• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V : ANALISA DATA

TINJAUAN PUSTAKA

2.2 Pernikahan Usia Muda

2.2.3 Resiko Pernikahan Usia Muda

Konsultan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi dokter Julianto Witjaksono juga menerangkan banyak terjadi resiko penyakit dan kelainan terutama saat kehamilan muda. “Karena secara biologis perempuan di bawah usia 20 tahun belum siap, sehingga resikonya sangat tinggi bagi ibu dan bayi. Berdasarkan kajian bidang kesehatan, rentang usia perkawinan paling aman bagi seorang wanita adalah 20-35 tahun. Pada usia itu, seorang perempuan masuk dalam kategori usia dewasa muda. Pernikahan wanita di bawah usia 20 tahun memiliki resiko tinggi akan kematian. Adapun risiko kehamilan remaja lebih tinggi dibandingkan kehamilan pada usia reproduksi sehat (20-35 tahun), antara lain terjadi tiga sampai tujuh kali kematian dalam kehamilan dan persalinan terutama akibat pendarahan dan infeksi. Selain itu, satu sampai dua dari empat kehamilan remaja mengalami depresi pasca persalinan.wanita di bawah 20 tahun memiliki resiko tinggi untuk penyakit dan kematian ketika menjalankan fungsi reproduksi. Memasuki usia 20 tahun secara medik (fisik, biologis, endokrinologi serta psikologis, dan emosional), peremuan memiliki kematangan menjalankan hak reproduksinya secara aman terutama dalam menghasilkan generasi bangsa Indonesia yang berkualitas.

Temuan caplan manyatakan, usia orang tua yang masih terlalu muda terbukti memang merupakan faktor yang cukup besar berpengaruh pada penelantaran dan

33

penyalagunaan anak. Sebuah proyek di amerika srikat yang di beri nama proyek TALLENT telah melaksanakan sebuah survey nasional yang meliputi 375.000 orang. survey itu di lakukan pada tahun 1980-an akan tetapi respondennya adalah yang pada tahun 1960, yang sedang duduk di kelas 9-12 atau setara dengan kelas 3 SMP- 3SMA. Mereka ini terdiri dari 2 kelompok, yaitu yang waktu di lahirkan orang tuanya masih remaja dan yang lahir dari orang tua yang lebih dewasa.Hasilnya adalah bahwa terlepas dari faktor sosial ekonomi, orangtua, anak-anak, yang lahir dari orang tua remaja memang mempunyai beberapa kekurangan jika di bandingkan dengan yang orang tuanya lebih dewasa. Kekurangan-kekurangan itu antara lain : prestasi sekolahnya lebih renda dan ada kecenderungan untuk menikah pada usia remaja juga dan tingkat kesuburanya lebih tinggi dari rekan-rekanya yang lahir dari orang tua yang lebih dewasa. (Sarwono,1989:118)

Konsekuensi dari pernikahan usia muda dan melahirkan di usia remaja adalah berisiko untuk melahirkan prematur dan berat badan lahir rendah. Wanita yang menikah pada usia dini mempunyai waktu yang lebih panjang berisiko untuk hamil dan angka kelahiran juga lebih tinggi. Perkawinan usia remaja juga berdampak pada rendahnya kualitas keluarga, baik ditinjau dari segi ketidaksiapan secara psikis dalam menghadapi persoalan sosial maupun ekonomi rumah tangga, risiko tidak siap mental untuk membina perkawinan dan menjadi orang tua yang bertanggung jawab, kegagalan perkawinan, kehamilan usia dini berisiko terhadap kematian ibu karena ketidaksiapan calon ibu remaja dalam mengandung dan melahirkan bayinya.

34

Remaja yang melakukan perkawinan dini memiliki resiko dalamkehamilan dan proses persalinan, yaitu :

a. Resiko Sosial Perkawinan Dini

Masa remaja merupakan masa untuk mencari identitas diri danmembutuhkan pergaulan dengan teman- teman sebaya. Perkawinan dinisecara sosial akan menjadi bahan pembicaraan teman- teman remaja danmasyarakat, kesempatan untuk bergaul dengan teman sesama remajahilang, sehingga remaja kurang dapat membicarakan masalah- masalahyang dihadapinya. Remaja memasuki lingkungan orang dewasa dan keluargayang baru, dan asing bagi mereka. Bila remaja kurang dapat menyesuaikandiri, maka akan timbul berbagai keterangan dalam hubungan keluarga danmasyarakat (Sibagariang ddk, 2010).

Perkawinan dini dapat mengakibatkan remaja berhenti sekolahsehingga kehilangan kesempatan untuk menuntut ilmu sebagai bekal hidupuntuk masa depan. Sebagian besar pasangan muda ini menjadi tergantungdengan orang tua, sehingga kurang dapat mengambil keputusan sendiri.Perkawinan dini memberikan pengaruh bagi kesejateraan keluarga dandalam masyarakat secara keseluruhan. Wanita yang kurang berpendidikandan tidak siap menjalankan perannya sebagai ibu akan kurang mampu untukmendidik anaknya, sehingga anak akan bertumbuh kembang secara kurangbaik, yang dapat merugikan masa depan anak (Sibagariang dkk, 2010).

b. Resiko Kejiwaan Perkawinan Dini

Perkawinan pada umumnya merupakan suatu masa pemeliharaandalam kehidupan seseorang dan oleh karena itu mengandung stres.Istri dansuami memerlukan kesiapan mental dalam menghadapi stres, yaitu bahwaistri dan suami mulai beralih dari masa hidup sendiri kemasa hidup bersamadan keluarga.Kesiapan dan kematangan mental biasanya belum di capaipada umur di bawah 20 tahun

35

(Sibagariang dkk, 2010)Pengalaman hidup remaja yang berumur dibawah 20 tahun biasanyabelum mantap. Apabila wanita pada masa perkawinan usia muda menjadihamil dan secara mental belum mantap, maka janin yang di kandungnya akan menjadi anak yang tidak dikehendakinya, ini berakibat buruk terhadapperkembangan jiwa anak sejak dalam kandungan (Sibagariang dkk, 2010)

Remaja yang memiliki kejiwaan dan emosi yang kurang matang,mengakibatkan timbulnya perasaan gelisah, kadang-kadang mudah timbulrasa curiga, dan pertengkaran suami dan istri sering terjadi ketika masa bulanmadu sudah berakhir (Sibagariang dkk, 2010).

c. Resiko Kesehatan Perkawinan Dini

Resiko kehamilan usia dini merupakan kehamilan pada usia masihmuda yang dapat merugikan. Perkawinan dini memiliki resiko terhadapkesehatan, terutama pasangan wanita pada saat mengalami kehamilan danproses persalinan. Kehamilan mempunyai dampak negatif terhadapkesejahteraan seorang remaja.Sebenarnya remaja tersebut belum siapmental untuk hamil, namun karena keadaan remaja terpaksa menerimakehamilan dengan resiko (Sibagariang dkk, 2010).Berikut beberapa resiko kehamilan yang dapat dialami oleh remaja(usia kurang dari 20 tahun), yakni :

a. Kurang darah (anemia) adalah dalam masa kehamilan dengan akibatyang

buruk bagi janin yang dikandung, seperti pertumbuhan janinterlambat dan kelahiran prematur.

b. Kurang gizi pada masa kehamilan yang dapat mengakibatkan

perkembangan biologis dan kecerdasan janin terlambat, sehingga bayidapat lahir dengan berat badan rendah.

36

c. Preeklamsi dan eklamsi yang dapat membawa maut bagi ibu

maupunbayinya.

d. Pasangan yang kurang siap untuk menerima kehamilan cendrung

untukmelakukan pengguguran kandungan (aborsi) yang dapat berakibatkematian bagi wanita.

e. Pada wanita yang menikah sebelum usia 20 tahun mempunyai resikodua

kali lipat untuk mendapatkan kangker servik dibandingkan denganwanita yang menikah pada umur yang lebih tua.

Dokumen terkait