itas pengembangan pada per mukiman or de r endah dengan peningkatan pelayanan fasilitas per mukiman

d. Pengembangan per mukiman ditunjang dengan pengembangan fasilitas pendukung unit per mukiman seper ti : fasilitas perdagangan dan jasa, hibur an, pemer intahan, pelayanan sosial (pendidikan, kesehatan dan per ibadatan)

e. Pada kaw asan per untukan per mukiman dapat dikembangkan kegiatan industr i kecil dan menengah (IKM) yang tidak menimbulkan polusi

f. Optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan tidur yang sementar a tidak diusahakan. (10) Per atur an zonasi sistem pr asar ana w ilayah, meliputi :

a. Ketentuan per atur an zonasi sistem pr asar ana tr anspor tasi b. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana air minum c. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana ir igasi d. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana dr ainase

e. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana ener gi kelistr ikan f. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana telekomunikasi g. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana per sampahan h. Ketentuan per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana pengolahan limbah. (11)per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana air minum sebagai ber ikut :

a. Pemanfaatan sumber air untuk kebutuhan air minum w ajib memper hatikan kelestar ian lingkungan dan kesucian kaw asan

b. Pembangunan instalasi pengolahan air minum tidak diijinkan dibangun langsung pada sumber air baku

c. Pembangunan dan pemasangan jar ingan pr imer , sekunder dan sambungan r umah (SR) yang memanfaatkan bahu jalan w ajib dilengkapi ijin galian yang dikeluar kan oleh instansi yang ber w enang

d. Pembangunan dan pemasangan jar ingan pr imer , sekunder dan sambungan r umah (SR) yang melintasi tanah milik per or angan w ajib dilengkapi per nyataan tidak keber atan dar i pemilik tanah

e. Pembangunan fasilitas pendukung pengolahan air minum yang diijinkan meliputi kantor pengelola, bak penampungan/ r eser voar , tow er ai r , bak pengolahan air dan bangunan untuk sumber ener gi listr ik dengan :

1. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) setinggi-tingginya 30% 2. Koefisien Lantai Bangunan (KLB) setinggi-tingginya 60%

3. Sempadan bangunan sekur ang-kur angnya sama dengan lebar jalan atau sesuai dengan SK Guber nur dan/ atau SK Bupati pada jalur -jalur jalan ter tentu.

(12)per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana ir igasi sebagai ber ikut :

a. Memper tegas sistem jar ingan yang ber fungsi sebagai jar ingan pr imer sekunder , ter sier maupun kw ar ter

b. Pengembangan kaw asan ter bangun yang didalamnya ter dapat jar ingan ir igasi w ajib dipertahankan secar a fisik maupun fungsional dengan ketentuan menyediakan sempadan jar ingan ir igasi sekur ang-kur angnya 2 meter di kir i dan kanan salur an

c. bangunan milik or ganisasi subak pada lahan per tanian yang diar ahkan pengembangannya sebagai kaw asan ter bangun sesuai r encana pola r uang w ajib diper tahankan kesuciannya dan/ atau dipindahkan setelah mendapat per setujuan dar i pengelola dan kr ama subak ber sangkutan d. pembangunan pr asar ana pendukung irigasi seperti pos pantau, pintu air , bangunan bagi dan

bangunan air lainnya mengikuti ketentuan teknis yang ber laku. (13)per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana dr ainase sebagai ber ikut :

a. Tidak diijinkan membangun pada kaw asan r esapan air dan tangkapan air hujan (catchment ar ea) b. Setiap pembangunan w ajib menyediakan jar ingan dr ainase lingkungan dan/ atau sumur r esapan

yang ter intr egasi dengan sistem dr ainase sekitar nya sesuai ketentuan teknis yang ber laku c. tidak memanfaatkan salur an dr ainase untuk pembangunan sampah, air limbah atau mater ial

padat lainnya yang dapat mengur angi kapasitas dan fungsi salur an

d. Pengembangan kaw asan ter bangun yang didalamnya ter dapat jar ingan dr ainase w ajib dipertahankan secar a fisik maupun fungsional dengan ketentuan tidak mengur angi dimensi salur an ser ta tidak menutup sebagian atau keselur uhan r uas salur an yang ada

(14)per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana per sampahan sebagai ber ikut :

a. Bangunan fasilitas pengolahan sampah yang diijinkan ber upa kantor pengelola, gudang/ gar ase kendar aan pengangkut dan alat-alat ber at, pos keamanan, bangunan TPS dan tempat mesin pengolah sampah seper ti genset dan incener ator

b. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah w aji b memper hatikan kelestar ian lingkungan, kesehatan masyar akat dan sesuai dengan ketentuan teknis yang ber laku

c. Koefisien Dasar Bangunan (KDB) setinggi-tingginya 30% d. Koefisien Lantai Bangunan (KLB) setinggi-tingginya 60% e. Lebar jalan menuju TPS sekur ang-kur angnya 8 meter f. Tempat par kir tr uk sampah sekur ang-kur angnya 20%

g. Sempadan bangunan sekur ang-kur angnya sama dengan lebar jalan atau sesuai dengan SK Guber nur dan/ atau SK Bupati pada jalur -jalur jalan ter tentu.

(15)per atur an zonasi r encana sistem pr asar ana pengolahan limbah sebagai ber ikut :

a. Setiap kegiatan usaha yang mempr oduksi air limbah diw ajibkan untuk menyediakan instalasi pengolahan limbah individu dan/ atau komunal sesuai dengan ketentuan teknis yang ber laku meliputi :

 Pengembangan per umahan dengan jumlah lebih dar i 30 unit

 Akomodasi w isata dengan jumlah kamar lebih dar i 3 unit

 Restor an/ r umah makan dengan jumlah tempat duduk lebih dar i 30 unit

 Kompleks per dagangan dan jasa dengan luas lantai bangunan lebih dar i 10.000 m2

 Indsutr i kecil/ r umah tangga yang menghasilkan air limbah

 Bengkel yang melayani ganti oli dan tempat cuci kendar aan

 Usaha konveksi/ gar ment yang dalam pr oduksinya menggunakan zat-zat kimia dan pew ar na

 Usaha peter nakan yang menghasilkan air limbah dalam skala yang besar .

b. Sistem pengelolaan air limbah meliputi pengelolaan secar a pr imer , sekunder dan ter sier

 Pengelolaan pr imer yaitu pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda ter apung melalui bak penangkap pasir dan sar ingan untuk menghilangkan minyak dan lemak

 Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat or ganik melalui oksidasi

 Pengelolaan secar a ter sier hanya untuk member sihkan saja

c. Pembangunan sistem pengelolaan air limbah yang dimaksud hur uf a diatas w ajib mengikuti ketentuan teknis sebagai ber ikut :

 Tidak mencemar i sumber air minum yang ada disekitar nya baik air diper mukaan tanah maupun air di baw ah per mukaan tanah

 Tidak mengotor i per mukaan tanah

 Menghindar i ter sebar nya cacing tambang pada per mukaan tanah

 Mencegah ber kembang biaknya lalat dan ser angga lain

 Kontr uksi agar dibuat secar a seder hana dengan bahan yang mudah didapat dan mur ah

3. 1. 2 Indikasi Program Bidang Cipta Karya Kabupaten Manggarai

Tabel 5.2

Indikasi Program Jangka Menengah Kabupat en Manggarai Barat Tahun 2010-2020

NO PROGRAM KEGIATAN INSTANSI PENAN GGUNG

JAWAB dan SUMBER BIAYA LOKASI

5 TAHUN