GENDER ROLES AND RELATIONS OF USING PEOPLE AS REFLECTED IN BARONG PERFORMANCE OF KEMIREN
A. Representasi Peran dan Relasi Gender dalam Lakon Jaripah
Dalam lakon ini Jaripah digambarkan sebagai perempuan cantik yang memanfaatkan kecantikannya sebagai komoditi. Jaripah juga dicitrakan sebagai perempuan genit dan penggoda laki-laki. Pada sisi lain, Jaripah juga seorang perempuan yang ingkar janji karena ia pernah berjanji akan menikahi siapapun laki-laki yang berhasil menemukan binatang
kesayangannya, Sinar Udara. Paman Iris yang menemukan bintang kesayangannya justru dibunuh dan mayat Paman Iris justru dijadikan makanan binatang kesayangan Jaripah.
“…Jaripah bahkan tega membiarkan mayat lelaki yang sudah membantunya tersebut untuk menjadi santapan Sinar Udara”
“Wajahnya yang cantik dimanfaatkan untuk mengecoh laki-laki. Pada awalnya dia berpura-pira memperlakukan kecantikannya seperti cara lelaki memandangnya, yaitu sebagai komoditi.”
“Jadi ada semangat feminisme radikal dalam diri Jaripah.”
“Jaripah yang mandiri, keji dan dominan menolak tunduk pada kekuasaan patriarki.” Apakah nilai-nilai budaya yang tercermin dalam faham feminisme radikal seperti di atas pantas untuk dilestarikan dan disebarluaskan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya?
Tabel 1. Representasi Peran Gender dalam Lakon Jaripah
Peran Gender Bentuk
Profesi Tokoh Jumlah
Laki-laki di sektor publik Penderes Paman Iris 1
Laki-laki di sektor domestik Abdi Blendhang, Blendhung dan Bledhus 3 Perempuan di sektor publik Pengelana Jaripah 1
Perempuan di sektor domestik – –
-Tabel 2. Representasi Relasi Gender dalam Lakon Jaripah
Relasi Gender Tokoh Jumlah
Perempuan dominan Jaripah 1
Laki-laki dominan -
-Representasi peran dan relasi gender dalam Lakon Jaripah sebagaimana terlihat pada tabel 1 dan 2 menunjukkan bahwa tidak ada dominasi patriarki dalam Lakon Jaripah. Satu-satunya tokoh perempuan dalam lakon ini memiliki peran di sektor publik, yaitu sebagai pengelana yang hidup menyendiri di tengah hutan (peran yang biasanya dominan dilakukan oleh laki-laki). Sementara relasi gender dalam lakon ini terlihat jelas pada keberadaan tokoh Jaripah yang sangat dominan dalam menentukan jalannya cerita. Jaripah adalah perempuan yang mampu membuat ketiga bersaudara Blendhang, Blendhung dan Bledhus dengan bersemangat turut mencari Sinar Udara yang dikabarkan hilang. Hal yang sama terjadi pada Paman Iris. Walaupun memiliki kelebihan dalam ilmu kesaktian dibandingkan dengan ketiga bersaudara, Paman Iris tak mampu menaklukkan Jaripah. Dengan kecantikan, kecerdikan serta kesaktiannya, Jaripah bisa mendapatkan kembali barong kesayangannya dan mampu mengalahkan Paman Iris.
Pada awal perjumpaan Jaripah dengan Blendhang, Blendhung dan Bledhus, ketiga bersaudara tersebut memberikan komentar-komentar khas laki-laki yang cenderung melecehkan perempuan. Namun, Jaripah memanfaatkan cara pandang ketiga tokoh tersebut sebagai sarana yang malah menguntungkannya karena itu berarti jalan lebar baginya untuk memperalat ketiganya. Pada akhirnya terbukti bahwa ia mampu menguasai ketiga bersaudara tersebut.
Berhadapan dengan jenis laki-laki yang lebih tinggi tingkat kesaktiannya dan lebih memiliki kecerdasan dibanding dengan ketiga bersaudara tersebut, tidak membuat Jaripah kehilangan akal. Paman Iris masuk ke dalam perangkap Jaripah karena dari awal tidak
menyadari dan mewaspadai bahwa perempuan yang dihadapinya bukan sembarang perempuan. Sejak awal Jaripah memang bersiasat menyimpan kesaktiannya untuk pertempuran terakhir; dengan musuh yang memang pantas. Pada akhirnya Jaripah berhasil mengalahkan dan menaklukkan Paman Iris.
Dari rentetan kejadian antara Jaripah dan keempat lelaki tersebut nampak jelas bahwa peran Jaripah terlihat dominan karena dia memiliki kualitas yang memang lebih unggul dibandingkan rival lelakinya yang lain. Fakta bahwa Jaripah berkelana sendirian di hutan membuktikan bahwa dia adalah perempuan yang mandiri dalam mencukupi kebutuhan hidupnya dan menyelesaikan segala urusan pribadinya. Kenyataan bahwa dia memiliki binatang peliharaan yang sehebat Sinar Udara juga jelas-jelas menunjukkan bahwa dia bukan perempuan biasa. Terbukti kemudian bahwa dia mampu menundukkan Sinar Udara dan menjadikannya makhluk peliharaan.
Fakta terakhir yang mengejutkan adalah kenyataan bahwa Jaripah memilih untuk hidup berdua saja dengan binatang peliharaannya, Sinar Udara, di tengah hutan belantara dan mampu mengalahkan Paman Iris yang memiliki kesaktian hingga mampu menundukkan Sinar Udara. Hal tersebut menegasikan pendapat umum bahwa perempuan adalah mahluk yang lembut, bergantung pada keberadaan laki-laki, dan inferior. Jaripah telah membuktikan bahwa dia setara dan bahkan bisa lebih unggul daripada laki-laki. Nilai nilai moral seperti apa yang akan dilestarikan?
Jaripah Nilai nilai budaya yang terkandung dalam lakon jaripah sebagai wanita penggoda/genit, ingkar janji dan bertindak /berperilaku kejam apakah pantas dijadikan contoh? terlihat lebih dominan dalam relasinya dengan lawan jenis. Dia hidup sendirian tanpa laki-laki di Wana Tribaya, sebuah hutan yang masih angker. Dia berhubungan dengan laki-laki dalam posisi yang setara, bahkan dalam beberapa hal mendominasi. Paras cantik, kecerdikan dan kesaktian menjadi modal Jaripah dalam menjalin relasi dengan laki-laki. Pada awalnya dia berpura-pura memperlakukan kecantikannya seperti cara lelaki memandangnya, yaitu sebagai komoditi. Sebagai komoditi kecantikan Jaripah bisa dipertukarkan dengan keberhasilan para lelaki itu menemukan Sinar Udara. Sebagai komoditi keberadaannya penting untuk melayani dan memuaskan laki-laki. Oleh karena Jaripah memiliki kecerdikan dan kesaktian, maka dia berhasil memanfaatkan kecantikannya menjadi sarana untuk melawan dominasi dan bukannya alat penindas perempuan. Nilai-nilai feminisme radikal secara tersirat ada dalam diri Jaripah. Feminisme menyatakan bahwa relasi gender yang bersifat patriarkal menimbulkan penindasan terhadap perempuan, karena perempuan ditempatkan ke dalam kelas inferior dibandingkan dengan kelas laki-laki dengan menggunakan basis gender. Oleh karena itu, maka perempuan harus melakukan kontrol terhadap tubuh dan kehidupan mereka (Humm, 2007: 383-384). Jaripah yang mandiri dan dominan menolak tunduk pada kekuasaan patriarki. Apakah pantas digunakan untuk menjelaskan tentang nilai moral yang baik? Oleh karenanya, kisah lakon Jaripah didasari oleh ideologi feminisme radikal yang melawan dominasi laki-laki, dan bukan hanya menginginkan kesetaraan (gender equity) namun menempatkan keunggulan perempuan atas laki-laki.
Lakon Jaripah secara tersirat menunjukkan dominasi perempuan atas laki-laki. Lakon Jaripah menempatkan posisi dan relasi perempuan lebih dominan dari laki-laki yang merupakan bentuk relasi matriarki atau antetesis dari patriarki. Kedua bentuk relasi tersebut sebenarnya sama-sama tidak menguntungkan kedua belah pihak karena salah satu memiliki status, peran, kekuasaan, wewenang dan hak-hak yang lebih dominan dari jenis kelamin lainnya. Kondisi demikian ini berdampak pada relasi yang tidak setara, dan rentan terjadinya ketidakadilan sosial berbasis gender di masyarakat, dan jika ditinjau dari analisis gender mencerminkan adanya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan.
B. Representasi Peran dan Relasi Gender dalam Lakon Panji Sumirah