• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

C. Rencana Tindakan

2. Rencana Tindakan setiap Siklus

a. Kegiatan Awal

- Berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa

- Menyiapkan buku, bahan dan media pembelajaran - Apersepsi, tanya jawab

- Memotivasi b. Kegiatan Inti

- Peneliti melaksanakan pembelajaran menggunakan cooperative learning teknik jigsaw dan membagi siswa dalam kelompok yang berjumlah 6 orang

- Guru membagi soal

- Siswa dengan materi atau soal sama tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka bergabung dalam kelompok ahli dan berusaha menguasai materi sesuai dengan dengan materi dan soal yang diterima

- Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya

- Tiap siswa dalam kelompok saling menularkan dan menerima materi dari siswa lain

- Terjadi diskusi antar siswa dalam kelompok asal - Dari diskusi, siswa memperoleh jawaban soal

- Siswa mempresentasikan hasil diskusi yang mereka lakukan

- Guru memberikan penguatan dengan memberikan jawaban yang benar

- Guru memberikan penghargaan bagi siswa yang dapat menyelesaikan tugas sebelum waktu selesai

- Guru membuat ringkasan materi dan melaksanakan tes hasil belajar akhir siklus I

c. Kegiatan Akhir

- Melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.

- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk layanan konseling baik secara individu maupun kelompok

d. Observasi

a) Mencatat hasil tes anak

Selama pembelajaran berlangsung ada anak yang kurang memperhatikan, ada anak yang berbicara dengan temannya b) Memeriksa lembar kerja siswa

e. Refleksi

a) Dengan menggunakan model cooperative learning teknik jigsaw

pada pembelajaran siklus I siswa sudah dapat memahami konsep bilangan sehingga hasilnya meningkat

b) Berdasarkan hasil penelitian pembelajaran siklus I dengan model

cooperative learning teknik jigsaw pada waktu mengerjakan soal masih terdapat siswa dalam kelompok yang mengobrol dan bermain hal ini dikarenakan jumlah siswa dalam kelompok yang terlalu banyak.

c) Hasil tes evaluasi pada siklus I belum memenuhi target 75,0 maka akan diperbaiki pada siklus selanjutnya

2) Siklus II

a. Kegiatan Awal

- Berdoa, dilanjutkan mengabsen siswa

- Menyiapkan buku, bahan dan media pembelajaran - Apersepsi, tanya jawab

- Memotivasi b. Kegiatan Inti

- Peneliti melaksanakan pembelajaran menggunakan cooperative learning teknik jigsaw dan membagi siswa dalam kelompok yang berjumlah 4 orang

- Guru membagi soal

- Siswa dengan materi atau soal sama tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka bergabung dalam kelompok ahli dan berusaha menguasai materi sesuai dengan materi dan soal yang diterima

- Setiap siswa kembali ke kelompok asalnya

- Tiap siswa dalam kelompok saling menularkan dan menerima materi dari siswa lain

- Terjadi diskusi antar siswa dalam kelompok asal - Dari diskusi, siswa memperoleh jawaban soal

- Guru memberikan penguatan dengan memberikan jawaban yang benar

- Guru memberikan penghargaan bagi siswa yang dapat menyelesaikan tugas sebelum waktu selesai

- Guru membuat ringkasan materi dan melaksanakan tes hasil belajar akhir siklus I

c. Kegiatan Akhir

- Melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram.

- Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk layanan konseling baik secara individu maupun kelompok

d. Observasi

Mencatat hasil tes anak e. Refleksi

1. Peneliti mengidentifikasi kesulitan, hambatan dan kejadian khusus yang terjadi selama proses pembelajaran berlangsung 2. Membandingkan analisis siklus I dan siklus II dan menarik

kesimpulan tentang peningkatan prestasi belajar penggunaan

cooperative learning teknik jigsaw

D. Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian 1. Teknik Pengumpulan Data

Data adalah nilai-nilai variabel yang diperoleh dari hasil pengukuran suatu teknik pengumpul data (Supratiknya,2008: 1). Data

dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu data primer dan data skunder. Data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber aslinya, sedangakan data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui perantara. Data yang digunakan adalah data primer yaitu data yang diperoleh dari sumber aslinya yaitu dengan melakukan tes akhir (post test)

1. Peubah

Dalam penelitian ini, peubahnya adalah prestasi belajar siswa dalam suatu pelajaran matematika khususnya operasi bilangan campuran 2. Indikator

Peningkatan prestasi belajar siswa dalam operasi hitung campuran 3. Jenis data

Data yang diperoleh dari skor ulangan 4. Cara pengumpulan data

Data dikumpulkan dengan melakukan ulangan pada setiap akhir siklus 2. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian hasil seorang guru menggunakan alat pengukur yang disebut tes. Berdasarkan masalah penelitian, jenis penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Bentuk instrumen yang digunakan berupa bentuk tes yaitu bentuk tes pilihan ganda.

Tes yaitu suatu alat pengukur untuk yang berupa serangkaian pertanyaan yang harus dijawab secara sengaja dalam suatu yang distandarisasikan, dan yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan hasil belajar individu atau kelompok. Biasanya yang digunakan untuk

mengukur kemampuan siswa adalah jenis tes prestasi belajar dan tes kemampuan belajar (Ign. Masidjo,1995:38-39). Tes pilihan ganda adalah bentuk penilaian yang terdiri atas suatu pernyataan atau pertanyaan dan sejumlah pilihan atau alternatif jawaban. Sedangkan tes melengkapi berupa suatu pernyataan yang belum lengkap, di mana siswa diminta untuk melengkapi pernyataan tersebut dengan satu kata, satu formula kalimat singkat atau satu angka (Ign. Marsidjo,1995:53).

Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah soal-soal ulangan tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan dua angka. Jumlah soal adalah 10 soal yang berupa pilihan ganda/PG untuk masing-masing siklus, dan dideskripsikan dalam kisi-kisi soal yang telah dibuat.

Tabel 2: Peubah dan Instrumen Penelitian

Peubah Indikator Data Pengumpulan Instrumen Prestasi belajar matematika tentang bilangan a. Nilai rata-rata ulangan Skor tes

tes tertulis Lembar evaluasi

Menghitung nilai rata-rata kemampuan siswa diperoleh dengan membagikan jumlah nilai seluruh siswa dengan jumlah siswa. Nilai rata-rata dihitung dengan rumus :

n Rata-rata (mean) =

Keterangan : ∑n = jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa N = jumlah seluruh siswa

3. Validitas dan Reliabilitas a. Validitas

Validitas berhubungan dengan sejauh mana suatu alat mampu mengukur apa yang dianggap orang seharusnya diukur oleh alat tersebut. Alat-alat pengujian di bidang pendidikan dan ilmu jiwa dirancang untuk menaksir bangunan pengertian (construct) seperti prestasi belajar, kecerdasan, kreativitas, bakat, sikap, motivasi dan sebagainya (Arief Urchan, 2007:293)

Sedangkan Masidjo (2010:242) menyatakan validitas suatu tes adalah taraf sampai di mana suatu tes mampu mengukur apa yang seharusnya diukur. Suatu tes dikatakan valid dapat dilihat dari keadaan dirinya dan setelah diperbandingkan dengan suatu tes lain yang telah valid. Apabila setelah diperbandingkan menunjukkan kesesuaian mengenai hal atau apa yang mau diukur, dikatakan tes tersebut memiliki taraf validitas tertentu.

Sebuah instrumen dapat dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan apabila dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2006:168). Azwar (2009:5) suatu tes atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila alat tersebut menjalankan fungsi ukurnya atau

memberikan hasil ukur yang sesuai maksud dilakukannya pengukuran tersebut.

Rumus korelasi yang dapat digunakan untuk menghitung validitas instrumen adalah rumus Korelasi Product Moment yang dikemukakan oleh Pearson, dengan rumus angka kasar yaitu :

= .∑ −(∑ ) (∑ )

∑ −(∑ ) ( ∑ −(∑ )

Keterangan :

rxy : Koefisien validitas

x : Jumlah skor dalam sebaran x

y : Jumlah skor dalam sebaran y

xy : Jumlah hasil kali skor x dan skor y berpasangan

x2 : Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran x

y2 : Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran y N : Banyaknya subyek

Uji coba validitas soal tes tiap siklus dilaksanakan di SD Negeri Giriwarno kelas II yang berjumlah 20 siswa pada taraf signifikan 5%=0,444 (dilihat pada tabel harga kritis r product moment). Sedangkan jumlah soal yang digunakan adalah 30 soal berbentuk pilihan ganda untuk masing-masing siklus. Setelah diujikan guru melakukan uji validitas terhadap soal-soal tersebut dan diperoleh 10 soal yang valid. Soal yang valid akan digunakan sebagai soal evaluasi tiap siklus. Hasil uji coba dapat dilihat pada lampiran 6.

b. Reliabilitas

Menurut Masidjo (2010:310), reliabilitas suatu tes adalah taraf dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukurannya yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil. Reliabilitas pada dasarnya menunjukkan pada konsep sejauh mana suatu pengukuran dapat dipercaya dan tetap.

Uji reliabilitas tes akan menggunakan teknik belah dua atau gasal genap. Hasil suatu tes dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah gasal dan bagian kedua adalah genap.

= 2 × atau 1− atau Keterangan :

rtt : Koefisien reliabilitas rgg : Koefisien gasal – genap rbb : Koefisien belahan I dan II

Tabel 3. Tabel Kualifikasi Reliabilitas Koofisien Korelasi (x) Kualifikasi

0,91 – 1,00 0,71 – 0,90 0,41 – 0,70 0,21 – 0,40 0,00 – 0,20 Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat Rendah

Hasil perhitungan reliabilitas soal tes dapat dilihat pada lampiran 7.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data penelitian tindakan kelas ini adalah analisis kuantitatif. Data tersebut diperoleh dari hasil post tes pada siklus I dan siklus II dari hasil siswa menyusun bilangan secara urut serta hasil tes evaluasi yang diberikan peneliti.

Sebelum membuat soal evaluasi dibuat peneliti membuat kisi-kisi soal terlebih dahulu dengan cakupan beberapa indikator yang ingin dicapai oleh peneliti. Kisi-kisi dibuat sebagai panduan untuk mempermudah dalam membuat soal evaluasi yang tepat dan sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Peneliti menggunakan 10 soal mencakup beberapa indikator yang ingin dicapai dalam penelitian. untuk memastikan bahwa item-item soal sahih dan andal, maka dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Soal yang telah dibuat sebelum digunakan penelitian diujicobakan terlebih dahulu di kelas yang tingkatnya di atas kelas yang akan menjadi obyek dalam penelitian, yang dalam hal ini adalah kelas II

Tabel 4. Kriteria Keberhasilan

No Peubah Indikator Kriteria Keberhasilan Kondisi awal Taget Akhir siklus I Target Akhir siklus II 1 Prestasi belajar siswa -Rata-rata nilai ulangan -Persentase jumlah siswa yang mencapai KKM 58,75 31,25% 70 70% 69,38 69% 80 85% 80 87,5%

 Cara menghitung peningkatan prestasi belajar a. Penyekoran

Benar : 1 Salah : 0

b. Menghitung jumlah skor setiap siswa

c. Menghitung nilai setiap siswa dengan rumus:

d. Menghitung Nilai Rata-rata

Ket : ∑N = Jumlah nilai yang diperoleh seluruh siswa n = Jumlah seluruh siswa

e. Menghitung persentase siswa yang telah mencapai KKM, dengan rumus:

Uji normalitas K-S dengan SPSS 16.0 Nilai Akhir = jumlah skor setiap siswa x 10

Nilai rata-rata (N) =

n N

Persentase = Jumlah siswa yang mencapai KKM x 100% Jumlah Siswa

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Tentang Bilangan Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative Learning teknik jigsaw pada Siswa Kelas I SDN Giriwarno Kaliangkrik, Magelang Tahun Pelajaran 2011/2012” dilaksanakan selama dua minggu. Dimulai pada tanggal 28 Mei 2012 sampai dengan 1 Juni 2012.

Dokumen terkait