• Tidak ada hasil yang ditemukan

Report of the Board of Directors

Dalam dokumen bni ar 2012 th (Halaman 52-55)

Gatot M. Suwondo

>>

Direktur Utama President Director

Tahun 2012 Indonesia kembali mencatat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sebagaimana tercermin dari pertumbuhan GDP sebesar 6,2% dan inflasi sebesar 4,3%. Hal ini didukung oleh kinerja sektor perbankan yang kokoh di sepanjang tahun.

Di awal tahun, terdapat banyak kekhawatiran terhadap kemungkinan kontraksi dalam NIM karena Bank Indonesia menyampaikan keinginannya untuk menurunkan suku bunga kredit. Hal ini tidak terjadi hingga akhir tahun 2012. Sektor perbankan Indonesia masih mencatat penurunan NIM dari 5,9% menjadi 5,5% dan BNI merupakan salah satu bank besar di Indonesia dengan NIM yang relatif stabil sebesar 5,9% untuk tahun 2012.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global dan memanasnya sektor properti membuat Bank Indonesia mengambil langkah antisipasi dengan menerbitkan aturan uang muka untuk kredit kepemilikan rumah dan pembiayaan kredit kendaraan bermotor. Hal ini mengakibatkan perlambatan dalam pertumbuhan kredit industri dari 25,0% di tahun 2011 menjadi 23,1% di tahun 2012.

Terlepas dari itu, lingkungan operasional tetap kondusif bagi kami untuk melaksanakan strategi kami dan memberikan kinerja yang kokoh bagi bank. Hal ini tercermin dari pertumbuhan laba bersih yang tinggi sebesar 20,9%, didukung oleh kinerja yang solid baik di sisi asset maupun liabilities.

The year 2012 was another year of remarkable growth for the Indonesian economy, as reflected on 6.2% GDP growth and 4.3% inflation level. This has supported the strong performance of the Indonesian banking sector throughout the year.

In the beginning of the year, there were concerns addressed on the possibility of NIM contraction in the sector as Bank Indonesia expressed its intention to bring down the lending rates. This did not prevail until the end 2012. The Indonesian banking sector still posted a decent NIM from 5.9% to 5.5% and BNI as one of the largest banks in Indonesia had its NIM relatively stable at 5.9% for the year 2012.

Meanwhile, concerns on a global economic slowdown and bubble in the property sector urged Bank Indonesia to take precautionary measures by issuing down payment regulations for both mortgages and auto financing. This led to a slowdown in the industry’s loan growth from 25.0% in 2011 to 23.1% in 2012.

Despite that, the operating environment remained conducive for us to execute our strategy and bring solid performance for the bank. It was then reflected on the strong net profit growth of 20.9% for the bank, thanks to strong performance from both assets and liabilities.

Pemegang Saham yang Terhormat,

Di sisi liabilities, kami berhasil menurunkan biaya dana secara signifikan karena kami mampu meningkatkan komposisi dana murah terhadap dana pihak ketiga. Proporsi giro dan tabungan meningkat dari 63,7% di tahun 2011 menjadi 67,3% di tahun 2012. Hal ini merupakan hasil dari upaya konsisten kami untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas jaringan dan promosi yang agresif. Setelah memperoleh penghargaan “The Rising Star Bank” dari MRI di tahun 2011, BNI memperoleh posisi ke empat dalam hal kualitas layanan di antara bank-bank di Indonesia di tahun 2012.

Hal penting lainnya selama tahun 2012 adalah suksesnya penerbitan global bond sejumlah USD500 juta di triwulan pertama tahun 2012. Penerbitan ini dimaksudkan untuk memperkuat likuiditas USD ditengah ketidakpastian perekonomian global.

Di sisi aset, kami berhasil menumbuhkan kredit kami sebesar 22,8% di tahun 2012, sementara pada saat yang sama berhasil menurunkan rasio NPL dari 3,6% di tahun 2011 menjadi 2,8% di tahun 2012. Pertumbuhan kredit BNI berada di bawah sektor dalam lima tahun terakhir karena kami memilih untuk memfokuskan pada perbaikan manajemen risiko, termasuk memperkuat budaya kredit dan memperbaiki proses akuisisi kredit. Dengan pertumbuhan setara dengan industri di tahun 2012, kami hendak menyatakan bahwa mesin kredit kami sudah siap, dan kami siap untuk membukukan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sebagai hasil dari upaya menyeluruh di manajemen risiko, BNI berhasil sedikit meningkatkan

pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai dari Rp2,4 triliun menjadi Rp2,5 triliun di tahun 2012 walaupun kredit tumbuh pesat serta mencatat

recovery aset yang meningkat menjadi Rp2,3 triliun di tahun 2012. Hal ini mendukung pencapaian laba bersih sebesar Rp7,0 triliun di tahun 2012.

On the liabilities side, we managed to reduce the cost of funds significantly as we were able to improve third party funding composition toward a lower cost of deposits. Our Current Account and Savings Account (CASA) proportion increased significantly from 63.7% in 2011 to 67.3% in 2012. This was a result of our consistent efforts to improve the quality of services, widen our coverage and aggressive promotion. After obtaining “The Rising Star Bank” from MRI in 2011, BNI was ranked fourth in terms of service quality among Indonesian banks in 2012 .

Another important highlight during the year was our successful global bond issuance amounting to USD500 million in the first quarter of 2012. Such issuance was targeted to strengthen our USD liquidity amid uncertainty in the global economy.

On the asset side, we managed to grow our loans by 22.8% in 2012, while at the same time were able to improve our NPL ratio from 3.6% in 2011 to 2.8% in 2012. BNI’s loans growth has consistently been below the sector for the past 5 years as we prefer to focus more on improving our risk management, including strengthening credit culture and improving loan acquisition process. By growing in line with the industry in 2012, we would like to convey the message that we are now comfortable with our lending machine, hence is ready to look for stronger loan growth in the years to come.

As a result of our concerted efforts in risk

management, BNI managed to slightly increase its allowance for impairment losses from Rp2.4 trillion to Rp2.5 trillion in 2012 despite strong loan growth as well as a record and sizeable recovery from the written off assets of Rp2.3 trillion in 2012. This has supported the attainment of Rp7.0 trillion net profit during the year.

Laporan Direksi

Arah Strategis dan Hasil di Tahun

Dalam dokumen bni ar 2012 th (Halaman 52-55)

Dokumen terkait